NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. ( Pesona Orang Kaya )

Heboh, seluruh karyawan GS Company dikejutkan oleh kedatangan beberapa orang yang membawa paperbag berisi produk dari brand ternama. Jika isinya merujuk pada si pemilik perusahaan, reaksi mereka jelas tidak akan seheboh ini. Masalahnya yang dibawa adalah produk kecantikan di mana si pemakai sudah pasti perempuan. Lalu karyawan manakah yang berani mengirim belanjaan tersebut ke perusahaan?

"Kurasa orang ini sudah tidak mau lagi bekerja di GS Company. Aku berani bertaruh kehebohan ini pasti akan membuat Tuan Lucien tersinggung dan marah besar."

"Aku juga berpikir seperti itu. Jadi penasaran siapa orangnya."

"Eh kalian jangan berpikir negatif dulu. Siapa tahu karyawan ini punya hubungan khusus dengan Tuan Lucien, makanya dia bisa begitu berani. Lebih baik kita tutup mulut rapat-rapat daripada nanti terkena imbasnya."

"Ini lebih benar lagi. Ayo-ayo selesaikan pekerjaan kita sembari menunggu gosip dari pusat."

Tok tok tok

"Masuk."

Pintu ruangan terbuka. Veroz masuk bersama beberapa orang yang membawa paperbag dari brand berbeda.

"Letakkan semuanya di atas meja."

"Baik, Tuan."

Lucien menghentikan pekerjaannya. Dia bertopang dagu sembari menatap deretan paperbag di hadapannya. "Cuma ini?"

"Empat diantaranya belum rilis ke publik, Tuan. Jika menurut Anda ini masih kurang banyak, saya akan segera memesan dari brand lain," jawab Veroz.

"Hmmm, ini saja dulu. Harusnya sih cukup untuk menghibur gadis cengeng itu."

Veroz meminta orang-orang itu keluar dari ruangan. Setelahnya dia mendekat lalu menunjukkan sebuah video.

"Manajer bilang Nona Andrea cukup cepat beradaptasi dengan pekerjaan barunya. Hari ini dia dilatih publik speaking sebelum besok melakukan live streaming."

(Cerah sekali. Kemana perginya wajah menyedihkan itu?)

"Ada apa, Tuan?" tanya Veroz saat bosnya hanya diam saja.

"Pagi tadi saat keluar dari mobil wajahnya masih begitu menyedihkan, kenapa di video ini dia terlihat bahagia? Senyumnya bahkan sangat lebar. Bersama siapa saja dia di sana?" Lucien langsung curiga. "Manajer yang kau bilang itu laki-laki atau perempuan? Kalau laki-laki, langsung ganti orang lain. Aku tidak suka karyawanku saling tebar pesona."

Cemburu lagi. Hanya karena senyum Nona Andrea lebih lebar, bosnya sampai curiga pada orang lain. Menghadapi hal ini Veroz hanya bisa mendesah pelan.

"Semua orang yang terlibat pekerjaan dengan Nona Andrea saya pastikan jenis kelaminnya adalah perempuan, Tuan. Anda tak perlu khawatir."

"Siapa bilang aku khawatir?"

Lucien kesal.

"Aku cuma tidak suka bawahanku tidak fokus saat bekerja. Kalau satu jenis, otomatis fokus mereka akan sepenuhnya tertuju pada pekerjaan. Beda cerita kalau ada jenis lain di sana. Bagaimana sih!"

"Akan saya pastikan hanya ada satu jenis, Tuan."

Tak tahan melihat senyum bahagia di bibir Andrea, Lucien memutuskan untuk menghampiri gadis itu. Harus ditegur supaya kinerjanya maksimal.

Sementara itu di ruangan lain, Andrea begitu menikmati pekerjaannya. Bersama dengan para senior dia mempelajari tata cara mempromosikan produk yang rencananya akan dimulai besok. Andrea tak sabar ingin segera mencurahkan kemampuannya di tempat ini.

"Nona Widia, bagaimana jika nanti ada yang salah saat aku melakukan live streaming? Apakah perusahaan ini akan langsung bangkrut?" tanya Andrea harap-harap cemas. Nol pengalaman, jelas memberi tekanan tersendiri terhadapnya. Apalagi Andrea tak pernah berkecimpung di media sosial, jadi dia benar-benar tidak tahu manusia seperti apa yang akan dia hadapi nanti saat melakukan siaran.

"Ya ampun, Andrea. Kau ini kenapa polos sekali sih. Untuk seorang pemula, melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Lagipula nanti saat mempromosikan produk kau akan dipantau oleh tim. Jadi jangan cemas," jawab Nona Widia merasa lucu dengan keluguan Andrea. Gadis ini spesial. Ditambah dia telah menerima kode rahasia dari Veroz yang mengatakan kalau gadis ini memiliki nilai aset yang hampir sama besarnya dengan GS Company. Jadi harus dijaga baik-baik.

"Emm kalau begitu aku minta tolong bantuannya ya, Kak. Nanti kalau bonusku turun, aku janji akan mentraktir kalian."

