NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Bahagia

Sesosok wanita berjalan menerobos barisan pengaman dengan wajah merah padam dan napas memburu. Itu Clara, putri tunggal dari Wirawan Group yang tak terima posisinya tergeser total.

Seluruh tamu undangan langsung menahan napas. Musik orkestra yang tadinya mengalun manis mendadak meredup saat konduktor menghentikan tongkatnya secara refleks. Sorotan kamera para wartawan papan atas yang terpasang di barisan depan seketika berbalik menembak ke arah Clara yang berdiri menegang di tengah lantai dansa.

Wajah Clara memerah padam, diselimuti emosi dan keputusasaan yang tidak bisa lagi ia tutup-tutupi. Gaun malam warna biru malam rancangan desainer ternama yang ia kenakan tampak kontras dengan gesturnya yang liar dan berantakan.

"Elkan!" panggil Clara sekali lagi, suaranya gemetar menahan tangis sekaligus marah. "Kamu benar-benar tega batalin perjodohan kita cuma demi cewek ini?! Wanita yang statusnya cuma mantan istri orang, bekas pria miskin penipu?!"

Kasak-kusuk riuh mendadak meledak di seluruh penjuru ballroom. Beberapa investor paruh baya tampak menggelengkan kepala melihat tingkah Clara yang sangat tidak beretika di pesta resmi level tinggi ini.

Gia tidak sedikit pun panik. Ia tetap berdiri tenang di tengah lantai dansa, merapikan pashmina sutra polosnya dengan gerakan yang amat santai dan berkelas. Senyum miring yang tipis dan dingin terukir manis di bibir ombre glossy nya.

Elkan melangkah setengah tindak ke depan, memasang badan penuh di hadapan Gia. Tatapan mata cokelat gelapnya yang tadinya hangat pada Gia, kini berubah membeku, memancarkan aura intimidasi yang sanggup membuat siapa pun bergidik ngeri.

"Jaga mulutmu, Clara," desis Elkan dengan suara dalam yang bergema tajam di udara. "Aku tidak pernah menyetujui perjodohan konyol yang dipaksakan keluargamu dua tahun lalu. Dan satu hal lagi... jangan pernah berani menghina calon istriku di depanku jika kamu masih mau melihat bisnis keluargamu bernapas besok pagi."

Kata 'calon istriku' yang diucapkan Elkan dengan tegas lewat mikrofon yang terpasang di kerahnya bergema nyaring, membuat para wartawan makin gila mengabadikan momen tersebut. Cklakk! Cklak! Cklak! (Kilatan lampu kamera tak henti-hentinya menyambar)

Clara tertawa histeris, air matanya menetes merusak riasan matanya. "Calon istri?! Elkan, kamu dibodohi sama dia! Kamu nggak tahu siapa Gia sebenarnya sewaktu menyamar di rumah keluarga Aldo! Dia itu cewek murahan yang..."

Plak!

Suara tamparan tidak terjadi, melainkan dentang keras gelas kristal yang diletakkan oleh Nyonya Kirana di meja utama. Nyonya Kirana melangkah maju dengan keagungan seorang penguasa sejati, didampingi oleh orang tua Elkan, Tuan Ardiansyah dan Nyonya Sophia.

"Nona Clara dari keluarga Wirawan," panggil Nyonya Sophia dengan nada sangat dingin dan penuh wibawa. "Sepertinya orang tuamu tidak mengajarimu tata krama saat menghadiri pesta kelas atas. Kamu berani mencemarkan nama baik calon menantu tunggal keluarga Vance di depan publik?"

Clara tersentak hebat. Matanya membelalak menatap Nyonya Sophia yang berdiri tegas membela Gia. "T-Tante Sophia... tapi dia.."

"Gia adalah Komisaris Utama *Kirana Group* dan pemilik saham mayoritas konsorsium baru kami," potong Tuan Ardiansyah mantap. "Tindakanmu malam ini bukan cuma merendahkan dirimu sendiri, tapi juga resmi memutuskan seluruh kerja sama bisnis antara *VK Group* dan *Wirawan Group* mulai detik ini."

