NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dilema

"nggak bisa seenaknya begini dong pa, aku tunangan belum genap sebulan! kok tiba tiba disuruh nikah, mana aku nggak pernah akur lagi sama si Bastian itu, aku masih ragu dengannya pa, kok papa iya iya saja sih!."

Clara memprotes keras permintaan keluarga Bastian yang terkesan terburu buru untuk mendesaknya menikah, dan sekarang dirinya harus berdebat dengan sang papa sebelum kedua orangtua Bastian datang ke rumah mereka .

"Cla, papa rasa Bastian itu pria yang cocok untuk kamu nak, mau nunggu berapa lama lagi untuk kalian saling mengenal, sementara kamu sendiri jarang mau jalan sama dia! Papa juga khawatir melihat kamu dekat dengan anak berandalan itu!."

Suara Edy meninggi, pria itu khawatir anaknya nanti justru jatuh cinta sama Bima yang semakin gencar mendekati Clara.

"tapi kenapa harus mendadak pa, Clara masih pengen kerja! Karir Clara masih bagus bagusnya di perusahaan, tolong pa, papa ngertiin Clara kali ini saja." rengek Clara.

"Keputusannya baru nanti malam Cla, tapi apapun itu nanti kamu harus terima, papa tidak mau kamu tergoda dengan si kuku Bima itu!."

"Clara sama Bima gak ada hubungan apa apa pa, kok sekarang papa nggak percaya sih sama anak sendiri!." Clara yang kesal mengubah posisi duduknya menyamping setengah memunggungi papanya.

"papa ini sudah kenyang makan asam garam cla, mungkin awal awal kamu bilang cuma teman, tapi lama kelamaan dia bisa ngelunjak! Papa bisa membaca dari cara dia memperlakukan kamu, dia itu suka sama kamu!." tandas Edy seraya melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.

"sudah sebaiknya kamu siap siap sekarang, sebentar lagi keluarga Bastian akan datang." imbuh Edy yang langsung bangkit berdiri lalu meninggalkan Clara yang masih duduk sambil menekuk wajahnya.

"dasar plin plan! Dulu katanya nggak bakalan buru buru untuk menikah. Nyatanya apa?!." sungut Clara.

Sementara itu Bastian mengemudikan mobil dengan wajah berseri seri, kedua orangtuanya pun menyambut gembira permintaan sang anak, apalagi Burhan, pria itu sangat antusias ingin segera berbesan secara resmi dengan sahabatnya.

Mereka mampir ke toko roti, lalu toko buah terkenal di kota tersebut, Ratih juga sudah menyiapkan hadiah khusus untuk calon menantunya.

"Memangnya Clara mau kamu ajak nikah?." tanya Ratih setelah mobil kembali melaju kencang menuju kediaman Edy.

"mau dong ma, pokoknya nanti kalau berubah pikiran mama dan papa harus meyakinkan dia." jawab Bastian.

"jelas mau dong ma, anak kita ini tampan, kerjaan oke, perusahaan juga punya, nanti tinggal mengelola berdua kalau sudah saatnya, kurang apa coba?." timpal Burhan.

"ya sudah mama cuma takut saja, jadi kamu maunya nikah bulan apa?." tanya Ratih lagi.

"sekarang juga aku mau ma!." Bastian menjawab penuh semangat.

"pletak!."

Kipas tangan yang sedang di pegang oleh Ratih langsung mendarat di bahu Bastian, tentu saja hal itu mengundang tawa Burhan.

"sifat kamu ini mengingatkan masa muda papa dulu, saking cintanya papa sama mama kamu, ke lubang semut pun papa kejar, hahahaha....!" ujar Burhan.

"oh ya? jadi mama gak cinta sama papa?." Bastian menoleh sekilas lalu kembali fokus ke jalan.

"nggak cinta ya gak ada kamu!." jawab Ratih seraya membuang muka ke arah jendela.

"bukan gak cinta, tapi jual mahal, susah di dekati mentang mentang kembang kampus." sahut Burhan.

"heemm... Begitu ya rupanya, trus kok bisa papa dapetin gimana ceritanya?." Bastian penasaran dengan kisah asmara kedua orangtuanya, siapa tahu dia juga bisa menirukan trik sang papa untuk menaklukkan hati Clara si cewek keras kepala itu.

"ya itu tadi, papa pantang menyerah sebelum mendapatkan mamamu, apapun yang menjadi hobi hingga makanan kesukaan, warna favorit sampai tipe pria idamannya papa selidiki lalu papa berusaha membuatnya tertarik." jawab Burhan.

(hemm... Boleh juga aku contoh.) batin Bastian yang memang kurang memperhatikan semua hal tentang Clara.

"keren juga ya perjuangan papa." puji Bastian seraya membelokkan mobilnya ke halaman rumah Edy yang tengah terbuka lebar pintu pagarnya.

"ya dong, demi bidadari cantik." kelakar Burhan yang langsung membuat wajah Ratih bersemu merah.

Edy sudah menunggu di teras bersama Clara yang berdiri di sebelahnya, gadis itu tersenyum canggung saat Ratih dan Burhan serta Bastian berjalan mendekat.

Kedua tangan Bastian menenteng oleh oleh yang mereka beli di jalan tadi, senyum bahagia terpancar dari bibir pria tampan itu saat beradu tatap dengan Clara, gadis yang akhir akhir ini meresahkan pikirannya.

"ayo masuk." sambut Edy setelah berjabat tangan dengan mereka, Clara pun mencium punggung tangan kedua orangtua Bastian dengan khidmat.

