NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Dua hari kemudian, sekembalinya dari Lembah Racun Hitam dan menyerahkan bukti misi yang membuat petugas Aula Misi melongo tak percaya, Lin Xuan mengunci diri di gubuk Puncak Kesembilan selama satu malam.

Dengan memadukan Tungku Api Tanah Tingkat Tiga di luar dan pemurnian rahasia Tungku Abu Takdir di dalam, Lin Xuan meracik bahan-bahan obat yang ia kumpulkan dari hutan menjadi dua puluh butir Pil Pemurni Meridian Tingkat Dua dengan Pola Awan sempurna (kemurnian 100%).

Keesokan paginya, di Pasar Pertukaran Sekte Awan Biru yang terletak di lereng Puncak Kelima, suasana tampak sangat riuh.

Di sebuah kios kecil di sudut pasar, Pang Dahai yang mengenakan jubah pedagang berdiri sambil berteriak lantang sesuai instruksi Lin Xuan:

"Pil Pemurni Meridian Tingkat Dua kualitas puncak! Kemurnian seratus persen dengan Pola Awan! Tanpa ampas racun sedikit pun, mampu meningkatkan kecepatan kultivasi Alam Pembukaan Meridian tiga kali lipat! Hanya tersedia sepuluh butir hari ini, harga satu butir tiga ratus Batu Roh Tingkat Rendah!"

Para murid luar dan murid dalam yang kebetulan lewat awalnya mencibir mendengar teriakan tersebut.

"Heh, gendut ini pasti sudah gila! Pil Pemurni Meridian buatan Puncak Kelima saja harganya cuma delapan puluh Batu Roh, dia berani menjual tiga ratus Batu Roh dan mengklaim kemurnian seratus persen?!"

Namun, ketika Pang Dahai membuka tutup botol giok pertama di atas meja kiosnya—

Wussshhh!

Aroma obat yang luar biasa harum, jernih, dan menyegarkan langsung menyebar ke seluruh penjuru Pasar Pertukaran! Hanya dengan menghirup aromanya saja, para murid yang sedang mengalami kemacetan Qi di meridian mereka langsung merasakan aliran darah mereka menjadi lancar!

"Tunggu dulu! Lihat permukaan pil di botol itu—benar-benar ada tiga lingkaran Pola Awan Obat dan sama sekali tidak ada bintik hitam ampas racun!" seru seorang murid dalam dari Puncak Kedua dengan mata terbelalak lebar. "Aku beli dua butir! Ini enam ratus Batu Roh!"

"Aku beli tiga butir! Jangan rebut bagianku!"

Dalam waktu kurang dari lima menit, kios kecil Pang Dahai langsung dikerumuni oleh ratusan murid dalam dan murid luar yang berebut mengeluarkan kantong batu roh mereka!

Keributan besar di pasar itu segera menarik perhatian seorang pria tua berjubah putih perak bersulam tiga tungku emas yang kebetulan sedang melakukan inspeksi di pasar bersama para murid alkimianya.

Begitu melihat sosok pria tua itu, seluruh murid di pasar langsung membungkuk hormat dan membuka jalan.

"Hormat kepada Grandmaster Dan Chen, Tetua Agung Puncak Kelima!"

Grandmaster Dan Chen—satu-satunya Alkemis Tingkat Tiga Puncak di Sekte Awan Biru yang bahkan dihormati oleh Ketua Sekte—melangkah cepat mendekati kios Pang Dahai. Dengan tangan gemetar, pria tua itu mengambil sebutir Pil Pemurni Meridian yang tersisa di meja dan mengamatinya dari dekat.

"Pola Awan Tiga Lingkaran... penguncian esensi api dan abu yang sempurna tanpa merusak sedikit pun khasiat herbal..." gumam Grandmaster Dan Chen dengan suara bergetar hebat karena takjub. "Bahkan jika aku sendiri yang meracik seratus kali, aku tidak akan sanggup menghasilkan pil tingkat dua dengan kemurnian mutlak seperti ini!"

Grandmaster Dan Chen langsung memegang bahu Pang Dahai dengan tatapan penuh semangat. "Anak muda! Siapa mahaguru alkimia yang meracik pil ini?! Apakah beliau ada di Sekte Awan Biru kita?!"

Pang Dahai menelan ludah gugup, namun tetap menjaga rahasia sahabatnya. "M-maaf Grandmaster Dan Chen, rekan saya yang meracik pil ini berpesan agar identitasnya dirahasiakan untuk sementara waktu. Beliau hanya menitipkan sepuluh butir ini untuk dijual."

Grandmaster Dan Chen menghela napas panjang, lalu mengeluarkan sekeping Lencana Giok Alkimia Emas miliknya sendiri dan menyerahkannya kepada Pang Dahai.

"Berikan lencana pribadiku ini kepada sahabatmu itu! Katakan padanya, siapa pun dia di Sekte Awan Biru ini, Puncak Kelima kami siap menyediakan seluruh bahan obat yang ia butuhkan secara gratis kapan pun, dan aku, Dan Chen, bersedia menjamin keselamatannya di dalam sekte!"

Namun, di tengah kehebohan pasar tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa di sudut jalan pasar, sepasang mata penuh kebencian sedang menatap Pang Dahai yang baru saja menyimpan tiga ribu Batu Roh hasil penjualan pil.

Sosok itu adalah Zhao Hu—kakak kandung Zhao Feng sekaligus murid peringkat ketiga terkuat di Sekte Luar yang telah mencapai Alam Pembukaan Meridian Lapis Sembilan!

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!