NovelToon NovelToon
Pembunuh Bayaran Menjadi Pelayan

Pembunuh Bayaran Menjadi Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Vuspita sari

Misi penyelamatan pembunuh bayaran terhadap anak anak itu gagal mengakibatkan dia memasuki tubuh seorang gadis yang keluarganya baru saja di muasnahkan oleh musuh kerajaannya, dirinya dijadikan pelayan dan kakaknya dijadikan selir.

dan parahnya dia harus menjadi pelayan jendral kejam!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masa lalu

Suasana sangat ramai, didepan halaman istana karena penikahan dari putra mahkota dengan selir kelima nya. Simpang siur, kabar nya Sudah menyebar sampai ke awak kita bahkan ke kekerajaan dan kekaisaran sekitarnya.

Beberapa kekaisaran juga Sudah hadir dan disambut oleh putra mahkota, semuanya sudah siap untuk melangsungkan pernikahan.

Mata Ayumi diam memandang lurus kedepan, sorot matanya terasa dingin dan kosong.. tak ada yang tau isi hati dan pikiran Ayumi sekarang, dirinya tidak selamat dari kematian tapi harus melanjutkan kehidupan. Siapa yang bilang dirinya selamat dari kematian? Setelah kehancuran keluarganya ayumi tidak lagi merasa hidupnya berjalan. Ia hanya hidup karena hidup…

“ yang muliaa. Anda sedari kemare belum makan… jika begini terus, hamba takut anda akan sakit di acara pernikahan anda besok.” Jelas pelayannya sedih kepada ayumi.

Sejak pertama kali Ayumi memasuki kediaman ini dan menjabat sebagai selir kelima.. dia tak banyak bicara, dia hanya diam seperti patung, tak makan tak minum. Tatapannya selalu kosong dan sesekali tidur.

Setiap kosong matanya terus saja meneteskan air mata tidur meneteskan air mata hingga sekarang tubuhnya menjadi lebih kurus dari biasanya. Kecantikannya yang bersinar sedikit redip karena wajah murungnya saat ini,

“ aku tidak lapar.” Jelas Ayumi pada pelayan.

Pelayan menatap Ayumi dengan pandangan serius. Melihat ayyumi yang Kembali menolak makanan yang ia siapkan ia hanya bisa mundur dan pergi dari sana. Ayumi meletakkan pipinya ke atas meja dan memandang kosong ke depan… “ hazel… aku harap kamu baik baik saja.”bisik Ayumi lirih.

“ Yang mulia…” pelayan pribadi Yumi kaget melihat ada Putra maahkota Ming Chan yang datang ke kediaman Ayumi. Mereka sontak bersujud memberikan sapaan kepada Ming Chan.

Manik mata Ming Chan menatap makanan yang disajikan untuk Ayumi dibawa kembali oleh para pelayan dan masih utuh. Sama sekali belum disentuh, bahkan air minumnya pun masih utuh ditempat.

” Kenapa? Dia tetap tidak ingin makan?” tanyanya kepada pelayan pelayan dingin.

Mereka mengangguk pelan kepada Putra Makkota Ming Chan.” Iya yang mulia. Selir kelima belum mau makan juga sampai sekarang, dia tetap terlihat murungd an sedih… bahkan sata kami membantunya mandi dan mengenakan pakaian dia sama sekali tidak memberikan respon. Kami takut selir ke-5 akan sakit jika terus-terusan seperti ini yang mulia, apalagi sebentar lagi akan ada acara pernikahan yang akan menguras tenaga beliau. Mohon yang mulia! " Jelas mereka sendu kepada Ming Chan.

Terlihat kentara sekali jika mereka juga sedih melihat keadaan Yumi yang aehancur ini sekarang.

“ kemarikan makanan itu. Ikut aku masuk untuk menemuinya!” Jelasnya kepada pelayan segera masuk.

Pelayan segera mengikuti Ming Chan yang memasuki ruangan Yumi. Saat maauk, ia mendapatkan Yumi yang duduk di dekat jendela sembari menopang pipinya di atas meja. Tatapannya kosong dan juga sendu. Ia bahkan tak sadar saat Ming Chan memasuki ruangannya ini. Pikirannya kacau tanah, berkecamuk dengan hatinya yang masih terluka menganga bahkan masih berdarah.

Ming Chan segera mendekati Yumi, menatap yumi dari sisi kananya. Di atas meja terlihat tetesan air mata yang jatuh “ kau belum makan awjak kemarin. Kau ingin adikmnmu juga tak makan?” pertanyaan Ming Chan membuat Ayumi menarik kepalanya dan aegera berdri tegap. Apa dirinya sedang di ancam?

