NovelToon NovelToon
Antagonis Yang Menghindari Alur

Antagonis Yang Menghindari Alur

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Saat ini Malika tengah ada di ruang ganti, mengganti seragam sekolahnya dengan seragam olahraga.

Ia dan Aira ingin mengikuti kelas olahraga, dan dia menyuruh gadis itu pergi terlebih dahu nanti akan ia susul.

Setelah selesai mengganti pakaian seragamnya menjadi seragam olahraga Malika berganti memasukannya ke dalam loker pribadinya.

Hanya ada dia seorang di ruangan itu karena yang lain telah selesai berganti pakaian, dan pergi duluan ke lapangan.

Mulutnya mengapit ikat rambut, sementara tanganya sibuk menyisir rambut dengan tangan menghimpun rambutnya menjadi satu bagian lalu mengikatnya.

Ia oleskan liblam di bibirnya.

Menatap pantulan dirinya pada cermin kecil memastikan bahwa penampilanya sudah pas atau tidak.

Saat Malika akan berbalik pergi, keluar.

Tubuhnya terdorong rapat pada loker.

Geraknya terkurung dua tangan kekar yang menumpu pada loker.

"Hi sayang. "

Suara itu familiar, Malika dongakan ekstra kepalanya menatap sosok tegap, tinggi di depannya dengan alis berkerut heran.

Tatapan itu lapar, buas, tajam dan menggelap. Sudut bibirnya terbentuk membiarkan garis halus tercetak di sana.

Senyum smirik.

Aura yang ia keluarkan sangat dominan.

Ia arahkan satu telapak tangan Malika ke arah pipinya.

"Disini sakit, lo namparnya kencang banget kamaren. "

"Lepas anj, lo sakit jiwa. " Ujar Malika sembari akan menampar Soren lagi.

Soren tangkap tangan yang berayun ingin menamparnya, lalu menautkan jari-jemarinya di sana.

Di tatapnya Malika dengan sorot kegilaan, pupil matanya membesar menelan iris keabu-abunnya.

"Lo agresif, gue suka. " Di kecupnya tangan Malika yang ia genggam tanpa memutus kontak mata keduanya.

"Lo gila, Soren.Ga waras. "Nafas Malika menggebu-gebu, ingin melawan tapi Soren sudah membaca pergerakannya.

Kekehan sumbang terdengar.

"Yes darling you're right . "

"You're right. "

"I'm crazy. "

"Lo tau karena apa?. "

Malika tetap diam dengan tatapan nyalang yang ia labuhkan pada Soren.

"because of you. " Soren menunjuk pelan dada malika.

"Gue terus mengelak. "

"Terus ngelak dari rasa cinta gue ke lo!. "Tutur Soren sembari mengusap tangan Malika penuh kelembutan.

"Lo tau caranya. "

"Lo tau caranya buat gue jatuh cinta banget. "

"Dan gue gak akan ngelak, Gue cinta sama lo. "

"Lo yang buat gue jadi gini. "

"Bohong soren. Itu bukan cinta tapi lo ngerasa ego lo tersentil karena gue udah gak ngejar lo lagi. " Malika dengan lantang menimpali omongan Soren.

"Lo salah. "

"gue. "

 Tunjuknya pada dirinya sendiri.

"Gue."

"selalu merhatiin lo."

"Kenapa lo gak notice?, binar mata gue waktu liat lo. Kenapa lo gak notice tingkah laku gue selama akhir-akhir ini.

" Kenapa cinta sebesar ini gak lo liat?. "

Malika hanya memutar bola matanya malas.

"Gue gak perduli Soren, lo telat. "

"Damn."

Soren mengepal tangannya lalu memosisikanya di depan mulut.

"Gue tau kita ini rumit. "

"Cinta sama lo itu buat gue gila Mali. "

"Gua mau. "

"Seseorang buat cinta sama gue. "

"Gue butuh. "

"Gue butuh seseorang yang butuhin gue. "

"Jadi, kita mulai semuanya sama-sama ya. "

Dia menatap Malika dengan netra obsidiannya yang penuh akan rasa damba.

Rasa damba yang gila.

Malika yang melihat kegilaan Soren mendadak saja gelisah, karena di ruangan ini hanya ada mereka berdua saja.

Bagaimana jika Soren malakukan hal yang tidak semestinya.

Ia raih telapak tangan Malika dan meletakkan nya di dadanya membiarkan Malika merasakan detak jantungnya yang menggila.

"Dengar?. "

"Lo buat dia meraung, berdetak seakan ingin meledak. "

"Dia berdebar buat lo. "

"Kalo lo nolak sama ninggalin gue."

"Gue bakal bundir. "

"Sumpah."

Malika sampai tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata.

"So!. "

"Bilang sama gue. "

Soren memegang bahu Malika.

"Bilang sama gue kalo lo masih cinta sama gue. "

"Tolong kejar gue lagi. "

"Biarpun lo datang ke gua dengan lo yang apa adanya, Ketahuilah lo itu berharga. Gue terima semua versi lo, mau bagus ataupun jeleknya. "

"Gue lakuin semua itu karena gue cinta sama lo. "

"Gue cinta sama lo. "

"Tanpa syarat. "

Malika benar-benar bungkam bingung harus menjawab apa. Otaknya benar-benar blank dan kacau.

"Buka hati lo, ayo lita mulai. "

Dalam jarak sedekat itu Malika bisa mencium aroma Musk yang menguar dari tubuh Soren.

Malika menarik nafas berat dan mencoba menenangkan diri.

"Gimana kalo lo sama gue kerja sama?. "

"...."

"Gini, gue bakal cinta sama lo, dan lo cinta sama gue?. "

"Gue gak mau. "

"Lo serius?"

"Iya."

"Gue udah bilang jawaban gue."

Hening.

Wajah yang sempat memelas dan penuh akan wajah permohonan itu lenyap tak berbekas.

Di gantikan dengan tatapan yang memggelap, dan liar.

Malika tersentak, di otaknya sudah ada tanda bahaya, ia mulai waspada.

Mencoba menarik tangannya, tetapi Soren belum melepaskannya.

"Soren."

Nada suara Malika kali ini lebih tegas.

"Lepasin."

Rahang Soren mengeras. Tarikan napasnya terdengar berat, seolah sedang menahan sesuatu di dalam dirinya.

Di rapatkannya tubuhnya pada tubuh Malika, lalu tanpa memberi jeda Malika untuk berpikir langsung saja ia lumat bibir manis nan ranum yang sedari tadi digigit sang empu untuk menetralkan gugupnya.

Lengan kokoh dan besar itu melingkar, melingkar posesif pada perut ramping Malika. Melilit, tak memberi celah untuk gadis itu terlepas.

Nafas Malika tercekat, Matanya membelalak tak percaya menatap Soren.

Tubuhnya meronta-ronta memukul dada bidang Soren keras tapi tak berefek.

Bahkan Soren tak terganggu sedikitpun dan tetap melanjutkan ciumannya.

Ia rasakan setip sudut rongga mulut gadis itu, menghitung gigi Malika dengan lidahnya.

Decapan terdengan memenuhi ruangan.

Lidah saling bertaut.

Saat merasa Malika susah meraup oksigen akhirnya soren melepas tautan mereka.

Benang saliva terputus di antara bibir keduanya.

___________

For You. 🌼

Hi, Readers! 🌸.

Terima kasih banyak karena sudah bertahan membaca sampai akhir chapter ini.

Sampai bertemu di chapter berikutnya. Semoga hari kalian menyenangkan. 🌷

Cerita ini ber-genre herempria ya, di mana satu wanita bisa memiliki banyak pasangan pria.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!