Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
Alice berdiri di depan cermin kamar mandi melihat pantulan dirinya yang terlihat sangat mengerikan.
Rambut acak-acakan, mata panda, wajah lesu dan tau apa yang lebih memberikan lagi?
Tebak apa? Jelas bagian batang leher, dan bagian dadanya yang menyimpan begitu banyak bekas jejak percintaannya dengan Rendra tadi malam.
"CK, dia seperti beruang yang baru selesai hibernasi!" gumam Alice yang terus memperhatikan dirinya.
Jika di ingat-ingat lagi, dia juga menikmati apa yang mereka lakukan malam ini.
Seperti mendesah bersama, dan terbang bersama.
"Aahhhkkk... pelan-pelan." ucap Alice di sela-sela desahan-nya.
Rendra masih terus memacu pinggulnya, maju mundur mencari kenikmatan dalam tubuh Alice.
"AEgghhh...you are so tight, Alice...aaahhhh..." desah Rendra dengan suara beratnya menahan kenikmatan yang luar biasa.
Ini pertama kalinya lagi mereka berhubungan setalah 7 tahun lalu. Bahkan dengan Alana saja dia masih bisa di hitung dengan jari.
Dia tidak ingin munafik, dia pernah melakukan hubungan suami istri dengan Alana. Tapi rasanya berbeda seperti saat dia bersama dengan Alice.
Jika Alana hanya untuk membuang rasa bosannya, berbeda dengan Alice yang memiliki kesan tersendiri dalam hidupnya.
"Aahhh... pelan-pelan, aaahhh...aku tidak kuat." ucap Alice ketika Rendra terus menghantamnya dari belakang.
Bokongnya di remas Rendra. Laki-laki itu benar-benar melakukan banyak hal padanya. Sama seperti saat mereka bersama dulu.
Cengkraman di kedua sisi pinggulnya menandakan bagaimana buasnya laki-laki itu. Ya, Rendra benar-benar melampiaskan segalanya.
"Aahhhkkk..." Alice menjerit saat tiba-tiba saja laki-laki itu mencabutnya, lalu duduk dan merubah posisi mereka saat ini.
"Ayo lakukan, babe." ucap Rendra bersandar di kepala tempat tidur mereka.
Posisinya hanya tinggal menunggu Alice saja. "Come on, babe-eggghhhh..." erangan Rendra tertahan, saat merasakan wanita itu yang mulai duduk di pangkuannya.
Senjata perangnya yang sudah berdiri tegak sejak tadi, siap menunggu pergerakan dari Alice.
"Oh god! You are so tight, babe." gumamnya merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Alice mulai bergerak di atas pangkuannya.
Rendra meremas bokong kenyak milik Alice, dan membantu wanita itu untuk bergerak Pinggulnya mulai bergerak, membuat Rendra benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Begitu juga dengan Alice, awalnya pergerakan itu sangat lembut. Hingga tiba-tiba saja Rendra semakin gencar hingga membuat tubuhnya seperti terombang ambing saat ini.
"Aahhhhrhhh...aku tidak tahan lagi, aku tidak kuat."
"Sebentar lagi, babe. Sebentar lagi." ujar Rendra yang merasa bahwa dirinya juga hampir meledak saat ini.
Mereka berdua sama-sama bergerak, mengejar sesuatu yang penuh kenikmatan.
Hingga waktu pelepasan tiba, keduanya sama-sama sampai di puncak klim*ks-nya.
"Aaarhhhh..."
"Alicee..." geram Rendra di batang leher Alice dan menghisapnya disana.
Membuat bekas yang begitu jelas terlihat. Nafas keduanya sama-sama memburu, baik Alice atau pun Rendra, mereka baru saja menyelesaikan pertempuran panas itu di jam 03.00 dini hari.
Benar-benar sangat luar biasa sekali. Ini adalah ledakan kedua, setelah yang pertama tadi jauh lebih lama. Hebatnya lagi, Alice bisa bertahan selama itu.
Masih sama seperti dulu. Akhirnya, mereka sama-sama tertidur setelah kelelahan mencari kenikmatan yang sudah lama tidak merasa.
Kembali mengingat hal itu membuat Alice merinding. Namun, tiba-tiba saja pintu kamar mandi di buka, dan masuk laki-laki titisan beruang Skotlandia itu.
Rendra berdiri di ambang pintu, melihat penampilan Alice yang tidak memakai apapun. Begitu juga dengan Alice yang melihat penampilan Rendra saat ini. Tidak memakai sehelai benangpun.
Lihat, bahkan senjata perang itu saja masih terlihat gagah dalam keadaan tertidur.
Sadar akan tatapan Alice ke arah mana, membuat Rendra tersenyum iblis.
Langkahnya membuat Alice mulai panik. Tidak, jangan sampai laki-laki ini kembali melakukan hal itu.
Tubuhnya benar-benar sudah remuk redam. Dia tidak sanggup lagi jika harus kembali bertempur. Tidak, dia sudah benar-benar tidak sanggup.
"Ma-mau apa? Aku sangat lelah," ucap Alice saat Rendra berjalan ke arahnya.
"Aku?" tanya Rendra semakin berjalan mendekat ke arah Alice yang sudah mulai panik.
"Aku mau mengambil sikat gigi!" katanya setelah berhasil menggoda Alice dan membuat wanita itu panik.
"Pergi ke bathub lebih dulu, nanti aku menyusulmu!" ucapnya pada Alice yang langsung meninggalkan laki-laki itu begitu saja.
***