NovelToon NovelToon
Permainan Panas Dibalik Kasus Gelap

Permainan Panas Dibalik Kasus Gelap

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Azura Cimory

Demi uang sepuluh milyar, Sean Yuritama rela bekerja sama dengan Christaly Jane untuk menemukan anak dari seorang miliarder yang telah lama menghilang. Jika bukan demi melunasi hutang-hutangnya, detektif swasta berparas tampan itu tidak akan sudi bekerja sama dengan gadis cerewet dengan segudang masalah. Sehingga mereka terlibat perdebatan hampir setiap waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Cimory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain Peran

Sepanjang perjalanan Christaly dan juga Sean berhasil menjadi pusat perhatian semua orang. Setiap orang yang mereka temui sontak menoleh ke arah mereka dan mantap kagum.

Jika dia seorang pria, maka perhatiannya akan langsung menuju kepada Christaly. Dan jika dia wanita, maka, perhatiannya akan langsung tertuju kepada Sean.

Sebenarnya, Christaly sendiri berdebar-debar saat dia berjalan di samping Sean dengan penampilannya yang seperti sekarang itu. Bukan apa-apa, tapi, Sean yang berpenampilan biasa saja bahkan cenderung sedikit berantakan sudah tampak begitu tampan di mata Christaly. Apalagi saat dia merapikan penampilannya.

“Duh, ganteng banget sih cowok itu,” bisik seorang gadis berambut pendek kepada temannya saat mereka berpapasan dengan Sean dan juga Christaly. “Dia yang baru pindah itu, ya?”

“Sepertinya sih iya, soalnya aku baru pertama kali lihat dia,” jawab Rini. Dia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.

Mila yang melihat temannya berhenti pun bertanya, “Ada apa? Kamu belum puas, ya, lihat wajah gantengnya?”

“Hem. Kayaknya aku pernah ketemu cowok itu deh. Tapi aku nggak ingat kapan dan di mana,” jawab Rini lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Mila tertawa kecil, tak percaya dengan yang dikatakan oleh temannya. “Ah, kamu paling salah lihat, Rin. Nggak mungkin banget kamu pernah ketemu cowok itu, soalnya dia juga baru pindah.”

“Rasanya aku nggak mungkin salah lihat, soalnya di Malang jarang sekali ada pria yang wajahnya kayak cowok itu,” kata Rina sambil dahinya berkerut. “Hem. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, memang nggak masuk akal sih. Kayaknya sih kamu benar, aku cuma salah lihat. Mungkin mereka cuma mirip.”

Sekarang Mila yang menghentikan langkahnya dan berhenti tepat di hadapan Rini, menghentikan langkah gadis bertubuh sedikit gempal itu. “Bagaimana kalau kita cari tahu siapa cowok itu? Biar nggak penasaran lagi. Setuju?”

Rini agak sedikit ragu. Lagi-lagi dia mengerutkan dahinya. “Memangnya kamu punya ide apa?”

Mila tersenyum nakal. Lalu dia membisikkan rencananya ke telinga Rini. “Ayo kita diam-diam ikuti ke mana dia pergi. Aku juga sebenarnya penasaran.”

Tanpa pikir panjang Rini pun setuju. Dia dan Mila kemudian berbalik arah, tidak jadi pulang. Agar tidak menarik perhatian orang lain keduanya sepakat untuk bersikap senormal mungkin, Meskipun tetap saja mereka merasa canggung dan aneh.

“Wah, wah. Sepertinya kamu benar-benar jadi idola baru, Sean,” kata Christaly yang menyadari keberadaan Rini dan juga Mila yang sedang mengikuti mereka. “Sebentar lagi kamu pasti akan dimintai foto bareng dan tanda tangan.”

“Kamu iri, ya? Bilang aja kalau iri,” balas Sean. Dia menggerak-gerakan alisnya naik turun dengan sangat menyebalkan.

“Iri kamu bilang? Yang benar saja!” bantah Christaly dengan agak kesal. “Kamu itu nggak peka banget, ya. Padahal aku sudah kasih kode tapi masih belum paham juga.”

“Kode apa maksud kamu?” sahut Sean yang sekarang bersungguh-sungguh karena dia mendengar nada serius Christaly. “Bicaranya yang jelas dong, biar aku paham.”

“Huh! Apa kamu nggak sadar kalau inilah kesempatan yang kita tunggu?” jawab Christaly sambil menahan kemarahannya. “Kamu bisa manfaatin kedua gadis dungu yang mengikuti kita buat cari informasi. Bagaimana sih, masa begitu saja kamu nggak tahu?! Sebenarnya kamu ini benar detektif atau sebenarnya cuma halu?”

Kata-kata Christaly yang tegas dan tandas seketika menampar wajah Sean dengan begitu keras. Sekali lagi asisten pribadinya itu justru selangkah di depannya. Seolah posisinya sekarang terbalik, Christaly yang seorang detektif dan dia adalah asisten pribadinya.

