NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:556.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Waktu satu minggu telah berlalu sejak malam yang penuh kecemasan itu. Ibu Kirana kini sudah benar-benar sehat walafiat, membuat perasaan semua orang di rumah menjadi lega. Setelah memastikan kondisi sang ibu stabil, Lilis dan Arka sudah pulang ke rumah mereka sendiri setelah menginap seminggu di rumah orang tua Arka.

Pagi ini, karena hari Minggu, mereka tidak perlu terburu-buru bersiap pergi bekerja seperti hari biasanya. Lilis memanfaatkan waktu luang ini untuk bersih-bersih dan merapikan sisa-sisa sudut rumah yang sempat ditinggal selama sepekan.

Lilis sedang berdiri di depan wastafel dapur, fokus membersihkan peralatan masak yang ada. Di saat yang sama, Arka baru saja masuk dari pintu belakang setelah selesai mengecek halaman dan mengunci pagar. Langkah kakinya yang santai mendekat ke arah dapur.

"Ngapain, Dek?" tanya Arka lembut, memecah keheningan dapur.

"Nyuci piring, Bang," ucap Lilis spontan. Ia sengaja menjawab seperti itu karena Arka memanggilnya dengan sebutan Dek, jadi ia reflek membalasnya dengan panggilan Bang.

Mendengar jawaban sang istri, Arka langsung mendekat.

"Panggil Mas aja. Aku lebih suka kamu panggil gitu,"

"Iyalah, Mas," jawab Lilis menuruti kemauan suaminya, membuat senyum di wajah Arka terkembang semakin lebar.

"Ini mau dijemur ya, Sayang?" tanya Arka sambil menunjuk mesin cuci dengan dagunya.

Lilis yang sedang mengeringkan tangannya dengan kain lap menoleh. "Iya, Mas. Aku baru selesai tadi nyucinya. Tapi belum sempat menjemurnya," jawab Lilis jujur karena fokusnya tadi sempat teralih untuk merapikan piring-piring di wastafel.

Tanpa diperintah, Arka langsung memindahkan pakaian-pakaian basah itu satu per satu ke dalam ember plastik yang ada di dekat sana. Setelah ember terisi penuh, ia mengangkatnya dengan mudah dan membawanya ke belakang untuk dijemur di bawah siraman matahari pagi.

Lilis yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum manis, merasa beruntung memiliki suami yang begitu peka dan ringan tangan dalam membantu urusan rumah tangga.

Setelah selesai menjemur semua pakaian di halaman belakang, Arka kembali melangkah masuk ke dalam rumah. Ia tidak mendapati istrinya di dapur maupun di ruang tengah.

"Lis... Sayang..." panggil Arka dengan suara setengah berseru, mencari-cari keberadaan Lilis.

Dari arah lorong dekat kamar utama, terdengar sahutan samar yang bercampur dengan gemercik air. "Aku lagi di kamar mandi, Mas," jawab Lilis setengah berteriak agar suaminya mendengar.

Mendengar jawaban itu, Arka masuk ke kamar utama mereka. Ia berjalan mendekati pintu kamar mandi yang tertutup rapat dan mengetuknya pelan sembari menggoda sang istri.

"Ngapain, Dek?" tanya Arka dari balik pintu.

Lilis yang sedang berada di dalam spontan menjawab.

"Mandi, Mas."

Arka berjalan mendekati tempat tidur. Namun, saat melewati nakas, Arka melihat ponsel istrinya yang di sana. Bertepatan dengan itu, sebuah pesan masuk membuat layar ponsel Lilis menyala terang.

"Pak Elham" nama yang tertulis di layar kunci tersebut. Kening Arka seketika berkerut melihat nama seorang pria yang terasa asing baginya. Didorong rasa penasaran, Arka langsung membuka pesan itu. Di sana tertulis.

“Assalamualaikum Mbak Elisa. Saya mau minta file yang semalam saya minta.”

Rasa penasaran Arka tidak berhenti di situ. Dengan perlahan, Arka menggulir chat ke atas untuk melihat riwayat percakapan mereka sebelumnya. Ia membaca satu per satu pesan lama yang dikirimkan oleh pria bernama Elham tersebut.

Dari beberapa obrolan yang terpampang di layar, Arka mengeratkan rahangnya dan menyimpulkan jika pria ini kerap mengirim pesan untuk istrinya. Biarpun itu semuanya membahas tentang pekerjaan, intensitas dan cara pria itu menghubungi Lilis terasa terlalu sering di mata Arka, menimbulkan sedikit riak cemburu di hatinya.

Tak lama kemudian, terdengar suara grendel pintu kamar mandi dibuka. Saat Lilis selesai mandi, Arka langsung meletakkan ponsel itu kembali ke atas nakas dengan cepat, berusaha bersikap seolah-olah tidak ada hal mencurigakan yang baru saja ia lakukan.