"Kerja saja belum sudah memikirkan bonus. Mau mentraktir orang lagi. Hebat sekali kau ya, An."

Semua orang terkejut akan sindiran tersebut, tak terkecuali Andrea. Pandangan mereka semua lalu beralih pada sosok bengis yang kini tengah berdiri di depan pintu.

"Tuan Lucien," sapa semua orang.

Lucien mengangguk. Ekor matanya melirik Andrea yang hanya diam tak menyapa.

(Jangan-jangan dia masih dendam padaku gara-gara ejekan pagi tadi)

"Owh, sudah berani sombong ya sekarang? Mentang-mentang mau jadi artis, lupa sopan santun pada bosnya," sindir Lucien sambil berjalan masuk. Dia memperhatikan dengan ketat orang-orang yang ada di sana. Semua perempuan. "Kerja bagus, Veroz. Kau memang paling bisa diandalkan."

"Sudah jadi kewajiban saya memberikan yang terbaik, Tuan," sahut Veroz pura-pura tak tahu bosnya senang karena tak ada laki-laki selain mereka berdua di sana.

"Akhir bulan nanti bonusmu naik dua kali lipat."

"Terima kasih banyak, Tuan."

Mendengar kata bonus insting kemiskinan Andrea langsung meronta-ronta. Dua hari lagi dia gajian, ini waktu yang tepat untuk melayangkan rayuan.

"Bos, bagaimana dengan bonusku?" tanya Andrea malu-malu. "Waktu itu kau berjanji akan menggantinya saat aku gajian. Tidak boleh ingkar ya."

"Kapan aku berjanji seperti itu? Tidak pernah."

(Nah, bicara juga akhirnya dia. Apa ku bilang? Kekayaanku memang sangat menggiurkan. Sekali pamer, dia yang sedang merajuk langsung memasang senyum manis padaku. Andrea-Andrea, pujilah aku, maka hidupmu akan bergelimang harta. Hahaha)

"Waktu kau memberiku ponsel. Aku menolak bonus dalam bentuk barang, harus uang tunai. Sayangnya waktu itu dompetmu kosong. Jadi kau berjanji akan menggantinya saat aku gajian. Masa sudah lupa, bos?"

"Lalu kenapa kalau aku lupa?"

"Tentu saja harus diingatkan. Bagaimana sih? Umur masih muda tapi pikiran sudah pikun."

Kicep, tak ada yang berani mengeluarkan suara saat mendengar omelan Andrea. Bahkan untuk sekedar menarik nafas pun mereka lakukan dengan sangat hati-hati. Veroz yang sudah kebal dengan perdebatan itu, santai menjadi pendengar. Sekeras apapun bosnya bersikap, pada akhirnya akan luluh juga pada keinginan Nona Andrea. Tunggu saja kalau tak percaya.

"Ya sudah sih begitu saja mengomel. Bonus ya bonus, tinggal transfer apa susahnya. Lagipula aku orang paling kaya di negara ini. Memberimu bonus tidak akan membuatku jatuh miskin!" sungut Lucien lalu mengambil ponsel Andrea. Di hadapan mata semua orang, dia mengirim bonus yang harusnya belum dikirim saat itu. "Sudah. Setelah ini jangan pernah mengataiku pikun lagi ya."

Mata Andrea seketika berbinar. Menampilkan senyum paling manis, dia memegang lengan Lucien lalu memiringkan kepala.

"Terima kasih banyak, bos. Kau orang kota terbaik yang pernah aku kenal. Semoga tahun ini kekayaanmu semakin meningkat dan ketampananmu semakin bertambah. Aku tulus mendoakan dari hati. Hehehe,"

"Jangan tersenyum seperti itu di depanku. Kau terlihat sangat jelek," ejek Lucien mencoba untuk tidak terpesona.

(Alamak, kenapa dia menggemaskan sekali. Bibir itu?? Aku ingin sekali menciumnya. Bawa ke kamar hotel tidak ya?)

"Kalau begini senyumnya jadi manis tidak?" ucap Andrea sambil menangkupkan tangan ke pipi. Pose paling manis kata orang-orang di desa.

"Hanya orang buta yang akan menyebutnya manis."

"Begini?"

"Apa-apaan itu. Senyumnya terlalu lebar, mirip hantu."

"Lalu seperti apa yang manis, bos?"

"Mana aku tahu."

Nona Widia dan para karyawan yang lain setengah tak percaya melihat kejadian unik yang sedang berlangsung di depan mata mereka. Si gadis desa yang sedang menggoda bos dengan pose menggemaskan, lalu bos mereka yang bertampang bengis tapi jelas sedang berbunga-bunga. Dua kepribadian yang cukup mencolok. Dan hal ini hanya Veroz saja yang reaksinya sangat tenang.

"Setelah ini ke ruanganku. Aku sudah membelikanmu banyak lipstik. Besok-besok jangan lagi menangis di depanku. Dasar cengeng!" ejek Lucien lalu pergi sambil meng*lum senyum. "Pesona kekayaanku memang luar biasa. Hari ini dia terang-terangan merayuku di depan banyak orang. Hmmm, kau mulai berani, Andrea."

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!