NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Aku termangu ketika membaca berita terbaru yang lagi viral di berbagai sosial media, tidak menyangka berita tentangku bisa jadi topik utama pembahasan netizen. Beruntung di video CCTV, wajahku di blur.

***Seorang wanita paruh baya nekat mencekik gadis yang menolak lamaran putranya***.

***Viral! Gara-gara lamaran ditolak, istri mantan lurah mendekam di penjara***.

***Menolak lamaran, seorang gadis dianiaya***.

“Sudah cukup.” mas Taehyung mengambil ponselku, dan dia simpan di saku celananya.

Di tangannya yang lain dia menenteng satu cup smoothies. “Habiskan!” titahnya.

Aku melemaskan bahu. Aku sudah bosan, sedari tadi Aku hanya makan bubur lalu makan oatmeal. Sekarang minum smoothies. Aku curiga dengan warnanya, pasti smoothies tomat dan jajarannya.

Aku maunya minum boba dan makan seblak level tujuh.

“Ini smoothies semangka di tambah daun mint,” katanya seolah tahu keluhanku, “Jangan suudzon terus, wajahmu tolong dikondisikan, dengan mudah Aku bisa membaca ekspresi wajahmu.”

Benarkah?

“Apa tenggorokannya masih sakit?” tanyanya, suaranya lebih lembut. Dia menatapku lekat. Aku langsung mengalihkan wajah, di tatap begitu membuatku ingin dinikahi olehnya. Eh!

Sadar Kim Dinda, sadar.

Kenapa setelah Aku jadi istri orang dia baru memberikan perhatian sih? Ah, Kim Taehyung kw, perhatianmu percuma, mubadzir you know?

“Malam ini Aku akan pulang dulu, ibu dan Ayah yang akan menjagamu. Besok pagi, Aku akan datang lagi karena bergantian sama ibu dan Ayah, karena ibu akan memasak untuk katering,” beritahu Kim Taehyung kw. “Tapi kalau ada apa-apa, langsung menghubungiku, mengerti?”

Sebentar—

Aku berpikir sejenak, apa urusannya dengan dia? Hanya karena Aku asistennya, dia harus rela mengorbankan waktunya hanya untukku?

Atau jangan-jangan?

Tolonglah mas dokter, jangan membuatku berpikir untuk membantah Ayah. Sudah cukup Aku berperang dengan batinku sendiri untuk menerima perjodohan dari Ayah meski sampai sekarang Aku tidak tahu siapa lelaki itu.

“Dinda—” panggilnya lembut.

Ah, Dinda meleleh Kakanda.

“Kamu tidak perlu memikirkan Bagaskara dan ibunya. InsyaAllah mereka sudah di amankan dan mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka. Aku pastikan kamu akan aman untuk ke depannya.” imbuhnya.

Sejujurnya bukan itu yang Aku inginkan, Bagas sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Aku hanya ingin Bagas menerima dengan lapang dada keputusan Ayah, dan tante Ajeng sadar bahwa dirinya bersalah juga berlebihan. Itu saja!

“Dok—” Aku memejamkan mata ketika mengeluarkan satu kata itu. Cedera di tenggorokanku cukup parah kata dokter THT.

Mungkin kalau sudah ajalku, Aku tadi langsung ‘tinggal nama’ di tangan mamanya Bagas.

“Mau bicara sesuatu?”

Aku memberikan jempol.

Dia mengambil buku dan pulpen yang sudah tersedia di dalam laci nakas samping ranjang.

Huh, Aku sudah seperti orang bisu.

“Terima kasih.” tulisku.

Sebenarnya bukan itu yang ingin Aku katakan, tapi Aku malas menulisnya karena terlalu panjang. Padahal yang mau Aku tanyakan adalah perihal gaji.

Mas dokter tersenyum manis setelah membaca tulisanku.

Dih!

“Permisi!” ucap seseorang di ambang pintu.

Kami berdua menoleh.

Papanya Bagas.

Mas dokter menghela, dia berdiri dan mendekati mantan lurah itu, “Ada perlu apa?” tanyanya datar.

“Dokter, bisa bicara dengan Dinda sebentar?” kata Pak Handoko pelan, wajahnya tampak frustasi. Tidak pongah seperti terakhir kali di rumahku.

“Tidak bisa. Bahkan Dinda tidak bisa bicara gara-gara istri Anda.” jawab mas dokter dingin.

Aku terkejut ketika Pak Handoko berlutut.

“Dokter saya mohon, cabut tuntutan untuk anak dan istri saya. Saya akan bayar berapa pun asal anak dan istri saya di bebaskan. Setelah itu, saya akan bawa anak dan istri saya keluar negeri. Kali ini saya tidak akan lengah dan membiarkan mereka untuk mengganggu Dinda lagi.”

Sedangkan mas dokter langsung mundur tiga langkah ketika pak Handoko berlutut di lantai.

Kim Taehyung kw mendengus, “Bagaskara, dia di tahan karena menghilangkan nyawa orang lain dengan membawa kendaraan dalam keadaan mabuk dan mengakibatkan kecelakaan beruntun, sedangkan dia melarikan diri untuk melecehkan seorang wanita di area parkir!” mas dokter menekankan diakhir kalimatnya.

Glek! Aku menelan saliva yang terasa sakit.

Aku memejamkan mata kala teringat malam itu, jika saja Kim Taehyung kw tidak datang menolongku, entah apa yang terjadi dengan diriku saat itu.

