NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Keceplosan

"Bagaimana, Yah? Kamu sudah bicara dengan Aluna dan keluarganya Bian? Uangnya dapat nggak?" tanya Mama Maya dengan antusiasnya saat Ayah Riko sudah kembali ke rumah. Walaupun wajah Ayah Riko terlihat lesu, tapi Mama Maya sepertinya tidak peduli akan hal itu.

"Kamu juga nggak ke kantor, katanya cuma ijin setengah hari. Ini malah langsung pulang," lanjutnya.

"Mama bisa diam dulu nggak? Papa pusing dengar ocehan kamu sedari tadi," seru Ayah Riko dengan raut wajah kesalnya.

Padahal saat masuk ke dalam rumah, Ayah Riko datang dengan wajah ditekuk. Namun bisa-bisanya Mama Maya malah menanyakan tentang uang dari Aluna dan keluarga Bian. Seharusnya yang Mama Maya tanya terlebih dahulu adalah ekspresi wajahnya. Mama Maya yang merasa diomeli pun memilih duduk sedikit menjauh. Dia malah kesal sendiri dengan suaminya dan menduga bahwa Ayah Riko sudah gagal.

"Ayah kalau marah-marah gini udah pasti rencananya gagal. Pasti nggak dapat kan uangnya? Sudah Mama duga," ucap Mama Maya menyindir suaminya itu.

"Uang... Uang terus yang Mama pikirkan. Lebih baik Mama tuh cari tahu kenapa ART di rumah ini bisa memberikan makanan basi pada Aluna. Kalau sampai Aluna melaporkan ini pada polisi, habis kita." ucap Ayah Riko sambil menatap tajam ke arah Mama Maya.

"Ma... Makanan basi? Pada Aluna?" tanya Mama Maya dengan suara yang gagap dan tampak panik.

"Iya. ART di rumah ini memberikan makanan basi dan tak layak pada Aruna. Dia tidak mau memberikan uang karena selama ini diperlakukan tak baik di rumah ini. Justru sekarang dia sudah senang sekali bisa keluar dari rumah ini," ucap Ayah Riko dengan yakin.

"Apa jangan-jangan Mama tahu soal ini?" tanyanya dengan tatapan menyelidik.

"Apaan sih, Pa? Ya masa Mama tahu. Kalau tahu, Mama udah omelin itu ART dan langsung pecat. Bagaimana pun juga Aluna itu anakku," ucap Mama Maya dengan cepat.

Awas saja kalau kamu tahu tapi menutupi,

Ayah Riko langsung pergi setelah memperingatkan Mama Maya. Dia memang sudah bersalah menyuruh Aluna tinggal di bangunan tua belakang rumah. Namun ini semua demi jabatannya sebagai seorang manager. Beberapa kali rekan kerjanya datang dan hanya tahu bahwa dia mempunyai satu anak yaitu Salsa. Kalau sampai ada oranglain tahu tentang keadaan Aluna, dia malu.

Mama Maya yang melihat kepergian Ayah Riko pun hanya bisa menghela nafasnya kasar. Ayah Riko terlalu sibuk bekerja untuk mengamankan jabatannya. Sehingga urusan rumah, semua diserahkan pada Mama Maya. Hal itu juga yang membuat Ayah Riko tidak tahu apa yang terjadi di rumah ini. Termasuk dengan keadaan Aluna yang sebenarnya. Mama Maya menatap ruang keluarga yang kotor setelah sehari Aluna dan Bibi Tari tidak tinggal di sini.

"Ternyata si Aluna nggak ada juga ribet. Nggak ada yang bersihkan ini rumah," gerutu Mama Maya saat melihat debu pada rak pajangan di ruang keluarga.

"Itu si tua Tari juga seenaknya pergi sama Aluna. Emang dasar menyebalkan," lanjutnya.

"Lisa, Bila..." teriaknya memanggil ART yang masih bekerja di rumah ini.

"Ada apa, Nyonya Maya?" tanya Lisa setelah datang sampai di hadapan Maya bersama dengan Bila.

"Kalian berdua, bersihkan ruang tamu dan keluarga. Terutama itu bagian raknya, jangan sampai ada debu yang menempel." perintah Mama Maya pada keduanya.

"Tapi ini bukan tugas kami, Nyonya." jawab Bila sedikit protes dengan tugas tambahan ini.

Lisa bertugas sebagai juru masak dan membersihkan dapur. Sedangkan Bila bagian membersihkan kamar mandi dan mencuci semua pakaian. Biasanya yang membersihkan dalam rumah ini adalah Bibi Tari dan Aluna. Sehingga saat Aluna dan Bibi Tari pergi, ada sedikit hal ribet. Beberapa tempat lumayan berdebu karena tidak dibersihkan selama hampir 3 hari. Aluna hanya mengerjakan saat weekday saja karena weekend Ayah Riko ada di rumah. Mama Maya tidak mau kalau Ayah Riko tahu bahwa dia mempekerjakan Aluna.

