NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Persaingan Mafia
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

Kehadiran Jay Van O’Connor adalah noda yang tak pernah bisa diterima Zavier Van O’Connor.

Jay si anak haram Jackman Van O’Connor, bukan hanya bukti pengkhianatan sang ayah, tetapi juga ancaman nyata bagi posisi dan kendali yang selama ini Zavier inginkan. Warisan dan tahta.

Sejak awal, Zavier berusaha melenyapkan Jay.
Dengan cara halus maupun kejam, dengan kekuasaan, uang, dan strategi.

Zavier harus melenyapkan sang adik bukan karena tanpa alasan, setiap melihat Jay, Zavier seperti melihat sosok sang ayah ada dalam diri adiknya. Jay benar-benar mirip seperti Jackman.

Hingga suatu hari, Zavier menemukan celah Jay.

Anna Barthley, seorang gadis sederhana yang hidupnya dipenuhi pekerjaan paruh waktu, berjuang melunasi hutang orang tuanya, dan tak pernah bersentuhan dengan dunia kelam keluarga O’Connor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 22

Jay tidak segera menjawab. Pria itu bergerak maju, perlahan merangkak di atas ranjang hingga dadanya yang telanjang menempel sempurna pada punggung Anna.

Ia melingkarkan lengannya yang kokoh ke pinggang Anna, menarik tubuh wanita itu bersandar pada dekapan panasnya.

Jari Jay yang kasar meraih name tag usang dari lantai. Ia membelai permukaan plastik yang sudah retak itu dengan sangat pelan, seolah benda itu adalah perhiasan paling berharga di dunia.

“Kau berteriak dari jendela bus malam itu,” bisik Jay, suaranya rendah dan serak tepat di telinga Anna.

“Kau bilang aku harus membayarmu jika kita bertemu lagi. Kau tidak tahu, Anna. Sejak malam itu, aku tidak pernah bisa melepaskan bayangan gadis remaja yang memberikan plester hatinya pada seorang monster yang sedang sekarat. Saat itu aku benar-benar membenci kehidupan ini. Aku benci di lahirkan. “

Jay membalikkan tubuh Anna agar menghadapnya. Matanya yang gelap kini tidak hanya memancarkan gairah, tapi juga obsesi yang murni dan dalam. Ia mencengkeram dagu Anna, memaksa wanita itu menatap luka masa lalunya yang kini menjelma menjadi pria di hadapannya.

“Setiap foto di dinding itu, setiap cctv yang kupasang, itu adalah caraku untuk mengobati kerinduanku,” geram Jay.

Jay, menarik pinggang Anna hingga tak ada lagi jarak, membuat kain kaus putih yang tipis itu bergesekan panas dengan kulit perutnya yang berotot.

“Malam itu kau menyelamatkan nyawaku dengan plester ini. Dan malam ini…” Jay menunduk, bibirnya menyapu bibir Anna dengan tekanan yang menuntut, menghisap napas wanita itu hingga Anna merasa pusing.

“Malam ini, aku akan membayar semuanya. Tubuhku, nyawaku, seluruh hartaku, ambil semuanya sebagai bayarannya.”

Gairah yang tadi sempat terhenti kini meledak kembali dengan intensitas dua kali lipat. Anna merasa dunianya berputar. Rasa takut akan pengintaian Jay mendadak meleleh, tertutup oleh kenyataan bahwa pria ini telah memuja jejak kakinya selama bertahun-tahun.

Anna menjambak rambut basah Jay, menariknya lebih dekat, sementara Jay mulai menciumi lehernya dengan liar, meninggalkan tanda merah di atas tulang selangkanya, sebuah segel bahwa mulai detik ini, Anna bukan lagi sekadar target, melainkan pemilik dari pria paling berbahaya di kota ini.

“Bayar aku…” rintih Anna di sela ciuman mereka.

“Bayar aku sekarang.”

“Jika sejak awal aku tahu itu adalah kau, aku tidak akan menahan mu begitu lama…”

Jay mengerang, suaranya seperti serigala yang akhirnya menemukan rumahnya. Ia mengangkat tubuh Anna, membaringkannya di tengah ranjang, mengabaikan segala ancaman di luar pintu karena baginya, satu-satunya perang yang penting adalah menaklukkan wanita di bawahnya ini.

Ketukan pelan namun cukup keras di pintu kamar apartemen Jay menghancurkan keintiman panas di dalam kamar.

