NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Energi Asing

Mendengar syarat itu, Lin Han mundur selangkah. Kaki kanannya bergerak ke belakang tanpa ia sadari, seperti tubuhnya sendiri yang menolak apa yang baru saja didengarnya.

"Permintaanmu keterlaluan! Apa tujuanmu memintaku memutuskan hubungan yang ada?"

Lin Han menatap ke segala arah berulang ulang, mencari sumber suara yang tidak akan pernah ia temukan.

"Apa kau pikir aku ini bodoh? Setelah kau mengambil alih tubuhku, aku yakin kau akan mendekati keluargaku dan melakukan hal buruk pada mereka. Benar kan?!"

Suara itu terkekeh pelan. "Heheee. Aku ingin tubuhmu bukan untuk mencelakai keluargamu. Tapi untuk kembali ke asalku dengan wujud baru, lalu membalas dendam pada orang orang yang menghancurkanku di masa lalu. Dengan tubuhmu, mereka tidak akan mengenali jiwaku. Itu dikarenakan tubuhmu sedikit istimewa."

Lin Han membelalakkan matanya. "Jelaskan lebih detail."

Suara itu mulai menjelaskan dengan nada yang lebih pelan, seperti seseorang yang sedang membocorkan rahasia besar.

"Tubuhmu itu bukan spesial seperti yang kau pikirkan. Itu lebih seperti kutukan untukmu, tapi sebuah peluang untukku."

Lin Han menyipitkan matanya, menunggu kelanjutannya.

Suara itu melanjutkan. "Jadi... di organ dalam tubuhmu ada beberapa energi jahat, yang tidak akan pernah bisa dideteksi oleh makhluk di dunia ini. Energi itulah yang menyumbat meridian milikmu tiga tahun lalu. Nenek itu bisa menghilangkan sumbatan... itu karena aku yang membantunya."

Lin Han terkejut. Informasi ini seperti petir di siang bolong. "Bagaimana kau tahu? Jangan jangan kau selalu mengamatiku selama ini?"

Suara itu tidak membantah. "Kau benar sekali. Aku sudah mengamatimu sejak kau berusia sepuluh tahun. Sejak hari dimana energi jahat itu masuk ke tubuhmu, yang membuatmu sakit selama seminggu penuh. Aku sudah ada di sekitarmu, melihatmu tumbuh, mengamati apakah potensi di tubuhmu layak untuk kugunakan. Dan hari itu tiba saat kau bisa kembali berkultivasi berkat obsesi nenek tua, meskipun itu karena bantuanku. Di situ aku melihat sebuah harapan, karena energi itu semakin liar di tubuhmu."

Lin Han sangat terkejut karena uara itu bisa mengetahui hal hal seperti ini. Sumbatan yang selama tiga tahun ia kira sebagai kutukan takdir, ternyata adalah energi jahat yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil.

"Jika aku memberikan tubuhku padamu... berarti aku akan mati berkorban untuk keluargaku?"

Suara itu terkekeh. "Benar sekali. Romantis bukan?"

Lin Han tidak menjawab, ia duduk lagi di pinggir ranjang. Pikirannya sangat bimbang, berputar putar seperti pusaran air. Jika dia menolak, ibunya dan ibu mertuanya akan tersiksa, kultivasi mereka hancur selamanya, dan mereka hanya menunggu kematian perlahan. Dan Liu Mei... belum tentu bisa ditemukan.

Lin Han sadar betul betapa terpencilnya tempat ia saat ini. Kota Baishi dan Bilou hanyalah titik kecil di peta. Untuk mencari orang yang hilang hampir mustahil, jika yang diculik sudah keluar menjauh dari wilayah ini. Dan menyembuhkan seseorang yang kultivasinya hancur juga hampir mustahil. Banyak orang yang Lin Han tahu, pasti mati perlahan lahan setelah kultivasinya hancur.

Lin Han menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan berat.

"Bagaimana cara aku memutuskan hubungan? Hubungan orang tua dan anak tidak akan pernah putus meskipun mengucapkan sumpah langit dan bumi."

Suara itu menjawab dengan nada praktis.

"Tentang ayah ibumu, cukup tinggalkan saja mereka, itu pilihan terbaik. Itu berlaku juga untuk keluargamu yang lainnya. Lalu tentang istrimu... ceraikan dia."

Lin Han membelalakkan matanya.

