NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:535.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak-Anakku

Di gedung pencakar langit Winston Group, suasana di ruang kerja CEO terasa sangat kacau.

Sudah beberapa hari ini, Arsen Winston mengalami siklus aneh yang tak masuk akal. Pria yang biasanya sangat menjaga pola makan dan kebugaran tubuhnya itu mendadak terus-terusan merasa lapar. Meja kerjanya kini dipenuhi berbagai jenis makanan mewah hingga camilan impor.

Mateo yang berdiri di samping meja kerja hanya bisa memegangi pelipisnya yang berdenyut. "Bos... kalau Anda makan terus seperti ini, otot sixpack Anda bisa hilang. Bagaimana kalau wanita-wanita di luar sana nanti ilfil melihat Anda gemuk?"

Arsen menatap asistennya itu dengan mata tajam yang menyipit. "Siapa peduli pada wanita-wanita itu? Aku muak!" cetusnya dingin sebelum mendorong piring steak yang baru saja dihabiskannya.

Tiba-tiba, mata Arsen berbinar aneh. "Mateo. Beli durian dari Malaysia. Langsung dari sana, sekarang juga."

Mateo ternganga lebar. "B-Bos? Anda kan paling benci bau durian? Lagipula terbang ke Malaysia hanya untuk durian—"

"Sekarang, Mateo!" potong Arsen tak mau dibantah.

Mateo menelan ludah. Alih-alih menerbangkan jet pribadi ke Malaysia yang memakan waktu, Mateo berinisiatif menggunakan jet pribadi hanya untuk menyuruh anak buahnya menjemput pedagang buah asli Malaysia yang kebetulan berjualan di kota tersebut.

“Toh, Bos tidak akan sadar ini asli impor atau bukan,” pikir Mateo dalam hati sambil terkekeh geli atas kecerdikannya.

Satu jam kemudian, Mateo membawa dua ikat durian beraroma menyengat ke dalam ruangan. Namun, baru saja Mateo membelah buah itu di hadapan bosnya, reaksi Arsen sungguh di luar dugaan.

"Hoekk!"

Arsen mendadak mual hebat, menutupi mulutnya dan berlari cepat ke kamar mandi pribadi. Suara muntah sang CEO bergema nyaring dari dalam.

Mateo syok parah. Belum juga dimakan, bosnya sudah muntah-muntah seperti ibu hamil!

Arsen keluar dengan wajah pucat dan napas terengah-engah. "Sialan! Buang buah busuk itu sekarang juga, Mateo!" raung Arsen murka.

"Tapi Bos yang minta—"

"Buang!"

Sebelum Mateo sempat membawa keluar durian tersebut, pintu ruangan mendadak terbuka.

Klik!

Arshy masuk dengan senyum cerah. Matanya berbinar begitu menangkap keberadaan durian di meja.

"Wah! Ada durian!" serunya senang. "Kebetulan sekali, Mas Leon dari kemarin sedang mengidam durian."

Namun, kedatangan Arshy sebenarnya untuk memberikan berkas acara amal yang harus dihadiri oleh Arsen. Belum sempat Arshy menjelaskan, Arsen yang masih mual langsung menyambar berkas itu dan menyerahkan seluruh durian kepada adiknya.

"Bawa semua durian itu dan cepat pulang sekarang juga, Arshy. Jangan biarkan baunya tersisa di sini!" usir Arsen cepat.

Arshy terkekeh pelan, lalu mendekati Mateo dan berbisik, "Mateo, kenapa kamu mendadak beli durian?"

Mateo meringis pasrah. "Bukan saya, Nona. Bos sendiri yang tiba-tiba ngidam mau makan durian, tapi begitu dibuka malah mual-mual sendiri."

Arshy tertegun. Ia memutar tubuhnya dan melirik sang kakak yang sedang membelakangi mereka sambil memegangi perutnya. “Aneh sekali... Kak Arsen malah kelihatan seperti Mas Leon yang sedang mengidam,” batin Arshy heran. Tapi ia memilih tidak pusing dan segera berpamitan karena suaminya sudah menunggu di lantai bawah.

Begitu pintu tertutup, Arsen merosot di kursi kebesarannya, mendesis pelan sambil mengelus perutnya yang mendadak sakit akibat kekenyangan dan mual bercampur jadi satu.

Sementara itu, ribuan kilometer jauhnya.