Ming Chan membuang muka.” Jika kau tidak makan juga, maka aku pastikan adikmu di kediaman panglima akan mati kelaparan.” Tegansya menyuruh pelayan meletakkan makanan di atas meja.

Pelayan segera meletakkan makanna itu di atas meja sedangkan ayumi tak biccara apapun. Matanya menatap Ming Chan yang pergi setelah mengatakan itu.” Awasi dia sampai makanan itu habis. Jika tidak kalian yang mati ditanganku.”tegas Ming Chan lagi dingin kepada penjaga dan pelayan yang ada di dalam sana.

Mereka menunduk san mematuhi apa yang dikatakan Ming chan. “ Nyonya ayoo Nyonya kami mohon makanlah. Jika tidak kami akan dibunuh oleh putra mahkota.” Tegas pelayan yang didepan Ayumi. Ayumi menatap mereka dengan kosong. Makan? Bakan perutnya saja tidak lapar sedikitpun selarang.

Tapi hazelll??

....

Hazel menghela nafas pelan menatap Jinju yang memberikan ia pakaian.”ini pakaian terbaikku.. kau bisa kenakan ini di acara pernikahan kakakmu.”jelas Jinju kepada hazel tersenyum tulus. Tapi ukuran tubuh mereka tidak kalah jauh. membuat hazel memandang Jinju rumit

Hazel tersenyum lebar pada hazel yang menerima pakaian dengan wajah serius.” Sepertinya akan kekecilan.” Jelas hazel serius.

Usia hazel yang memauski 18 tahun sedangkan Jinju baru 14 tahun. Memang tidak terlalu jauh berebda tapi cukup beda.. sebab tubuh jinju lebih pendek ketimbang Hazel, mungkin tinggi tinju hanya 154 sedangkan Hazel 165 ditambah lagi berat badan Hazel jauh lebih berisi ketimbang Jinju.

Jinjuu menggeleng pelan ”tenang saja aku sengaja beli agak lebih besat bajunya kemaren agar masih muat jika aku lebih besar, agar bajunya bisa aku gunakan sampai nanti kalau aku tinggi dan tubuhku lebih berisi daripada saat ini. Jadi ini paati pas denganmu.” Tegaa JInju serius.

Hazel diam menatap baju ditangannya. Baju berwarna biru dan putih itu, tidal terlalu banyak corak tapi ini bersih dan bagus. "Tapi ini baju terbaik milikmu, kau pasti membelinya sangat mahal." Hazel cukup ragu untuk menerima barang terbaik milik jinju. Bukankah ini terlalu baik? Dia merasa bersalah karena sudah merepotkan tinju sejauh ini.

” Murah bajunya tapi ini bisa dibawa untuk ke sana . Jangan mengkhawatirkan apapun, sekarang kau hanya perlu memikirkan datang ke sana dan temui kakakmu. Dia satu-satunya keluargamu saat ini kan!.” Tegansya lagi pada hazel serius.

Hazel menghela nafas pelan pelan.”terimakasih Jinju..” hazel cukup beruntung mendapatkan Jijuu awbagai temannya, mau menemaninya dan juga membantunya disetiap situasi dan kondisi.

“kmau kaya sama siapa saja.. “ tegas jinju terkekeh pelan. Hazel mengangguk pelan.

“ ahhh sudah dulu yah, aku harus memasak air.. tugaaku belum selesai nanti aku akan dimarah oleh Nona Han kepala pelayan rumah.. kau tunggulah disini.”tegasnya menepuk pundak hazel dan segera pergi.

Hazel meletakkan baju itu di sebelah sisi tempat dia tidur lalu segera berdiri.

Keadananya belum baik bahkan nyeri dan sakit ditubuhnya masih sangat terasa tapi ia akan hadir dipernikahan milik Ayumi. Ia akan menandai siapapun yang mengikatnya di sana. Ia berjanji akan menyelamatkan Ayumi dan membantunya keluar dari sana.

Krukk krukkk.. hazel meringis merasakan perutnya yang terasa pedih dan nyeri karena lapar. Terakhir makan memang kemarin sebab belum ada jatah makan siang ini.

Hazel segera berdiri dan berusaha berjalan.. ia menatap ruang dapur tertinggal ini..

Tapi dia malah fokus pada suatu disana selain makanan. di sana ada beberapa pisau yang tertata di atas meja. Ia segera mengambil pisau pisau yang berada di dalam wadah dan mengeluarkannya.

Sejenak ia diam menatap pisau yang sudah terlihat berkarat..” aku bisa menggunakan ini untuk perlindungan besok..”gumamnya serius lalu aegera memilih beberapa pisau yang akan menjadi pegangannya.

Dan anaya memilih 4 blati sebab masih sangat bagus. Hazel mengusap permukaan mata pisau dan merasa ini bagus hanya zaja berkarat,  ia mengangguk.”aku hanya perlu mengasahnya.” Gumamnya lau melihat beberapa lagi. Ia segera membawanya ke tempatnya tidur tadi lalu meniup debu debu yang menutupi permukana pisau.. ia segera berjalan lagi menuju tempat Dimana mencari pisau lalu berjongkok. Mendekati tungkul kosong dan Sudah  tak lama ditempati.

Ia mencari sesuatu yang ia inginkan.. batu… ia menatap sempurnah pada batu kapur yang ia dapatkaan.. anaya segera mengambilnya mulai mengambil air yang Sudah tertata di sana,. Ia mengasah 4 pisau yang ia ambil. Pisau dengan ukuran sedang..

Dengan dua sisi matanya terlihat tajam nanan dan kiri.. ia mulai mengasahnya dengan baik.. satu persatu dari 4 itu hingga semuanya yang tadinya berwarna gelap dan sedikit kekuningan sekarang menjadi putih bersih di sudutnya.

Hazel segera memukul satu kayu yang ia ambil di sisinya untuk menjadi uji coba ternyata sangat tajam.

Ia tersenyum lalu meletakkan pisau pisau itu di sisinya. Mengambil kain kotor yang ada didekat kayu dan membuatnya menutupi ujung ujung pisau..

ia mengambil sisa lilin yang ada di ruangan itu dan melelehkannya. Saat sudah leleh ia dengan sengaja meletakkan kain yang bentuknya masih tertitup pada pisau dituangkan lilin.

Itu untuk menjadi penutup pisau.. ia melakukannya sanpai lilin diruangan itu habis. Hazel tersenyum menatap bepati itu suda siappp ia bawah.”pas…” gumam nya serius..

menatap empat buat pisau yang ia bikin dengan sempurna… lalu mengarahkan pisau ke depan, menariknya lalu menggerakkannya seruus… hazel melihat cicak yang berjalan di dinding segera mengerahkan pisau ditangannya pada cicak.

Srap.. ciciak itu terbela dan jatuh ke lantai di Tengah antara pisau dan juga dinding. Ia menyeringai melihat pisaunya yang benar benar tajam…

Siapp membelah perut manusia.

Tepat setelah itu Hazel mendapatkan pintu ruangannya terbuka kasar dan seseorang masuk dengan dingin, diikuti beberapa orang di belakangnya. Hasil diam menatap berdiri di depannya, dia melihat satu wanita yang sudah cukup berumur menatapnya dingin.

"Kau sudah sadar tapi tidak melaporkan diri kepadaku!" Tugasnya dingin kepada Hazel.  Matanya menatap luka yang ada di lengan Hazel bahkan masih menganga dan tidak sembuh, memar memar di pipi dan di lengannya masih sangat banyak sehingga dia tidak bisa memberikan amarah cukup besar karena keadaannya memang belum begitu stabil.

Hazel Diam tidak menjawab tapi matanya meneliti semua yang ada pada wanita ini termasuk dari mainan rambutnya, serta bawahannya dua orang yang cukup muda tersenyum sinis kepada Hazel.  "Kau sudah tahu kan Tugasmu apa ?" Tanyanya kepada Hazel dingin.

Hazel Segera menggeleng Karena dia sendiri tidak tahu apa tugasnya membuat pelayan menatapnya dingin. " besok temui aku Dan aku akan memberitahumu apa saja tugasmu! "Tugasnya dingin pada hazel.

Hazel hanya mengangguk pelan melihat ketiganya yang segera pergi meninggalkannya. Ia menghela nafas pelan lalu menyimpan semua pisau-pisau itu lebih rapat. Sedangkan kepala pelayan yang tadi melihat Hazel sekarang sedikit melirik ke belakang Lalu membuang muka.

1
Mila Sari
semangat Thor, di tunggu cerita selanjutnya
Mila Sari
lanjut Thor, semakin penasaran dgn hazel
Q1n9 Yu3R
di bab pertama, udah mengudang air mata aja😭😭😭😭
pengagum rahasia 🍂: aayoooo bacaaa lagi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!