NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Hujan gerimis mulai turun membasahi jalanan aspal di kota Jiangjing. Di sebuah gang gelap dan sempit di belakang minimarket 24 jam, bau sampah basah dan asap rokok bercampur menjadi satu.

"Bugh!"

Sebuah pukulan keras mendarat tepat di rahang kiri Hao Qi.

"Argh!"

Hao Qi terhuyung ke belakang. Punggungnya menghantam dinding bata yang dingin dan kasar. Kotak bekal makan malamnya jatuh berserakan di genangan air yang kotor.

"Uhuk! Uhuk!"

Hao Qi terbatuk. Dia meludahkan darah yang terasa asin di mulutnya. Matanya menatap tajam ke arah tiga pria berbadan tegap yang mengepungnya.

"Gimana, Bos kecil? Sudah sadar akan posisimu sekarang?"

Seorang pria dengan bekas luka di pelipisnya, Ah Kun, menyeringai sambil membuang puntung rokoknya dan menginjaknya. Dia adalah tangan kanan Wang Lei, rentenir lintah darat paling berkuasa di distrik ini.

"Aku sudah bilang, beri aku waktu satu minggu lagi. Gajiku dari restoran baru akan turun awal bulan nanti,"

Hao Qi menyeka darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan. Napasnya terengah-engah.

"Satu minggu?"

Ah Kun tertawa keras, diikuti oleh dua anak buahnya.

"Hahahaha!"

"Satu minggu katamu? Hutang peninggalan orang tuamu itu bunganya berjalan setiap hari, Bocah! Kakak Lei sudah cukup sabar membiarkanmu kuliah dengan tenang selama ini."

"Aku tidak pernah minta orang tuaku untuk meminjam uang pada bajingan seperti kalian!"

"Plak!"

Sebuah tamparan keras kembali mengenai wajah Hao Qi. Kepalanya terlempar ke samping. Telinganya berdengung hebat.

"Jaga mulutmu, dasar Yatim Piatu! Kalau bukan karena Kakak Lei, rumah reot peninggalan orang tuamu itu sudah kami ratakan dengan tanah!"

Ah Kun mencengkeram kerah baju seragam minimarket Hao Qi, menariknya hingga wajah mereka berdekatan. Bau alkohol yang menyengat keluar dari mulut Ah Kun.

"Dengar baik-baik. Besok malam, bawa lima ribu Yuan ke kelab malam milik Kakak Lei. Kalau tidak ada uang..."

Ah Kun menepuk pipi Hao Qi dengan kasar.

"...kami akan patahkan satu kakimu agar kau tidak perlu repot-repot jalan ke kampus lagi. Paham?"

"Cih."

Hao Qi hanya memalingkan wajahnya, menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Dia tidak punya uang sebanyak itu. Sisa uang di dompetnya bahkan tidak cukup untuk membeli makanan besok.

"Ayo pergi, biarkan sampah ini berpikir."

Ah Kun melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membuat Hao Qi kembali terjatuh ke tanah yang basah.

"Hah..."

"Sialan..."

Tiga preman itu berjalan pergi meninggalkan gang, tawa mereka perlahan memudar di tengah suara rintik hujan.

Hao Qi bersandar di dinding bata. Seluruh tubuhnya terasa remuk. Perutnya kram akibat tendangan, dan wajahnya lebam. Ia menarik napas panjang, mencoba meredakan rasa sakit yang menusuk tulang.

"Hanya lima ribu Yuan... tapi dari mana aku bisa dapat uang sebanyak itu dalam sehari?"

Hao Qi bergumam pada dirinya sendiri. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Rasa putus asa mulai merayap naik ke dadanya. Kerja paruh waktu di minimarket dan restoran mie tidak akan pernah cukup untuk menutupi bunga hutang yang terus membengkak.

"Tring!"

Suara benda keras yang jatuh menyadarkan Hao Qi. Ia menunduk dan melihat ponsel pintar lamanya tergeletak di genangan air. Layarnya yang sudah retak kini bertambah parah.

Hao Qi buru-buru mengambil ponsel itu. Ia mengusap layar kasarnya dengan ujung baju yang kering.

"Tolong, jangan mati sekarang. Aku tidak punya uang untuk beli yang baru,"

Dia menekan tombol daya. Layar ponsel itu berkedip-kedip sebentar. Garis-garis hijau muncul melintang di tengah layar.

"Syukurlah, masih hidup."

Hao Qi menghela napas dengan lega. Namun, sedetik kemudian, layar ponselnya tiba-tiba berubah menjadi putih terang. Terang sekali hingga menyilaukan mata.

"Apa ini? Konslet karena air?"

Hao Qi mencoba menekan tombol daya untuk mematikannya, tapi tidak berfungsi. Layar itu justru menampilkan sebuah teks berhuruf emas yang perlahan muncul.

"Mengunduh Aplikasi Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam... 10%... 50%... 100%."

"Instalasi Selesai."

"Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam? Game macam apa ini? Kapan aku mengunduhnya?"

Tiba-tiba, sebuah suara mekanis yang dingin terdengar langsung di dalam kepalanya. Bukan dari speaker ponsel.

"Sistem berhasil diikat dengan Host Hao Qi. Memulai pemindaian tubuh... Tubuh Host dalam kondisi sangat lemah. Memulai inisialisasi ruang transaksi pertama."

"Hah? Siapa yang bicara?!"

Hao Qi menoleh ke kiri dan ke kanan. Gang itu kosong. Tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan tikus got yang berlarian mencari makan.

"Swosh!"

Sebelum Hao Qi sempat memproses apa yang terjadi, cahaya putih dari ponselnya menelan seluruh tubuhnya. Pandangannya menjadi buta sesaat. Sensasi pusing menyerang kepalanya seperti ditarik ke dalam pusaran air.

"Argh!"

Hao Qi memejamkan matanya kuat-kuat.

Ketika ia membuka mata kembali, hujan gerimis, gang yang bau, dan dinginnya malam telah menghilang. Ia tidak lagi berada di Jiangjing. Ia berdiri di tengah-tengah sebuah ruangan yang sangat luas, tanpa batas, dan seluruhnya berwarna putih bersih.

Hao Qi menatap kedua tangannya. Dia terkejut bukan main.

"Tubuhku..."

Tubuhnya bukan lagi tubuh manusia berbalut seragam minimarket yang basah. Tubuhnya kini berupa siluet putih bercahaya, tanpa fitur wajah, tanpa pakaian yang jelas. Hanya garis luar manusia yang berpendar.

"Selamat datang di Ruang Transaksi Toko Sepuluh Ribu Alam, Host."

Suara mekanis itu kembali terdengar, bergema dari segala penjuru ruangan putih tersebut.

"Di mana aku? Apa kalian menculikku? Kalau kalian mau uang, kalian salah menculik orang! Aku bahkan punya hutang puluhan ribu Yuan!"

Hao Qi berteriak menatap langit-langit ruangan yang kosong. Dia bersiap memasang kuda-kuda, mengira ini adalah trik kotor dari geng Wang Lei. Tapi logikanya menolak. Wang Lei hanyalah preman lokal, tidak mungkin punya teknologi hologram gila seperti ini.

"Harap tenang, Host. Ini bukan penculikan. Ini adalah ruang dimensi yang menjembatani berbagai alam semesta. Sebagai Pemilik Toko, tugas Anda adalah melakukan transaksi jual beli dengan pelanggan dari alam lain. Mata uang yang digunakan adalah Saldo Sistem, yang bisa ditukar dengan mata uang di dunia asli Anda, atau digunakan untuk membeli barang dari alam lain."

"Alam lain? Maksudmu seperti alien?"

"Bisa dibilang seperti itu, namun tidak terbatas pada Alam Fantasi, Alam Xianxia, Alam Wuxia, Alam Sains Masa Depan, dan banyak lagi. Pelanggan pertama Anda akan segera tiba dalam sepuluh detik."

"Tunggu! Aku belum setuju dengan semua ini! Lagipula aku mau jualan apa?! Aku ini orang miskin!"

Hao Qi panik. Dia meraba saku celananya atau setidaknya bayangan saku celananya dalam bentuk siluet ini. Anehnya, barang-barang yang ada di saku aslinya ikut terbawa ke ruang ini.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!