Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Menantu Mu
Ke esokan hari nya Alexsa membantu Laras menyiapkan makanan untuk menjamu teman teman Laras yang akan datang, menyiapkan semua minuman dan kue kue di atas meja.
" Nanti kamu di sini yah, ibu mau ngenalin kamu sama teman teman ibu. " Ucap Laras pada Alexsa yang tersenyum.
Laras mengadakan sebuah arisan dan sekaligus reunian dengan teman teman kuliah nya dulu tentu saja bukan dari keluarga biasa, mereka semua adalah orang orang penting dan kaya.
Hari ini Arkhana pergi ke Surabaya tanpa mengajak Alexsa.
" Aku pergi, ketikan aku pulang jangan lupa beri jawabannya pada ku. " Alexsa tersenyum kikuk melihat kepergian Arkhana.
" Entah jawaban apa yang aheus harus aku persiapan nanti kak, aku sendiri sama sekali tidak memiliki perasaan pada mu. Aku mencintai kak Sam. " Batin Alexsa.
Laras diam diam mengamati percakapan putranya dengan Alexsa menatap kepergian Arkhana ke Surabaya.
***
" Aku mau ke salon nanti. " Ucap Natasya sembari memasang dasi pada leher Sam. Sejak kepulangan Natasya Alexsa sudah tidak lagi menyiapkan keperluan pria itu interaksi mereka juga benar-benar terbatas.
" Nanti aku akan meminta Seno menjemput dan mengantar mu kemana saja. " Natasya mengeleng pelan membuat Sam menghelas nafas.
" Natasya kandungan mu itu lemah jika kamu kelelahan sedikit saja bisa berpengaruh ke anak kita, jadi aku mohon menurut lah untuk kali ini saja. Aku sudah menuruti dan membiarkan apapun yang kamu lakukan jadi sekarang gantian kamu menuruti apa yang aku perintah kan. "
" Sam, cuman ke salon nya tante Rita kok gak jauh juga. Lagian aku gak kemana mana lagi paling cuman kerumah Bunda bentar. "
" Natasya... " Wanita itu menghela nafas pelan kemudian mengangguk patuh saat Sam mtajampnya dengan tajam.
" Lagi pula kenapa tidak besok saja, mami juga ada acaran nanti bersama dengan ibu ibu yang lain kamu kan bisa bergabung. " Natasya yang kini sedang duduk di pinggir kasur memutar mata nya.
" Aku mau ke salon bukan kumpul sama ibu ibu, lagian gak penting juga aku di sini sayang. "
" Terserah kamu saja yang penting harus hati hati, aku pergi dulu tunggu sampai Seno datang dan dia akan mengawasi mu. " Sam mengecup kening Natasya kemudian beranjak pergi.
Natasya diam diam hanyut dalam perlakuan lembut Sam. Wanita itu menatap kepergian Sam yang kini sudah tidak terlihat lagi, dia sendiri merasa masihan melihat berapa berbinar nya mata pria itu saat tahu dirinya hamil.
"Entah apa yang akan terjadi saat kamu tahu jika janin ini bukan milikmu Sam, apa wajah tampan mu itu masih terlihat lembut saat menatap ku nantinya. " Gumam Natasya tersenyum getir.
Sam bersiap pergi ke kantor saat matanya menangkap sosok yang dia rindukan seseorang tersenyum menatap kepergian adiknya, Sam merasa bersalah pada Arkhana karena dia kembali merebut seseorang yang begitu dia cintai lagi.
Dulu dia merebut Natasya dari pelukan nya dan sekarang pun dia akan melakukan hal yang sama terhadap Alexsa, namun dia juga tidak rela jika gadis itu bersatu dengan nya.
" Sam, kamu sudah siap?. " Laras menyapa Sam yang diam.
" Iya mi, ada meeting di perusahaan jadi Sam harus segera pergi sekarang. Natasya akan pergi ke salon tante Rita mungkin akan pulang malam tadi katanya mau ke rumah bunda, mami tidak masalah kan jika menyambung tamu mami sendiri?. " Laras tersenyum.
" Gak papa lagian ada Alexsa juga nanti yang bantu mami, sekarang kamu berangkat nanti telat meeting nya."
" Sam berangkat yah mi. " Sam mengecup kening Laras kemudian beranjak pergi. Sebelum pergi Sam menarik rambut Alexsa pelan membuat gadis itu tekejut jika Laras melihat tingkah anaknya itu.
