NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Wunggg.

Kipas CPU komputernya menyala dengan suara yang sedikit lebih bising karena bekerja keras.

Layar monitor dua puluh empat inci itu menampilkan puluhan jendela terminal yang terus bergerak.

Tommy duduk di kursinya dengan wajah sangat serius, matanya memindai deretan kode hijau di layar hitam.

"Ada yang mencoba memancingku keluar," batin Tommy menganalisis situasi.

Sebagai peretas dengan julukan Blank, ia biasanya selalu mengecek jaringan anonimnya setiap malam.

Dan malam ini, ia menemukan sebuah anomali besar di salah satu server singgahannya di Singapura.

Seseorang telah menanamkan sebuah skrip pelacak aktif di dalam bekas jejak data PT Bangun Persada yang ia retas tempo hari.

Tak! Tak! Tak!

Jari-jari Tommy menari di atas papan tik dengan kecepatan kilat.

Ia membuka jaringan pemantau baliknya dan melacak asal dari skrip pelacak tersebut.

"Alamat IP ini berasal dari markas besar kepolisian siber di ibu kota," gumam Tommy dengan dahi berkerut.

"Mereka pasti disewa khusus oleh sisa-sisa petinggi perusahaan Haris Wijaya untuk mencariku."

Tommy tidak merasa panik sedikit pun, otaknya yang memiliki IQ seratus tujuh belas justru merasa tertantang.

Ia bisa melihat pola serangan kepolisian siber itu dengan sangat jelas.

Mereka menggunakan metode pengepungan IP statis untuk mempersempit lokasi proksi yang digunakan Tommy.

"Mereka sudah berhasil menembus lapis pertama pertahananku dan sekarang sedang menuju peladen di kota ini," analisis Tommy tenang.

Jika ia membiarkan pelacakan ini berlanjut selama sepuluh menit lagi, polisi akan mengetahui bahwa Blank bersembunyi di kota kecil ini.

Ting!

Layar biru sistem tiba-tiba muncul di depan wajahnya, menerangi kamarnya yang gelap.

[MISI MENDADAK TERSEDIA.]

[Misi: Gagalkan pelacakan dari pihak berwenang dan ciptakan jejak palsu yang mengarah ke luar negeri tanpa merusak perangkat Anda.]

[Hadiah: +2 Poin IQ dan +30 Poin Sistem.]

[Hukuman jika gagal: Penurunan IQ sebesar -15 poin dan risiko penangkapan dunia nyata.]

Tommy tersenyum menyeringai melihat misi dengan taruhan yang cukup besar itu.

"Sistem, aku butuh keahlian keamanan jaringan tingkat lanjut," perintah Tommy di dalam kepalanya.

Ting!

Layar Toko Sistem langsung terbuka menampilkan berbagai opsi keahlian kriptografi.

"Beli Keahlian Manipulasi Alamat Jaringan Aktif seharga seratus poin sistem," batin Tommy memilih barang yang ia butuhkan.

[Pembelian berhasil. Poin Sistem dikurangi -100 PS.]

[Skill Keahlian Manipulasi Alamat Jaringan Aktif telah ditambahkan.]

Seketika itu juga, pemahaman tentang rute jaringan global, protokol internet tersembunyi, dan teknik penyesatan paket data membanjiri otaknya.

Semua metode rumit yang butuh puluhan tahun untuk dipelajari oleh ahli siber, kini dikuasainya dalam hitungan detik.

Tak! Tak! Srak!

Tangan Tommy bergerak semakin cepat, menciptakan sebuah benteng virtual baru di dalam komputernya.

"Kalian ingin bermain petak umpet denganku?" bisik Tommy dengan mata yang menatap tajam ke layar.

"Mari kita bermain di wilayahku."

Alih-alih memutus koneksi dan kabur, Tommy justru membiarkan polisi siber itu masuk lebih dalam ke peladen palsunya.

Ia merancang sebuah labirin data tak berujung yang dipenuhi dengan jebakan algoritma.

Di markas besar kepolisian siber yang berjarak ratusan kilometer dari sana, kepanikan mulai terjadi.

"Komandan! Kita hampir mendapatkan lokasinya, dia ada di pulau Jawa!" lapor seorang petugas siber dengan semangat.

"Bagus, kunci alamat IP-nya sekarang sebelum dia menyadari pelacakan kita!" perintah pria berseragam di belakangnya.

Namun sedetik kemudian, layar monitor petugas itu tiba-tiba berkedip merah.

"Tunggu, ada yang salah," ucap petugas itu dengan suara bergetar.

"Alamat IP-nya tiba-tiba terpecah menjadi ribuan alamat berbeda!"

Puluhan layar di ruangan markas kepolisian itu mulai menampilkan lokasi acak dari seluruh dunia.

Sebagian menunjuk ke Rusia, sebagian ke Eropa Timur, dan sebagian lagi menunjuk ke server antartika.

"Dia tahu kita melacaknya, dan dia justru membalikkan pelacakan kita!" teriak petugas senior di ruangan itu panik.

"Matikan koneksi server utama sekarang sebelum dia mencuri data dari markas kita!"

Kekacauan itu berlangsung singkat, namun cukup untuk membuat seluruh divisi siber kepolisian merasa dipermalukan.

Mereka baru saja berhadapan langsung dengan monster digital yang sangat mengerikan.

Di dalam kamarnya, Tommy bersandar di kursinya sambil meminum segelas air putih dengan santai.

Ia melihat koneksi dari kepolisian siber telah terputus sepenuhnya secara paksa dari pihak mereka.

"Pengecut," gumam Tommy sambil tertawa pelan.

Ia berhasil mengarahkan jejak akhirnya ke sebuah server kosong di wilayah pegunungan Ural, Rusia.

Polisi siber pasti akan mengira bahwa Blank adalah sindikat peretas internasional dari Eropa Timur, bukan anak SMA berusia tujuh belas tahun di Indonesia.

Ting!

Suara notifikasi kemenangan berbunyi nyaring di kepalanya.

[MISI MENDADAK SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil mempermalukan pelacak dan mengarahkan kecurigaan ke benua lain dengan sangat sempurna.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +2 poin.]

[Poin Sistem bertambah +30 PS.]

[IQ Saat Ini: 119 Kategori: Cerdas]

[Poin Sistem Saat Ini: 50 PS]

Tommy menutup layar sistem itu dan meregangkan otot-otot lengannya yang sedikit kaku.

Peningkatan IQ menjadi seratus sembilan belas membuatnya merasa otaknya nyaris tidak memiliki batas lelah sama sekali.

Ia bisa begadang semalaman penuh menganalisis data jaringan dan tetap merasa segar di pagi hari.

"Dunia maya sudah aman untuk saat ini," batin Tommy sambil mematikan layar komputernya.

Sekarang ia bisa kembali fokus pada dunia nyatanya.

Olimpiade akademik tingkat kota akan menjadi panggung pertamanya untuk menunjukkan sebagian kecil dari kemampuannya.

Ia tidak sabar melihat wajah Nadin saat gadis itu menyadari bahwa tebakan bodohnya adalah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan sekolah mereka.

Tommy berjalan menuju kasurnya dan merebahkan diri dalam kegelapan kamar.

"Seratus sembilan belas poin," gumam Tommy menatap langit-langit.

"Sebentar lagi aku akan menyentuh angka seratus dua puluh, batas di mana kejeniusan sesungguhnya dimulai."

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!