NovelToon NovelToon
Sebelum Kita Mengaku

Sebelum Kita Mengaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: hrarou

Sebuah perkahwinan kontrak antara pewaris museum seni dan ahli perniagaan dingin. Tanpa cinta, tanpa pilihan, hanya keheningan yang menyembunyikan perasaan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hrarou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelindung Tak Kasat Mata

Sebuah lampu meja berpendar di dalam kantor pribadi Lucien Valehart.

Ruangan itu beraroma tembakau mahal dan kertas tua.

Lucien duduk di balik meja mahoninya, namun matanya tidak tertuju pada laporan bisnis miliknya.

Seorang pria dengan setelan abu-abu yang tampak sangat biasa—tipe pria yang mudah terlupakan di keramaian—berdiri di hadapannya.

Ia adalah salah satu 'bayangan' yang dibayar Lucien untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat orang biasa.

"Jadi, sejauh mana paman istriku melangkah?" tanya Lucien. Suaranya rendah, namun ada nada dingin yang bisa membuat siapapun merinding.

"Tuan Ashford baru saja bertemu dengan beberapa investor asing di dermaga selatan, Tuan. Mereka membicarakan tentang pengiriman artefak yang dijadwalkan tepat tiga hari setelah persidangan dimulai," lapor pria itu dengan suara pelan.

Lucien menyandarkan punggungnya ke kursi, memutar-mutar sebuah pulpen emas di jemarinya.

Matanya menyipit tajam.

"Dia benar-benar tidak sabar untuk menjual warisan keponakannya sendiri," gumam Lucien.

"Terus awasi setiap gerakannya. Jangan sampai ada satu kontrak pun yang ditandatangani tanpa aku mengetahuinya."

Pria itu membungkuk, namun langkahnya terhenti saat Lucien kembali bersuara.

"Dan satu lagi... Pastikan keselamatan isteriku selama dia di museum. Jika ada satu orang saja dari pihak Ashford yang berani mendekatinya tanpa izin dariku, kau tahu apa yang harus dilakukan."

"Dimengerti, Tuan."

......................

Manakala suasana yang sama seriusnya tengah berlangsung di kantor hukum Morel & Associates.

Jika Lucien bekerja di balik bayangan fisik, Adrian Morel bekerja di balik gunungan kertas dan celah hukum.

Cahaya lampu meja masih benderang di lantai teratas gedung itu.

Adrian duduk dengan jas yang sudah tersampir di sandaran kursi. Lengan kemeja putihnya digulung hingga siku, menampakkan urat-urat tangan yang menonjol saat ia dengan teliti membedah setiap baris kontrak lama keluarga Ashford.

Adrian tidak hanya membaca— ia sedang berburu.

Matanya yang tajam bergerak cepat di balik kacamata bacanya.

Dengan sebatang pensil di tangan, dia menandai setiap celah hukum, setiap tanggal yang tidak sinkron, dan setiap tanda tangan yang tampak mencurigakan.

Di hadapannya, sebuah papan tulis besar penuh dengan garis-garis merah yang menghubungkan nama paman Aurora dengan beberapa perusahaan bayangan di dermaga.

"Satu kesalahan kecil..." gumam Adrian, suaranya parau karena kurang tidur namun penuh konsentrasi.

"Berikan aku satu saja kesalahan kecil, Tuan Ashford, dan aku akan meruntuhkan seluruh istanamu."

Dia meraih cangkir kopi hitamnya yang sudah dingin, meminumnya tanpa ekspresi, lalu kembali menatap sebuah dokumen yang baru saja dikirimkan oleh informannya.

Senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di sudut bibirnya saat menemukan satu petunjuk krusial yang ia cari selama ini.

Satu di balik senjata dan informan, satu lagi di balik hukum dan logika. Tanpa disadari oleh Aurora, dua kekuatan besar di Aurelia kini sedang bergerak serentak untuk menjaga posisinya.

......................

Matahari siang menyinari ruang tamu mewah di kediaman Moltemer Ashford.

"Hanya tinggal menunggu waktu, Clara," ujar Moltemer dengan nada berat dan penuh niat jahat.

"Sekali tanda tangan itu sah, Aurora tidak akan punya tempat lagi untuk berpijak. Dia akan sadar bahwa nama Ashford tanpa kekuasaanku hanyalah sebuah nama kosong."

Clara yang duduk di sofa beludru tersenyum sinis. Ia sedang memoles kuku jemarinya, namun binar matanya yang penuh ketamakan tetap terlihat jelas.

"Biarkan dia berlagak dengan museum itu untuk sementara. Aku sudah tidak sabar melihat wajahnya saat dia sadar bahwa 'bibi'-nya ini sudah mengambil alih segalanya."

"Seperti rencana kita," sambung Clara sambil menatap suaminya dengan tatapan yang sulit dibaca.

"Kau hanya perlu terus menekan jajaran direksi. Biar aku yang mengurus 'drama' dengan Aurora."

Moltemer tertawa rendah, suara yang terdengar klinis dan berbahaya.

"Kau memang cerdik, sayang. Lucien pikir dia bisa menjaga bunga kesayangannya itu, tapi dia tidak sadar kita sedang membakar akarnya dari dalam."

Tepat pada saat itu, pintu ruang tamu terbuka dengan dentuman keras.

Nyonya Besar Ashford melangkah masuk.

Wajahnya yang biasanya tenang kini mengeras dengan aura yang sangat mematikan.

Moltemer yang terkejut segera meletakkan cerutunya, namun belum sempat dia membuka mulut—

PLAK!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Moltemer hingga kepalanya tertoleh ke samping.

Clara terpekik kecil, langsung berdiri kaku melihat pemandangan yang tidak disangka-sangka itu.

Keheningan yang mencekam menyelimuti ruang tamu.

Moltemer memegang pipinya yang mulai terasa panas dan perlahan menatap ibunya dengan tatapan nanar.

"Jadi... apakah Ibu jauh-jauh datang melawat hanya untuk menamparku?"

1
Viaalatte
keren narasinya kaya novel cetak
Manusia Ikan 🫪
kamu mahasiswa arsitektur?
Manusia Ikan 🫪
Aurelia, namanya mirip nama Kekaisaran di novel ku/Smile/
Manusia Ikan 🫪
aku tinggal kan jejak bentar, nanti siang aku mampir lagi, sudah subuh soalnya😹
hrarou: terima kasih sudah mampir 😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!