"Bagaimana mungkin? Dia tidak bersalah!"

Suara itu terdengar menghela napas, seperti orang dewasa yang menjelaskan hal sederhana pada anak kecil.

"Aku ingin menggunakan tubuhmu tanpa terikat emosi dan obsesi, yang bahkan orang kuat tetap kesulitan. Karena itu memutuskan hubungan dengan semua orang adalah pilihan paling tepat. Jika tidak... aku akan mendapatkan kesulitan yang tidak perlu."

Lin Han berpikir sejenak. Tidak ada pilihan lain maupun jalan keluar. Hanya ada kegelapan di depan, dan suara ini menawarkan setitik cahaya dengan harga yang sangat mahal.

Akhirnya Lin Han mengangguk.

"Baiklah. Tapi sebelum itu, kau harus pulihkan ibu dan ibu mertuaku."

Suara itu menjawab. "Baik, akan kulakukan. Tapi jangan coba coba berbohong, bocah. Jika setelah ibumu pulih, dan ternyata kau bermain trik... kupastikan kau akan melihat orang terdekatmu... mati tepat di hadapanmu."

Lin Han menjawab dengan suara datar. "Tenanglah, aku tidak akan ingkar."

Suara itu terkekeh. "Sebaiknya begitu. Jika tidak, kau sendiri yang rugi."

Lin Han hanya diam. Lalu suara itu tidak ada lagi, menghilang seperti tidak pernah ada.

Lin Han menunggu di pinggir ranjang, menatap lantai kayu yang mulai terlihat samar dalam kegelapan kamar. Kepalanya terasa mau pecah. Pikirannya berperang di dalam sana. Satu sisi ingin hidup, ingin terus menempuh jalan keabadian yang baru saja terbuka. Ingin melihat Liu Mei lagi, ingin membangun keluarga, ingin membuat ayah ibunya bangga. Tapi di sisi lain dia tahu bahwa takdir tidak menginginkan itu. Takdir menginginkan dia mati, dan meninggalkan semuanya.

Wajah Liu Mei muncul di pikirannya. Wajah dingin itu, tatapan hampa yang sama seperti dirinya. Cara makannya yang lahap saat ia masakkan ikan bakar, rona merah di pipinya saat ia memandikannya, semua muncul seperti kilasan gambar.

Lin Han terus diam dengan tatapan kosong. Fajar hampir tiba ketika suara itu terdengar lagi.

"Aku sudah melakukan tugasku. Sekarang... kau bisa melihat kondisi ibumu untuk memastikannya. Jangan lupa ceraikan istrimu melalui ayahnya."

Lin Han tersenyum pahit. Senyum yang campuran antara syukur dan sesak yang luar biasa.

"Baiklah, aku akan pergi melihat. Jika ibu dan ibu mertuaku pulih... kita sepakat bekerja sama."

Suara itu tertawa. "Hahahaaa... aku tidak menyangka kau begitu mudah diajak bernegosiasi."

Lin Han menghela napas panjang. Wajah Liu Mei muncul lagi di pikirannya.

"Maafkan aku. Aku suami yang sangat bodoh dan lemah." Katanya dalam hati.

Suara itu berbicara. "Pergi sekarang! Aku akan mengawasimu."

Lin Han mengangguk dan bangkit dari ranjang. Ia membuka pintu dan melangkah keluar. Lorong kediaman Klan Liu masih gelap, hanya diterangi beberapa lentera yang nyaris padam. Ia berjalan menuju kamar tamu tempat ibunya dirawat.

1
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
Adriel Benedict
wkwkwkwkwk rebutan permen 🤣🤣
YAKARO: Wkwkkw🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣 benar-benar kekacauan ...
tp gw seneng sm murid sekte, mereka rebutan tp ttp rasional, mereka gak ada niat membunuh( sejauh ini) ..
YAKARO: Hhehehe iya bro. SEJAUH INI😆
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
hasil dr kerja keras & ketekunan yg dijalani Lin Han .. ( bisa di praktekkan di RL)
YAKARO: Harus sih bro. Lin Han walaupun kultivasi mandek, dia tetap latihan pedang dasar setiap hari. Hasilnya dia jadi Di tingkat kesempurnaan penguasaan nya🤣🤣
total 1 replies
Sarip Hidayat
mantaap kk
septian arista
lanjut boss 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!