Masa-masa mual dan ngidam aneh Adara telah berlalu. Kini, seleranya berganti total. Ia sangat ingin mencicipi makanan manis dengan keyakinan polos agar ketiga anak di dalam kandungannya tumbuh menjadi anak-anak yang manis.

Adara kini berada di dalam supermarket, memilih beberapa kotak susu hamil rasa cokelat dan beberapa cup es krim. Saat sedang mengambil es krim di lemari pendingin, ia tak sengaja berpapasan dengan wanita bergaun anggun, cinta pertama Arsen.

Ibu hamil itu sempat terpaku sesaat, namun ingatan tentang ancaman masa lalu membuatnya panik. “Bagaimana kalau wanita ini kenalan dari mantan suamiku?” pikir Adara cemas. Tanpa membuang waktu, ia berbalik cepat dan berjalan terburu-buru menuju kasir.

Wanita bergaun anggun itu menatap punggung Adara yang menjauh dengan dahi berkerut. "Sepertinya aku pernah melihat wajah gadis itu..." gumamnya pelan.

Namun, lamunannya terputus saat suaminya datang menghampiri bersama anak laki-laki mereka. Wanita itu akhirnya mengabaikan rasa penasarannya dan bergandengan tangan keluar bersama keluarganya.

Setibanya di rumah, Adara langsung merosot di atas sofa, memegangi perutnya yang kian membuncit tebal. Menopang tiga janin sekaligus membuat tubuhnya sangat mudah lelah dan kesusahan berjalan. Padahal ia ingin sekali bekerja untuk menabung, namun Rosa melarangnya keras-keras demi keselamatan si kembar.

Untuk mengusir rasa bosan, Adara menyalakan televisi. Namun, baru saja layar menampilkan siaran berita, wajah Erlangga, mantan suaminya muncul di sana sebagai narasumber pengusaha hiburan.

Wajah Adara seketika berubah keruh.

"Dasar pria brengsek!" umpat Adara penuh amarah.

Rasa benci itu kembali membakar dadanya mengingat bagaimana Erlangga berselingkuh terang-terangan dengan kakak tirinya. Dengan napas memburu, ia menyambar remote dan mematikan televisi kasar, menolak mentah-mentah melihat wajah pria yang menghancurkan hidupnya. Jauh dari lubuk hatinya, ada dorongan untuk balas dendam ke mantan suaminya itu, namun Rosa terus melarangnya.

Beberapa bulan berlalu begitu cepat. Usia kehamilan Adara kini telah memasuki bulannya untuk melahirkan. Perutnya yang menampung tiga nyawa tampak sangat besar dan menggelembung, membuat setiap pergerakannya menjadi amat terbatas.

Tepat pukul empat subuh, saat keheningan malam masih membungkus kota, Adara terbangun dengan cengkeraman rasa sakit yang luar biasa di bagian bawah perutnya. Air ketubannya pecah. Rosa yang panik setengah mati langsung melarikan keponakannya itu ke rumah sakit terdekat.

Setelah perjuangan panjang yang menguras seluruh tenaga, jeritan tangis bayi yang saling bersahutan akhirnya memecah ketegangan di ruang persalinan.

Adara berhasil melahirkan ketiga buah hatinya dengan selamat.

Dengan napas terengah-engah dan tubuh yang lemas tak berdaya, senyum haru terbit di bibir pucat Adara saat dokter meletakkan ketiga bayi mungil, dua laki-laki dan satu perempuan di dadanya. Ketiganya lahir dengan sehat, sempurna, dan memiliki paras yang amat menawan.

Namun, kebahagiaan Adara tak bertahan lama. Begitu dokter dan perawat meninggalkan ruang rawat, Rosa mendekati ranjang dengan raut wajah penuh beban dan rasa bersalah.

"Adara... Bibi sudah memikirkannya baik-baik," ujar Rosa dengan suara pelan namun menekan.

"Kita tidak akan sanggup membesarkan tiga anak sekaligus. Biaya hidup kita makin sulit, dan mantan suamimu masih terus menyebar mata-mata. Demi kebaikan mereka... kita kirim bayi-bayi ini ke panti asuhan, atau kita serahkan ke keluarga kaya yang lebih mampu menjamin hidup mereka."

Kata-kata itu bagaikan petir di siang bolong yang menghantam dada Adara. Wajah cantiknya seketika pucat pasi.

"B-Bibi... bicara apa?" suara Adara gemetar, tak percaya pada apa yang baru saja didengarnya.

"Ini demi masa depan mereka, Adara!" tegas Rosa, mencoba menahan air matanya sendiri.

"Tidak! Aku tidak mau!" amarah Adara meledak seketika. Iris matanya memerah menatap Rosa dengan tatapan benci dan rasa kecewa. Isakan tangisnya pecah, menyuarakan kepedihan hati seorang ibu yang bayinya hendak dirampas.

"Kenapa hidupku harus selamanya sial?! Dulu aku disiksa dan diselingkuhi... dan sekarang, saat Tuhan memberiku alasan untuk hidup, Bibi malah mau membuang anak-anakku?!" raung Adara dengan dada yang kembang-kempis.

Adara mendekap ketiga bayi mungilnya erat-erat ke dalam pelukannya, tak ingin siapapun menyentuh mereka. Air matanya menetes deras, membasahi pipi merah si kembar tiga.

"Aku mohon, Bibi... tolong jangan buang mereka..." pinta Adara di tengah tangisnya yang pilu memohon dengan sangat hiba. "Aku yang akan bekerja, aku yang akan memberi mereka makan... asal jangan pisahkan aku dari anak-anakku..."

...**** ...

...♥️ Bersambung ♥️...

1
Dokkan Battle
hadeuh cerita balikan lagi bucin dah bucin
Weni Kasandra
cerita bagus dan lucu
Ari Sawitri
sdh berlalu 4th masa ngidam itu lemak masih betah nempel diperut Arsen 😅😅😅 kagak olahraga ya jd betah lemaknya 🤣🤣
Omah Tien
kucu sk
A.R
Adara ini umur brpa sih Thor??
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Karsa Sanjaya
maaf ya Thor ini hanya sekedar unek unek saya sebagai pembaca kenapa nama nama tokoh nya harus pake nama ke barat2an apakah nama orang2 indo itu jelek jelek misal nama Raihan indra Bagas Ardi atau yg lainya
penulis2 sekarang sudah terkontaminasi budaya barat cerita d indo tpi yg d pake namanya orang barat jdi nuansa indo nya GK dapet beda lagi kalo ceritanya luar negeri atau tokoh nya d jelasin keturunan orang luaran yang
dan saya pernah baca novel salah satu tokoh nya d ceritakan orang kampung dan bahkan terpencil tpi aneh nya namanya nama orang barat selama saya hidup d kampung sampai sekarang belum pernah ada orang pake nama tersebut
maaf ya Thor itu hanya sekedar unek2 karna saya sering k tipu ketika baca novel ini novel ceritanya luar negeri karna nama namanya eh pas bab2 selanjutnya Bru d sebutkan nama2 daerah d indo
Mom Ilaa: Halo Kak Karsa Sanjaya, terima kasih banyak atas masukannya, saya sangat hargai unek-uneknya 🙏

Maaf ya kalau bikin Kakak ketipu di awal dan nggak nyaman. Untuk novel ini tokoh utamanya saya buat keturunan blasteran, jadi saya pakai nama Barat. Bukan karena nama Indo jelek, nama seperti Raihan, Indra, Bagas, Ardi itu bagus-bagus semua.

Kritik Kakak benar, harusnya dari awal saya jelaskan latar belakang tokohnya biar nuansa Indonya tetap dapet dan nggak membingungkan. Terima kasih sudah diingatkan, akan saya perbaiki di novel selanjutnya. Sehat selalu, Kak. 🤗
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
pantas saja makan habis 5 piring🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
Lupia emang gak ada dua nya... kelen pokok nac😂😂😂
Bunda
ijin baca kak🙏
Cicih Sophiana
om Meteol suka yah sama oma Losa...
Cicih Sophiana
kasian oma Rosa semoga bisa di sembuhkan penyakit nya...
Queenby🌻
🤣🤣🤣🤣
Queenby🌻
🤣🤣🤣
Queenby🌻
lahh Mateo ga jadi sama Rosa??
Cicih Sophiana
waduh bocil kabur kemana tuh😄
Cicih Sophiana
gadaikan aja Luvia nya kek😂😂😂
Cicih Sophiana
ya ampun Luvia... masih kecil udah jadi pelampok😄😄🥰
Erna Masliana
nah Mateo kalo sama Kiara cocok..Rosa sama Bram aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!