NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta setelah menikah / Pernikahan Kilat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Yussallia Tsaverra Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu.

Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu.

Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Pagi hari datang perlahan di mansion besar keluarga Kalendra.

Cahaya matahari yang masih lembut menembus jendela-jendela tinggi yang menghadap taman luas di halaman depan. Embun yang masih menempel di daun-daun pohon kamboja terlihat berkilau terkena sinar matahari pagi.

Mansion itu sangat besar dan megah. Dinding-dindingnya tinggi dengan interior yang terlihat elegan. Namun meskipun terlihat hidup dengan aktivitas para pelayan dan pengurus rumah, tetap ada satu hal yang selalu terasa di tempat itu.

Sunyi.

Sejak dulu, mansion itu memang tidak pernah benar-benar terasa seperti rumah yang ramai oleh keluarga.

Di pagi hari seperti ini, yang terlihat hanya beberapa maid yang berjalan membawa nampan sarapan, beberapa pelayan yang membersihkan lantai, dan pengurus rumah yang memastikan semuanya berjalan seperti biasanya.

Tidak ada suara percakapan orang tua yang memanggil anaknya.

Tidak ada suara keluarga yang berkumpul.

Tidak pernah ada.

Di ruang makan besar yang berada di lantai dasar, seorang pria muda sudah duduk di kursinya sambil membuka tablet di tangannya.

Alexander Raymond Kalendra.

Rambut hitamnya yang sedikit berantakan masih terlihat seperti baru saja selesai mandi. Kaos hitam sederhana yang ia pakai dipadukan dengan celana santai membuatnya terlihat jauh lebih santai dibandingkan penampilan panggungnya yang selalu rapi.

Di atas meja panjang yang biasanya bisa diduduki belasan orang itu, hanya ada dua set alat makan yang disiapkan pagi ini.

Salah satu maid berjalan mendekat.

"Tuan Alexander, sarapan Anda."

Alexander hanya mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari layar tabletnya.

Beberapa saat kemudian, langkah kaki terdengar dari arah tangga besar yang menghubungkan lantai dua dengan ruang utama mansion.

Rionegro Raymond Kalendra turun dengan langkah santai.

Kemeja putih yang ia pakai sudah rapi, dipadukan dengan celana hitam dan jam tangan di pergelangan tangannya. Rambut coklat gelapnya masih sedikit lembap, tanda ia baru saja selesai mandi.

Begitu sampai di ruang makan, ia langsung menarik kursi di depan Alexander.

"Pagi."

Alexander akhirnya mengangkat kepalanya.

"Pagi."

Rionegro mengambil gelas air di depannya dan meneguknya sebentar sebelum mulai mengambil sarapan yang sudah disiapkan.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang tidak terasa canggung bagi mereka berdua.

Keheningan yang sudah sangat biasa.

Alexander akhirnya meletakkan tabletnya di meja.

"Semalem lo pulang jam berapa?"

Rionegro yang sedang memotong roti hanya menjawab santai.

"Sekitar jam satu."

Alexander mengangkat alisnya.

"Tumben."

Rionegro menatap kakaknya sebentar.

"Kenapa tumben?"

Alexander menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Biasanya lo pulang sebelum tengah malem."

Rionegro hanya mengangkat bahu.

"Lagi di jalan."

Alexander menatapnya beberapa detik.

Kemudian sudut bibirnya terangkat sedikit.

"Di jalan... atau lagi sama seseorang?"

Rionegro langsung menatapnya datar.

"Lo mulai lagi."

Alexander tertawa pelan.

"Gue cuma nanya."

Rionegro kembali fokus pada makanannya.

"Mobil seseorang mogok di jalan."

Alexander yang sedang minum kopi langsung berhenti.

"Someone?"

Rionegro menghela napas kecil.

"Cewek."

Alexander langsung menyeringai.

"Nah."

Rionegro menatap kakaknya dengan ekspresi datar.

"Kenapa nada lo berubah begitu?"

Alexander menyandarkan dagunya pada tangan.

"Menarik aja."

"Apanya yang menarik?"

Alexander menunjuk Rionegro dengan sendok.

"Lo jarang berhenti buat nolong orang di jalan."

"Dia kehujanan."

Alexander mengangguk pelan.

"Oke."

Rionegro menatapnya curiga.

"Oke apanya?"

Alexander tersenyum tipis.

"Jadi?"

"Apa jadi?"

"Lo cuma nolong doang?"

Rionegro mengambil napas.

"Iya."

Alexander tidak langsung menjawab.

Sebaliknya, ia hanya menatap adiknya dengan ekspresi seperti sedang menahan sesuatu.

"Kenapa lo liat gue begitu?"

Alexander akhirnya berkata santai.

"Karena gue tau lo."

"Terus?"

"Lo bukan tipe orang yang bakal berhenti buat orang asing."

Rionegro tidak langsung menjawab.

Alexander melanjutkan dengan nada santai.

"Terus... ceweknya cantik?"

Rionegro langsung menghela napas panjang.

"Serius lo?"

Alexander tertawa kecil.

"Ya gue penasaran."

Rionegro meminum airnya sebelum menjawab.

"Normal."

"Normal?"

"Iya."

Alexander menyipitkan mata.

"Jawaban lo aneh."

"Kenapa?"

"Biasanya orang bakal bilang cantik atau enggak."

Rionegro menatap kakaknya dengan ekspresi datar.

"Gue bukan orang."

Alexander tertawa lagi.

"Lo tau maksud gue."

Rionegro menggeleng kecil.

"Namanya Yusallia."

Alexander berhenti makan.

"Yusallia?"

"Iya."

Alexander berpikir sebentar.

"Tunggu..."

Ia menunjuk Rionegro.

"Yusallia... Callisto?"

Rionegro hanya menatap Alexander bingung.

"Mungkin, gue ga tanya nama lengkapnya" Jawab Rionegro

Alexander langsung bersandar di kursinya.

"Serius?"

"Kenapa?"

Alexander tertawa pelan.

"Kalo yang lo tolong itu Yusallia Callisto, dunia kecil juga."

Rionegro mengerutkan kening.

"Maksud lo?"

Alexander mengambil ponselnya dan membuka sesuatu.

Beberapa detik kemudian ia memutar layar ke arah Rionegro.

Di layar terlihat foto Damian di poster konser.

"Damian Callisto."

Rionegro menatapnya.

"Ini Adiknya, Artis gue." Kata Alexander tersenyum kecil.

Rionegro terlihat sedikit terdiam.

Alexander tersenyum kecil.

"Lucu juga."

"Apa yang lucu?"

"Lo mungkin nolong kakaknya artis di manajemen gue di tengah hujan tengah malem."

Rionegro menyandarkan tubuhnya sedikit.

"Gue baru tau, lagipula belum tentu itu dia."

Alexander mengangguk pelan.

"Terus?"

"Apa terus?"

"Lo tukeran nomor?"

Rionegro menghela napas.

"Iya."

Alexander langsung tersenyum lebar.

"Nah."

Rionegro menatapnya datar.

"Lo kenapa seneng banget?"

Alexander tertawa kecil.

"Gue cuma menggoda lo."

Rionegro kembali makan.

"Lo kebanyakan waktu luang."

Alexander menunjuknya lagi.

"Lo bakal ketemu dia lagi?"

Rionegro menjawab santai.

"Dia ngajak makan siang."

Alexander langsung menaikkan alisnya tinggi.

"Oho."

"Jangan mulai."

Alexander menahan tawa.

"Gue belum ngomong apa-apa."

"Ekspresi lo udah ngomong banyak."

Alexander akhirnya tertawa.

"Oke oke."

Beberapa saat mereka kembali makan dalam suasana yang santai.

Di luar jendela, matahari mulai naik sedikit lebih tinggi.

Beberapa maid berjalan pelan melewati ruang makan sambil membawa peralatan dapur.

Mansion besar itu tetap terasa luas.

Namun setidaknya di meja makan pagi itu, ada sedikit kehangatan.

Alexander akhirnya berkata lagi.

"Jadi hari ini lo ke kampus?"

Rionegro mengangguk.

"Ada kelas pagi."

Alexander mengambil kopi lagi.

"Jam berapa?"

"Sembilan."

Alexander melihat jam di dinding.

"Masih ada waktu."

Rionegro menatap kakaknya.

"Lo sendiri?"

Alexander mengangkat bahu.

"Ke kantor."

"Kantor atau studio?"

Alexander tersenyum tipis.

"Keduanya."

Rionegro mengangguk.

Beberapa saat kemudian ia berdiri dari kursinya.

Alexander menatapnya.

"Udah?"

"Iya."

Rionegro mengambil jaketnya dari kursi.

"Gue berangkat dulu."

Alexander mengangguk.

"Hati-hati."

Rionegro berjalan beberapa langkah sebelum berhenti.

Ia menoleh ke arah kakaknya.

"Lo juga."

Alexander hanya mengangkat tangannya sedikit sebagai tanda.

Beberapa detik kemudian langkah kaki Rionegro terdengar menjauh menuju pintu depan mansion.

Salah satu pelayan sudah menunggu di sana untuk membuka pintu.

Udara pagi yang segar langsung terasa ketika pintu besar itu terbuka.

Mobil Rionegro sudah terparkir di halaman.

Ia berjalan santai menuju mobilnya.

Sementara di dalam mansion, Alexander masih duduk di kursinya.

Ia mengambil ponselnya lagi.

Kemudian tersenyum kecil pada dirinya sendiri.

"Yusallia..."

Ia bergumam pelan.

"Menarik juga."

Di luar, Rionegro sudah masuk ke dalam mobilnya.

Mesin mobil menyala dengan suara halus.

Mobil itu perlahan keluar dari halaman mansion besar keluarga Kalendra.

Meninggalkan pagi yang kembali terasa sunyi di rumah besar itu.

Namun entah kenapa.

Hari itu terasa sedikit berbeda dari biasanya.

Seolah sesuatu yang kecil semalam...

sedang mulai bergerak pelan menuju sesuatu yang jauh lebih besar.

Sesuatu yang bahkan belum disadari oleh Rionegro sendiri.

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut thor
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Rieza05
lanjut kak
Reva456: lanjut
total 1 replies
@RearthaZ
boleh kok, kak
Unparalleled: haii aku mampir nih..
btw semangat okee buat The continuation of the story nyaaa🤩
total 1 replies
sayang kamu
gw nyicil bacanya ya min bagus gw baca setiap hari 1 bab krn sibuk sendiri di realita gk bisa maraton semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!