Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Tidur." ucap Dafa lembut sambil mencium kening istrinya. Laras berusaha memejamkan matanya tapi mata itu tak kunjung mau dipejamkan.
"Kamu lagi mikir apa? Sampai kapan kamu membuak mata? Bumil tidak baik bergadang." tanya Dafa lembut sambil membelai pucuk kepala istrinya. Ia tersenyum manis melihat wanita cantik yang sudah meruntuhkan pertahanannya.
"Ga ada sih, sayang. Cuma belum ngatuk aja." kekeh Laras berusah menghindar tatapan mata suaminya, ia takut kebohongannya akan terbongkar.
"Kamu pasti tengah berbohong, iya kan?" tebak Dafa.
"Tidak, sayang. Siapa yang berbohong." tepis Laras.
"Aku tuh tau jika kamu itu pasti tengah berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari aku, ngaku aja! Atau aku akan marah jika tau Kamu berbohong." ancam Dafa.
"Tidka sayang, aku tidka berbohong. Aku cuma lagi mikirin nenek." wajah Laras berubah jadi sendu.
"Nenek kamu baik - baik saja, aku telah menyuruh dokter memberi beliau perawatan terbaik. Jadi kamu tenang saja dan tak perlu kwatir."
"Terimakasih, sayang. Aku jadi lega. Kalau gitu kita tidur yuk." Apa yang Laras katakan memang benar adanya tapi ada yang lain yang belum bisa ia sampaikan pada suaminya. Biarlah untuk saat ini ia menundanya dulu.
"Tidurlah." Dafa mengambil ponselnya dan membuka beberapa file yang belum sempat ia periksa mumpung matanya belim mengantuk.
"Sayang kok malah main hp, katanya mau tidur."
"May peluk." rengek Lara manja. Dafa mematikan ponselnya dan meletakkannya di malas. Ia harus pulang segudang sabar menghadapi tengah istrinya yang banyak permintaannya. Bumil yang satu ini memang bisa meluluhkan hati Dafa yang kaku jadi hangat.
Lelaki itu merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan memeluk istrinya seperi yang istrinya inginkan. Karna berada diposisi yang sama - sama nyaman keduanya tak akan sudah tertidur dan masuk kedunia mimpi yang indah hingga pagi kembali menyapa.
"Ada apa sih?dari kemaren gelisah gitu?" tanya Dafa sedari tadi memperhatikan wajah istrinya yang kusut.
"Aku takut, ayang." Jawab Laras.
"Takut, takut kenapa? Ada yang jagain kamu? atau kamu habis liat penampakan?" tanya Dafa beruntun sambil membelai rambut panjang istrinya yang bewarna hitam.
Karna tiba - tiba memeluk lelaki itu sangat erat sekan tak mau melepaskannya.
"Aku takut kamu pergi dan meninggalkan aku " ungkap Laras dengan suara bergetar.
"Mana ada aku pergi. Aku janji akan selalu ada di samping kamu." ujar Dafa meyakinkan wanitanya.
"Janji."
"Iya, aku janji."
"Yakin kalau ada yang memaksa kamu pergi, gimana?" kembali Laras bertanya.
"Ga akan, aku tetap akan memilih bersama kamu."
"Benarkah."
"Iya."
Laras baru busa tersenyum dan menciumi seluruh wajah suaminya sebagai ungkapan senang. Ada sedikit kelegaan walau pada kenyataanya ia harus bangun dari mimpi. Surat perjanjian yang isinya sudah di setujui dari awal adalah ancaman terbesar baginya saat ini.
Nyonya Veronica pasti tidak akan melepaskan dirinya begitu saja. Firasatnya mengatakan bahwa akan ada sesuatu yang besar bakal terjadi tapi entah apa itu Laras tika bisa menerkanya.
Dafa bisa merasakan kegalauan istrinya, lelaki itu berjanji dalam hati jika ia akan menjaga istri dan anaknya meski mendapat penolak dari mamanya sendiri.
...****************...
Assalamualaikum kk, apa kabar? up lagi ya
Di tunggu saran dan masukannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘💪🙏