Lilis keluar dengan rambut yang masih agak basah dan handuk kecil di pundaknya. Ia menatap suaminya yang tampak melamun di tepi ranjang.

Sambil melangkah mendekati lemari pakaian, Lilis mengatakan.

"Mas, ke supermarket yok. Bahan makanan kita udah pada habis."

Mendengar ajakan sang istri, pikiran Arka masih terganjal oleh isi pesan dari Pak Elham tadi. Kehangatan yang terpancar dari wajahnya pagi tadi mendadak sedikit meredup.

Arka hanya mengangguk dan bangkit melewati Lilis untuk menunggu di ruang tamu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Lilis sempat menghentikan gerakannya sejenak, menatap punggung Arka yang menjauh dengan rasa heran karena perubahan sikap suaminya yang tiba-tiba menjadi dingin.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tamat juga baca marathon.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar Kakek sama Opanya Gibran ada saja bahan bikin ribut./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat datang di dunia baru mu baby Gibaran Hafizan.. panggilannya GIBRAN atau HAFIZAN nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hihihi pak Yuda lucu sekali kayak bocil lagi merajuk./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya calon Arka - Elisa junior hadir juga.👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Inibsebenarnya dokter Gunawan yang salah prediksi apa gimana sih, kok Elisa kebiasaannya menunjukan dan perubahan badan serta moodnya kayak orang lagi hamil.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu gantle Elham.👍
Hana buka hati mu untuk Elham suami mu karna dia sudah benar² berjuang keras untuk tanggung jawab dan maaf mu jadi berjuang bareng² saling melengkapi karna kamu sudah melihat sendiri gimana perjuangan dia di depan mu sampe rela melepas semua barang dan jabatan daribAyahnya demi kamu juga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok bisa gitu ya, di kirain beneran hamil.🤔
Mungkin belum waktunya... di suruh mantenan dulu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aduh Arka kamu dokter sampe ga kedeteksi kalau Elisa lagi hamil, biasanya kan dari gejalanya saja sudah ada ngarah ke situ beda sama Magh... coba kalau tadinya diperiksa denyut nadinya pasti ada yang beda.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Loh bu Tantri dengan bu Marni saling mengenal, kejadian antara Elham dan Hana menjadi penghubung antara bu Tantri dan bu Marni yang mungkin sudah lama ga bertemu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Calon baby sudah hadir nih dari gejalanya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
pak Yasir ini kayaknya arogan banget, sombong dan lebih mentingin kehormatan dari pada tanya baik² anaknya gimana.
Sudah sepuh harusnya ga pake otot pak takutnya larinya ke stroke.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus berjuang Elham, jangan menyerah sampe kamu benar² sudah sampe batas di mana kamu harus terus maju atau mundur untuk berhenti berjuang dan mendapatkan jawaban keputusan dari Hana.💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sebenarnya ga ada yang namanya untung di sini tapi di balik kejadian Hana, hikmahnya adalah dia meskipun kehilangan kehormatan tapi Elham hadir bertanggung jawab dan datang di waktu yang tepat juga di saat bu Marni memerlukan pertolongan plus sosok Elham mungkin yang Allah kirim untuk jadi tempat Hana bersandar plus berbagi beban hidup yang selama ini dia keluhkan.

Jadi Hana dengan bantuan dan hadirnya Elham juga kamu ga kehilangan ibu mu, orang tua yang paling kamu sayangi... tapi masalahnya bukan hanya pada maaf Hana tapi juga ortu'nya Elham gimana nanti.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Betul Arka, meskipun kesalahan Elham berat tapi dia mau tanggung jawab dan ga lari dari kesalahannya begitu juga dia mau berjuang untuk maafnya Hana dan membantu bu Marni biayain operasinya dan menuhin kebutuhan Hana.

Biar waktu yang menjawab gimana nanti keputusan Hana pada Elham entah mau menerima dia atau ngga yang penting Elham sudah berusaha.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Saatnya Elham berjuang maaf pada Hana, untung juga a Elham datang tepat waktu jadi berarti Elham masih punya sisi baik meskipun itu ga bisa mengubah / mengembalikan keadaan Hana seperti dulu tapi kalau Elham haris menebus kesalahannya itu tergantung Hana gimana karna takutnya Hana hamil.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus kalau kamu pergi, Ibu mu di rumah barrng siapa dan siapa yang rawat beliau Hana.

Apalagi sakit jantung, kalau sewaktu² kambuh terus kamu ga ada yang ada kamu bakal lebih nyesel seumur hidup... lari dari masalah malah akan dapat cobaan baru
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduh apa Hana di perk0sa sama Elham ya karna Elham patah hati dan frustasi saat tau kalau Elisa sudah menikah dan berkahir mabuk terus lampiasin ke si Hana.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ada hubungan apa Hana dengan Elham kok kayak terjadi sesuatu di antara mereka.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bilang saja kamu keberatan karna kamu sudah menikah dan ga mau bikin salah paham Elisa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!