NovelToon NovelToon
SISTEM KEADILAN ABSOLUT

SISTEM KEADILAN ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Wanita itu mulai bicara dengan suara bergetar, penuh kecemasan.

“Halo, Mas Arga. Nama saya Indah, sahabat dekat Yunita. Saya baru pulang dari luar negeri, dan ada masalah besar yang harus saya ceritakan. Saya butuh bantuan Mas Arga untuk menangani sebuah kasus...kasus yang menyangkut nyawa seseorang.”

Mendengar itu, Arga langsung duduk tegak. Tatapannya berubah serius.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Ceritakan semuanya dari awal. Jangan ada yang ditutupi.”

Indah menarik napas panjang sebelum mulai bercerita.

“Teman saya, Yunita...dia tuna rungu dan tidak bisa bicara. Enam tahun lalu dia menikah dan punya seorang anak perempuan. Sekarang anaknya umur lima tahun...tapi nasibnya sama seperti ibunya, tidak bisa mendengar dan berbicara.”

“Yunita dan suaminya, Krisanto, sudah menghabiskan semua tabungan mereka buat pengobatan. Mereka berusaha mati-matian supaya anaknya bisa mendengar walau sedikit saja. Karena biaya alat bantu dengar sangat mahal, akhirnya mereka terpaksa pinjam uang ke seorang rentenir bernama Surya.”

“Awalnya mereka pikir itu cuma pinjaman biasa...ternyata jebakan.”

“Bunganya terus bertambah sampai mereka nggak mungkin sanggup melunasi.”

“Sejak saat itu, Surya mulai menindas mereka.”

Suara Indah mulai bergetar.

“Lama-lama Surya mulai tergoda sama Yunita karena dia cantik. Dia terus meneror dan menyiksa mereka berbulan-bulan...bahkan Surya sering memaksa dan memperkosa Yunita.”

Arga langsung mengernyit.

“Yunita selalu melawan, tapi dia nggak punya kekuatan untuk melindungi diri. Tubuhnya penuh luka dan memar...saya sampai nggak tega lihat keadaan sahabat saya sendiri.”

“Krisanto sudah berkali-kali mencoba melawan, tapi Surya terlalu kuat. Dia rentenir paling berpengaruh di desa itu. Kaya, punya banyak anak buah, dan sangat kejam. Nggak ada warga yang berani melawan dia.”

“Bahkan Krisanto sering dipukuli hampir setiap hari...”

Indah menunduk, menahan tangis.

“Dan beberapa hari lalu...Surya datang lagi menagih utang dengan cara yang paling kejam.”

“Dia masuk paksa ke rumah Yunita. Waktu itu anjing peliharaan Krisanto menggonggong terus karena marah lihat Surya datang. Tapi tanpa rasa bersalah sedikit pun, Surya membunuh anjing itu di depan mereka.”

“Setelah itu...tali leher anjing tadi dipasang ke leher Krisanto. Dia diseret seperti binatang...”

“Lalu Surya masuk lagi ke kamar Yunita...”

Ruangan siaran langsung mendadak sunyi.

“Setelah selesai melakukan perbuatan bejatnya, Surya keluar sambil merapikan baju. Dia memukuli Krisanto lagi dan mengancam kalau besok utangnya belum lunas...dia bakal melakukan hal yang lebih parah.”

Tangis Indah akhirnya pecah.

“Saya nggak pernah menyangka...setelah lima tahun kerja di luar negeri, saya pulang justru melihat sahabat saya hidup seperti neraka.”

Tangan Arga mengepal kuat.

“Kenapa mereka nggak lapor polisi? Yang dilakukan Surya jelas kejahatan.”

Indah menggeleng pelan.

“Nggak bisa, Mas...”

“Surya pernah mengancam, kalau Krisanto berani lapor polisi, dia bakal membunuh seluruh keluarganya. Surya punya koneksi di mana-mana. Krisanto benar-benar ketakutan.”

“Lalu apa yang terjadi setelah itu?” tanya Arga.

Indah menghapus air matanya.

“Setelah kejadian itu...Yunita lari keluar rumah sambil menangis. Dia menggunakan bahasa isyarat ke suaminya...bilang kalau dia sudah nggak kuat hidup seperti ini. Dia ingin mati saja.”

“Mendengar itu, Krisanto akhirnya benar-benar kehilangan kesabaran.”

“Dia pergi mencari Surya...lalu mereka berkelahi hebat.”

“Di tengah pertengkaran itu, Surya berteriak kalau dia akan membunuh Krisanto dan keluarganya.”

“Krisanto panik dan marah. Saat itu dia melihat ada gunting di dekatnya...”

“Dia langsung mengambilnya...lalu menusuk Surya berkali-kali sampai pria itu jatuh dan tidak bergerak lagi.”

Indah terdiam sesaat.

Saat itu juga, kolom komentar siaran langsung Arga langsung meledak.

[Duh Gusti...siapa yang nggak emosi diperlakukan begitu?]

[Diikat kayak anjing terus lihat istrinya diperkosa di depan mata sendiri...orang waras juga bisa hancur!]

[Orang sesabar apa pun pasti bakal meledak kalau ditindas terus!]

[Tapi tetap saja...membunuh itu pidana berat.]

Namun sebagian besar penonton justru membela Krisanto.

[Bagus! Surya memang pantas mati!]

[Krisanto itu laki-laki sejati! Kalau dia cuma diam, saya malah kecewa!]

[Baru baca ceritanya aja saya sudah emosi banget!]

[Kenapa nggak dari dulu lapor polisi sih...]

[Good job King Krisanto! Mahkotamu sedang dikirim dari DC.]

Arga menatap layar dengan serius.

“Lanjutkan.”

Indah menarik napas dalam-dalam.

“Setelah itu keluarga Surya langsung melapor ke polisi. Surya sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya nggak tertolong. Lukanya terlalu parah...ada belasan tusukan di tubuhnya.”

“Ayah Surya orang berpengaruh. Dia langsung menyewa pengacara terkenal dari ibu kota.”

“Akhirnya Krisanto ditangkap.”

“Pengacara lawan sangat licik dan hebat. Dia berasal dari firma hukum Rasman Nasution & Partners.”

“Di sidang pertama...hakim memutuskan kalau itu pembunuhan berencana.”

“Krisanto dijatuhi hukuman mati.”

Wajah Arga langsung berubah dingin.

Indah kembali melanjutkan dengan suara serak.

“Mas Arga...Krisanto sebenarnya bilang kalau sebelum kejadian, Surya sempat mengancam mau mengambil pisau di mobil untuk membunuh keluarganya.”

“Katanya Surya benar-benar keluar menuju mobil, makanya Krisanto menyerang lebih dulu karena takut dibunuh.”

“Tapi pengacara lawan bilang itu cuma alasan yang dibuat-buat.”

“Pisau itu nggak pernah ditemukan.”

“Mereka menuduh Krisanto memang berniat membunuh sejak awal.”

“Sekarang sidang pertama sudah selesai...dan vonisnya sudah keluar.”

Tatapan Indah penuh harapan.

“Mas Arga...kami sudah mencoba semuanya, tapi nggak ada hasil. Polisi nggak menemukan pisau apa pun. Warga desa juga dilarang bicara pada wartawan atau orang luar.”

“Tidak ada pengacara yang mau menangani kasus ini. Semua orang yakin Krisanto memang pembunuh.”

“Tapi saya kenal Krisanto. Dia orang baik dan sangat sayang keluarga.”

“Kalau memang dia mau membunuh, dia pasti sudah melakukannya dari dulu. Kenapa harus menunggu sampai istrinya disiksa selama berbulan-bulan?”

“Dia cuma terpojok...dia cuma ingin melindungi keluarganya.”

Tangis Indah kembali pecah.

“Mas Arga...tolong kami.”

“Hanya Mas Arga yang berani menangani kasus seperti ini. Pengacara lain semuanya menyerah karena yakin kasus ini pasti kalah.”

“Kami bahkan sudah membayar mahal pengacara sebelumnya… tapi hasilnya tetap sama. Krisanto dijatuhi hukuman mati.”

“Kalau Krisanto dieksekusi...Yunita nggak akan sanggup hidup sendiri.”

“Dia tidak bisa mendengar, tidak bisa bicara, sulit mencari pekerjaan, dan masih punya anak kecil.”

