Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.
Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.
Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.
Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?
Tunggu yaaa part selanjutnya !!!
Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggendong elea
Saat elea sedang menggiring bola ke arah gawang lawan, tiba-tiba fely merebut bolah itu dan mendorong ela sampai terjatuh untuk kedua kalinya. Gedebugg … suara badan elea terjatuh mengenai lapangan dis pun mengaduh sambil mengernyitkan dahi hampir menangis. Orang-orang yang melihatnya kaget dan 3 pilar laki-laki yang dekat dengan elea pun emosi lagi.
Tapi elea pantang menyerah dia langsung beranjak bangun dan merebut bola itu lagi dari fely, belum sempat di giring bola itu sudah di rebut luna. Elea berlari berusaha menjaga bola yang sepertinya akan di over ke fely lagi tapi ternyata salah. Bola itu di over ke vicky dan langsung di tendang dengan sangat kencang bola itu berputar di udara, elea belum sempat menghindar bola itu kena ke kepalanya sampai dis pun terjatuh pingsan.
Bbuuuuukkkkkk … suara bola mengenai kepala elea.
Orang yang melihatnya semua berteriak “awas elea”.
Tiga laki-laki itu langsung berlari menghampiri elea yang terkapar di lapangan futsal.
Aksara memegangi tangan kanan dan mengangkat kepala elea. Rafi memegangi tangan kiri elea dan berebutan kepala elea di bolak balik menghadap kiri dan kanan. Belum lagi ezra sudah mengangkat kaki nya dan akn menggendong nya.
“Biar gue aja fi yang ngangkat.” Sambil tangan aksara mengarahkan kepala elea ke kanan.
“Udah gue aja, lagian biasanya gue ko yang bantuin dia ke uks. Lo masih inget kan beberapa bulan lalu ?” Tangan rafi mengarahkan kepala elea ke kiri dan angkat mengangkatnya.
“Ngga, itu dulu. Sekarang biarin gue aja, gue yang lebih kuat ngangkat dia. Gua juga pernah ko gendong sambil nurunin 30 tangga gue sanggup.” Nada aksara sedikit naik dan jumawa.
“Aelah gitu doang gue juga bisa. Udah lu kan di tungguin cewe lu noh liat.” Sambil menunjuk ke arah vicky yang sedang cemberut cemburu.
“Ehhh enak aja, gue ga punya cewe gue single, gue free, lagian siapa juga yang mau cewe kaya dia. Buat lu aja dah fi.” Aksara merebutnya lagi.
“Guuee aj..” belum sempat rafi selesai bicara sudah di potong sama ezra.
“Kalian mau debat apa mau bantu sih, kasian dia lagi pingsan butuh penanganan cepat. Masih aja debat heran gue. Sini gue aja yang ngangkat, gue kan sahabat deketnya sebelum kalian berdua mengenal elea.” Sambil menunjuk dua anak itu ezra secepatnya mau mengangkat badan elea.
Baru aja mau memegang lehernya elea dan akan mengangkat nya langsung di tepis dan di dorong rafi sampai akhirnya ezra terjatuh ke belakang karna di dorong.
“Lu apansi ga usah dorong-dorong dong. Lo mau ribut sama gua ?.” Suara ezra sedikit keras karena kesal.
“Ayo, siapa takut. Berdiri lo.” Rafi berdiri sambil berjalan ke arah ezra dan mengangkat baju olahraga sehingga ezra pun ikut berdiri.
Guru olahraga yang melihatnya seperti tidak beres, dan langsung menegur mereka. “Apa-apaan ini bertingkah seperti anak kecil saja, berhentii !.”
Rafi yang mendengar teguran itu langsung melepaskan genggaman baju ezra. “Tttt…taaapiii pak.” Suara rafi memelas.
“Ga ada alasan lain, aksara cepetan bawa elea ke UKS supaya bisa di tangani dengan segera.” Pak guru olahraga memerintahkan aksara.
Aksara mengangguk dan langsung mengangkat tubuh elea yang terkulai lemas.