Alexsa menatap tajam kepergian Sam yang terkikik geli melihat nya.
" Alexsa apa, nanti kamu temenin ibu yah jangan kemana mana. " Alexsa mendekati Laras.
" Iya buk siap. Kalau gitu Alexsa kebelakang dulu. " Alexsa pergi untuk menjemur beberapa sprei yang sudah ia cuci sebelum nya.
Alexsa menatap Andre yang sedang menyapu halaman dengan santai sesekali terdengar pemuda itu bersenandung merdu. Setelah selesai dengan kegiatannya Alexsa memutuskan mendekati Andre membantu nya menyelesaikan pekerjaannya.
" Aku bantu yah Kak.. " Seru Alexsa membuat Andre langsung berbalik dan tersenyum ramah. Andre menyukai Alexsa sejak pertama mereka bertemu namun cinta nya kandas beriring nya waktu, Andre tahu jika pun dia mengungkapkan nya gadis itu tentu saja tidak akan menerima nya sedang kan saingannya adalah orang mapan dan kaya raya Arkhana.
Alexsa mengambil selang air dan langsung menyiram semua tanaman bunga di teman belakang dengan Andre yang diam diam mencuri pandang padanya. Gadis polos yang cantik dan lembut tentu saja setiap saja akan menyukai nya dengan cepat.
" Terima kasih Alexsa sudah menolong ku. " Gumam Andre.
" Iya sama sama kak, kalau begitu Alexsa pergi dulu yah mau bantu bu Laras sebentar lagi pasti tamu tamu nya datang. " Alexsa tersenyum manis sebelum pergi meninggalkan Andre sendiri.
" Seandainya sainganku bukan tuan Arkhana mungkin aku akan tetap maju dan menyatakan cinta ku pada mu Alexsa, tapi tak masalah kita bisa jadi teman sudah jauh lebih baik. "
Tamu tamu sudah mulai berdatangan Alexsa yang sudah menganti pakaian nya lebih bagus dan sopan membantu Laras menyabut tamunya, beberapa dari mereka menyapa Alexsa gemas melihat gaun pink yang di gunakan gadis itu yang terlihat begitu menyatuh dengan kulit mulus nya.
" Hey, cantik sekali... " Seorang wanita berusia 50 tahun menghampiri Alexsa yang sedang bediri di samping Laras. Mata nya berbinar menatap gadis cantik itu.
" Apa dia menantumu, emmzz anak anak mu memang pintar dalam mencari istri Laras selera mereka tinggi dan tidak pernah meleset.. " Alexsa menggeleng hendak menggelak namun Laras mencegahnya dengan tatapan matanya meminta Alexsa diam.
" Tentu saja jeng Frea, dia Alexsa calon mantu saya yaaa sebentar lagi yah jadi mantu do'akan saja yang terbaik. " Wanita bernama Frea itu terkekeh pelan sembari mengelus lembut tangan Alexsa.
" Kamu akan beruntung memiliki mertua sebaiknya Laras jangan sampai lepas mertua seperti dia, apa lagi anak anak yang tampan dan kaya hemzzz gak nyesel pokok nya.. " Ucap nya dan di sambut dengan senyuman canggung Alexsa.
" Laras... " Beberapa wanita lain datang memeluk Laras dengan erata.
" Haduuhh heboh sekali yah.. " Keempat wanita itu saling pandang kemudian tertawa bersama.
" Eh siapa nie, istri Sam atau Arkhana?. " Ucap salah satu dari mereka.
Laras menyambut bahu Alexsa agar lebih deket dengan nya, wanita itu benar-benar memperkenalkan dirinya sebagai calon istri Arkhana di depan teman temannya itu.
Alexsa langsung bisa berbaur dengan mereka semua tawa renyah terdengar setiap kali percakapan mereka berakhir, mereka menikmati setiap sungguhan yang sudah di siapkan oleh Alexsa dan Laras.
Mereka begitu kagum dengan kecantikan dan kepolosan gadis itu banyak diantara mereka meminta Alexsa untuk menjadi menantunya, dengan lantang Laras akan berpura-pura marah saat para sahabat nya mengoda nya itu.
Sedangkan di dalam hati Alexsa mereka bersalah hanya bisa diam saat orang lain menggangap jika dia dan Arkhana benar-benar memiliki hubungan spesial, tanpa bisa menolak nya Alexsa hanya bisa diam mengikuti alur pembicaraan mereka.