"Lalu siapa, ha? Bi Tari? Dia sudah pergi meninggalkan rumah ini. Jadi ini sekarang adalah tugas kalian berdua, bagi saja." ucap Mama Maya dengan tatapan sinisnya.

"Satu lagi, jangan bilang kalau kalian mengirimkan makanan basi ke Aluna. Kalau ditanya sama suamiku, bilang aja kemungkinan Aluna makan itu saat malam. Padahal kalian memberikannya pagi dan otomatis sudah basi," lanjutnya dengan berbisik.

"Tuan Riko sudah tahu, Nyonya?" tanya Lisa dengan pelan.

"Iya. Pokoknya kalian buat alasan apa gitu biar masalah selesai dan intinya Aluna yang bersalah," ucap Mama Maya dengan tatapan penuh peringatan.

"Kalau kalian tidak bisa buat alasan, siap-siap saja didepak dari sini." lanjutnya.

Mama Maya pun segera pergi dari hadapan Lisa dan Bila. Keduanya sedikit ketakutan dengan ancaman dipecat dari pekerjaan. Jaman sekarang, mencari pekerjaan sangat susah. Keduanya melihat Mama Maya yang pergi dengan berjalan angkuh. Mereka hanya bisa menuruti perintah dari Mama Maya. Pasalnya menurut mereka, Mama Maya itu tidak pernah main-main dengan ucapannya.

"Harusnya kita dapat tambahan gaji nih. Masa kerja double. Padahal dia juga ikut campur masalah makanan basi itu. Sekarang kok malah mau cuci tangan," gerutu Bila tak terima dengan pekerjaan yang dibebankan padanya.

"Tapi apa lah kita? Cuma pembokat. Nggak usah banyak protes atau bakalan dipecat," ucap Lisa sambil menghela nafasnya pasrah.

"Ayo kerjakan ini, lalu istirahat." lanjutnya dan diangguki kepala oleh Bila.

***

Sedangkan di rumah lain, Bibi Tari sedang ngobrol dengan Bibi Sita. Katanya hari ini juga ada Mbak Lani yang akan datang dari kampung. Kebetulan sekali Mbak Lani ini adalah keponakan dari Bibi Sita. Kemarin dia cuti selama satu minggu karena ada acara keluarga. Semua makanan untuk makan malam telah siap. Semua dimasak oleh Bibi Tari dan Bibi Sita. Padahal Bibi Tari diminta untuk selalu ikut Aluna saja. Namun Bibi Tari tidak mau. Apalagi Aluna sekarang sudah banyak yang menjaga. Kecuali jika ada hal-hal penting yang membutuhkan dirinya.

"Bekerja di rumah Bu Aluna itu gimana, Mbak Tari?" tanya Bibi Sita dengan tatapan penasarannya.

"Nggak enak. Bukan karena Nak Aluna ya, tetapi orangtua dan saudaranya. Setiap hari bikin orang darah tinggi sama mengelus dada," ucap Bibi Tari sambil menggelengkan kepalanya.

"Mereka jahat atau bagaimana?" tanya Bibi Sita penasaran.

"Bukan jahat lagi, iblis sudah itu namanya." ucap Bibi Tari sampai sekarang masih tak habis pikir dengan ketiga majikannya itu.

"Sekarang aku sedikit lega karena Nak Aluna sudah keluar dari rumah itu. Penderitaannya berakhir, walaupun pasti orang-orang itu masih akan terus mengganggunya." lanjutnya.

Iblis? Ada apa dengan istri Papa itu? Memangnya dia disakiti di rumahnya sendiri?

1
E F
😄😄😄😄
🙏💪😍
Sani Srimulyani
waktunya kamu bahagia Luna, ini karma baik untukmu.
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
duljana oh duljana 🤣🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, ayo pak Kio, Bian, bantu Aluna untuk mendapatkan hak nya /Determined//Determined/
Novita Sari
gemes sama lopa..ada aza jawaban... lanjutkan lopa..
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
ikut bahagia lihat Aluna sekarang.
Ita Xiaomi
Semangat Reyhan menjd lebih baik👍
Ita Xiaomi
Ada aja panggilannya😁
Novita Sari
bagus lopa semuanya gak gratis.kayak luna lebih kaya dari bian lanjut thor...
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣Lova terima aja ya. Amazing Aluna.👍
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣kocak Lova
Ita Xiaomi
Ngarang bebas aja nih batita 🤣
Ita Xiaomi
Lah bs mimpi buruk saat tdr Lova klo ceritanya spt itu🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Nah ada yg cadel🤣🤣🤣👍
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Bi Tari ikut pindah.
Ita Xiaomi
Ternyata Bian kaya raya.
Ita Xiaomi
Apakah itu Bian?
Sani Srimulyani
ketar ketir kan sekarang, siap2 aja kena serangan jantung.🤭😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!