Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.
Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.
Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.
Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?
Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Tanpa bicara apa pun kini Abian sudah melangkah keluar ruangan dan memberi tanda untuk semua masuk mengerjakan tugasnya.
"Hey ada apa ini?" teriak Indira yang melihat beberapa tenaga make up datang ke ruangan itu dan membawa beberapa koper perlengkapan sekaligus gaun pengantin.
Indira yang terkejut meberontak saat di perintah duduk di meja hias, dengan kuat wanita itu mendobrak pintu yang di jaga ketat beberapa penjaga. Perkelahian pun terjadi empat pria lawan satu wanita, Indira terlihat begitu kuat melawan. Abian yang menyaksikan dari kejauhan tersenyum memandangi adegan perkelahian. Sementara Zanna hanya memandang dengan wajah datarnya.
Sampai akhirnya keempat pria itu berhasil memegang kedua tangan Indira, beberapa kali Indira berusaha menendang mereka namun sepertinya kekuatan berada di tangannya. "Berhentilah Indira." teriak Abian yang melangkah mendekat ke arahnya.
"Apa-apaan ini? aku tidak akan menikah denganmu, jika masalah gedung itu aku akan membayarnya tapi tidak bisa sekarang." jawab Indira dengan kasarnya terlihat jelas wajah penuh kemarahannya.
Abian yang hanya tersenyum menyeringai semakin mendekatkan langkahnya pada gadis itu. "Kalau ku katakan harus membayarnya sekarang bagaimana?" tanya Abian dengan mengejek.
Indira yang bernafas terengah-engah hanya menatap tajam ke arah pria itu wajahnya terlihat sangat berantakan keringat yang membasahi wajah cantiknya membuat auranya semakin menggoda.
"Bawa dia kemari!" pintah Abian tanpa mengalihkan pandangannya dari Indira.
Betapa terkejutnya Indira saat melihat kehadiran Maminya yang bersama Tuan David dengan pakaian rapi seperti sedang pergi ke acara.
"Kalian." ucap Indira dengan wajah tak percayanya. Terlebih lagi saat menatap Tuan David begitu jijik jika ia mengingat kejadian di London. Sayangnya hanya mereka saja yang tahu tentang hal itu tanpa mau Indira mengadukan pada Nyonya Ningrum.
Indira sudah tidak mau berbicara apa pun pada Nyonya Ningrum, ia sangat marah dan kecewa dengan keputusannya menikah bersama Tuan David.
"Indira, Mami mohon menikahlah dengan Tuan Abian." ucap Nyonya Ningrum yang kembali membuat Indira syok. Dengan mudahnya ia berbicara tentang pernikahan setelah semua yang ia lakukan pada Indira tanpa bertanya apa yang terjadi padanya selama berada di London. Begitu pun dengan kemarahan Indira atas pernikahannya sama sekali tidak ia perdulikan.
Dan apa ini setelah Indira ingin berjuang untuk hidupnya tiba-tiba ia memintanya untuk menikahi pria yang sama sekali tidak ia ketahui pribadinya.
"Apa seenak itu Mami berbicara tentang pernikahan? apa menurut Mami kita adalah wanita yang sama dengan mudanya menikah tanpa berfikir apa pun?" tanya Indira dengan ketusnya sambil beberapa kali berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman para pria itu.
Nyonya Ningrum yang tidak tahu harus berkata apa lagi akhirnya memilih medekatkan diri pada Indira tepat di samping Tuan Abian. "Mami mohon menikahlah dengannya jika tidak kami akan sengsara semuanya." ucap Nyonya Ningrum yang terlihat sedih.
"Aku tidak akan perduli dengan kalian, kalian sama sekali tidak pernah perduli denganku dan apa Mami tahu siapa pria yang sudah Mami nikahi itu? dia pria baj*ngan." jelas Indira dengan meninggikan nada suara sembari melempar tatapan tajam ke arah Tuan David.
Nyonya Ningrum yang mendengar merasa bingung bagaimana bisa putrinya sebenci itu pada Tuan David seolah-olah mereka pernah bertemu selain hari pemakaman almarhum suaminya.
Tuan Abian yang sudah cukup lama menikmati pemandangan itu tersenyum dan meraih dagu Indira. "Waktumu tinggal dua jam untuk bersiap, cepatlah masuk".
"Kau fikir aku akan menurut dengan ucapanmu? tidak akan." bantah Indira.
"Zanna." panggil Abian dengan cepat.
Zanna segera melangkahkan kakinya dan memberi tahu pada Indira jika tidak ada alasan untuknya menolak pernikahan itu. Karena selain ancaman pada keluarga, Tuan mudanya juga tentu akan menyeret nama Indira sebagai anak dari keluarga penipu.
Indira yang mendengar terkejut dengan wajah syoknya ia hanya menatap tajam ke arah Abian. Kebenciannya begitu terlihat dari sorot matanya semua impiannya seolah jatuh begitu saja saat mengetahui pernikahan yang harus ia terima saat itu juga.
"Bawa dia masuk!" pintah Zana pada keempat pria itu.
Indira yang terdiam hanya melangkah mengikuti arah pria yang membawanya ke dalam ruangan. Di luar sudah terlihat para tamu undangan yang sangat ramai. Abian mengadakan acara itu sangat mewah ia memakai jasa yang sudah di pesan oleh Maudi untuk pernikahan mereka.
Dua jam berlalu, Indira yang baru saja selesai bersiap dengn gaun berwarna putih begitu terlihat sangat cantik, pesona wajahnya di tambah dengan bentuk tubuhnya yang sempurna membuat gaun di tubuhnya semakin sempurna.
"Sudah selesai Nona." ucap salah satu yang merias wajahnya.
Belum sempat ia membukakan pintu, Indira sudah lebih dulu menahannya. "Beri aku waktu sebentar dulu." ucap Indira yang melihatkan mata berkaca-kacanya.
Indira melangkah menjauh dari mereka dan berdiri di depan jendela tangannya meraih ponsel miliknya. Sedetik, dua detik, tiga detik, dan keempat detiknya telfon masih belum terjawab juga.
Air mata yang sejak tadi tertahan kini menetes berulang kali, Indira sudah tidak kuasan menahan kesedihannya kali ini. "Kemana kamu di saat aku benar-benar membutuhkanmu mengapa kau tidak bisa di hubungi." ucap Indira dalam hatinya. Federic sama sekali tidak bisa di hubungi semenjak perpisahan mereka hari pertama.
Indira yang tadi masih berdiri kuat di depan jendela ruangan itu seketika tersungkur ke lantai dengan gaun pengantin yang membalut sempurna di tubuhnya. Para pelayan yang berjaga di ruangan itu berlarian menangkap tubuh Indira.
"Nona Indira." panggil salah satu pelayan dengan cemasnya. Indira tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menangis. Yah hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini, tubuhnya terasa begitu lemas hari itu di tempat dan di ruangan itu juga akan menjadi sejarah keterpurukan Indira di mulai. Menjadi istri dari pria yang tidak ia cintai dan menikah karena ancaman hidupnya yang berada di genggaman Tuan Abian yang terkenal kejamnya.
"Katakan apa yang harus ku lakukan sekarang?" tanya Indira terdengar lirih di telinga para pelayan yang bersamanya. Semua menatap sedih pada gadis cantik itu tapi mereka tidak ada yang berani menjawab meskipun di hati mereka juga menolak dengan pernikahan paksa ini. Tentu mereka mengenal siapa Indira, wanita yang baru saja terkenal mulai ingin merintis karir dan seketika hancur karena pernikahan yang tidak ia inginkan.
Tanpa menjawab mereka kini membantu Indira untuk berdiri kembali dan mengelap wajah yang bercucuran air mata, setelah memastikan semua sempurna mereka mulai membuka pintu dengan lebar. Nyonya Ningrum yang berdiri dengan Gibran dan Tuan David menatap pangling ke arah Indira.
Terlihat sangat cantik dan sempurna, Indira yang melihat tatapan Tuan David seperti ingin melahapnya begitu sangat menjijikkan. Setelah tiba di depan pintu tangan Indira di raih oleh Tuan David dan Nyonya Ningrum, dengan cepat gadis itu menepis kasar tangan Tuan David.
"Gibran kemari." panggil Indira meminta adik laki-lakinya berada di sebelah kirinya menggantikan Tuan David untuk mengiringi langkahnya menuruni tangga.
Terlihat di bawah begitu ramai tamu undangan yang menatap ke arahnya dengan tatapan kagum. Beberapa awak media juga heboh ketika mengetahui istri Tuan Abian ternyata seorang gadis yang mereka kejar-kejar di bandara kemarin. Berita yang semalam bertanya-tanya tentang istri pengganti Tuan Abian akhirnya terjawab juga setelah banyaknya wanita yang mengaku-ngaku sebagai calon istri Tuan Abian Malik di sosial media.
Hanya dalam waktu semalam berita pernikahan itu menjadi urutan paling pertama yang membuat seisi kota penasaran.
"Jadi Indira Mahesa mempelai wanitanya?" tanya seorang wartawan pada teamnya.
"Astaga pantas saja kemarin ia tidak memberikan keterangan apa pun tentang rencana kerja samanya dan tawaran model itu." jawab teman satu teamnya.
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
karya mu luar biasa