NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:966
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

persiapan

jam 8 pagi, butik libur tiga hari karena akan ada acara di pesantren, karna karyawan dear alea seratus persen santri dan alumni jadi aku tutup butik agar semuanya bisa mengikuti rangkaian acara, karena ini bukan sekedar bincang basa-basi, banyak alumni yang belum menikah dan banyak juga yang sudah menikah, ini juga ilmu pengetahuan untuk mereka apalagi yang perempuan ini penting sekali, jadi aku ingin semua yang ada di sini juga bisa mendapatkan pengetahuan yang belum mereka punya untuk pembelajaran kehidupannya nanti, khususnya juga aku.

truk-truk vendor mulai berdatangan, ternyata sewa vendor mahal sekali, aku sempat ingin mengurungkan agar tidak pakai vendor saja, biar semuanya duduk di dalam aula hahahahah.... Tapi kembali aku niatkan ini lillahi ta'ala untuk para santri dan juga wali santri, truk-truk tidak berhenti berdatangan, besi-besi mulai di turunkan, suara tukang dan dentingan besi saling bersautan, bising sekali tapi aku tidak sabar... Aku melihat dari depan rumah. Ada anak santri yang menuntun sepeda ontelnya, sepertinya dia mau keluar.

" mas mas... " panggilku, anak itu menoleh dan berjalan ke arahku.

" mau kemana mas?" tanyaku

" ini mbak... Mau ngeprint di luar " jawabnya

" loh... Di koperasi alat tulis engga bisa?" tanyaku lagi

" gabisa mbak... Terose mas jidan sama mas Fikri tintanya habis " jawabnya lagi

" oh yaudah... Saya mau titip bole engga? Lagi keburu apa engga kalau saya titip?" tanyaku lagi

" mboten nopo-nopo mbak, tugasnya masih di kumpulkan nanti sore, mbak aleea ajenge nitip nopo?" tanyanya balik

" saya titip belikan kopi di warung Nescafe pinggir jalan dekat pasar, sama roti nadhifa yang di sebelahnya, tapi saya mau titip banyak mas, kalau pake sepeda kayaknya ga bisa dan lama, naik motor bisa engga?" ucapku panjang lebar

" saget saget mbak " jawabnya Sambil mengangguk

" pake motor saya ya, yang ini " tunjukku

" pesankan seratus kopi latte sama seratus roti varian apa aja terserah pokoknya seratus pics, bilang sama penjualnya suruh antarkan ke pesantren atas namaku gitu, jadi nanti kamu Ndak usah bawa kopi sama rotinya, biar di anter mereka, sama gorengan 150 pisc, jadi nanti kamu bawa gorengan aja setelah ngeprint, ini uangnya, hati-hati ya " ucapku...

Santri itu meninggalkan pesantren, aku sengaja membeli banyak karena memang yang masang vendor juga sepertinya ga sedikit dan buat para guru di kantor juga sebenarnya.

Drtttt....drttttt...

Handphoneku bergetar, telfon dari dokter Gunawan

" assalamualaikum dokter... gimana-gimana dok"

" waalaikumsalam salam mbak aleea... Besok acaranya jadi mbak?" tanyanya dari sebrang

" jadi lah dok... Kenapa dok?" tanyaku

" oke kalau begitu mbak aleea, soalnya asisten saya tanya"

" jadi dong dok... harus jadi pokoknya, dokter itu bagian paling penting di acara ini Lo" ucapku

" hahahahahah.... Baik baik mbak aleea, kalau gitu selamat siang, ketemu besok ya " tutupnya

" oke dok... Terimakasih banyak " jawabku sambil menutup telponnya.

