Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Mencari tau
Arya masih terus mendengarkan apa saja yang dikatakan oleh para penghuni pos ronda malam ini, mereka semua terlihat ngobrol asik satu sama lain karena membahas tentang kematian Joko dan juga Tamrin yang menurut mereka terasa begitu mendadak dan ada banyak keanehan dalam kematian tersebut, padahal mereka juga tidak paham tentang bagaimana aneh dan tidak nya itu.
Namun yang jelas Mereka terlihat sangat tidak terima atas kematian kedua orang tersebut, ada rasa bingung juga di dalam hati namun tidak tahu untuk memulai kebingungan itu dari mana sehingga hanya timbul rasa curiga yang ada di dalam hati ini tentang kematian yang begitu misterius.
Meski Arya sedang diam seperti itu namun mata dia tidak lepas mengawasi semua yang ada di sekitar sini, dia ingin memeriksa apa memang ada yang aneh dan kemungkinan besar arwah itu akan kembali datang untuk menghantui desa pandan Arum ini, bukan hanya menghantui tapi dia juga melakukan kesalahan Karena berani membunuh.
Ini entah bagaimana nanti Arya dan Purnama menghadapi dia karena menurut Nana energi yang dia miliki juga cukup besar, bahkan dia bisa menghilangkan jejak sehingga Nana dan Samuel berhasil mencium aroma saja namun tidak melihat bagaimana dia datang ke desa ini, jadi mereka masih belum tahu wujud dari bentuk arwah ini.
Namun yang jelas dia memang memiliki kekuatan dan Arka sendiri juga merasakan energi ketika ada di dalam rumah Joko, oleh sebab itu dia bersikeras agar purnama dan yang lain mengurus tentang arwah tersebut agar dia tidak lagi menebar teror, takut juga bila korban yang berjatuhan semakin banyak di desa mereka.
Mungkin sekarang hanya dua orang saja yang menjadi korban dari kekejaman itu, namun bila semakin dibiarkan maka tidak mustahil bahwa bisa saja seluruh warga desa akan habis dia bantai semua, sedangkan warga desa juga masih belum mengetahui secara pasti apa kesalahan mereka sehingga sampai harus mendapat pembantaian seperti ini.
Purnama menebak saat ini bahwa kemungkinan para warga telah melakukan kesalahan atau mengusik arwah tersebut, sebab terkadang biasanya ada saja warga yang usil ingin mengetahui sesuatu lalu nekat mendatangi tempat tersebut, bila sudah terjadi kesalahan maka yang lain juga akan menanggung derita itu bersama-sama di desa ini.
Nanti pelaku pasti akan mengelak dan tidak mengakui kesalahan yang sudah dia lakukan, Purnama untuk saat ini merasa curiga bahwa itu adalah motif utama dari arwah gentayangan yang ada di desa pandan Arum ini, sebab sudah lama sekali desa mereka tidak tertimpa masalah seperti itu yang menurut Purnama ini adalah serangan secara mendadak.
"Emang pas malam Joko meninggal itu kalian sebelumnya membahas apa?" Arya akhirnya membuka suara.
"Em kita membahas apa sih malam itu? rasanya tidak ada yang serius dan juga aneh kan ya." Ridwan tampak mengingat apa yang sedang mereka bahas.
"Enggak penting banget malam itu yang kita bahas, malah lari ke Joko yang sedang jomblo dan tak kunjung mendapat istri lalu membahas Anisa juga kan ya." Amir ingat dengan kejadian itu.
"Benar, malah Joko dan juga Tamrin mengatakan kalau Anisa itu adalah gadis yang jelek." Ridwan juga ingat tentang hal itu.
"Anisa mana yang sedang kalian bahas?" Arya memang tidak mengenal nama gadis itu.
"Itu anak pak Hardi sama bu Ningsih, kan ada yang paling tua bernama Anisa." Amir berusaha menjelaskan kepada Arya.
"Enggak tau aku, karena tidak seberapa kenal dengan keluarga itu." Arya menggeleng karena dia memang tidak mengetahui.
"Ada anak nya yang sulung itu bernama Annisa dan yang bungsu nama Arumi, walau Kakak Adik Mereka terlihat begitu jauh berbeda karena Anisa sangat jelek sekali." ujar Amir.
"Muncung kau itu kalau menghina orang suka seperti itu saja!" Arya kelihatan tidak suka dengan omongan Amir.
"Ya sebenarnya memang menghina orang itu tidak boleh kan ya, cuma kadang gimana orang Anisa ini sangat angkuh dan bahkan tidak pernah mau menegur orang." ucap Amir.
"Mungkin dia tidak mau menegur orang karena merasa insecure, banyak orang yang membicarakan tentang dia yang tidak cantik itu." Arya memahami perasaan Anisa.
"Tapi benar juga apa yang dikatakan oleh Mas Arya karena mungkin dia insecure karena selama ini banyak yang menghina dia." Ridwan termenung mengingat hal itu.
Anisa memang bisa dikatakan tidak pernah menegur orang dan bahkan walau sudah mendapat teguran dia juga tetap diam tidak mau menjawab, hal itu terkadang yang membuat orang menjadi salah paham dan omongan pedas keluar dari mulut mereka yang sudah menegur.
"Tapi kalau cuma membahas itu saja apa bisa menjadi malapetaka?" Amir kembali pada topik utama.
"Eh siapa tahu dia mendengar dan langsung mengirim santet kepada Joko dan juga Tamrin!" Ridwan berseru karena dia baru sadar.
"Heh kau ini bicara sembarangan saja!" Arya memarahi Ridwan karena malah menuduh Anisa mengirim santet.
Ridwan menutup mulut karena takut bila nanti bisa ada yang mendengar dan malah dia akan terkena imbas juga seperti Joko dan Tamrin, saat ini otak dia malah kepikiran bahwa bisa saja Anisa telah mendengar percakapan di antara mereka semua dan dia mengirim santet karena merasa sakit hati atas ucapan yang sudah keluar.
"Mereka keluarga yang cukup harmonis dan selama ini tidak pernah banyak tingkah." Arya memang mengenal pak Hardi.
"Benar, kalau pak Hardi memang sangat ramah tapi kalau bu Ningsih terkadang ucapan Dia sangat pedas." Ridwan juga setuju dengan hal itu.
"Bu Ningsih kan pernah satu rombongan dengan Kopsah, jadi wajar saja kalau mulut dia pedas." sahut Amir.
"Waduh Kopsah sekarang jadi janda itu apa dia masih tetap bermulut pedas ya?" Ridwan malah kepikiran ke arah sana.
"Nah Kau kan duda jadi bisa itu bila bersama dengan dia." goda Arya sambil tersenyum kepada Ridwan.
"Lah kau mengetahui aku duda, tidak sadar Kau itu sudah lama sekali menjadi duda dan hampir berkarat sehingga tidak mungkin bisa dipakai lagi." Ridwan tidak mau kalah ketika mengatai Arya.
"Aku tidak ikut-ikutan ya karena aku sekarang sudah laku dan siap membangun rumah tangga dengan bahagia." Amir angkat tangan karena dia memang sudah sold out.
Amir dan Kinan sudah resmi menikah sehingga mereka membangun rumah tangga bersama-sama dengan perasaan bahagia, emang hanya tinggal Ridwan dan juga Arya yang masih menjadi duda, kalau Arya memang tidak ada kepikiran untuk menikah lagi karena dia ingin menata hidup menjadi lebih baik dan tidak akan pernah ada wanita yang bisa menggantikan Fatma di dalam hati dia.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang