NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:758
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Savana Emas dan Rahasia Tanggal Kelahiran

Perjalanan panjang party petualang Tier SSS melintasi berbagai iklim ekstrem kini membawa mereka jauh meninggalkan puncak es Puncak Abadi Frostpeak. Hamparan salju putih dan angin dingin yang menusuk tulang telah berganti sepenuhnya dengan pemandangan rumput sabana emas yang membentang luas sejauh mata memandang. Di bawah teriknya matahari siang daratan Magical World, angin hangat berhembus lembut, menerbangkan helai demi helai rumput liar dan jubah karung goni usang milik Zass.

Setelah berjam-jam berjalan tanpa henti menyusuri padang rumput yang dihuni oleh kawanan monster-monster dataran rendah, kelima anggota party memutuskan untuk berhenti sejenak guna memulihkan tenaga. Mereka memilih sebuah batu besar datar yang cukup tinggi di tengah sabana sebagai tempat peristirahatan siang.

Zass duduk bersila di atas batu besar tersebut, mengeluarkan bekal roti kering dan air dari kantong perbekalannya. Di sampingnya, Ryu, Ken, Okta, dan Kayla duduk melingkar, menikmati suasana santai yang jarang bisa mereka rasakan di tengah misi-misi berbahaya.

"Ah, cuaca seperti ini benar-benar menyegarkan setelah berminggu-minggu membeku di gunung es," ujar Ken sambil meregangkan kedua lengannya ke atas, menikmati hangatnya sinar matahari sabana.

Okta tertawa terbahak-bahak sambil menggigit sepotong besar daging panggang bekalnya. "Benar! Armor Petir Biru milikku akhirnya bisa beristirahat dari beban suhu minus puluhan derajat."

Kayla tersenyum manis sambil menyerahkan botol air kepada Okta, lalu menoleh ke arah Ryu yang sedang memeriksa peta rute perjalanan berikutnya. Di tengah obrolan ringan tentang rencana perburuan monster di wilayah selatan, Ryu tiba-tiba menghentikan kegiatannya dan menatap kalender sihir kecil yang tertera di sudut perkamen petanya.

"Ngomong-ngomong, ngomong soal waktu..." kata Ryu memecah obrolan, matanya melirik ke arah tanggal sihir tersebut. "Hari ini tanggal berapa, ya? Perasaan kita sudah berjalan berbulan-bulan tanpa menghitung hari."

Kayla melirik sekilas ke arah gelang sihir di pergelangan tangannya. "Oh, hari ini tanggal 24 November, Ryu."

Mendengar tanggal tersebut, Zass yang sedari tadi termenung membersihkan bilah pedang hitamnya tiba-tiba menghentikan gerakannya. Tangannya yang memegang kain lap tertegun di udara. Tanggal itu... tanggal 24 November.

Sebuah perasaan hampa dan ganjil mendadak melintas di dalam dadanya. Zass merasa seakan ada sesuatu yang sangat penting yang terlupakan olehnya di tengah sibuknya pertarungan dan penjelajahan. Ia mengerutkan kening, mencoba menghitung usia dan perjalanan waktu yang telah ia lewati sejak meninggalkan ibu kota.

"Hari ini... tanggal 24 November?" gumam Zass pelan, hampir tak terdengar. Ia mendongakkan kepalanya, menatap langit sabana yang cerah. "Kalau tidak salah hitung... hari ini adalah hari ulang tahunku yang kedelapan belas."

Ucapan Zass itu sontak membuat seluruh anggota party menghentikan aktivitas makan mereka. Ken langsung tersedak rotinya sendiri, sementara Okta terbelalak lebar.

"Tunggu, serius?!" seru Ken sambil terbatuk-batuk kecil. "Hari ini ulang tahunmu, Zass? Kau genap berusia delapan belas tahun?!"

Zass mengangguk pelan, tersenyum tipis menanggapi reaksi terkejut rekan-rekannya. "Ya. Kurasa umurku sekarang sudah 18 tahun."

Namun, di balik senyuman tipis itu, benak Zass mendadak ditarik oleh memori masa lalu di istana Imperial. Tanggal 24 November... tanggal kelahirannya. Dan seketika itu juga, matanya membelalak lebar saat ia menyadari satu kenyataan mutlak yang membuat jantungnya berdegup kencang.

Tanggal 24 November... itu juga hari ulang tahun Putri Celestia!

Zass dan Celestia lahir pada hari dan tanggal yang sama persis. Dulu, di masa-masa kecil mereka sebelum Zass diusir dari istana, mereka sering merayakan hari ulang tahun bersama secara diam-diam di taman belakang istana, berbagi kue kecil yang diselundupkan oleh para pelayan setia.

Melihat ekspresi wajah Zass yang mendadak berubah murung dan melamun jauh, Okta menyenggol pelan lengan pemuda itu dengan siku besarnya.

"Hei, penempa muda," goda Okta dengan nada usil khasnya. "Muka Kenyangmu kenapa berubah jadi serius begitu? Kalau hari ini hari ulang tahunmu, lalu... kau tidak mau memberi kado apa apa untuk Celestia?"

