NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9.

​Senin pagi di kantor Xequel Group.

hari ini ada yang berbeda. sebuah mobil sport atap terbuka berwarna merah menyala terparkir sembarangan tepat di depan lobi, menghalangi jalur mobil lain.

​Kiara baru saja melangkah keluar dari lift lantai saat dia melihat seorang pria asing sedang duduk santai di atas meja kerjanya.

Pria itu memakai kemeja sutra bermotif yang kancing atasnya dibuka, memamerkan kalung emas putih yang elegan. wajahnya memiliki garis rahang yang serupa dengan Kenan, namun matanya lebih hidup, penuh binar kenakalan, dan bibirnya terus mengulas senyum simpul.

​"Wah, asisten baru kakakku ternyata secantik ini?" pria itu bersiul pelan, menatap Kiara dari ujung kaki hingga ujung kepala.

​Kiara berhenti di depan mejanya, melipat tangan di dada. "Anda siapa? dan tolong turun dari meja saya. Itu bukan kursi taman."

​Pria itu tertawa, suara tawa yang ringan dan terdengar sangat memikat. dia melompat turun dengan gerakan lincah.

"Galak. pantas saja Kenan menerimamu. aku Arkan, adik laki-laki pria kaku yang ada di dalam sana."

​Arkan mengulurkan tangannya, aroma parfum maskulin yang manis langsung memenuhi indra penciuman Kiara.

"Dan kamu pasti Kiara. aku sudah dengar banyak tentangmu. katanya kamu asisten yang bertahan beberapa hari didekat kakakku."

​Kiara menjabat tangan itu sekilas. "Senang bertemu Pak Arkan. tapi saya punya banyak pekerjaan. jika bapak ingin bertemu Pak Kenan maka silakan masuk ke ruangannya." Ucap Kiara.

Meski usia keduanya tampak sama, Kiara tetap memanggilnya bapak untuk menghargai siapapun atasan di kantor ini.

​"Jangan panggil Pak, panggil Arkan saja. rasanya lebih intim," Arkan mengedipkan sebelah matanya lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya.

"Ini untukmu. hadiah perkenalan. Aku baru pulang dari Milan semalam."

​Kiara membuka kotak itu. sebuah gelang emas bertatahkan berlian kecil yang berkilau.

Tipikal pria playboy kaya raya yang menganggap segalanya bisa dibeli dengan kemewahan. Kiara tahu, jika dia mau, dia bisa memanfaatkan Arkan untuk mendapatkan uang jauh lebih cepat daripada menunggu bonus satu miliar dari Kenan.

​Namun saat melihat gelang itu, Kiara justru teringat bagaimana Kenan mengusap noda cokelat di bibirnya semalam dengan canggung.

​"Terima kasih tapi saya tidak bisa menerima ini." Kiara meletakkan kembali kotak itu ke tangan Arkan.

"Saya lebih suka barang yang saya beli dengan hasil kerja keras saya sendiri."

​Arkan tampak terkejut. belum pernah ada wanita yang menolak pemberiannya dalam hitungan detik.

"Menarik. kamu benar-benar berbeda."

​Pintu ruangan CEO terbuka. Kenan berdiri di sana dengan wajah yang seketika berubah gelap saat melihat adiknya berada sangat dekat dengan Kiara.

​"Arkan. sedang apa kamu di sini?" suara Kenan rendah dan penuh ancaman.

​Arkan berbalik, mendekat dan merangkul bahu kakaknya dengan santai.

"Hanya menyapa asisten barumu yang begitu cantik. kenapa? takut aku rebut?"

​Kenan menepis tangan Arkan dengan kasar. matanya beralih ke Kiara, menatapnya dengan tajam seolah menuntut penjelasan.

"Arkan, masuk ke ruanganku sekarang." Kata Kenan.

​Arkan tertawa lebar sebelum melangkah masuk. "Kiara. Aku yakin kita akan sering bertemu." Teriak Arkan membuat Kiara melotot ke arahnya.

​Begitu pintu tertutup, suasana lorong kembali sunyi. Kiara bisa mendengar suara perdebatan samar dari dalam ruangan. Dia duduk di kursinya, menatap layar komputer, namun pikirannya melayang.

​Sepuluh menit kemudian, Kenan keluar sendirian. dia berdiri di samping meja Kiara, diam sejenak sebelum bicara.

​"Jangan terlalu dekat dengannya."

​Kiara mendongak sambil tersenyum jahil. "Kenapa Pak Kenan? takut saya lebih suka Pak Arkan?"

​Kenan menatap mata Kiara lurus-lurus. "Dia berbahaya."

