NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: tamat
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:272.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis

“Heeeeeaa…! Bom!”

Guncangan hebat menyebar ke segala arah, debu dan kerikil melayang tinggi tertiup angin kencang dari benturan dua energi dahsyat. Tanah di bawah kaki mereka retak memanjang, dan pepohonan rindang di pinggir lapangan terbuka itu miring hingga patah batangnya.

Sosok berjubah hitam melangkah mundur dua langkah, lalu tertawa sinis sambil menunjuk lawannya dengan jari telunjuk. “Huh, Su Jiu… Pisau dapurmu itu benar-benar payah. Sudah ribuan tahun berlalu, tetap saja tumpul dan tak berubah sama sekali!”

Pria yang dipanggil Su Jiu—tetua agung dari Sekte Pisau Darah—mengibaskan debu di lengan jubah merah gelapnya, lalu menyeringai lebar menampakkan deretan gigi yang sedikit tajam. “Hahahaha… Li Jian, kau hanyalah iblis tua yang tak tahu malu! Biarpun tumpul, pisau ini tetap tak pernah gagal menahanmu, dan kau pun dari dulu sampai sekarang tak pernah sekalipun mampu mengalahkanku!”

Pertarungan singkat itu baru saja berakhir, namun ejekan dan cemoohan terus berlanjut seolah menjadi bagian dari persaingan abadi mereka. Dua sosok tua ini adalah perwakilan tertinggi dari dua kekuatan yang paling ditakuti sekaligus dihindari di wilayah selatan Kerajaan Jiang: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis.

Di sekeliling mereka, barisan murid kedua sekte berdiri berhadapan. Mata mereka melotot tajam penuh amarah, tangan mencengkeram gagang senjata erat-erat, dan napas mereka memburu seolah siap meledak kapan saja. Jika saja bukan karena perintah tegas dari para tetua agung yang melarang pertumpahan darah sebelum masuk ke Alam Mistis, pasti saat ini mereka sudah saling menerjang, menebas, dan membunuh tanpa ampun.

Perselisihan antara kedua sekte ini sudah berakar sejak berabad-abad lalu. Bagi mereka, bertarung dan menumpahkan darah adalah kewajiban sekaligus cara hidup. Aturan yang melindungi nyawa sesama di sini tak berlaku bagi mereka—bahkan sesama murid satu sekte pun bisa saling berhadapan hingga mati jika terlibat persaingan kekuasaan atau sumber daya. Namun di balik permusuhan yang tampak tak berujung itu, ada satu hal yang aneh: jika menghadapi musuh dari luar atau ancaman yang mengancam keberadaan mereka berdua, mereka akan segera meletakkan perselisihan dan bertarung bahu-membahu dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan.

Su Jiu melangkah maju selangkah, sorot matanya menyapu murid-muridnya yang masih menahan amarah. “Tenanglah! Menebas leher teman sekampung sendiri tidak akan membuatmu menjadi kuat. Kekuatan sejati baru terasa saat kau merobek musuh yang berani menantang hakmu!”

Li Jian pun menyambung sambil tersenyum miring yang menakutkan. “Benar kata kawan tua ini. Di luar sana, di dalam Alam Mistis, ada banyak sekte yang berlagak suci dan beradab. Mereka menganggap kita sampah dan pembawa kerusakan. Tunjukkan pada mereka siapa yang berhak mengambil apa yang ada di sana! Tunjukkan pada mereka bahwa darah dan ketakutan adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami!”

Di kedua sekte ini, aturannya sangat sederhana namun kejam: kekuatan adalah raja mutlak. Tidak peduli latar belakang apa, tidak peduli dari mana asalnya—siapa yang paling kuat, dialah yang paling dihormati, dialah yang berhak memimpin. Di tempat lain, orang menghormati kekuatan dengan rasa segan dan kagum; namun di sini, rasa hormat itu bercampur dengan ketakutan yang meresap hingga ke tulang sumsum. Itulah perbedaan besar antara sekte yang berjalan di jalan terang dan mereka yang melangkah di tepi jurang.

Mereka tidak datang ke sini untuk bersahabat, tidak pula untuk berbagi pengetahuan. Mereka datang untuk mengambil apa yang dianggap milik mereka, dan siap menumpahkan siapa saja yang menghalangi jalan—baik itu perwakilan sekte kelas dua, tiga, bahkan sekte besar seperti Sekte Pedang sekalipun.

Sementara itu, di kejauhan di balik bukit, rombongan kapal udara Sekte Pedang baru saja mendarat dengan tenang. Riu Han dan rekan-rekannya berdiri di sisi lain hutan, diam-diam menyaksikan pemandangan itu. Pah Long melambai pelan memberi isyarat agar mereka tidak bersuara.

1
Indra Irsan
ya ... !
Jonny Bujang
jalan cerita dari novel ni sama dengan jalan cerita dari novel PUNCAK KULTIVASI cuma nama watak saja berbeza dan bab cerita pun pendek tak sampai 200 bab
Jonny Bujang
cerita ni hampir sama dengan cerita dari novel PUNCAK KULTIVASI
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Apakah sudah tamat
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar biasa
rahmatullahabot009
baik tidak banyak pengolahan kata kata
mengejar cahaya
belum bos masih sibuk ni paling dua hari lagi.
Bg Byl
cerita yang cukup menarik 👍
ARDICK: berkembang. berikan ulasan bilah suka like maksih
total 1 replies
Haidar_ kun
Bagus gk
yayat
belum rilis ya lanjutan ya
Anonymous
talaso..tingkat masih rendah dan lemah udah berburu aj,bukannya menaikkan tingkat kultivasinya.
calvyn narendra
menarik..👍👍
Aji L
baru baca dikit aja dah membosankan..
Sufiyan Hadi
makin bagus alurnya👍
Sufiyan Hadi
lanjuut baca..👍💪
Sufiyan Hadi
baru mulai baca..👍
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
Bg Byl
ternyata memang ada perbedaan waktu. 👍
Bg Byl
kirain ada perbedaan waktu antara diluar & didalam cincin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!