NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22# Diam-diam Memperhatikan

Ayla, yang mendengar namanya dipanggil, segera menoleh ke arah kamar mandi.

"Ya," jawabnya singkat.

"Handuk," ucap Valen dari balik pintu, berusaha menahan rasa dingin sekaligus rasa canggung yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Kau tidak membawa handukmu saat masuk tadi?" tanya Ayla. Perlahan tapi pasti, ia mulai berani berbicara lebih banyak di depan Valen.

"Lupa. Cepatlah," desak Valen, suaranya sedikit bergetar karena kedinginan.

"Di mana letaknya?" tanya Ayla balik; ternyata ia pun tak kalah gugup dibandingkan suaminya.

"Di dalam lemari pakaian," jawab Valen lagi.

Ayla segera beranjak, mengambil handuk yang tersimpan rapi di dalam lemari milik Valen, lalu berjalan kembali ke depan pintu kamar mandi untuk menyerahkannya. Valen langsung mengambilnya dari tangan Ayla dan segera menggunakannya.

"Apakah aku sebaiknya keluar kamar dulu?" tanya Ayla ragu.

"Tidak perlu," jawab Valen.

Belum sempat Ayla bergerak menjauh, pintu kamar mandi kembali terbuka lebar dan Valen melangkah keluar. Gadis itu seketika terpaku di tempatnya, tertegun melihat pemandangan yang sama sekali tak terduga.

Mulutnya sedikit terbuka dan matanya membelalak lebar. Valen berjalan keluar hanya dengan handuk yang melilit setinggi pinggang. Hal itu membuat Ayla bisa melihat jelas bentuk tubuh suaminya yang ternyata sangat sempurna — dada bidang, bahu lebar, perut berotot, dan pinggang yang ramping. Rambutnya yang masih basah meneteskan air, menambah kesan gagah dan pesona yang bisa dibilang nyaris sempurna, persis seperti tokoh impian.

Karena bertubuh lebih mungil, Ayla harus mendongak tinggi-tinggi, menatap sosok itu dengan kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

Tanpa sadar, mulutnya berucap, "Ini gratis? Tidak perlu bayar, kan?"

Sebenarnya, Ayla adalah seorang penggemar berat komik. Ia sering membaca karya-karya daring di mana tokoh prianya selalu digambar sangat indah dan tampan — dan saat ini, kenyataan persis seperti hal itu ada di depan matanya.

"Gratis," jawab Valen datar, namun tatapannya tajam menembus hingga ke dalam hati gadis itu.

Barulah Ayla tersadar sepenuhnya. Ia buru-buru menutup matanya rapat-rapat dengan kedua telapak tangan.

"Sudah terlambat," ujar Valen pelan, lalu berjalan melewatinya menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurnya.

"Astaga, apa yang baru saja kukatakan? Sifat penggemar tokoh komik ini benar-benar mengambil alih akal sehatku. Sungguh memalukan!" gerutu Ayla dalam hati, lalu bergegas pergi dan menyembunyikan seluruh tubuhnya di balik selimut tebal di sofa.

"Ternyata dia juga punya sisi lucu," batin Valen sambil tersenyum tipis yang tak terlihat siapa pun.

Beberapa menit kemudian...

Valen sudah berganti pakaian tidur yang rapi. Matanya sama sekali belum terasa berat mengantuk. Ia kembali duduk dan memilih membaca buku, berharap kegiatan itu bisa membantunya segera terlelap.

Sepuluh menit, dua puluh menit, tiga puluh menit berlalu begitu saja, namun Valen masih sama sekali belum bisa memejamkan mata. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, hingga akhirnya tertuju pada sosok kecil di sofa.

"Sudah sejak tadi dia menyembunyikan diri di dalam selimut. Apakah dia benar-benar sudah tidur?"

Rasa penasaran muncul kembali. Valen pun turun dari tempat tidur dan berjalan perlahan mendekati sofa tempat Ayla berbaring. Ia membuka sedikit selimut yang menutupi wajah gadis itu untuk memastikan keadaannya.

Dugaannya tepat. Ayla sudah tertidur pulas. Wajahnya tampak begitu tenang, damai, dan jauh dari segala beban yang ia pikul saat sadar.

"Andai saja aku bisa tidur semudah dan setenang itu," gumam Valen pelan.