Tok! Tok! Tok!

“Tuan Jay. Anda harus keluar sekarang.” suara Drew terdengar datar namun ada notasi penekanan.

Jay mengerang frustrasi, dahi dan pelipisnya basah oleh keringat gairah yang belum tuntas. Ia menatap Anna yang terengah-engah di bawahnya, bibir gadis itu bengkak, matanya sayu, dan kaus putih yang ia kenakan sudah sangat berantakan.

Jay baru menyadari ponselnya tidak ada di sekitarnya. Benda itu tertinggal di atas meja dapur saat ia terburu-buru mengejar Anna tadi.

“Tuan Jay. Tuan besar, menghubungi anda melalui ponsel saya.” Kata Drew lagi dari balik pintu.

“Beliau sangat marah.Anda diminta pulang ke Mansion Utama sekarang juga.” Lanjut Drew pelan.

Jay memejamkan mata.

“Jadi namamu Jay?” Anna menatap Jay dengan kedua matanya yang sayu.

Jay mengangguk.

“Kenapa sangat sulit memberitahuku siapa nama mu?”

“Aku tidak suka nama ini.” Kata Jay duduk di tepi ranjang. Ia menyandarkan kedua sikunya di atas lututnya.

Anna memeluk punggung telanjang Jay dengan melingkarkan kedua tangannya dan menempelkan kepalanya di punggung Jay yang kekar.

“Kenapa?” Tanya Anna.

“Jay Van O’connor adalah anak haram dari Jackman. Apa yang bisa di banggakan dengan nama ini.” Kata Jay.

Jay menghembuskan napas pelannya.

“Kehidupan itu sangat tidak adil bagiku.”

Anna menyentuh beberapa bekas luka di pinggang dan di lengan Jay yang kekar. Dengan sentuhan lembut.

“Apa malam itu… Kau terluka karena…”

“Kakak tiri ku selalu memukulku.” Kata Jay kemudian berbalik dan memeluk Anna.

“Tapi hanya kau yang melihatku sebagai manusia.” Jay mencium kening Anna.

“Tok… Tok…”

“Tuan Jay…” panggil Drew seolah mengingatkan.

Jay tahu apa artinya ini. Meninggalkan acara amal yang seharusnya menjadi panggung pengukuhannya sebagai pewaris dan penerus kerajaan Jackman demi seorang wanita adalah penghinaan besar bagi ayahnya. Bagi Jackman, loyalitas pada bisnis adalah harga mati, dan Anna hanyalah “gadis miskin” yang dianggap sampah pengganggu.

“Tunggu di sini. Pakai celanamu, kunci pintu, dan jangan keluar untuk siapa pun kecuali aku atau Drew,” bisik Jay, memberikan satu ciuman yang lembut dan dalam di bibir Anna sebelum bangkit dengan berat hati.

Anna mengangguk patuh.

Langkah Jay terdengar berat saat ia mengambil kemejanya yang gelap di almari dan kemudian membuka pintu. Wajahnya kembali dingin, bukan lagi pria yang baru saja mencium Anna dengan lembut, melainkan darah daging keluarga Jackman yang tak tersentuh. Pria itu lalu memakai kemejanya.

Drew berdiri tegak di lorong, kepala sedikit menunduk.

“Tuan Jay.”

“Dia menghubungimu langsung?” tanya Jay datar.

Drew mengangguk. “Ya, Tuan. Tuan besar tidak senang. Beliau mengatakan Anda mempermalukan keluarga dengan meninggalkan acara amal demi…..” Drew tidak melanjutkan kalimatnya.

Namun Jay tahu, itu adalah kalimat yang di benci Jay.

Jay mengembuskan napas panjang. “Tentu saja.”

Sunyi sesaat menyelimuti ruang tengah apartmen mewah milik Jay. Namun ketegangan di antara mereka terasa lebih pekat daripada dinding marmer di sekeliling.

“Kita berangkat. Apa para penembak dan pengawal sudah siap.” tanya Jay, ia berjalan menuju dapur dan memeriksa ponsel sembari memakai jam tangannya.

“Sudah, Tuan. Namun…” Drew ragu sejenak.

Tatapan Jay menajam.

