NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

033

“Ros..Roseo”.

Mary berusaha membangunkan Roseo ketika kereta yang mereka tumpangi dari Dagoo tiba di stasiun pemberhentian terakhir.

Mary mengurai senyumnya saat Roseo akhirnya terbangun setelah hampir sepanjang perjalanan dari Dagoo, pria itu memilih untuk tidur.

Roseo segera membawa barang-barang Mary ketika mereka turun dari kereta.

“Roseo, sebaiknya kita makan dulu. Jujur, aku tidak suka makanan yang dijual di kereta, dan sekarang aku benar-benar lapar,” kata Mary.

“Makan ayam goreng pasti akan benar-benar sangat enak,” tambah Mary.

“Ya sudah, kau pergilah makan ayam goreng, aku tunggu di sini saja,” sahut Roseo.

“Kau tidak mau ikut?” Tanya Mary.

Roseo menggeleng.

“Kau pergi saja sendiri,” jawab Roseo.

Mary menatap Roseo dengan tatapan penuh selidik.

“Kau tidak mau makan ayam goreng? Kau mau makan yang lain?” Tanya Mary.

“Tidak, bukan begitu. Aku hanya berpikir, lebih baik kau pergi sendiri saja, daripada kita harus bertemu dengan orang yang mengenalmu dan kau harus merasa malu karena pria jelek macam gembel sepertiku ini ada bersamamu,” jawab Roseo.

Mary menatap lurus ke arah Roseo.

“Pergilah, bukankah kau sudah merasa sangat lapar?” Tanya Roseo.

“Ros, apa kau marah karena Alex menyebutmu sebagai pria jelek macam gembel?” Tanya Mary.

“Aku tidak keberatan orang lain menyebutku sebagai pria jelek macam gembel. Hanya saja, aku merasa kurang berkenan kau menyebutku jelek macam gembel,” jawab Roseo.

Mary mendelik gusar pada Roseo yang bisa-bisanya merajuk seperti bocah.

“Roseo, aku selalu berusaha berkata jujur padamu. Kau itu memang jelek dan macam gembel. Apakah jika aku memujimu tampan lantas kau akan merasa senang dengan kebohongan itu?”

“Aku sungguh berharap anak yang kukandung nanti memiliki rupa yang menawan sepertiku!” Tandas Mary sambil memegangi perutnya.

Roseo terdiam mendengar ucapan Mary.

“Ugh, aku benar-benar lapar, dan kau malah mengajakku bertengkar!” Sungut Mary.

“Aku tidak mengajakmu bertengkar. Aku menyuruhmu untuk pergi makan,” kata Roseo.

“Aku mau pergi makan bersamamu! Apakah kau merasa begitu keberatan?” Tanya Mary.

“Oh, apa kau merasa keberatan karena aku menggunakan uangmu?” Tanya Mary lagi.

Mary mengeluarkan kartu Roseo dari dalam dompetnya lalu menjejalkan kartu itu ke mulut Roseo.

“Roseo, ini kukembalikan padamu. Kau tenang saja, seluruh uangmu yang terpakai akan kukembalikan, kita bagi dua semua tagihan!” Tandas Mary.

“Letakan saja seluruh barang belanjaanku! Kau tak perlu membawanya!”

Mary menatap kesal ke arah Roseo yang mengeluarkan kartu perbankan dari mulutnya.

Pria itu menghela nafas berat saat Mary merampas kardus besar yang dibawanya. Roseo menahan kardus besar itu sementara Mary menarik paksa.

“Mary, kardusnya berat, kau tidak bisa membawanya,” kata Roseo.

“Tidak masalah, aku bisa minta tolong orang lain,” kata Mary.

“Mary,” ucap Roseo.

Roseo menghela nafas berat melihat betapa Mary begitu keras kepala.

Roseo akhirnya melepas kardus itu hingga Mary terhuyung dan nyaris terjatuh.

Dengan sigap Roseo langsung memeluk Mary agar Mary tidak terjatuh.

“Lepaskan tanganmu!” Mary melotot kesal pada Roseo.

Mary dengan keras kepala dan mengeluarkan segenap kekuatannya membawa barang belanjaannya pergi meninggalkan Roseo.

***

Mary menghela nafas berat setelah berkali-kali beristirahat saat membawa dua kardus besar berisi barang-barang belanjaannya. Padahal Roseo terlihat sangat mudah membawa kardus besar itu tanpa beristirahat.

Perbedaan tenaga mereka rupanya memang sebesar itu.

Melihat antrian restoran ayam kaepsi yang mengular membuat Mary putar haluan.

Mary pergi ke restoran mie Gak Cuan yang harganya jauh lebih murah untuk menghemat uangnya.

Lalu, bagaimana dengan barang-barang ini?

Apa aku minta Leo saja yang menjemputku ya? Batin Mary.