"tanganku?." Bastian meletakkan satu paperbag yang ia bawa lalu mengulurkan tangannya ke Clara.

"dih apaan sih." cebik Clara sembari melangkah masuk mengikuti papanya.

"awas kamu ya! Aku akan gunakan trik papa!." gumam Bastian sambil tersenyum tipis.

*****

Di kediaman keluarga Bima, pria tampan itu tengah duduk sambil bermain ponsel, sesekali terdengar helaan nafas beratnya, pasalnya dari tadi dia mengirimkan pesan ke Clara namun tak ada jawaban sama sekali.

"He adik ipar sampah! Turunkan kakimu!." bentak Bagas yang baru saja masuk ke ruang keluarga setelah selesai makan malam.

Bima tak menghiraukan ucapan kakak iparnya, kakinya yang dari tadi ia selonjoran ke sofa panjang ia biarkan tetap di posisinya.

"budek kamu ya! jangan mentang mentang kamu jadi bos di kantor ya! Ingat bim, aku akan merebut posisi kamu untuk Alisa!." gertak Bagas.

"ambil kalau kamu bisa!." jawab Bima santai.

"Turunkan kakimu, aku mau duduk!." bentak Bagas yang berani petentang petenteng karena kedua mertuanya sedang ada acara di luar.

"matamu buta ya! Tuh banyak tempat!." balas Bima yang jengah dengan sikap Bagas.

"berani kamu bentak bentak aku ha?! Aku ini kakak ipar kamu!."

"haahh... kakak ipar? Itu kan versi kamu! kamu pikir aku menganggap kalian bertiga itu keluarga? jangan mimpi!."

"Bima! Dia itu Abang kamu!." bentak Alisa yang baru saja keluar sambil membawa piring berisi potongan buah.

"Abang dari Kamboja!." balas Bima seraya tersenyum miring.

"kurang ajar!." Bagas hendak mendekati Bima untuk menyerang tapi Alisa langsung menarik lengannya.

"bim, bisa gak sih kamu menghargai kami! Aku ini kakak kamu, aku nggak pernah ngusik kamu loh!."

Bima bangkit berdiri lalu menatap wajah Alisa dengan tajam.

"nggak pernah ngusik aku ya?! Kamu sudah mengambil mama dariku! kamu rebut kasih sayang yang seharusnya hanya untukku. Bahkan semenjak kamu dan bapakmu itu masuk ke keluarga ini, mama sudah tidak pernah lagi memperhatikan aku! Itu kamu bilang gak pernah ngusik!." bentak Bima dengan rahang mengerat.

"ya itu kan salah mama kamu sendiri! siapa suruh menjauhi kamu." cibir Alisa tanpa merasa berdosa.

"ya, itu memang salah mama! Mama sudah di butakan oleh bujuk rayu kalian semua! kamu dan papamu selalu mengalihkan perhatian mama agar menjauh dariku, anak kandungnya sendiri!."

"anak kandung yang tidak ada manfaatnya!." celetuk Bagas yang memang sangat membenci Bima.

"dan kau parasit! kau tidak akan pernah merasakan hidup mewah seperti sekarang kalau tidak menikah dengan wanita pick me ini!." balas Bima yang emosinya sudah di ubun ubun.

Selama ini Bima sudah cukup mengalah dengan tingkah laku Alisa yang merebut mamanya, dia lebih memilih menghabiskan waktunya di luar bersama teman temannya dengan harapan sang mama mau menegurnya, nyatanya sang mama justru cuek.

"ngadu sama mama kalau berani! Aku jamin besok kalian tidak akan bisa masuk ke perusahaan peninggalan almarhum papaku itu!." ancam Bima seraya berlalu meninggalkan Alisa dan Bagas yang sedang kesal dengan sikap Bima yang mulai berani menentang mereka.

"Alisa, kok dia jadi berani gitu ya? Padahal selama ini dia kan cuek!."

"entah, jangan jangan ada seseorang yang membuatnya sadar akan harta warisannya." balas Alisa sembari menatap Bima yang sudah masuk ke dalam kamar.

"kamu jangan mau kalah dong, kita harus mendesak mama agar mau mengganti posisi dia untuk kamu, kamu rayu mama secepat mungkin." desak Bagas.

"kamu tenang saja, aku kan menggertak mama jika dia masih diam saja, mama paling takut kalau aku pergi dari rumah ini, itu bisa aku jadikan senjata!." ujar Alisa sambil tersenyum licik.

"bagus itu! Lakukan sesegera mungkin sebelum Bima makin berkuasa!."

"aku dan papa sudah lama mengincar perusahaan itu sayang... Kamu jangan khawatir, kita yang akan berkuasa!."

"makasih sayang, nanti aku mau jadi CEOnya kalau berhasil kamu rebut." pinta Bagas dengan senyum mengembang.

"tentu saja, kamu kan suamiku."

Kedua orang itu saling tukar senyum licik lalu duduk sambil menikmati buah buahan premium yang selalu tersedia di rumah Marina, Alisa yang sedari kecil hidup serba kekurangan tentu saja tidak rela jika harus kehilangan kemewahan yang kini ia nikmati bersama papa dan suaminya.

"

1
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
Nur Halida
bagus bima .. kamu harus bertindak tapi maennya yg cantik ntar nenek sihirnya gak percaya sama kamu ... buat mama kamu menyesal bim karena udah nyakitin kamu dari dulu
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!