“Kalau Krisanto mati...keluarga itu benar-benar hancur.”

“Mas Arga, saya mohon...selamatkan nyawa suami sahabat saya.”

“Saya memang nggak kaya...tapi saya punya tabungan hasil kerja di luar negeri.”

“Saya punya seratus juta rupiah.”

“Semuanya akan saya serahkan untuk membayar Mas Arga...asal Krisanto bisa diselamatkan.”

Setelah mendengar seluruh cerita itu, Arga menatap layar dengan wajah serius.

“Datang ke kantor firma hukum saya. Kita bahas semuanya lebih detail.”

“Nanti alamatnya saya kirim lewat pesan pribadi.”

“Ajak Yunita juga. Bawa semua dokumen, bukti, dan berkas yang berhubungan dengan kasus ini.”

“Saya akan memeriksa semuanya satu per satu.”

Arga lalu bertanya pelan.

“Vonisnya baru dijatuhkan hari ini?”

Indah langsung mengangguk cepat.

“Iya, Mas! Baru hari ini!”

“Waktunya sangat sempit. Sidang banding tinggal dua minggu lagi.”

“Kalau dalam waktu itu nggak ada bukti baru atau pembelaan yang kuat...Krisanto benar-benar tamat.”

“Anaknya bakal kehilangan ayahnya...dan keluarga itu akan hancur karena ketidakadilan.”

Arga menarik napas panjang.

Lalu, dengan suara tegas yang terdengar jelas di seluruh siaran langsung, dia berkata,

“Baik. Saya terima kasus ini.”

“Kamu bawa semua berkasnya ke kantor saya.”

“Dan untuk semua yang sedang menonton siaran ini, saya umumkan sekarang…”

“Saya, Arga, akan mengambil alih pembelaan kasus Krisanto.”

“Kalau pengacara lain mundur karena menganggap kasus ini mustahil dimenangkan...”

“Kalau semua orang menyerah...”

“Biarkan saya yang maju.”

“Saya tahu kasus ini sangat berat.”

“Saya juga belum bisa memastikan hasil akhirnya.”

“Rintangannya besar, lawannya kuat, dan jalannya tidak mudah.”

“Tapi satu hal yang pasti...”

“Saya akan berjuang sampai akhir demi keadilan.”

“Saya tidak akan menyerah sebelum semua kemungkinan benar-benar habis.”

1
ayrhte
horasss
lanjut thor, yg banyak /Determined/
ayrhte
emang boleh
ラマSkuy
yah abis, padahal lagi penasaran penasarannya sama nasib si pak Harun dengan antek anteknya.

lanjut thor ditunggu upnya 👍
ラマSkuy
gas terus Arga 💪💪
Yuliana Tunru
ayo arga waktu x beraksi hancurkan
ラマSkuy
wah makin penasaran dengan kelanjutannya Thor aku tunggu up berikutnya 👍
ラマSkuy
👍
ayrhte
cepetin dong. lngsng ruang pengadilan, males baca komentar netizennya
semangat author/Determined/
ayrhte
di fitnah² saya diam, di hina² saya diam
tapi kali ini, saya akan lawan💪
ayrhte
kemarin tempo, skrng kompas. saya lapor mas aiman kamu ya thor/Sob/
Iyyan Kasela
bagus
Orimura Ichika
kalau up banyakin Thor 😄
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭
ayrhte
watak cwe yg gk pnya logika😁
Yuliana Tunru
sulit tp bkn.mustahil.kan ayo arga 💪💪 smoga hakim ketua orang jujur dan punya empati yg besar
Fajar Fathur rizky
bongkar kebusukan orang itu thor
ラマSkuy
ditunggu upnya Thor aku sangat penasaran dengan kelanjutannya👍
ラマSkuy
sumpah sampai mau nangis saya baca bab ini
ラマSkuy
related sekali sih woman standar toktok 🤣 suka bet bikin drama
ラマSkuy
buset aku baca kalimat "Demi Tuhan" jadi keingat kasus perseteruannya Adi Bing Slamet, Arya Wiguna dan eyang subur ditahun 2013 🤣🤣🤣
Yuliana Tunru
smoga arga berhasil banding jg dapat bukti2 x jgn sampai yunita dan.klga x kelar krn mafia.kampung biadab bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!