Wajah Clara seketika memucat bagai mayat. Tubuhnya gemetaran hebat saat menyadari dampak dari keputusannya yang terbakar cemburu. Satu ucapan dari Tuan Ardiansyah berarti kehancuran total untuk perusahaan ayahnya!

Gia melangkah anggun dari balik punggung Elkan. Ketukan heels nya berbunyi konstan di atas lantai marmer yang mengkilap. Ia berdiri tepat di depan Clara yang kini tampak sangat kerdil.

"Nona Clara," panggil Gia halus, suaranya begitu jernih namun menghantam ulu hati. "Kamu bilang aku wanita bekas? Lucu sekali. Pria yang kamu sebut 'bekas' itu malam ini meringkuk di sel isolasi penjara tanpa cahaya. Dan pria yang ada di sampingku sekarang... adalah pria yang secara tulus memilihku, menghargaiku, dan melindungiku."

Gia menatap Clara dari atas ke bawah dengan pandangan paling merendahkan yang sangat elegan. "Kamu tidak sedang memperjuangkan cinta, Clara. Kamu cuma sedang meratapi kekalahanmu karena tidak akan pernah bisa menjadi seperti aku."

Gia kemudian menoleh pada jajaran tim pengaman pribadi yang berdiri di sudut ballroom. "Pengawal, silakan antar Nona Clara keluar dari gedung ini. Pastikan undangannya dicabut dan namanya di-blacklist dari seluruh acara jaringan VK Group dan Kirana Group selamanya."

Empat pengawal berbadan tegap langsung maju dan mencegat Clara. Tanpa memberi ampun, mereka menuntun Clara yang meraung-raung menangis menembus kerumunan tamu.

"Gia! Elkan! Aku benci kalian! Lepasin aku!" teriakan Clara perlahan menghilang begitu pintu ganda ballroom ditutup rapat.

Suasana pesta yang sempat tegang perlahan melunak kembali. Para tamu undangan memberi tepuk tangan riuh, mengagumi ketenangan dan kelas yang ditunjukkan oleh Gia dan keluarga besar Vance. Rencana Clara untuk mempermalukan Gia di depan publik justru berbalik menjadi panggung kehancuran bagi keluarganya sendiri.

Elkan berbalik menatap Gia, matanya memancarkan rasa bangga dan kehangatan yang amat dalam. Ia meraih tangan Gia, mengecup lembut punggung jemari wanita itu di hadapan seluruh jajaran investor.

"Reaksi yang sangat sempurna, Nyai," puji Elkan dengan senyum paling tampan yang ia miliki.

"Tentu saja," balas Gia dengan binar mata yang begitu indah dan anggun. "Ratu tidak perlu mengotori tangannya untuk menyingkirkan lalat."

Elkan terkekeh renyah. Ia memberikan isyarat pada tim orkestra untuk kembali memainkan musik waltz yang megah. Melodi indah kembali memenuhi ruangan yang dipenuhi pendar lampu kristal.

Elkan merangkul pinggang Gia erat-erat, menuntunnya kembali berdansa di tengah lantai dansa yang kini menjadi milik mereka sepenuhnya.

"Malam ini milik kita, Gia," bisik Elkan serak di dekat telinga Gia, membawa tubuh wanita itu berputar anggun mengikuti irama musik. "Dan besok... seluruh dunia akan menyaksikan awal dari kerajaan baru kita."

Gia menyandarkan kepalanya sejenak di dada kokoh Elkan, merasakan detak jantung pria itu yang tenang dan penuh kepastian. Di bawah kilau lampu kristal dan gaun merah marun berlapis emas murni, Gia menyunggingkan senyum kemenangan mutlak. Ratu telah kembali ke tahtanya, dan tidak ada satu pun lalat atau benalu masa lalu yang sanggup menjatuhkannya lagi.

1
arniya
putri tunggal??!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!