NovelToon NovelToon
Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya lulus dengan gelar dokter tapi diremehkan.bahkan di anggap tidak berguna karena keahlian yg di pelajarinya sudah ketinggalan zaman, dan tak berguna di dunia medis pada era Moderen! Tak di sangka, karena keberuntungan, dia mendapatkan Jantung meteorid dan buku kitab medis surgawi yang di tinggalkan kakekNya sebagai warisan keluarga. Dengan mempelajari buku kitab medis surgawi dan di topang dengan jantung meteorid, kekuatan medis dan tingkat beladiriNya melampaui imajinasinya. Sehingga dia bisa merubah nasibNya menjadi dokter medis hebat dengan keahlian pertarungan yg tak terkalahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Natasya Mengisap Jari Kevin

Natasya menatap Kevin dengan dagu sedikit terangkat.

Dengan nada arogan, ia berkata,

"Hei, pria bau."

"Cepat angkat tanganmu yang bau itu."

"Kalau tidak, jarum akupunkturku bisa saja menusuk dekat jarimu."

Kevin langsung mengarahkan pandangan ke wajah Natasya.

"Nona, sepertinya yang bermasalah bukan tanganku, tapi hidungmu."

"Tanganku harum, tahu?"

"Kalau tidak percaya, coba cium sendiri."

Lalu ia menambahkan dengan santai,

"Dan satu lagi."

"Kalau tadi kau melakukan akupunktur biasa mungkin tidak masalah."

"Tapi kalau kau menusukkan jarum sekarang..."

"Akan ada masalah besar."

"Kau meragukan kemampuanku?!"

Natasya langsung meledak.

"Aku belajar ilmu pengobatan sejak umur lima tahun!"

"Sampai sekarang sudah lima belas tahun!"

"Kakekku selalu memujiku!"

"Sedangkan kau?"

"Jangan bicara seolah-olah kau mengerti segalanya!"

Dokter Bram yang berdiri di samping mulai berkeringat dingin.

Kedua orang ini seperti dua meriam yang siap meledak kapan saja.

Sebagai penonton yang pernah menjadi korban sebelumnya, ia benar-benar tidak berani ikut campur.

Di satu sisi ada Natasya.

Cucu dari tabib legendaris Andreas Surya.

Di sisi lain ada Kevin.

Pria misterius yang mampu menstabilkan kondisi Misela hanya dengan satu jari.

Kalau dua orang ini bertarung...

Dokter kecil seperti dirinya hanya bisa berdiri jauh-jauh sambil berdoa agar tidak terkena ledakan.

Bagaimanapun juga, Andreas Surya bukan orang sembarangan.

Selain menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Pusat Kota Jaya, ia juga profesor tamu di Universitas Kedokteran Kota Jaya.

Di seluruh Negara Nusantara, kemampuan akupunkturnya termasuk yang terbaik.

Konon, ia bahkan pernah mengobati pemimpin negara.

Karena itulah banyak orang menjulukinya sebagai Tabib Ajaib Surya.

Sebagai cucunya sekaligus murid langsungnya, kemampuan Natasya tentu tidak bisa dianggap remeh.

Saat Natasya hendak menusukkan jarum ke tubuh Misela, Kevin tiba-tiba mengulurkan tangan.

Plak!

Ia langsung memegang pergelangan tangan Natasya.

Gerakannya terhenti.

Melihat itu, Dokter Bram langsung merasa firasat buruk.

"Astaga..."

"Habis sudah..."

Menurut pengalamannya, Natasya bukan tipe gadis yang suka disentuh sembarangan.

Sekarang Kevin malah memegang tangannya secara langsung.

Situasi ini bisa berubah menjadi perang dunia kapan saja.

Tanpa berpikir panjang, Dokter Bram diam-diam mundur ke pintu.

Ia memutuskan untuk menelepon Andreas Surya sekali lagi.

Kali ini sang kakek harus datang sendiri.

Kalau tidak, pasiennya bisa meninggal sebelum kedua dokter itu selesai berdebat.

Namun Kevin sama sekali tidak peduli.

Ia menatap langsung mata Natasya.

"Kalau kau benar-benar ingin menyelamatkannya, dengarkan dulu."

