NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 - Ajakan

Sheyra berjalan gontai menaiki tangga rumahnya untuk menuju ke kamar. Sekitar lima menit yang lalu ia berpisah dengan Alvaro dan Lyra. Tadi Lyra terlihat agak berat berpisah dengan Sheyra karena gadis kecil itu masih ingin bersama lebih lama. Namun setelah dibujuk oleh Alvaro, akhirnya Lyra mau berpisah dengan Sheyra.

Sheyra membuka pintu kamarnya kemudian berjalan masuk. Ia melemparkan tasnya ke atas kasur lalu merebahkan dirinya. Sheyra menatap langit-langit kamarnya. Wajahnya tampak memikirkan sesuatu. Ia masih mencoba mencerna kejadian hari ini. Jadi Alvaro duda anak satu ya? tanyanya kepada dirinya sendiri.

Beberapa detik kemudian Sheyra langsung menggelengkan kepalanya. Ia beranjak dari tempat tidur. “Nggak. Nggak. Jangan mikir aneh-aneh Shey. Lo harus move on.” gumamnya meyakinkan diri.

Sheyra duduk di kursi riasnya. Ia menatap wajahnya untuk beberapa detik lalu membersihkan wajahnya dari make up. Sheyra berpikir sepertinya mandi akan bisa menjernihkan pikirannya sehingga ia memutuskan untuk pergi mandi.

Setelah mandi Sheyra memutuskan untuk bersantai di atas kasur. Ia sibuk mengscroll video-video lucu yang ada di internet. Sesekali ia terlihat tertawa ketika menemukan video yang dirasanya lucu.

Sebuah notif pesan masuk di handphonenya sehingga segera mengeceknya. Pengirim pesan tersebut adalah Randy, cowok kencan buta yang dikenalkan oleh Keisha beberapa hari yang lalu.

‘Shey, besok free gak? Ada film seru nih. Mau nonton bareng?’

Sheyra membaca pesan itu. Ia tampak berpikir sejenak. Tidak butuh lama ia segera mengiyakan ajakan Randy. Mumpung besok dia ada waktu luang, sepertinya pergi menonton akan sangat seru. Apalagi Sheyra pun sudah bertekad untuk membuka hatinya kepada orang baru. Mengingat pertemuan pertamanya dengan Randy berjalan dengan baik, maka Sheyra tidak keberatan dengan adanya pertemuan kedua.

Sheyra melihat lemari bajunya. Ia berdiri sambil memandangi tumpukan bajunya untuk beberapa menit. Ia sedang berpikir baju apa yang harus ia pakai untuk besok. Setelah mencari-cari baju yang cocok, akhirnya ia memutuskan untuk memakai sweater berwarna pink dengan celana jeans yang akan membuatnya terasa nyaman besok.

Sebuah panggilan telepon masuk, Sheyra bergegas mengambil ponselnya yang tergeletak di atas kasur. Nama penelepon itu adalah Keisha sehingga Sheyra segera mengangkatnya.

“Shey, gue ke rumah lo ya? Lagi bosen nih di rumah.” pinta Keisha dari seberang sana.

“Boleh deh. Mumpung gue juga lagi bosen dan gak ngapa-ngapain.” jawab Sheyra segera.

“Yeayyy! Tunggu ya gue ke sana.” seru Keisha lalu ia mematikan sambungan teleponnya.

***

“Ini bang uangnya.” Keisha menyerahkan beberapa lembar uang kepada penjual martabak di depannya.

Setelah mengambil pesanannya, Keisha berjalan menuju rumah Sheyra. Di tangannya menenteng dua bungkus martabak manis dan asin. Satu bungkus ia bawakan untuk Mama Sheyra, sedangkan satunya lagi ia berencana akan memakannya dengan Sheyra.

Rumah Sheyra tidak jauh dari rumah Keisha. Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit dengan berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sheyra. Rumah mereka hanya berbeda gang.

Keisha sedang sendirian di rumah karena kedua orang tuanya sedang pergi ke rumah kerabatnya. Sedangkan pacarnya Arga sedang sibuk bermain bola dengan teman-temannya. Hal tersebut membuat Keisha merasa bosan sendirian di rumah. Oleh karena itu ia berencana untuk pergi main ke rumah Sheyra, dan untungnya saja Sheyra mengiyakan ajakannya.

Keisha berjalan santai menelusuri komplek perumahan. Suasana perumahan cukup ramai. Terlihat banyak anak-anak maupun orang dewasa yang bermain di taman. Lalu di depan taman beberapa penjual street food tengah berjejer menjajakan jualannya.

Keisha tertarik untuk membeli cimol dan telur gulung. Ia pun tidak lupa untuk membelikan jajanan yang sama untuk Sheyra. Setelah selesai membeli jajanan, ia kembali meneruskan perjalanannya. Sekitar lima menitan, Keisha telah sampai di rumah Sheyra.

