Slow update
Novel ini lanjutan dari Takdir Cinta Bella Season 1&2.
Kebahagiaan keluarga mereka semua semakin bertambah saat mengetahui istri mereka sedang hamil hasil dari buah cinta mereka. Mereka pikir kehidupan mereka akan berjalan dengan mudah dan mulus ternyata tidak banyak rintangan dan godaan yang menjadi bumbu kehidupan rumah tangga mereka.
Itulah yang di rasakan vino saat ini kehamilan citra membuat nya sangat pusing untuk menuruti semua kemauan citra, bukan hanya vino saja kedua sahabat nya juga mengalami hal yang sama. Mereka di wajib kan menuruti semua kemauan istri mereka tanpa bisa menolak nya sedikit pun.
Itu semua hanya segelintir kecil masalah yang mereka hadapi, orang-orang dari masa lalu mereka dan orang tua perlahan berdatangan untuk menguji kehidupan mereka.
Jangan lupa like komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Setelah menempuh perjalanan yang terbilang cepat mereka telah sampai di rumah, kamar vino untuk sementara waktu di pindah kan di lantai dasar agar tidak mempersulit vino jika ingin kemana-mana.
Vino masih belum bisa banyak melakukan apa-apa ia masih berbaring di atas kasur dengan infus yang masih nempel di tangan nya. Tampak ia sedang bermain dengan anak yang sudah di anggap anak kandung nya sendiri, kehadiran amanda membuat hidup vino lebih berisi kebahagiaan setelah musibah yang menimpa nya.
"Ayah, amanda kangen ayah." ucap amanda yang beberapa hari tidak bersama vino karena ikut dengan aldy pulang.
"Ayah juga kangen amanda." ucap vino sambil tersenyum pada vino.
"Ayah, tempat paman ada anak kecil yang sangat nakal tapi dia terlihat sangat tampan." ucap amanda.
Vino menaikan satu alis nya bocah uang yang baru berusia 5 tahun sudah mengenal wajah tampan.
"Alka." tanya vino.
"Iya yah, nama nya alka. Seperti nya dia tidak menyukai ku, dia selalu marah pada ku." jawab amanda.
"Amanda suka pada alka." tanya vino.
"Iya. amanda ingin bermain bersama nya, tapi dia selalu marah pada ku." jawab amanda.
"Amanda jangan pernah menyerah anak ayah tidak boleh lemah. Jika amanda terus berusaha mendekati alka pasti alka mau bermain dengan amanda." ujar vino.
"Apa itu benar yah." tanya amanda.
"Iya sayang." jawab vino.
"Lagi ngomongin apa ni, seperti nya seru sekali." tanya citra yang datang dari arah belakang.
"Amanda bun, ia sudah mengenal pria tampan." jawab vino.
"Apa itu benar, siapa sayang." tanya citra.
"Adik nya andy sayang. Alka." jawab vino.
"Alka, amanda mengenal alka." tanya citra.
"Iya bun, amanda mengenal nya." jawab amanda.
"Apa daddy dan mommy sudah pulang." tanya vino.
"Belum, mereka akan menginap di sini." jawab citra.
"Bunda amanda mau buah." ucap amanda saat melihat buah-buahan di tangan citra
"Amanda sayang ini untuk ayah, kalau amanda mau, amanda harus meminta nya pada ayah." ucap citra.
"Ayah, boleh amanda memintanya." tanya amanda.
"Boleh, tapi amanda harus mencium ayah dulu." jawab vino.
Dengan semangat amanda mencium ke dua pipih vino, dahi dan bibir.
"Terimakasih yah." ucap amanda.
"Sayang, kak andy dan jamal ingin masuk, apa kah boleh." tanya citra.
"Tidak masalah, biar kan mereka masuk." jawab vino.
"Ya sudah aku panggil mereka dulu." ucap citra dan pergi memanggil dua sabahat sejati vino itu.
Tak lama andy dan jamal masuk ke dalam kamar vino, mereka berdua tampak canggung karena bingung harus berbuat apa, saat terakhir mereka bertemu vino. Mereka berdua tidak dapat berbicara dengan vino karena pada saat itu vino masih benar-benar terpuruk.
Dan vino tampak cuek pada kedua sahabat nya itu, ia malah asik bermain dengan amanda sambil memakan buah-buahan yang citra bawa tadi.
"Vin, bagaimana keadaan mu." tanya andy yang membuka suara duluan.
"Seperti yang kalian berdua lihat, aku lumpuh dan tidak bisa berbuat apa-apa." jawab vino dengan wajah yang berubah sedih seketika.
"Vino, jangan seperti itu, kita selalu bersama mu. Pasti kau bisa berjalan seperti semula lagi." ujar jamal.
"Jangan menghibur ku dengan ucapan yang tidak berlandasan apa pun." ucap vino.
"Tidak vin, kami serius aku akan mencari dokter terbaik untuk mu." ucap andy.
"Ya ya ya terserah kalian berdua." ucap vino.
"Kau harus tetap semangat vin." ujar andy.
"Ya ya ya aku semangat, hey penakut bagai mana keadaan mu." tanya vino sambil melirik ke arah andy yang berada di kursi roda.
"Baik, hanya tinggal pemulihan." jawab andy.
"Bagus lah, aku beri saran pada mu, belajar lah untuk berani, kau laki-laki tapi penakut." ucap. vino dengan nada yang mengejek.
"Sudah berapa kali aku bilang, aku tidak penakut. Waktu iyu hanya terlalu seram." protes andy yang tidak Terima dengan ucapan vino.
"Sama saja kau penakut." ucap vino.
"Kau sakit saja masih menyebalkan." ucap andy.
"An yang sakit itu tubuh nya vino, otak di sifat nya tidak ada yang berubah. Dia tetap vino dengan mulut yang super pedas." ujar jamal.
"Hahahaha kalian berdua memang bodoh." ucap vino sambil tertawa dengan keras karena puas saat melihat ekspresi dua sahabat nya yang berubah kesal.
"Ayah, kenapa berkata bodoh, kata bunda itu tidak baik." ucap amanda yang membuat vino berhenti tertawa seketika.
"Maaf sayang, ayah tidak sengaja." ucap vino.
"Bohong dia sengaja berbicara seperti itu." ujar andy.
"Diam lah, atau kalian keluar." ucap vino.
"Tidak sayang, ayah tidak sengaja, amanda tidak boleh berkata seperti ayah tadi ya." ucap vino.
"Iya yah." ucap amanda.
"Kenapa mulut nya berubah menjadi halus seketika." ucap andy dan jamal secara bersama.
Vino.
Andy
Jamal
Kevin