NovelToon NovelToon
Alencio

Alencio

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.

Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya.

Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya.

Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 06

Part 06

Amanda mendirikan tubuhnya setelah melihat Farel bersama dengan teman-temannya itu berjalan ke arah bangku kantin. Dengan membawa kotak bekal makanannya, Amanda berjalan ke arah temannya itu, membuat Farel yang menyadari kehadirannya itu seketika menghentikan langkahnya.

"Ada apa lagi?" tanyanya tanpa minat seperti biasanya, membuat Amanda yang bisa merasakan ketidaksukaannya terhadap dirinya itu seolah mampu menghancurkan hatinya dengan sangat mudah.

"Aku cuma ingin memberikan makanan ini. Dari tadi pagi kamu belum sarapan kan?" Amanda menjulurkan kotak bekal makanan itu ke arah Farel yang kian terlihat tidak suka dengan apa yang Amanda lakukan.

"Memangnya saat ini aku ke kantin untuk apa, kalau bukan untuk makan? Jadi stop membuang-buang waktumu hanya karena ini!" Farel berujar sebal namun Amanda justru tertunduk gelisah di tempatnya.

"Aku tahu, tapi kamu kan tidak bisa memakan makanan kantin terlalu sering." Amanda menjawab lirih tanpa mau menatap ke arah Farel yang terdiam seolah cukup muak kala melihatnya.

"Kata siapa? Aku bisa kok. Jadi stop melakukan hal yang terus-terusan membuatku muak? Apa yang kamu lakukan itu justru membuatku semakin tidak menyukaimu." Farel meninggikan suaranya, membuat semua orang yang berada di sana menjadikannya pusat perhatian termasuk Cio dan Alex yang tempatnya tidak jauh dari keberadaan mereka.

"Maaf, aku hanya mengkhawatirkanmu." Amanda menjawab dengan nada yang sama dan itu membuat Farel kian muak terlihat dari bibirnya yang berdecap tak percaya mendengar jawabannya.

"Farel," panggil seorang wanita yang tempatnya tidak jauh dari keberadaan mereka. Seorang wanita cantik dengan penampilan seksinya yang menawan.

"Vanessa ...." Farel bergumam tak percaya kala melihat Vanessa berada di tempat yang sama dengannya. Setahunya, Vanessa sangat menjaga kebersihan, bagi wanita itu kantin bukanlah tempat yang cocok untuknya makan. Tapi sekarang, Farel justru melihatnya di sana, membuatnya ketahuan sedang bersama dengan Amanda, sesuatu yang sangat Vanessa benci.

"Aku pikir, kamu memang mencintaiku, aku bahkan ingin menerimamu. Tapi ternyata aku salah, kamu masih menanggapi gadis itu." Vanessa berujar angkuh dengan sesekali tersenyum meremehkan bersama dengan kedua temannya di belakangnya.

"Vanessa, ini tidak seperti yang kamu lihat." Farel melangkahkan kakinya ke arah Vanessa, mencoba menjelaskan semua yang terjadi, membuat hati Amanda terasa nyeri karena tidak diacuhkan oleh lelaki itu. Apalagi kotak bekal makanannya yang masih berada di tangannya, belum lelaki itu terima.

"Sudahlah, aku muak melihat lelaki sepertimu." Vanessa menjawab sinis lalu berjalan pergi ke arah luar kantin tanpa memperdulikan bagaimana Farel tidak bisa menerima ucapannya.

"Vanessa," panggilnya gelisah, merasa tidak percaya bila wanita yang disukainya itu bersikap seperti itu. Sampai saat tatapannya teralih ke arah Amanda, di mana gadis itu tertunduk dan entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini, namun yang pasti semua terjadi karena ulahnya.

"LIHAT! APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN?!" sentak Farel geram sembari membuang kotak makanan Amanda dengan sangat kasar, hingga isinya tumpah beruraian di lantai kantin. Sedangkan Amanda hanya terdiam dan meringkuk takut, matanya terasa panas, menahan genangan air mata di pelupuknya.

"Aku tidak akan memaafkanmu kalau sampai Vanessa membenciku." Farel kembali melanjutkan ucapannya lalu berlari ke arah Vanessa yang sudah berjalan menjauh.

Di sisi lainnya, Cio terdiam melihat semua itu, berbeda dengan Alex yang terlihat geram melihat Amanda diperlakukan buruk oleh temannya sendiri. Tangannya mengepal marah, merasa tidak terima dengan perbuatan temannya yang sudah cukup keterlaluan sekarang.

"Farel, aku akan menghajarmu." Alex bergumam geram, yang hanya ditatap tenang oleh Cio yang masih terdiam.

"Jadi itu yang namanya Farel? Dia sehebat apa sih sampai berani membuat Amanda ku menangis?" Cio berujar sinis lalu tatapannya kembali ke arah Alex yang terlihat lebih tenang sekarang.

"Kamu tenang saja, aku yang akan membalas lelaki itu sampai dia merasa sangat menyesal sudah berani menolak Amanda." Cio menepuk pundak Alex, di mana empunya terlihat tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya. Namun setelah tersenyum penuh arti itu, Cio pergi ke arah Amanda yang masih menjadi pusat perhatian di sana.

"Aku tidak tahu maksudmu, tapi aku sangat mengharapkan hal itu." Alex bergumam tenang, mencoba percaya dengan apa yang Cio janjikan. Toh sudah sejak lama, Alex merasa muak dengan keangkuhan Farel yang begitu buruknya memperlakukan Amanda. Meski Alex sendiri tidak paham kenapa Amanda masih terus peduli dengan Farel, tapi yang pasti Alex ingin melihat Farel menyesal dan sadar apa yang sudah dia lakukan itu sudah cukup keterlaluan.

Di sisi lainnya, Cio tiba-tiba menarik lengan Amanda, mencoba menyelamatkan gadis itu dari tatapan rendah semua orang. Untungnya, yang Amanda lakukan hanya diam dan melangkah, membuntuti orang yang menarik lengannya ke manapun dia pergi.

Di taman kampus, setidaknya itu yang Amanda lihat di sekelilingnya. Entah kenapa orang itu membawanya ke mari, tapi yang pasti Amanda merasa sangat berterimakasih, meski ia sendiri merasa tidak mengerti, kenapa masih ada orang yang memperdulikannya padahal namanya sudah cukup buruk sebagai gadis yang tidak tahu malu, yang selalu mengejar Farel yang tidak pernah memperdulikannya.

"Terima kasih sudah membawaku ke mari." Amanda berujar tulus tanpa mau menatap ke arah seseorang itu, dengan begitu Amanda bisa lebih puas menjatuhkan air matanya di tempat sepi itu.

"It's okey, honey. Anggap saja itu sebagai balasan karena kamu sudah memberiku sarapan dua hari ini." Amanda seketika menghapus air matanya, mendengar suara seseorang itu yang mirip dengan lelaki menyebalkan bernama Cio. Dan itu benar, karena setelah Amanda mendongakkan tatapannya, ia melihat Cio tengah menyengir di hadapannya.

"Kamu?" Amanda menunjuk ke arah Cio yang mengangguk, meski di detik berikutnya telunjuknya turun dengan wajahnya yang sengaja Amanda alihkan ke arah lain, merasa malu ke pada Cio yang sudah melihatnya direndahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!