“Saya mendapat laporan ada pergerakan orang-orang dari para mafia pesaing di sekitar area pusat kota. Jika Tuan besar semarah ini, bisa jadi kabar Anda meninggalkan acara sudah menyebar. Itu celah yang berbahaya. Tapi untuk para mafia dan pengusaha yang sudah mengenal siapa anda. Di pastikan mereka tidak bergerak dan menunggu keputusan selanjutnya. Apakah anda akan tetap di tunjuk sebagai penerus atau kah anda akan menjadi musuh ayah anda sendiri. Semua tergantun Tuan Jackman.”

Jay terdiam. Otaknya bekerja cepat. Ia tidak hanya menghadapi kemarahan ayahnya, ia menghadapi dunia mafia dan dunia bisnis yang penuh musuh.

“Tambahkan pengawal,” ucap Jay akhirnya, suaranya rendah namun tegas. “Dua mobil depan, dua mobil belakang. Aku mau tim khusus ikut serta.”

Drew sedikit terkejut. “Tim khusus kita Tuan? Itu akan menarik perhatian.”

“Aku memang ingin menarik perhatian,” potong Jay dingin. “Biarkan mereka tahu aku tidak pernah mudah untuk di hadapi dan aku memiliki kekuatan yang mereka tidak sadari.”

Drew menunduk hormat. “Baik, Tuan.”

Jay melirik sekilas ke arah pintu kamar di belakangnya. Di balik pintu itu ada satu-satunya alasan ia berani menentang ayahnya malam ini.

“Dan satu hal lagi,” lanjut Jay pelan namun berbahaya. “Tempatkan banyak pengawal di semua lantai apartmen. Tidak berseragam. Tidak mencolok. Mereka berjaga sampai aku kembali.”

“Untuk Nona Anna?” tanya Drew hati-hati.

Tatapan Jay berubah gelap. “Tidak ada yang boleh mendekatinya. Jika ada yang mencoba masuk ke apartmen tanpa izinku—”

Ia tidak melanjutkan kalimatnya.

Drew mengerti. Ia selalu mengerti.

“Saya akan memastikan keamanannya, Tuan Jay.”

Jay mengangguk tipis. “Kita berangkat lima menit lagi. Dan Drew…”

“Ya, Tuan?”

“Hubungi ayahku. Katakan aku dalam perjalanan.”

Suaranya berubah lebih dingin. Lebih tajam.

“Dan katakan padanya, aku tidak pernah lari dari tanggung jawab.”

Drew menelan ludah. Ia tahu badai sedang menunggu di Mansion Utama.

Namun malam ini, bukan hanya kemarahan sang ayah yang berbahaya.

Melainkan fakta bahwa Jay kini memiliki sesuatu yang lebih penting untuk di lindungi daripada kerajaan bisnis atau penerus kekuasaan mafia mana pun.

Bersambung

1
thabita
upp y
esuhartn
upp
@emak aisyah
tidak tau lagi mau berkata apa,di tunggu pertempurannya Thor pastikan Jay tak terkalahkan
wiwied
next
@emak aisyah
ya ampun,bang NEWBE update bersamaan tapi kenapa aku lebih milih Jay,Jay aku padamu 😍😍
daniez
upp
daniez
ok
@emak aisyah
keren,tidak ada kata selain keren,KEREN KALI THOR semangat di tunggu updatenya 🙏
@emak aisyah
cas cis cus pokoknya gas torr
@emak aisyah
satu kesalan satu ciuman bikin kesalahan trs aahhh🤣🤣
@emak aisyah
lah jadi kacau,kasihan Anna nggk tau apa² jadi sasaran semua orang gerak cepat Jay simpan jangn sampai ada yang menyentuhnya
@emak aisyah
nggk bisa nafas aku bacanya
@emak aisyah
masuk babak menegangkan,apakah Jay masih diam saja saat di tindas zavier
@emak aisyah
blm terjadi tapi aku udah kasihan Ama Anna
@emak aisyah
lah kirain tak sama,ternyata sama² psikopat
@emak aisyah
ko bisa orng berbahaya kaya Jay bisa kuat diam saja di siksa😔😔
@emak aisyah
keren tidak salah kalian author terbaik semangat thor💪💪
@emak aisyah
halo kakak author salam kenal saya fans NEWBEE HK mau ikut nimbrung di sini🙏🙏
eva nindia
makasih up nya thor...
adu domba zavier brhasil nih...
untung jay segera datang....
eva nindia
baguss kluar ajaa jay,,, bangun dinasti baru mu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!