Keisha mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Kemudian Bunda Sheyra membukakan pintu tersebut. “Malam tante. Sheyranya ada?” tanyanya basa-basi.

Mama Sheyra menerima martabak manis yang dibawa oleh Keisha. Perempuan paruh baya tersebut tersenyum manis, “Aduh gak usah repot-repot bawa kayak gini. Kalo mau main, main aja ya Kei. Tante jadi gak enak.”

“Gak apa-apa Tan. Lagipula enggak setiap hari ngasih juga kan hehe.”

Bunda Sheyra tertawa kecil, “Oh ya, nyari Sheyra ya? Dia ada di kamarnya Kei. Langsung naik aja gapapa.” ujar Bunda Sheyra mempersilahkan Keisha untuk masuk ke dalam rumahnya.

“Makasih banyak Tante. Permisi ya.” Setelah dipersilahkan untuk masuk, Keisha berjalan menuju kamar Sheyra yang ada di lantai atas.

Keisha mengetuk pintu pelan, “Shey, ini gue.”

“Yaaa! Masuk aja. Gak dikunci kok.” teriak Sheyra dari dalam kamar.

Mendengar jawaban Sheyra membuat Keisha langsung membuka pintu. Di sana ia mendapati temannya yang sedang membaca novel sambil duduk di atas kasur. Sheyra tersenyum ketika melihat kedatangan Keisha.

“Nih, gue bawain jajanan kesukaan lo.” Keisha tersenyum sambil mengangkat kantong plastik jajanannya.

“Yeayyyy!!” sorak Sheyra senang. Ia langsung menutup buku novelnya dan beranjak dari kasur untuk menghampiri Keisha. “Makasih yaaa Kei.”

Sheyra dan Keisha duduk di bawah tempat tidur sambil memakan jajanan. Dua sahabat itu terlihat sedang berbincang sambil sesekali bercanda.

“Oh jadi Arga lagi sibuk main bola. Pantesan lo ngerasa bosen di rumah doang. Kan biasanya mainnya sama Arga.” celetuk Sheyra sambil menyantap cimol yang dibawakan oleh Keisha.

“Iya tuh. Ngeselin banget kan. Tapi yaudah lah gue juga paham kalo dunia dia bukan cuma gue. Jadi gue gak mau terlalu ngatur ini itu. Biarlah dia main bareng temen temennya.” jelas Keisha sedih.

Sheyra mengangguk paham. Ia setuju dengan pemikiran Keisha. “Bener juga sih.”

“Eh, cerita dong. Lo belum cerita ih.” kata Keisha sambil menatap Sheyra dengan serius.

Sheyra menaikkan sebelah alisnya bingung, “Cerita apaan?” tanyanya tidak tahu.

“Lo ada hubungan apa sama Alvaro?” tanya Keisha seketika membuat Sheyra terbatuk. Ia tersedak oleh bumbu cimol yang sedang ia makan.

Uhuk uhuk. Sheyra segera meraih segelas air putih yang ada di depannya kemudian ia meneguknya sampai habis.

Keisha menatap Sheyra dengan penuh selidik, “Kalian ada hubungan? Kenapa pertanyaan gue bisa bikin lo batuk gini?” canda Keisha.

Sheyra terlihat gugup. “Oh oh itu.” Sheyra mencoba menjelaskan situasinya namun ia bingung harus mulai dari mana. Semuanya terjadi begitu cepat dan tidak ia sangka-sangka. Mulai dari Alvaro punya anak, Lyra gadis kecil yang ia jaga di daycare ternyata anak Alvaro, lalu fakta baru tentang Alvaro yang ternyata duda. Rumit.

Sheyra tahu Keisha pasti sangat penasaran setelah melihat Alvaro yang tiba-tiba mengajak Sheyra untuk berbicara beberapa hari yang lalu di kampus. Ia tidak menduga bahwa Keisha sampai berpikir bahwa mereka punya hubungan.

Sheyra mencoba untuk mengalihkan pembicaraannya. Ia tidak ingin membahas Alvaro. Ia merasa tidak baik menyebar kehidupan pribadi orang lain begitu saja walaupun hanya kepada Keisha. Ia bertekad untuk tidak menceritakan kehidupan pribadi Alvaro kepada siapapun mengingat Alvaro sendiri terlihat sangat tertutup akan hal itu.

“Ah tadi gue dichat Randy loh.” ujar Sheyra mengalihkan pembicaraan dan perhatian Keisha.

Keisha seketika langsung membulatkan matanya. Gadis itu terlihat antusias dengan cerita Randy dibandingkan dengan cerita Alvaro. Oleh karena itu dengan cepat Keisha langsung mengalihkan perhatiannya kepada cerita tentang Randy. “Gimana Shey? Dia chat apa?”

Melihat respon Keisha membuat Sheyra menghela nafas lega. Ah, syukurlah.

^^^Bersambung….^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!