Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Mencari solusi
Kabar buruk tentang Rais yang menghilang dan kemudian ditemukan di dalam rumah keluarga Sayuti tentu saja menjadi kehebohan besar untuk warga desa ini, mereka semua kembali bergosip bahwa kemungkinan besar arwah keluarga Sayuti akan terus menghantui seluruh warga yang ada di desa ini sehingga nanti kemungkinan besar akan ada yang celaka juga.
Rais masih selamat karena berhasil ditemukan oleh rombongan Lutfi dan yang lain di dalam rumah tersebut, bagaimana bila kejadian itu terulang kembali pada para warga yang ada di sini, tidak ada yang menjamin bahwa mereka tidak akan pernah mengalami nasib seperti itu di tempat tinggal mereka sendiri saat ini.
Mereka hanya bisa was-was dan sebisa mungkin menghindari rumah ujung itu agar tidak bertemu hal yang mengerikan bila Mereka ingin pergi ke sawah, Pak RT sudah merekomendasikan jalan lain bila mereka memang ingin menuju sawah dan menunggu sawah mereka di malam hari saat aku Dengan hama babi yang menyerang.
Sebab bila lewat daerah situ maka tetap saja kemungkinan nanti mereka akan bertemu dengan arwah keluarga Sayuti itu, maka keputusan yang terbaik mereka harus mencari jalan lain agar tidak bertemu kembali dan mendapat ketenangan setelah membuat jalan lain itu, barangkali saja nanti keluarga Sayuti tidak akan menghantui mereka bila mereka semua melewati daerah yang tidak bersangkutan dengan rumah tersebut.
"Besok kita akan mulai gotong royong untuk membuat jalan di kawasan yang ini." Pak RT menunjuk jalan yang masih belukar.
"Baik lah, hanya ini cara kita untuk menjauhi rumah itu supaya tidak bertemu dengan hal buruk." Pak Lurah juga setuju.
"Tapi bagaimana kalau kami sudah lewat sini namun ternyata dia masih mendatangi pada bagian sawah?" Melva bertanya dengan nada serius.
"Insya Allah mungkin dia tidak akan datang karena saat kita menuju sawah tidak melewati rumah mereka." jawab Pak RT dengan sangat yakin.
"Oh dia bisa jadi dia itu merasa terganggu ketika kita lewat depan rumah dia." angguk Pak Lurah.
"Maka dari itu sekarang kita harus memulai untuk membuat jalan baru di sini dan tidak perlu lagi melewati jalan ujung tersebut." sambung Pak RT dengan sangat yakin.
"Semoga saja ini adalah jalan yang terbaik dan tidak ada lagi masalah yang akan datang." harap semua warga.
Untuk membongkar rumah itu juga tidak mungkin karena mereka tidak bisa membongkar rumah orang secara sembarangan saja, terlebih lagi mereka juga tidak mengetahui keluarga Sayuti ada di mana lagi untuk bisa diajak kerjasama atau membicarakan tentang keadaan rumah tersebut yang sedikit mengganggu para warga desa ini.
Memang mereka tidak memiliki jalan yang tepat untuk melanjutkan kasus tentang Sayuti itu sehingga mau tidak mau mereka harus mencari jalan tersendiri agar tidak terjadi masalah kembali, mungkin dengan begini maka mereka tidak akan pernah berhadapan dengan arwah keluarga salju yang kata Rais sendiri adalah berupa sosok bayangan hitam besar.
"Semoga dengan ini maka kita tidak akan mendapat gangguan dari keluarga Sayuti, dan bila jalan ini sudah selesai maka tolong jangan lewat lagi di rumah itu." Pak RT berkata kepada seluruh warga.
"Benar juga, kalau memang jalan ini sudah selesai maka kita tidak perlu lewat sana." jawab para warga.
"Tapi apa memang kita akan tetap bertahan dengan rumah ujung yang kosong itu, Pak?" Andi bertanya kepada Pak RT karena dia ingin solusi.
"Bila kita tidak bertahan lalu memangnya kita akan berbuat apa?" tanya Pak RT kembali karena dia juga belum menemukan solusi tepat.
"Kita tidak mungkin juga mau membongkar rumah itu Karena itu bukan hak kita." jelas Pak Lurah.
Andi menghembuskan nafas panjang Karena dia juga baru sadar bahwa mereka memang tidak memiliki hak untuk melakukan itu semua, sebab siapa tahu saja masih ada ahli waris lain yang ada di kota sehingga nanti ketika mereka sembarangan membongkar justru akan mendapat sanksi yang berat.
...****************...
"Jadi sekarang para warga sudah membuat jalan di tempat lain?" tanya Pardi suami dari Suminah.
"Iya, meski agak jauh karena jalan yang cukup berbelit namun mungkin saja itu adalah pilihan yang terbaik." jawab Suminah sambil menyediakan makanan.
"Tapi apa memang benar kalau rumah itu memang ada hantu nya?" tanya Pardi kembali.
Suminah hanya menghelai nafas panjang Karena dia tidak ingin mengatakan apa yang telah terjadi saat, sebab nanti Pardi juga tidak akan percaya bahwa kejadian itu memang nyata dan akan mengatakan bahwa seluruh warga yang melihat hal tersebut sedang berhalusinasi saja, oleh sebab itu Suminah memilih untuk bungkam dan tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Pas kamu lewat sama Nanang tidak ada apa-apa kan?" Pardi kembali bertanya kepada Suminah.
"Rumah itu ada orang yang berjalan di dalam dan mereka bisa terbang." Nanang menjawab dengan mulut penuh.
"Kamu melihat apa yang ada di dalam rumah itu?" Pardi menatap anak mereka.
"Iya, tapi Ibu tidak percaya kalau di dalam sana ada orang yang sedang berjalan sambil terbang." Nanang menjawab dengan sangat polos.
"Ini Nanang pasti terkena omongan dari para warga sehingga dia mulai halusinasi." Pardi menatap sang istri yang masih diam saja.
"Kamu kalau memang tidak percaya jadi tidak usah tanya hal seperti itu lah, Mas!" Suminah jadi kesal sendiri kepada Pardi.
"Loh Kenapa kamu terlihat sangat kesal kepada aku? ini Nanang memang sudah terkena omongan dari para warga sehingga dia memiliki halusinasi dan mengatakan kalau di dalam rumah itu ada orang terbang." Pardi mulai kesal dan tidak terima dengan respon sang istri.
"Tapi aku memang melihat kalau orang itu terbang, Pak." Nanang masih tetap saja keras kepala.
Pardi tampak semakin kesal karena dia tidak ingin bila anak mereka percaya bahwa setan itu ada dan bisa menghantui para manusia, sesuai dengan firasat tuminah bahwa Pardi tidak akan pernah mempercayai hal seperti itu di dalam hidup dia.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣
atau mungkin kah Pardi akan mati membusuk di lemari itu ❓❓
kualat tuh si Pardi ,, syukurin Kowe 🤣🤣🤣
wes angel iki mah ,,, ora iso di kandani ,, sak karep mu Dewe ,, Yoo Ben lah ,, Ben mati wae si Pardi di cekik setan 🤣🤣🤣
apakah Rais sdh terikat dh para arwah pembantaian itu ❓