Namun, pikirannya tiba-tiba kembali pada ucapan Gavin siang tadi. Dorongan ingin tahu yang kuat membuatnya menurunkan pandangan ke arah lutut dan kaki Ayla — bagian yang selalu tertutup rapat oleh gaun atau pakaian panjang.

Awalnya Valen mengira Gavin mungkin salah lihat atau berlebihan bercerita. Namun saat ia melihatnya sendiri secara langsung di hadapannya, ia tahu adiknya sama sekali tidak berbohong.

"Kenapa bisa begini? Kenapa kulitmu penuh dengan jejak luka ini? Sebenarnya apa yang telah dilakukan keluarga Gunawan kepadamu?" gumam Valen pelan, seolah ingin bertanya meski tahu tak akan ada jawaban. Ia baru saja menemukan satu kebenaran besar mengenai kondisi istrinya.

Tiba-tiba saja layar ponselnya menyala terang. Sebuah pesan masuk dari Leo. Hal itu seketika memutus lamunannya. Ia kembali ke kursi roda dan bergerak keluar dari kamar itu menuju ruang kerjanya.

Lima menit kemudian.

"Kenapa memakan waktu cukup lama?" tanya Valen begitu Leo masuk ke ruangan kerja.

"Maaf, Tuan Muda. Tadi ada sedikit kendala yang harus diselesaikan terlebih dahulu," jawab Leo sopan.

"Apa yang berhasil kau temukan?" tanya Valen lagi dengan nada serius.

Leo pun mulai menceritakan segala hal yang diketahuinya dari hasil penyelidikan mendalam mengenai keluarga Gunawan. Ia mulai menjelaskan peristiwa penting yang terjadi lima belas tahun silam, hingga bagaimana cara Ayla diperlakukan di rumah itu sejak kejadian tersebut hingga saat ini.

Cerita berlanjut lebih dari setengah jam. Kini Valen benar-benar telah memahami betapa berat dan pahitnya kehidupan yang pernah dilalui istrinya.

"Apakah sebenarnya dialah yang membawa beban sakit itu?" tanya Valen menegaskan satu hal penting.

"Benar. Hanya itu yang dapat kupastikan sejauh ini," jawab Leo, lalu melanjutkan, "Namun akan jauh lebih baik jika Tuan Muda sendiri memerintahkan pemeriksaan lengkap di rumah sakit. Berdasarkan informasi yang terkumpul, Nona Ayla diketahui menyimpan trauma yang sangat dalam dari masa lalunya."

"Sebenarnya hal itu belum menjadi prioritas utamaku. Namun, aku membutuhkan pewaris yang sehat bagi keluarga Aditama. Jika ia tidak sehat, baik secara fisik maupun mental, bagaimana mungkin ia bisa melahirkan penerus yang sempurna?" ujar Valen tegas.

"Jadi langkah selanjutnya?" tanya Leo sambil sedikit mengerutkan kening.

"Susun jadwal dengan dokter spesialis terbaik di Rumah Sakit Pusat Kota. Besok aku akan membawa Ayla berkunjung ke sana," perintah Valen. Ia ingin mengetahui kondisi istrinya secara pasti dan lengkap.

"Sepertinya... Tuan Muda sangat mementingkan keadaan Nona Ayla," gumam Leo pelan, hampir tak terdengar.

Valen menatap tajam ke arah asistennya. "Apakah kau ingin anakku lahir dengan kondisi yang sama persis seperti ibunya?"

Leo segera menutup mulutnya rapat-rapat. Ia sangat paham betul watak tuannya — tidak sembarang orang bisa mendapatkan perhatian atau pertimbangan khusus darinya.

Di tempat lain, berjauhan dari kediaman megah itu...

"Valen benar-benar sudah menikah? Bagaimana mungkin kalian mengambil keputusan besar ini tanpa mendiskusikannya denganku terlebih dahulu? Aku juga ibunya, bukan?" seru seorang wanita yang tiba-tiba berdiri dari kursinya dengan napas memburu setelah mendengar penuturan Papa Hans.

Ia adalah Maya — ibu tiri Valen, sekaligus ibu kandung Gavin dan kakak tertua mereka yang belum diperkenalkan dalam bab ini.

****

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!