“Ajeng Handoko, di tahan karena pasal penganiayaan dan rencana pembunuhan hingga membuat korbannya cedera parah,” lelaki itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Bagian mana dari kesalahan fatal kedua tersangka tersebut yang bisa dimaklumi?” tanya mas dokter sarkas.

“Anda telah gagal, Pak!” pak Handoko mengangkat wajahnya. “Anda telah gagal mendidik istri dan anak Anda. Sekarang saatnya Anda menikmati hasil didikan Anda sendiri,”

“Pintu masih terbuka, silahkan keluar dari kamar ini. Saya yakin Anda lebih pintar dari pada anak dan istri Anda,” kata mas dokter dengan nada rendah, “Nikmati sisa hidup anda, perbanyak ibadah. Biarkan alam yang mendidik anak dan istri Anda, jika Anda tidak mampu.”

Pak Handoko tertegun, perlahan papanya Bagas bangkit. Jantungku ded-degan, khawatir mantan lurah itu akan menyerang mas dokter. Tapi ternyata—

Dia memeluk Kim Taehyung kw sebentar, “Dokter benar, terima kasih dok. Kenapa saya baru menyadarinya?”

Sedangkan mas dokter hanya bergeming, tidak berniat membalas.

“Tapi izinkan saya bicara dengan Dinda sebentar saja, dok. Saya hanya ingin minta maaf.” dia memohon sekali lagi.

Mas dokter berjalan lebih dulu menuju ranjang, dan papanya Bagas mengikutinya dari belakang.

Tanpa sadar tubuhku merespon untuk menjauh, keringat dingin juga mulai membasahi dahiku ketika lelaki paruh baya itu semakin mendekat. Apakah Aku trauma?

“Dinda, Om minta maaf.” katanya terlihat penuh penyesalan.

Dadaku tiba-tiba terasa sesak, napasku pendek. Dengan cekatan mas dokter memasang kembali oksigen di hidungku.

“Anda lihat sendiri, Bapak?” ujar mas dokter, “Dinda tidak baik-baik saja. Lebih baik Anda pergi dari sini sekarang, sebelum Anda menyusul anak dan istri Anda mendekam di penjara.”

Pak Handoko tersentak, “I-iya dok, saya pergi sekarang juga.” katanya dan berjalan cepat menuju pintu.

Aku melemaskan bahu. Aku tidak tahu kenapa tubuhku ketakutan saat mantan lurah itu mendekat, padahal Aku tahu beliau orang yang baik dibandingkan mamanya Bagas.

\*

Sesuai dengan ucapan mas dokter semalam. Sebelum Ibu dan Ayah pulang, pagi-pagi sekali dia datang lagi bersama Ummi Lailatul bergantian menjagaku.

Aku terharu sekali, merasa beruntung memiliki tetangga seperti Ummi Lailatul. Meski tetangga lain juga datang menjenguk, tapi beliau tidak hanya menjenguk namun juga menjagaku seharian.

Ayah dan Ibu akan datang lagi ketika malam. Nanti ada mertuaku akan datang juga, katanya. Mau menjengukku. Semoga beliau tidak membawa putranya yang sudah menjadi suamiku, sebab Aku belum siap bertemu dengannya.

Banyak sekali yang harus Aku pikirkan. Hmmh...

Satu lagi ada sesuatu yang menjadi pikiranku, kenapa mas dokter Kim Taehyung kw tidak bekerja? Padahal rumah sakit tempatnya bekerja, sama dengan rumah sakit tempatku di rawat. Tapi lelaki itu seharian di kamarku. Mana kadang-kadang menyebalkan.

“Dinda, kalau orang sakit itu nggak boleh banyak pikiran,” ujar Ummi Lailatul suaranya lembut dan halus, Aku bisa cepat sembuh kalau beliau yang menjagaku, “Ayo makan lagi, sekali lagi yang terakhir, ‘uhm?”

Ya Allah, Dinda pengen bakso.

Karena yang berkata Ummi Lailatul Aku percaya, berbeda kalau ibu. Jika kanjeng ratuku itu berbicara suapan terakhir tapi itu hanyalah ilusi, Aku akan tetap makan sampai habis.

Aku membuka mulutku meski terpaksa.

“Alhamdulillah,” ucap Ummi Lailatul saat Aku menerima suapannya.

Mas dokter mendekat, “Habis?” tanyanya.

“Tinggal sedikit lagi, tapi nggak papa, Dinda hebat.” puji wanita berwajah teduh itu.

Kim Taehyung kw menatapku sekilas, dia mengusap puncak kepalaku dan membuatku seketika menegang, “Ya sudah nggak papa, nanti Aku yang habiskan.”

Apa?

Aku tertegun, kenapa lelaki itu semakin lama semakin aneh?

Ummi Lailatul terkekeh melihatku, dan Aku pun menjadi malu.

“Dinda mau mandi?” tawar Ummi Lailatul.

“Iya, Ummi.” Aku sudah mulai bisa berbicara tapi hanya sedikit-sedikit, itupun bicara dengan pelan sekali.

“Mau mandi dibantu Ummi atau Aku?” kata mas dokter, dia tersenyum tengil

Aku melotot, dasar! Andai di kamar ini tidak ada Ummi Lailatul sudah kujambak rambut lelaki itu.

\*\*\*

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!