Zass tersentak kaget dari lamunannya. Wajahnya sedikit memerah, bukan karena malu, melainkan karena rasa bersalah yang mendadak menghantam dadanya. Ia sedang berada jauh di sabana antah berantah, sementara gadis itu berada di dalam sangkar emas istana Imperial.

"Kado...?" gumam Zass pelan. Ia menunduk menatap kedua tangannya yang kasar akibat tempaan besi. "Aku bahkan tidak tahu apa kado yang disukai oleh seorang putri bangsawan sepertinya. Selama ini aku hanya bisa memberikan pedang dan latihan."

Mendengar kebingungan Zass, Kayla langsung terkikik geli. Gadis berambut panjang itu mencondongkan tubuhnya ke depan sambil tersenyum lebar.

"Ya ampun, Zass! Kau ini benar-benar tidak paham perempuan ya," kata Kayla gemas. "Gadis-gadis seumuran kami itu paling suka diberi hiasan kepala, ikat rambut pita sutra, kalung permata, atau... cincin pertunangan dan pernikahan!"

Kayla menoleh sekilas ke arah Okta dengan tatapan penuh arti, lalu melanjutkan dengan nada menyindir, "Contohnya seperti aku! Aku pernah dibelikan semua barang itu sama Okta... kecuali cincin pernikahan. Pria bertubuh besar ini benar-benar pelit, dia tidak mau menikahiku sampai sekarang!"

Mendengar celotehan Kayla, wajah Okta yang garang dan berbadan kekar itu mendadak memerah hingga ke telinga. Ia salah tingkah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tertawa canggung.

"Hahaha... ya ampun, Kayla! Jangan buka kartu di depan anak-anak!" protes Okta salah tingkah. Ia menoleh ke arah Zass dan menjelaskan, "Bukannya aku tidak mau menikahinya, Zass. Hubungan kami memang sudah serius, tapi... itu masih terlalu cepat! Penghasilan kita dari misi-misi serikat petualang dan subsidi kerajaan saja tidak seberapa. Kalau aku langsung menikahinya sekarang, nanti kita makan apa di tengah jalan? Makan batu es Frostpeak?!"

Zass menatap kedua rekannya dengan rasa terkejut yang tertahan. Selama ini ia mengira Okta dan Kayla hanyalah rekan satu party yang hebat dalam pertempuran, namun ternyata di balik ketangguhan mereka di medan perang, tersimpan hubungan romantis yang begitu erat dan hangat.

Ryu, yang duduk menyilangkan tangan di samping Zass, tersenyum kecil melihat tingkah pasangan tersebut. Ia menggelengkan kepala pelan sebelum menoleh ke arah Zass.

"Kau tidak tahu, kan, Zass?" ucap Ryu dengan nada tenang. "Selama kita bertualang melintasi gunung dan lembah, Okta dan Kayla sudah merencanakan masa depan mereka secara diam-diam. Mereka adalah bukti nyata bahwa di tengah kerasnya dunia petualangan, ikatan hati manusia bisa tetap tumbuh dengan indah."

Zass mendengarkan penjelasan Ryu sambil tersenyum tipis. Ia merasa ikut bahagia melihat kebahagiaan rekan-rekannya. Namun, senyuman di bibirnya perlahan memudar, digantikan oleh rasa sesak yang kembali merayap di dadanya.

Zass sama sekali tidak tahu... bahwa di saat ia duduk dengan tenang menikmati angin sabana bersama party-nya, di dalam tembok istana Imperial yang megah namun kejam, takdir hidup Celestia baru saja direnggut secara paksa. Ia tidak tahu bahwa tepat di hari ulang tahun mereka yang kedelapan belas hari ini, sang putri sedang berdiri di hadapan Pangeran Helix dari Kerajaan Aiteria, dipaksa bertunangan dan dikurung dalam sangkar emas tanpa bisa melarikan diri.

Zass meremas liontin belah ketupat di dadanya erat-erat. Jantungnya berdegup kencang secara tiba-tiba, seolah memberikan sinyal peringatan bahwa ada bahaya dan penderitaan besar yang sedang menimpa orang paling berharga di hatinya.

"Zass? Ada apa?" tanya Kayla menyadari perubahan ekspresi wajah Zass yang mendadak pucat. "Kenapa wajahmu tegang begitu?"

Zass menggelengkan kepalanya pelan, mencoba menepis firasat buruk yang berkecamuk di dalam benaknya. Ia menatap pedang hitam di pinggangnya, lalu memandang jauh ke arah horizon selatan di mana Kerajaan Imperial berada.

"Tidak apa-apa," jawab Zass dengan suara tegas meski menyimpan keresahan mendalam. "Aku hanya... merasa kita harus mempercepat perjalanan kita berikutnya. Ada perasaan tidak enak yang mendesakku untuk segera kembali ke ibu kota."

Ryu, Ken, Okta, dan Kayla saling berpandangan sesaat. Mereka bisa merasakan aura Petir Ungu di tubuh Zass berdenyut tidak stabil, mencerminkan gejolak emosi dan tekad baja yang kian membara di dalam dada sang penempa petir. Tanpa perlu banyak kata, seluruh anggota party Tier SSS itu tahu bahwa petualangan mereka berikutnya akan membawa mereka menuju badai pertarungan terbesar yang sesungguhnya.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!