Dokter Gunawan adalah dokter obgyn yang sudah senior dan terkenal dengan keramahannya kepada pasien jadi jadwal beliau adat sekali bahkan hari Minggu sekalipun, aku bahkan sampai menemui langsung beliau di RS tempat kerjanya untuk mengundang langsung beliau, aku sampai menunggu ber jam-jam di depan ruanganya karena menunggu beliau selesai menangani pasien melahirkan. Untungnya beliau ada waktu dan berkenan hadir pada akhirnya.

aku ke dapur untuk mengambil nampan dan piring besar untuk tempat roti dan gorengan nanti, ada ibu di halaman belakang dengan kertas yang lumayan tebal di tangannya. entah kapan ibu menggambar semua itu padahal 4 hari lalu kita meeting untuk busana dear alea, busana juga belum di buat tapi ibu sudah punya segenggam model baru lagi, entah seberapa banyak model busana yang ada di otak ibu, aku lihat ibu membolak-balikkan kertas satu demi satu. Aku menghampiri ibu dengan membawa beberapa nampan.

" ibu piring besarnya dimana?" tanyaku mengagetkan ibu

" emmm sampe kaget gitu Bu... Serius banget si" tanyaku menyindir ibu

" hihihihi mbak leea ini, piringnya ada di bawah mbak lea, butuh berapa? Ibu ambilkan" ucap ibu langsung dengan sigap berdiri, aku mencapai tangannya dan menyuruhnya duduk kembali

" engga perlu terburu-buru Bu... ibu lagi ngapain itu?" tanyaku sambil melihat tangan ibu yang penuh dengan kertas

" oh... Ini ibu iseng aja buat kemaren kan ibu siang udah pulang dari butik, jadi ibu coret coret, terus ibu lihat lihat lagi kayaknya banyak yang jelek gitu, ini mau ibu buang" jelasnya panjang.

" eh kok di buang... Jangan di buang Bu... Di kumpulin aja dulu siapa tau cocok untuk mengisi stok butik yang sulit kainnya" ucapku

" tapi ini jelek mbak... Nanti ibu buat lagi aja mumpung libur kan, ibu juga engga masak buat tamu, wong semuanya udah di pesen sama mbak leea " gerutunya

" hahaha... Biar engga capek Bu, buat semuanya fokus ke acara aja, iya ibu buat lagi... Tapi ini jangan di buang, oke!" tunjukku ke arah kertas-kertas yang di pegang ibu.

Ibu mengangguk setuju, lalu dia bilang mau membantuku menata roti dan gorengan, aku iyakan saja, jadi aku sama ibu membawa beberapa nampan dan piring ke luar, sambil menunggu roti, kopi dan gorengan datang, aku berbincang dengan ibu di teras rumah, bercerita aylin yang sampai di malang nanti sore, karena Abah ingin aylin juga mengikuti acara, jadilah dia ijin pulang beberapa hari kedepan.

Abah sedang mengajar, semua santri juga ada di kelasnya semoga mereka tidak terganggu dengan kebisingan tukang-tukang vendor ini, sebenarnya mungkin tidak terlalu bising karena kelas mereka jauh dari halaman depan pesantren, kelas mereka di ujung sebelah gedung asrama dan tertutup dengan pagar tembok yang tinggi. Jadi mereka tidak bisa melihat keluar maupun dari luar melihat kedalam.

kurang lebih seperti ini, jadi di halaman pesantren nantinya akan di penuhi oleh wali santri, Santri, alumni dan beberapa tamu undangan yang terhormat. Bayangkan saja di halaman pesantren akan ada acara dengan vendor yang aku request dengan amat sangat detail agar mereka semua nyaman. Aku sudah tidak sabar, besok acaranya akan di mulai set 4 sore hari dan malamnya akan ada penampilan bakat dan minat para santri maupun santriwati sampai dengan selesai.

Pesanan kopi dan roti sudah diantar, mas santri juga sudah pulang membawa se plastik besar gorengan, aku memberinya sedikit uang saku karena sudah membantuku karena dia tidak mau mengambil makanan katanya lagi puasa, ya sudah...

aku dan ibu menata roti dan kopi di atas meja yang sudah aku siapkan di depan rumah agar para tukang yang bekerja mudah untuk mengambilnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!