Season 1
" Seorang gadis yang sangat ceria bernama Kartika Atmaja teman-temanya memanggil dengan nama Tika, tapi keceriannya hilang disaat sang ayah sakit dan dirawat dirumah sakit,,
" Bagas cowok yang tegas dan dingin tapi hangat waktu bersama keluarganya,
" mereka dijodohkan, akankah mereka bersatu
🌹🌹🌹
Season 2
Dimana Sang putra sulung dari Tika dan Bagas harus menerima seorang gadis belia yang masih bersekolah SMA untuk menjadi istri,
Mereka berdua menikah tanpa ada rasa Cinta, mereka melakukan hanya untuk orang yang disayangi,
Akan kah Cinta hadir di antara mereka? akankah keluarga mereka bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Sutrisno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDD 21
" Assalamualaikum ayah (mencium tangan ayah)
" Wa'alaikumsalam nak, bagaimana dengan kuliah kamu?
" Alhamdulilah lancar semua ayah, ayah sendiri bagaimana?
" Alhamdulilah sama nak, ayah juga baik semuanya, kamu sduah makan nak?
" sudah yah, tika sudah makan di cafe tante ratna tadi, ya sudah ayah istirahat dulu ya. tika mau mandi duli habis mandi tika juga istirahat
" iya nak
ayah dan tika sudah dalam mimpi mereka masing-masing
tika bermimpi, di dalam mimpi tika , tika dihadapkan dengan cahaya begitu terang dimana ada sosok seorang laki-laki dihadapannya dan tersenyum kepada tika, tapi kartika bingung karena laki-laki itu tidak berbicara sama kartika hanya tersenyum saja, wajahnya sangat jelas dan kartika berbicara apa kita pernah bertemu, tapi laki-laki itu hanya terseyum dan menganggukan kepalanya, tiba-tiba kartika terbangung dan dahinya mengelurakan keringat yang sangat banyak, tika bertanya pada dirinya sendiri apa ini jawaban dari doa-doa yang tika panjatkan mengenai perjodohan dia sama anak sahabat ayahnya, tika melihat jam menunjukan pukul 2.30 akhirnya tika tidak melanjutkan tidurnya tapi melaksankan sholat istiqoroh dan tahajud, pagi harinya tika duduk dikursi sebelah ranjang ayahnya,
" ayah tika mau bicara sama ayah
" apa nak, bicara saja, ayah akan mendengarkan apa yang anak ayah bilang, kalau boelh tahu apa ini mengenai perjodohan kalian nak?
" iya ayah, tika akan menjawabnya, tika akan menerima perjodohan ini ayah, Insya Allah tika akan menerima dia sebagai suami tika, dan mencintai dia karena Allah ayah
" terima kasih nak terima kasih, kamu sudah mau menerima perjodohan ini, nanti ayah akan telp sahabat ayah untuk memberitahukan kalau kamu mau menerima perjodohan ini nak,
" baik ayah, kalau begitu kartika kuliah dulu ya ayah. ayah hati-hati jangan lupa makan dan minum obat ayah ya, agar ayah lekas sembuh
" iya nak, ya sudah cepat kamu berangkat nanti telat kamu ke kampusnya
" siap ayah, Assalamualaikum (sambil mencium tangan ayah)
" Wa'alaikumsalam hati-hati nak
" iya ayah
setelah kepergian kartika, ayah mengambil telp di atas meja untuk segera menghungi sahabatnya, setelah beberapa tanda masuk panggilan ke sahabatnya akhirnya terhubung juga
" Assalamualaikum tir
" Wa'alaikumsalam cokro, kamu gimana kabarnya? ada apa kamu telp apa ada yang penting
" begini tir, anakku tika menerima.perjodohan ini, bagaimana dengan anak kamu?
" alhamdulilah berarti mereka berjodoh ya, anakku juga mau menerima tika untuk menjadi istrinya
" alhamduliah kalau mereka saling menerima
" nanti malam kami sekeluarga akan datang ke RS cokro untuk membicarakan ini ya
" iya tir aku tunggu disini ya. tapi maaf berhubung kita ketemunya di RS jadi tidak ada jamuannya,
" hahahhahahah tenang aja cokro, nanti biar kami yang menyiapkannya, kamu tenang aja dan kamu harus fokus sama kesehatan kamu, agat kamu lekas sembuh dan menikahkan anak kamu,okey
" okey okey tir aku paham dan aku makin bersemangat untuk sehat agar bisa menikahkan dan melihat anakku menikah dengan anakmu
" okey aku percaya sama corko
" ya sudah kalau begitu aku tutup telpnya ya, aku mau minum obat dulu agar cepat sembuh
" okey, assalamualaikum
" Wa'alaikumsalam
setelah ayah menutup telpnya, dia berbicara dalam hatinya , terima kasih Ya Allah kartika sudah mau menerima bagas untuk menjadi suaminya, semoga mereka menjadi keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah, Amiin,
ibu lihatlah putri kita, dia mau menikah sama bagas putra dari sahabat kita,
cukup membekas diingatanku.
tentu hal yg positif