'Memangnya ada yang menyebar fitnah tentang adiknya sendiri?' Batin Kiara.

​"Dan bapak tidak?"

​Kenan terdiam, rahangnya mengeras. "Aku atasan kamu, itu bedanya."

​"Oh, hanya atasan?" Kiara menantang tatapannya.

​Kenan tidak menjawab, namun dia tidak beranjak dari sana. kecemburuan yang tersirat di mata Kenan terasa jauh lebih menuntut.

​"Bapak tenang saja," bisik Kiara sambil menarik ujung dasi Kenan sedikit lebih dekat.

"Saya lebih suka Pak Kenan yang sulit dicairkan."

​Kenan tertegun, menatap Kiara dengan pandangan yang sulit di artikan.

Kenan segera menarik diri dan kembali ke ruangannya tanpa sepatah kata pun, namun langkahnya yang sedikit tidak beraturan memberitahu Kiara bahwa dia punya peluang untuk mendapatkan perhatian Kenan.

***

Siang itu matahari kota sedang terik-teriknya. Kiara baru saja merapikan berkasnya saat Arkan kembali muncul di depan mejanya dengan kunci mobil sport yang diputar-putar di jari telunjuknya.

​"Ayo Kiara kita makan siang. Aku tahu tempat makan paling enak di dekat sini," ajak Arkan dengan senyum menawan yang sudah meluluhkan ribuan wanita.

​Kiara melirik ke arah pintu ruangan Kenan yang tertutup rapat. "Pak Arkan jadwal saya."

​"Jadwal kamu adalah makan siang saat jam satu siang. Kenan tidak bisa menahanmu selamanya di meja ini," potong Arkan sambil meraih tangan Kiara.

"Lagipula aku sudah bilang pada sekretaris di bawah kalau aku meminjammu sebentar." Kata Arkan.

'Tentu saja tidak pada Kenan, dia pasti tidak akan membiarkanku membawamu.' Batin Arkan nakal.

​Kiara akhirnya menyerah. sedikit udara segar di luar kantor mungkin bisa menjernihkan pikirannya dari tumpukan berkas yang tidak ada habisnya.

Dia mengikuti Arkan ke sebuah restoran dekat kantor.

Namun, baru saja mereka duduk dan memesan makanan. ponsel Kiara terus bergetar di atas meja.

​Kiara hendak meraih ponselnya namun Arkan lebih cepat. pria itu menyambar ponsel Kiara dan mematikan suaranya lalu menyembunyikannya di balik saku jasnya di.

​"Pak Arkan... itu Pak Kenan menelpon. mungkin ada hal penting," protes Kiara.

​"Hal penting bagi Kenan itu cuma dua Kiara. kerjaan atau dia sedang panik mencarimu,"

Arkan tertawa santai sambil menyesap ice lemon tea-nya.

'Benarkah?' Kiara berfikir Kenan benar-benar mencarinya? apa sebaiknya dia mengabaikan telpon kenan agar pria itu cepat menyadari sikapnya yang mulai berbeda.

"Nikmati saja makanannya." Kata Arkan.

​"Tapi ponselku"

​"Akan kukembalikan setelah di kantor. dia perlu belajar kalau dunia tidak berputar hanya di sekelilingnya."

​Sementara itu, Kenan berdiri mematung di depan jendela besarnya. dia melirik jam tangan Rolex-nya untuk kesepuluh kalinya dalam 2 menit.

​"Sudah tiga puluh menit," gumam Kenan dengan rahang mengeras.

​Dia sudah menelpon Kiara berkali-kali namun tidak ada jawaban. Kenan tahu ini jam makan siang, tapi biasanya Kiara akan makan di ruangannya sendiri atau membawakannya makanan untuk dimakan bersama di ruangannya.

Kenan tidak pernah merasa segelisah ini sebelumnya. dia merasa ada sesuatu yang hilang saat suara ocehan Kiara tidak terdengar.

​Kenan keluar dari ruangannya, melangkah menuju meja Kiara yang kosong. dia berdiri di sana menatap kursi kosong itu dengan tangan mengepal di saku celananya.

Kecemburuan yang dia rasakan saat melihat Arkan mendekati Kiara tadi pagi kini meledak menjadi kemarahan yang sulit dia kendalikan.

​Saat lift berdenting dan pintu terbuka, Kiara muncul bersama Arkan yang masih tertawa lebar sambil mengembalikan ponsel Kiara.

​Kenan sudah menunggu tepat di depan meja Kiara. wajahnya merah padam dan nafasnya memburu.

​"Dari mana saja kamu?" tanya Kenan dengan suara rendah yang penuh ancaman.

Bersambung.......

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!