Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menekan Anggara
Setelah pulang, ternyata Anggara benar-benar mencari tahu semua tentang Naura. Bahkan dia meminta pada salah satu orang kepercayaannya di militer mengorek informasi wanita itu sampai sedetail mungkin.
Sekitar sehari penuh. Akhirnya orang yang Anggara perintahkan berhasil mengumpulkan semua informasi tentang Naura.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, orang itu langsung memberikan semua pada Anggara.
"Pak Komandan, ini semuanya hasil data yang Anda inginkan," ucap prajurit itu memberikan data-data Naura pada Anggara.
"Terima kasih."
"Sama-sama, Pak Komandan," setelahnya prajurit itu pun berpamitan untuk keluar dari ruangan Anggara.
Anggara mulai membaca satu persatu berkas yang diberikan padanya.
Dimulai dari latar belakang Naura yang hidup bersama Kakek Rama setelah ayahnya meninggal.
Anggara juga baru tahu ternyata, Naura memiliki seorang saudara perempuan yang bernama Sera hidup dan tinggal bersama ayah tirinya setelah ibunya menikah lagi dan punya anak dari suami kedua.
Di sana, Anggara baru tahu ternyata pria kemarin yang sempat bertemu dengannya di warung makan adalah mantan kekasih Naura.
Sementara sosok wanita yang berada di samping Kelvin kemarin, adalah Dina sahabat baik Naura yang telah berkhianat padanya
Di sana tertulis jelas, kalau Kelvin yang pernah menjalin hubungan dengan Naura hanya menjadikan wanita itu taruhan bersama teman-temannya. Dan tidak pernah benar-benar tulus pada Naura.
Dan yang lebih menarik perhatian Anggara lagi, ternyata Naura pernah bersahabat baik dengan salah seorang wanita yang bekerja sebagai kupu-kupu malam di salah satu rumah bordil.
Dia adalah almarhumah istri kepada Bayu yang sudah meninggal karena terkena penyakit AIDS. Dan itulah alasannya kenapa sebelumnya Naura pernah ke rumah bordir untuk melunasi hutang-hutang sahabatnya itu.
Anggara juga membaca kalau ternyata Bayu lah yang selama ini membesarkan Kiki Putri Naura bersama almarhumah istri Bayu.
Sebelum menikah dengan Bayu, sahabat Naura itu memang sudah terprofesi sebagai kupu-kupu malam. Akan tetapi dia berhenti setelah menikah dengan Bayu, Namun karena penyakit yang dia deritai akhirnya merenggut nyawanya.
Anggara kembali mengambil kertas lainnya dan membaca dibagian bawah.
Naura ternyata melahirkan di rumah sakit, sekitar 6 tahun yang lalu. Setelah melahirkan, Naura menyembunyikan Kiki karena dia hamil tanpa suami.
Di poin itu, membuat Anggara semakin penasaran siapa sebenarnya sosok pria yang sudah meniduri Naura.
Anggara akhirnya membuka poin penting di mana kejadian 7 tahun yang lalu di sebuah hotel yang terjadi pada Naura.
Tok tok tok
Namun belum sempat dia membaca apa yang terjadi. Seseorang tiba-tiba mengetuk pintunya.
"Masuk." Anggara memerintahkan bawahannya itu masuk.
Muncullah seorang prajurit dan melaporkan.
"Lapor Komandan, ada Jenderal Wirawan yang meminta Anda datang ke ruangannya,"
"Baiklah, saya akan segera kesana sekarang." Anggara terdiri dari duduknya lalu berniat untuk memenuhi panggilan jenderal yang ternyata adalah ayah Dalia wanita yang tergila-gila padanya.
Anggara mengambil salah satu berkas lalu menindihkan ke atas data-data Naura.
Setelah itu dia pun keluar ruangan mendatangi seorang jenderal berpangkat satu yang sedang memanggilnya.
Tok tok tok
"Masuk saja,"
Anggara melangkah masuk mendapati pria paruh baya yang sedang duduk di sana.
"Anda memanggil saya Jenderal?"
"Tentu saja Komandan Anggara, silakan duduk,"
Pemuda itu langsung duduk di depan Jenderal Wirawan.
"Ada hal penting yang ingin saya bahas padamu Komandan," pria paruh baya itu mulai membuka suara tentang niatnya memanggil pemuda di hadapannya.
"Silakan," ucap Anggara tanpa basa-basi.
"Kau tahu, Anggara? Saya suka denganmu yang tegas dan menjalankan pekerjaanmu dengan baik selama beberapa tahun menjadi anggota militer,"
Anggaran masih tetap diam menunggu apa sebenarnya yang ingin dikatakan oleh pria pria paruh baya itu.
"Anggara, kau tahu kan kalau putriku sangat menyukaimu?" ternyata wirawan tidak menyembunyikan sama sekali niatnya. Dan itulah alasannya memanggil Anggara.
"Maaf, di sini tempat kerja, tidak pantas kalau kita membahas masalah pribadi ke dalam lingkungan militer," Anggara sepertinya sengaja tidak berminat sekalipun untuk membahas putri dari pria itu.
Tersenyum penuh arti. "Anggara, kau jangan lupa. Kalau kau hanya seorang anggota militer biasa, jabatanku mungkin juga masih rendah. Jika dibandingkan dengan jabatan jenderal lainnya yang punya bintang 3, 4, dan 5... tapi kau jangan lupa...." Menggantung ucapannya.
"Di militer ini, kebanyakan yang berada tingkat di atasku rata-rata keluarga saya!" Pria paruh baya itu mendekati Anggara.
Dia mengangkat tangannya lalu menepuk-nepuk bahu Anggara, "Kalau kau ingin aman dengan posisimu, lebih baik kau perhatikan putriku," tuturnya lagi seperti sengaja mengancam pemuda itu.
Anggara masih berdiri tenang, namun dalam hatinya dia benar-benar seperti ingin meninju pria itu. Ternyata Wirawan menggunakan kekuasaannya untuk menekan Anggara agar mau mendekati putrinya Dalia.
"Kalau kau masih ingin terus menjadi militer. Jangan coba-coba melawanku," bisik pria itu, memberi peringatan.
Karena Wirawan tahu, Anggara tidak akan bisa berbuat apa-apa. Mengingat militer yang berbintang 5 saja masih anggota keluarganya. Dan Anggara hanyalah seorang militer yang berpangkat komandan dan jika dia mau dia bisa menekan pria itu.
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls