NovelToon NovelToon
PESONA MANTAN ISTRI

PESONA MANTAN ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:228.9k
Nilai: 5
Nama Author: Al-Humaira

Menikah karena perjodohan, membuat Shera meminta perceraian setelah dua tahun menikah.


Begitu juga dengan Daren yang menuruti, lantaran keduanya tidak memiliki ketertarikan dan tidak adanya benih cinta yang tumbuh.


Namun semua terasa berbeda setelah tiga tahun perceraian itu.

apakah keduanya akan memiliki ketertarikan dan cinta setelah bertemu kembali???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PMI_BAB 22

Shera menatap sosok Viktor yang berjalan kearahnya dengan membawa buket bunga. Langkahnya pasti tatapan lurus pada satu titik, Shera.

Suara bising itu lenyap seketika, hanya keheningan yang ada.

langkah Viktor berhenti dalam jarak dua langkah didepan Shera yang berdiri tanpa kata.

"Hai..." Sapa Viktor dengan senyum khasnya.

Jika wanita lain akan histeris dan salah tingkah melihat senyum tampannya, namun tidak dengan Shera. Wanita itu justru berdiri diam seolah tak percaya dengan didepan matanya.

"Kamu terkejut melihat ku? Sampai tidak menyapa,hm.." Ucap Viktor lagi saat melihat reaksi Shera yang diam.

Shera menarik sudut bibirnya kaku, lidahnya mendadak kelu. Sesuatu dalam nalurinya menyadari sesuatu.

"Hai... kamu di sini?" Sapanya terdengar canggung.

Victor tersenyum dan mengangguk, "Yaps...lama tidak bertemu," Tangannya mengulurkan buket bunga pada Shera.

Shera terlihat ragu, namun melihat kesekeliling Shera tak mungkin mengabaikan.

"Terima kasih."

Deg

Tabuh Shera membeku, seketika langkahnya mundur satu langkah. Wajahnya tampak panik bercampur bingung.

Victor berjongkok didepanya dan menunjukan sebuah cincin.

Huuuuu

Sorak ramai terdengar, kasak kusuk orang-orang disana tampak seperti sedang memuji dan kagum.

Sedangkan Shera sendiri seperti sedang dihadapkan oleh sebuah hal yang membuatnya kesulitan.

"Shera, maukah kamu menjadi pendamping hidupku," Viktor menatap Shera dengan seksama, meskipun bias wajah Shera terlihat terkejut dan bingung, namun Viktor sudah berniat untuk melamar Shera.

"Viktor apa yang kamu lakukan." Lirih Shera yang hanya didengar oleh Viktor.

"Mungkin status pertemanan yang pernah kita jalani bertiga membuat ku lupa diri. Tapi percayalah jika aku memang tidak bisa melupakan kebersamaan kita. Maaf jika tindakan ku membuatmu terkejut, tapi aku mencintaimu." Jelas Viktor dengan lugas dan tegas. Sorot mata yang sungguh-sungguh dan penuh tekad.

Terima!

Terima!

Sorakan dan tepuk tangan orang-orang itu membuat Shera menjadi seperti seekor kucing yang terjepit.

Dilihatnya Joli yang tersenyum memberikan semangat. Lalu kembali pada Viktor yang masih berlutut didepanya dengan gagah.

"Victor, tidak seperti ini." Ucap Shera lagi dengan lirih.

"Aku tidak-"

"Shera pliss.."

Bibir Shera terasa kelu, tatapan memohon Viktor membuat Shera menjadi dilema.

Shera pun tak tega, Viktor terlihat begitu sungguh-sungguh. Hanya saja tempat seperti ini tak menyangka akan menjadi tempat yang Viktor pilih.

"Setidaknya lakukan demi pertemanan kita."

Shera pun menyerah, dia tidak tega.

Yeyyy!!!

Riuh tepuk tangan dan sorak senang menggema di ruangan itu. Joli bertepuk tangan dengan mata berkaca-kaca. Sesuatu telah menyentuh relung hatinya saat Shera mengambil kotak cincin itu.

**

Didalam toilet Joli membasuh wajahnya, napasnya terdengar kasar dengan tatapan sendu.

Tak lama Shera muncul membuat Joli buru-buru meraih tisu untuk mengeringkan wajahnya.

"Aku cari kamu kemana-mana." Shera berdiri disisi Joli, membasuh tangannya sambil menatap riasan wajahnya didepan cermin.

"Sorry, aku belum memberikan mu selamat." Joli menghadap pada Shera, meskipun hatinya tak baik-baik saja. Tapi tetap saja Shera adalah sahabatnya.

"Owwhh baik sekali." keduanya pun saling berpelukan, Shera mengusap punggungnya dengan lembut bibirnya menarik senyum.

"Kamu sahabat terbaik." Ucap Shera.

Joli tersenyum tipis, lalu melerai pelukan.

"Je pense que Viktor est l'homme chanceux ce soir." Ucap Joli dengan lapang hati.

Shera mengangguk dengan senyum terang, terlihat seperti wanita yang juga paling bahagia setelah dilamar romantis.

"Um... sepertinya begitu." Shera tersenyum lebar menatap Joli dengan tatapan penuh arti.

Keduanya keluar dari bar, dan Viktor sudah menunggu di parkiran.

"Kalian lama sekali." katanya sambil berdiri tegak dan membuang sisa tembakau di tangannya ke tanah.

Shera tersenyum, menatap Viktor dan Joli bergantian.

Shera megambil tangan Joli mengusapnya dan berkata.

"Berpura-pura kuat itu menyakitkan, apalagi memendam perasaan."

Joli menatap Shera dengan bingung, "Maksudnya?"

Shera membuang napas panjang, "Jo, aku tahu apa yang kamu tutupi, dan aku tahu apa yang kamu rasakan. Tapi maaf aku tidak bisa menerima Viktor." Terang Shera membuat Joli tertegun.

"Tadi bukanya-"

Shera menggeleng, tersenyum dan menatap Viktor yang juga menatapnya dengan perasaan berat sebenarnya.

Shera menatap layar ponselnya, menunjukan sebuah panggilan yang membuat Joli mendelikkan matanya.

"Calon suami telpon, aku duluan. Dan kamu Jo, Viktor sudah tau." Bisik Shera di akhir kalimat, membuat Joli semakin melebarkan matanya.

Shera pun pergi sambil melambaikan tangan. Meninggikan dua orang yang menatapnya tak percaya.

"Jo-

"Vik-"

Keduanya saling tatap dan tersenyum setelahnya.

"Aku pikir kalian sudah-" Joli tak bisa melanjutkan ucapannya, ada sesuatu yang terasa ringan di hatinya saat ini.

"Aku di tolak." Jawab Viktor jujur. "Hanya saja aku tidak ingin terlihat menyedihkan Dimata orang-orang, jadi aku meminta Shera berpura-pura menerima ku." Viktor tertawa hambar setelahnya.

Joli tak bereaksi, tapi sebagai sahabat tentu dia akan membesarkan hati temannya.

"Aku tidak tahu kalau Shera bersama pria lain, Viktor, im.. sorry." Joli menatap Viktor dengan rasa bersalah.

"No problem, bukan salahmu.."

Joli mengangguk, "Jadi apa rencana mu selanjutnya?"

Viktor menghembus napas ke udara, keduanya berdiri di sisi mobil menatap satu sama lain.

"Joli, apa benar yang di katakan Shera?" Viktor menatap lurus pada Joli.

Joli yang ditatap menjadi kikuk, reflek dia menunduk.

"Tentang apa?"

"Kamu diam-diam menyukaiku."

***

"Sayang bagaimana kalau nanti malam kita menikah."

Shera yang sedang berdiri menunggu Daren menandatangi berkas tertegun.

"Menikah?"

Daren menutup ujung penanya, menaruhnya lalu mendongak menatap mantan istrinya.

"Ya, aku sudah bicara dengan papa mu dan keluarga. Lusa kita akan ke Bali." Terang Daren.

Daren meraih tangan Shera dan membawanya agar duduk di pangkuannya.

"Menikah dulu, seteleh pulang dari Bali aku akan urus segalanya."

Shera menatap Daren, "Apa tidak terlalu cepat?"

"Lebih cepat lebih baik, kamu tidak setuju?"

Daren menatap Shera penuh tanya, sedangkan Shera menggelengkan kepalanya. Tangannya melingkar di leher Daren.

"Kalau itu yang kak Daren mau, aku tidak masalah."

Daren mengembangkan senyum, jemarinya mengusap wajah Shera dengan lembut.

"Ya, karena diluar sana banyak godaan, contohnya pria bernama Viktor."

Shera membulatkan matanya, "Kak Daren tahu!"

Daren tak menjawab, melainkan megambil dagu Shera dan mencium bibirnya beberapa detik.

"Apapun tentang mu aku berusaha tahu, cukup sekali kehilangan mu dan kini aku berusaha untuk mendapatkan mu kembali dan tidak akan aku lepaskan."

Daren kembali menyatukan bibirnya, kali ini lebih intens dan menuntut, Shera yang mendapatkan serangan mencoba mengimbangi, keduanya saling memberi rasa yang menggebu-gebu.

Umhhh

Shera melenguh saat Daren semakin menuntut, dan ciuman itu berubah menjadi sebuah cumbuan dimana Daren memberikan tanda kepemilikan di leher Shera.

Arrg

Shera mengerang saat Daren memberikan gigitan kecil namun berefek besar bagi keduanya.

Menarik diri Daren menyatukan keningnya dengan kening Shera.

"Dan godaan lainnya seperti ini," Gumam Daren disela napasnya yang memburu.

1
sutiasih kasih
kok lama bgt g update thor???
melita indra wijaya
sudah tamat kah
Adelia Permata Sari
ko blm up* si thor, udh gk sabar nihhh🤣
Lilik Juhariah
kalau banpak dholim gitu boleh gak kita putus hubungan
Nia nurhayati
pasti pria itu darenn yaa yang ngintip
Nia nurhayati
mampir thorr
melita indra wijaya
lanjooooooot
Septi
👍🏻
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Hesty
lbh bnyk lagibthooor
ardiana dili
lanjut
sutiasih kasih
setelah ini.... putus hubungan sja dgn bapak sialanmu rindu....🙄🙄
Dinda Putri
lanjut thor🔥🔥🔥🔥
Nety Dina Andriyani
jangan lama2 up nya kak 😍
Septi
Baron kaya hantu ada dimana mana 😩
Septi
heuleuh ternyata bapaknya rindu suka Judi... jadi berhutang bukan karena biaya berobat istrinya tapi berjudi😤
Uthie
Wahhh.. ada tua bangkot datang 😏
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Hesty
up nya lebih byk thoor
sutiasih kasih
pak beni... tak sadar diri & tak tau diri....
ekonomi pas"an tpi gila sm judi....
bner" g waras....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!