Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.
pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.
SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 22
Pagi itu setelah upacara pernikahan selesai, Hansen membawa ana kembali ke mansion. Ia meminta beberapa pelayan untuk mengawasi nya, setelah ia naik ke kamar untuk mengganti gaun pengantin yang ia pakai.
Setelah berganti pakaian Ana tidak melihat Hansen kembali ke kamar. ia beranjak pergi untuk mengecek nya di luar. Namun ia terkejut saat ia akan membuka pintu tiba-tiba Hansen datang,
dengan tatapan curiga Hansen menutup kembali pintu lalu mengunci nya. "Jangan pernah berpikir untuk lari!" Ucap nya terdengar pelan namun menekan.
Langkah nya mendekat pada Ana yang terpaku takut. "Aku ada perkejaan yang harus di urus, jadi tidak bisa menemani mu di rumah!" Lanjutnya, berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengganti baju.
Ana tertunduk memalingkan wajah ketika Hansen melepas semua pakaian di tubuhnya di depan mata Ana.
Setelah selesai mengganti pakaian Hansen mendekat pada Ana, kemeja yang ia pakai masih belum selsai di kancing.
Hansen berdiri tepat di depan Ana yang masih tertunduk enggan melihatnya " Bantu aku merapihkan baju!" Ucap nya, menunggu.
Ana melirik kecil baju Hansen yang masih terbuka, tahan nya meraih setiap kancing baju hingga kancing terakhir di ujung kerah kemeja. Ia kesulitan memasukan kancing karena Hansen terlalu tinggi.
Hansen sedikit membungkukkan tubuh nya ke depan agar Ana bisa meraih nya. Hansen menatap dalam wajah ana yang terlihat serius mengancingkan baju , bibirnya yang ranum terlihat sangat menggoda.
Hansen mendekat lalu mencium bibir Ana, ia melumat nya dengan ganas beberpa kali. Ana tidak menolak ciuman itu bahkan tubuhnya tidak bisa bohong sehingga tanpa sadar ia membalas ciuman Hansen.
Merasa ana tidak menolak nya, ciuman nya semakin panas. Hansen melepaskan ciuman nya, nafas memburu "Aku mencintai mu!" Bisik nya. Kembali melumat bibir Ana yang basah.
Hansen membawa Ana ke ranjang. Tubuh mereka jatuh bersamaan di atas ranjang. Tubuh Ana menggeliat dengan suara desahan yang membuat Hansen semakin menginginkan nya.
Ana sangat malu karna tubuh nya tidak bisa berbohong ketika setiap sentuhan Dari hansen menyentuh nya. Ia ingin menolak tapi sulit mengontrol diri. Sehingga pagi itu mereka melakukan nya lagi dengan durasi yang cukup lama.
.
.
Ana tertidur setelah tubuh nya lelah melayani Hansen yang saat berhubungan tidak pernah melepaskan nya sebelum ia benar-benar terpuaskan.
Hansen keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Ia menatap ana masih tertidur. Setelah mengganti pakaian, Hansen mendekat pada Ana yang terbaring tidur.
Lalu mengecup kening nya.
Sebelum ia pergi Hansen menaikan suhu AC agar ana tidak kedinginan. Sebab ia tidur tanpa busana.
Terlihat ia sangat menyayangi Ana. Namun terkadang ia kesulitan untuk mengekpresikan nya. Sehingga membuat Ana merasa dia orang yang kasar.
Hansen, pergi setelah mendapat info dari Ares yang mengatakan pengemudi tiga tahun lalu yang menyebabkan calon istri nya meninggal. Telah di tangkap oleh Ares di bandara setelah 3 tahun mereka mencari.
Di gudang besar terbengkalai di wilayah nya sendiri .
Hansen duduk dengan pistol di tangan nya.
Pria yang di ketahui sebagai pelaku penabrakan 3 tahun lalu, berlutut di hadapan nya dengan kondisi babak belur.
Ares menekan paksa pria itu bersujud di kaki Hansen, "Katakan siapa dalang di balik kejadian 3 tahun lalu!"
Pria itu tertunduk diam sebelum ia tertawa keras dengan wajah putus asa "cuih..Meski aku sudah menjadi mayat kalian tidak akan pernah tau, Hahaha!" Ejek nya, menghina.
Tawa nya menggema di seluruh ruangan, hingga membuat Hansen beranjak jengkel langsung menembak tepat di kepala pria itu yang tertawa menatap nya dengan wajah mengejek.
"Buang mayat nya ke laut!" Ucap Hansen, dingin sambil berlalu pergi meninggalkan gudang dengan suasana hati yang buruk.
Ia tidak langsung kembali ke mansion melainkan pergi ke sebuah club malam untuk minum agar diri nya lebih tenang. ia tidak ingin pulang dengan kondisi yang sedang di kuasai amarah. Sebab ia takut akan menyakiti Ana. Karena diri nya tidak bisa mengontrol emosi nya sendiri.
.
.
.
.
Bersambung...