Tapi, bukankah lebih baik aku tidak perlu pulang kampung? 

Ya, lebih baik tidak perlu pulang kampung, mumpung sudah di kota.

Mary juga bisa membuat alibi bahwa rumah tangganya dan Roseo berantakan, tak ada alasan baginya untuk tetap tinggal di kampung.

Ya, sepertinya, itu ide yang sangat baik!

Tiba-tiba tiga orang pria menghampiri meja Mary.

“Cantik, sendirian ya? Boleh numpang ya?”

Mary tertegun melihat tiga pria yang seketika bersikap sok akrab.

“Maaf, tapi, meja lain bukannya masih banyak yang kosong?” Tolak Mary.

“Tapi di meja lain tidak ada yang cantik sepertimu,” sahut mereka lagi.

“Iya, daripada bengong sendirian, lebih baik ada kami yang menemani”.

Mary benar-benar kesal dengan para pria itu. Niat Mary makan sendirian dengan tenang justru terganggu dengan kehadiran mereka.

“Permisi! Sebaiknya kalian semua pergi karena wanita cantik ini bersamaku!”

Tiga pria itu terkejut saat melihat sosok pria dengan tatapan seakan hendak membunuh mereka.

Mary sama terkejutnya dengan tiga pria yang seketika langsung meninggalkan meja Mary.

Roseo segera duduk di hadapan Mary yang terpaksa menyembunyikan rasa leganya.

“Katanya kau mau makan ayam goreng, kenapa malah makan mie,” kata Roseo.

“Terserah aku mau makan apa, ini mulutku,” sungut Mary.

“Untuk apa pria jelek dan macam gembel sepertimu ke sini? Mau mengemis?!” Sengit Mary.

“Tidak, aku justru membawakanmu ayam goreng,” Roseo mengeluarkan bucket berisi ayam goreng.

Mary terkejut namun ia berpura-pura tak tertarik.

"Roseo! Mana boleh kau membawa makanan dari luar! Apa kau tidak baca pengumuman di pintu depan?! Apa kau mau viral di media sosial?!" Cecar Mary.

"Ya, aku lihat dan aku baca. Tapi, aku tidak memakannya sekarang. Jadi, kenapa aku harus viral di media sosial," sahut Roseo.

Mary mendelik gusar, dasar pria kampungan ini! Batin Mary.

“Kalau kau tidak mau makan ayam goreng, baiklah, aku akan makan sendiri saja,” kata Roseo.

Mary langsung merampas bucket ayam goreng itu dengan cepat.

“Siapa bilang aku tidak mau makan! Aku akan makan setelah makan mie!" Tandas Mary.

Roseo mengangguk pelan.

“Oh, ya, ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?” Tanya Mary. “Apa kau mengikutiku?”

“Benar,” jawab Roseo.

“Huh, apa kau itu penguntit?!” Dengus Mary.

“Aku hanya tidak mau pergi ke kantor polisi lagi dan membuat keributan karena istriku menghilang,” kata Roseo.

Mary menatap Roseo yang terlihat bersungguh-sungguh.

Mary tak bisa menahan senyumnya karena menurutnya Roseo benar-benar pria yang sangat manis meski penampilannya sangatlah sangar.

 Namun lagi-lagi Mary masih memasang ekspresi ketus.

“Aku kira kau sudah kembali ke kampung tanpaku,” kata Mary.

“Aku tidak mungkin pulang tanpamu karena tujuanku adalah menjemputmu dan membawamu pulang,” kata Roseo.

Mary mengulum senyumnya dengan perasaan berdebar-debar hanya gara-gara perkataan tulus dan sederhana dari pria itu.

“Jadi, setelah makan ini, kita akan langsung pulang?” Tanya Mary.

“Tidak, lebih baik kita beristirahat semalam lagi, aku sudah memesan kamar hotel,” jawab Roseo sambil mengeluarkan ponselnya.

Mata Mary membulat melihat Roseo menunjukan gawai cerdas seri terbaru. Padahal semalam pria itu masih memakai ponsel yang layarnya masih dua warna, hitam putih.

“Oh, kau beli ponsel baru memangnya kau bisa memakai ponsel yang canggih?”

“Ada Leo yang mengurus semuanya, aku hanya tinggal memakainya,” jawab Roseo.

“Oh, begitu”, kata Mary.

“Aku juga membeli satu lagi untukmu,” Roseo menyodorkan tas kertas pada Mary.

Mary terperangah melihat ponsel yang kotaknya masih tersegel.

“Kenapa kau membeli ponsel untukku?” Tanya Mary. 

"Ehem, ya, supaya, ponselmu dan ponsel Leo tidak kembaran," jawab Roseo.

Mary terperangah mendengar jawaban Roseo.

Pria ini mengeluarkan uang puluhan juta hanya agar ponselku dan Leo tidak kembaran? Apa dia sedang cemburu?

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!