NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Mereka Bilang Aku Monster, Tapi Mereka Tak Tahu Rasa Sakitku

Pintu aula utama hancur berkeping-keping. Suara dentangan besi yang memekakkan telinga membuat seluruh orang di dalam ruangan itu terdiam dan menoleh serentak.

Di ambang pintu yang rusak itu, berdiri sosok tinggi besar dengan jubah hitam yang penuh percikan darah. Wajahnya garang, matanya merah menyala, dan pedang panjang di tangannya masih meneteskan darah segar.

Pemandangan itu sungguh mengerikan. Seolah iblis baru saja keluar dari pintu neraka.

"CAPER!!"

Seorang pemimpin klan yang duduk di kursi utama langsung melompat berdiri. Ia adalah salah satu tetua Klan Naga Hitam yang memiliki kekuatan setara Raja Bela Diri. Wajahnya memerah menahan amarah.

"SI KAU INI?! BERANI KAU MENGHANCURKAN MARKAS KAMI DAN MEMBUNUH ANAK-ANAK BUAHKU?! KAU INI MONSTER GILA ATAU APA?!" teriaknya dengan suara bergema.

Seluruh prajurit dan pejabat yang ada di aula itu langsung mengacungkan senjata mereka. Ratusan mata menatap tajam ke arah Li Yao, penuh dengan kebencian dan ketakutan.

"Bunuh dia! Cincang dia jadi daging! Berani-beraninya dia mengacaukan pesta kita!"

"Lihat wajahnya! Sungguh wajah setan! Dia memang monster!"

"Pantas saja anak buah kita mati satu per satu! Hanya iblis yang bisa melakukan pembantaian sekejam ini!"

Teriakkan tuduhan itu melayang dari segala penjuru. Monster, Iblis, Gila, Kejam. Kata-kata itu terus ditujukan padanya.

Li Yao berdiri diam di sana. Ia tidak langsung menyerang. Ia hanya menatap mereka satu per satu dengan tatapan yang datar dan membosankan.

Mendengar mereka menyebutnya monster... rasanya sudah biasa. Sudah ribuan kali ia mendengarnya selama bertahun-tahun ini.

Tapi kali ini, ada sesuatu yang ingin ia katakan. Ada sesuatu yang ingin ia teriakkan ke wajah-wajah munafik itu.

"Monster..." bisik Li Yao pelan, namun suaranya terdengar jelas hingga ke sudut ruangan karena teknik pengaturan napasnya. "Kalian semua bilang aku monster..."

Ia melangkah maju selangkah. Aura membunuhnya meledak seketika, membuat beberapa orang yang lemah mentalnya langsung jatuh terduduk karena tekanan yang luar biasa.

"TAPI APA KALIAN TAHU?! APA KALIAN TAHU BAGAIMANA RASANYA DIBUAT MENJADI MONSTER?!"

Suaranya meledak, memecah keributan.

"Kalian duduk di sini dengan nyaman! Kalian makan makanan enak! Kalian berpakaian bagus! Kalian merasa diri kalian manusia yang baik dan beradab!"

Li Yao menunjuk dadanya sendiri dengan ujung pedangnya yang berdarah.

"TAPI AKU?! AKU SUDAH MATI SEJAK LAMA! JIWAKU HANCUR! TUBUHKU DIBAKAR! HATIKU DIPOTONG-POTONG OLEH KALIAN SENDIRI!"

"Omong kosong! Kau pembunuh gila! Jangan memutar balikan fakta!" seru si Tetua itu sambil melotot.

"AKU GILA? YA! AKU GILA KARENA DENDAM! AKU GILA KARENA SAKIT!" Li Yao tertawa keras, tawanya yang pecah dan menyedihkan. "Kalian tahu apa yang paling menyakitkan di dunia ini? Bukan luka pedang! Bukan rasa sakit fisik!"

Mata Li Yao berkaca-kaca, namun tidak ada air mata yang jatuh. Hanya ada api yang membara.

"YANG PALING MENYAKITKAN ADALAH HARUS MENONTON DENGAN MATA KEPALA SENDIRI, ORANG YANG PALING KAU CINTA MATI DI DEPAN MUKA KARENA MELINDUNGIMU! YANG PALING SAKIT ADALAH MENYADARI BAHWA KAU LEMAH! BAHWA KAU TIDAK BERGUNA! DAN BAHWA SELURUH DUNIA INI ADALAH PEMAKAMAN BAGI ORANG BAIK SEPERTINYA!"

Suaranya turun menjadi gemetar yang menahan tangis kemarahan.

"JADI JANGAN BILANG AKU MONSTER! AKU HANYA PRODUK DARI KEJAMNYA DUNIA YANG KALIAN CIPTAKAN! AKU HANYA MIMPI BURUK YANG KALIAN BUAT SENDIRI!"

"Omong kosong! Bunuh dia! Cepat bunuh dia sebelum dia bicara lebih banyak lagi!" si Tetua panik, ia tahu pemuda ini bukan orang sembarangan. Ada cerita besar di balik amarah itu.

"Lihatlah mereka..." Li Yao menggelengkan kepala, senyumnya penuh rasa jijik. "Mereka takut mendengar kebenaran. Mereka takut mengakui dosa mereka."

Ia merapikan jubahnya, lalu kembali menatap ribuan musuh di hadapannya.

"Kalian bilang aku monster... Silakan. Panggil aku apa saja. Tapi kalian tidak akan pernah bisa mengerti. Kalian tidak akan pernah bisa merasakan rasa sakit yang menusuk sampai ke tulang sumsum seperti yang aku rasakan."

Li Yao mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Cahaya hitam pekat mulai menyelimuti bilah pedang itu.

"TAPI TIDAK MASALAH. SEKARANG, AKU TIDAK LAGI BUTUH PENGHARGAAN KALIAN. AKU TIDAK LAGI BUTUH DIANGGAP MANUSIA."

Matanya memancarkan cahaya yang mematikan.

"YANG AKU BUTUH HANYA SATU: KEPALA KALIAN SEMUA UNTUK DIJADIKAN BEKAL AKU KE NERAKA!"

"TERIAKLAH SEBANYAK YANG KALIAN MAU! SEBUTLAH AKU DENGAN NAMA APA SAJA! TAPI INGAT! HARI INI, ADALAH HARI PENGADILAN BAGI KALIAN SEMUA!"

"MARI KITA LIHAT, SIAPA YANG AKU MASUKKAN KE DALAM NERAKA DULUAN!!"

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!