Sambil menghela napas panjang Sean berkata, “Uh, kamu benar, Christaly. Bodohnya aku sampai nggak menyadari momen ini. Benar-benar tolol sekali aku ini.”

“Aku nggak tahu kamu ini sebenarnya kenapa. Tapi, mendingan sekarang kamu mulai cari perhatian ke kedua gadis itu,” sahut Christaly. “Sekarang ayo kita pura-pura kebingungan lalu tanya jalan ke mereka.”

Sean menganggukan kepalanya sekilas lalu dia pun langsung menuruti Chritslay dan mulai memainkan peran. Pertama-tama dia menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke kiri dan kanan seolah-olah sedang mencari sesuatu.

Setelah itu dia melanjutkan permainan dengan berkata pada Christaly kalau sepertinya mereka sudah mengambil jalan yang salah dengan suara yang sengaja dia keraskan agar kedua gadis yang mengikutinya di belakang bisa mendengar.

“Astaga, sepertinya kita tersesat, deh. Bagaimana ini, Christaly, apa sebaiknya kita balik saja?” kata Sean.

Dengan cepat Christaly pun mengambil perannya dan menyahut dengan suara yang tak kalah lantang, “Kamu ini bagaimana, sih?! Kita sudah jalan jauh-jauh malah tersesat.”

“Ya maaf. Habis mau bagaimana lagi, aku lupa belokannya,” jawab Sean. Dia menghentikan langkahnya dan pura-pura menoleh ke kanan kiri lagi sambil mengerutkan dahi untuk memberi kesan sedang mengingat-ingat. “Sepertinya kita memang tersesat.”

Rini dan Mila yang melihat Sean berhenti dan tampak sedang kebingungan pun masuk ke dalam perangkap. Mereka mempercepat langkah dan langsung menghampiri Sean. Menanyakan ada apakah gerangan kenapa dia tampak begitu kebingungan.

Sean yang memang sudah menunggu umpannya disambut langsung tersenyum ramah dan mulai basa basi bertanya arah jalan menuju rumah makan. Dia mengaku tersesat karena dia orang baru di sana.

Tanpa pikir panjang Rini dan Mila pun langsung menawarkan diri untuk mengantarkan Sean ke tempat tujuannya.

Sebagai seorang pria yang sudah sangat berpengalaman dengan para wanita, Sean pun langsung menawarkan untuk makan malam bersama sebagai tanda terima kasih.

Kedua gadis itu pun menyambut ajakan Sean dengan senang bukan kepalang. Lalu mereka lanjut saling memperkenalkan diri. Sean mengaku kepada Rini dan juga Mila jika dia seorang jurnalis yang sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta untuk membuat liputan mengenai kehidupan sehari-hari di desa-desa yang terpencil.

Dalam kesempatan itu sekalian Sean meminta agar Rini dan Mila mau diwawancarainya sebagai narasumber. Hal ini tentu saja membuat kedua gadis itu semakin girang.

“Jadi kapan kira akan melakukan wawancara?” tanya Rini antusias.

“Bagaimana kalau malam ini?” sahut Christaly memotong. “Kita makan malam sambil sekalian wawancara saja.”

Tidak ada satu pun dari Rini dan Mila yang menanggapi Christaly. Mereka berdua mengabaikannya dan Rini sekali lagi mengulangi pertanyaannya ke Sean. Tidak lupa Rini menekankan kalau dia ingin Sean yang menjawabnya secara langsung, bukan orang lain. Sekalipun orang itu adalah adiknya. Karena menurut Rini yang seorang jurnalis itu Sean, jadi hanya dia yang berhak memberi jawaban.

“Persetan!” umpat Christaly sambil melengos membuang muka. Darahnya terasa mendidih karena dia diperlakukan buruk oleh dua orang gadis dungu yang sedang mabuk cinta.

“Sudah, sudah. Jangan bertengkar.” Sean pura-pura melerai. “Em, omong-omong, apa kalian punya waktu malam ini? Kalau kalian nggak ada acara, bisa nggak mampir sebentar ke rumahku? Aku ingin mengobrol sedikit sebelum kita melakukan wawancara.”

“Uh, tentu saja bisa. Kami berdua nggak punya acara apa-apa kok malam minggu ini. Jadi bebas,” sahut Rini dengan penuh semangat.

“Bagus. Jadi kita punya cukup banyak waktu untuk bersenang-senang. Eh, maksudku berbincang-bincang.” Sean mengedipkan sebelah matanya lalu tertawa riang.

“Wah, itu ide yang bagus sekali. Tapi, sebaiknya kamu membeli pengaman terlebih dahulu sebelum bersenang-senang,” sahut Christaly sambil dia menyunggingkan senyuman sinis dan menyebalkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!