Natasya tertegun sesaat.

Kevin melanjutkan,

"Titik yang ingin kau tusuk tadi adalah Gerbang Qi."

"Titik itu berfungsi menghubungkan energi tubuh dengan energi luar."

"Biasanya digunakan untuk menambah energi panas dalam tubuh."

"Tapi pernahkah kau memastikan apakah tubuh Misela saat ini sedang mengalami kondisi panas atau dingin?"

Mendengar itu, Natasya membeku.

Kemarahan di wajahnya perlahan menghilang.

Karena ia baru menyadari sesuatu.

Tubuh Misela memang sangat aneh.

Kadang panas.

Kadang dingin.

Kondisinya berubah-ubah tanpa pola yang jelas.

Kalau ia menusukkan jarum sembarangan...

Hasilnya bisa menjadi bencana.

Melihat Natasya mulai berpikir, Kevin melanjutkan penjelasannya.

"Gerbang Qi ibarat pintu."

"Untuk orang biasa, membuka pintu itu tidak masalah."

"Tapi kondisi Misela berbeda."

"Jika kau membuka titik itu secara paksa, keseimbangan energi Yin dan Yang di tubuhnya akan rusak."

"Energinya akan kacau."

"Dan dia bisa kehilangan nyawanya."

Semua penjelasan itu berasal dari Kitab Pengobatan Surgawi.

Kitab yang dulu selalu dianggap Kevin sebagai buku tua tidak berguna.

Namun sekarang ia mulai menyadari.

Warisan leluhur keluarganya benar-benar luar biasa.

Wajah Natasya berubah merah.

Matanya berkedip-kedip penuh rasa malu.

Baru saja ia ingin pamer kemampuan.

Namun nyaris membuat kesalahan fatal.

Jika Kevin tidak menghentikannya tadi...

Mungkin Misela benar-benar berada dalam bahaya.

Ia menggigit bibir bawahnya pelan.

Lalu berkata dengan suara jauh lebih lembut daripada sebelumnya.

"Itu..."

"Terima kasih."

"Aku memang terlalu ceroboh tadi."

"Kalau kau tidak menghentikanku..."

"Mungkin aku sudah membuat masalah besar."

Kevin langsung tercengang.

Perubahan sikap gadis ini terlalu cepat.

Barusan seperti singa betina.

Sekarang tiba-tiba berubah menjadi anak kucing.

Namun setidaknya ia berani mengakui kesalahan.

Itu membuat penilaian Kevin terhadapnya sedikit membaik.

"Tidak apa-apa."

"Tapi lain kali lebih hati-hati."

"Pasien bukan bahan percobaan."

"Salah sedikit saja bisa berakibat fatal."

Natasya mengangguk.

"Ya."

Untuk pertama kalinya sejak masuk ruangan, ia benar-benar memperhatikan Kevin.

Pakaian pria itu masih basah.

Kaosnya murah.

Penampilannya sangat sederhana.

Namun entah mengapa, semakin diperhatikan, semakin terasa bahwa Kevin memiliki aura yang berbeda.

Sorot matanya tenang.

Ekspresinya serius.

Membuat orang sulit mengalihkan pandangan.

Melihat Natasya terus menatapnya tanpa berkedip, Kevin merasa tidak nyaman.

"Nona."

"Tidak ada makanan di wajahku."

"Kalau mau melihat-lihat, nanti saja."

"Selamatkan pasien dulu."

Wajah Natasya langsung memerah.

Baru saat itu ia sadar dirinya sudah menatap Kevin cukup lama.

"Aku... aku tidak melihatmu!"

ucapnya gugup.

Namun sebelum suasana menjadi semakin aneh...

Kevin tiba-tiba berseru.

"Hei!"

"Apa yang kau lakukan?!"

Natasya tersentak.

Baru kemudian ia menyadari sesuatu.

Karena terlalu gugup, tanpa sengaja jarum perak di tangannya telah menusuk jari telunjuk Kevin.

Bahkan sudah masuk beberapa milimeter.

"Ah!"

"Aku tidak sengaja!"

Natasya langsung panik.

Ia buru-buru mencabut jarum tersebut.

Kemudian, tanpa berpikir panjang, ia memegang jari Kevin dan memeriksanya.

Kevin sendiri belum sempat bereaksi.

Semua terjadi terlalu cepat.

Sementara itu, Natasya hanya fokus memastikan luka kecil itu tidak berdarah.

Beberapa saat kemudian...

Brak!

Pintu ruang perawatan tiba-tiba terbuka.

Dua orang masuk bersamaan.

Begitu melihat pemandangan di dalam ruangan—

Mereka langsung membeku.

Wajah keduanya penuh keterkejutan.

Salah satunya adalah seorang pria tua berambut putih dengan aura berwibawa.

Tidak lain adalah...

Andreas Surya!

Tabib Ajaib Surya yang terkenal di seluruh Kota Jaya.

Ia awalnya sedang menemui seorang sahabat lama.

Namun setelah menerima telepon darurat dari Dokter Bram tentang kondisi Misela yang memburuk, ia segera bergegas datang.

Awalnya ia tidak terlalu khawatir.

Karena cucunya, Natasya, sudah berada di lokasi.

Menurutnya, kemampuan Natasya cukup untuk menstabilkan pasien sampai dirinya tiba.

Tetapi...

Apa yang sedang ia lihat sekarang?

Pasien masih terbaring di ranjang.

Sedangkan cucunya berdiri sangat dekat dengan seorang pemuda berpakaian lusuh.

Pemandangan itu membuat Andreas hampir kehilangan kemampuan berpikir.

Matanya membelalak.

Mulutnya terbuka sedikit.

Lalu ia berseru dengan nada tidak percaya,

"Natasya...!"

"Kamu sedang apa?!"

Sebagai kakeknya, Andreas Surya sangat memahami sifat Natasya.

Sejak kecil, gadis itu terkenal sombong dan sangat pemilih.

Banyak pemuda berbakat mengejarnya.

Namun tidak satu pun yang pernah mendapat perhatian khusus darinya.

Tetapi sekarang...

Ia justru terlihat begitu dekat dengan seorang pria asing yang pakaiannya masih basah dan kusut.

Pemandangan itu membuat jantung Andreas hampir tidak kuat menanggungnya.

Di dalam hatinya hanya ada satu pikiran.

Jangan-jangan cucuku akhirnya jatuh hati?

1
Night Watcher
lanjut thor, tapi ingat, teliti lagi typonya, terutama saleh nama..🤭🤭💪
Night Watcher
kevin bertanya kpd kevin?
DD
ayang Tang Yu 🤭
Kenjiro Dominic: siii anomali muncul lagi 🤭🤭🤭😄😄😄
total 1 replies
sitanggang
pernah baca ... tapi hiatuss 🙄
sitanggang: nantik pasti Surya jg diobatin sama cucunya tuuh
total 2 replies
Night Watcher
????????😇
Night Watcher
kok kevin yg punya tugas dr tuan albert?
Night Watcher
satu set 45jt, beli 3 set + bantal dll, isi kartu 50jt, 😇😇😇
Night Watcher
udah biasa mainin para gadis kenapa burungnya gak dibuat koma?🤭🤭
Night Watcher
kebanyakan melebar jd gak fokus ceritanya. dan gak konsisten
Night Watcher
bikin bingung, sebenarnya 1 triliun atau 1 milyar isi ceknya?
Kenjiro Dominic: 1 triliun 😭
total 1 replies
Night Watcher
jadi selamanya jari kevin akan sllu menempel di dada?
udah berapa bab nih jari gak lepas2? 😇🤭
Night Watcher
siapa tang yu?
Kenjiro Dominic: 🤭 akhirnya anomali yg author Taru ada orang kedua yg sadar... 🙏
total 1 replies
Night Watcher
rompi itu apa bukan sejenis jaket tanpa lengan ya?
Night Watcher
nyoba nyicip mampir
DD
Tang Yu lagi 😅
Kenjiro Dominic: Kenapa yaaa, setiap Thor ninggalin Anomali, cuman kamu yang nyadar... 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
DD
Tang Yu 🤣
Kenjiro Dominic: Typo dikit biar ada yg komen 😭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!