NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marga Arclight

"Jika benar itu dia, berarti dia adalah pewaris darah keturunan Arclight" ucap Darren.

...--------------------------------...

Flashback on

Dua tahun lalu...

Suatu hari tepat dikediaman Arclight di Amerika Serikat, tuan Alexander Crowe Arclight mengadakan sebuah pesta untuk merayakan anniversary pernikahan nya dengan Eleanor Voss Arclight, Yang dia adakan setiap tahunnya.

Tepat saat itu tuan Marco Vireaux dan nyonya Diana Elizabeth Vireaux turut hadir dalam pesta tersebut, karena hubungan pertemanan nya dengan keluarga Arclight yang cukup dekat.

Mereka bahkan berbincang bincang mengenai banyak hal, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga perusahaan. Keluarga Arclight memang dikenal dengan keluarga yang sangat tertutup, tidak ada satu pun orang yang mengetahui silsilah keluarga itu kecuali diberi tahu langsung oleh tuan Alexander Crowe Arclight.

"Aku harap hubungan keluarga kita tetap berjalan dengan baik tuan Vireaux" ucap tuan Alexander ditengah-tengah obrolan.

"Bisa selalu ku pastikan tuan Alex" jawab tuan Marco.

"Sebenarnya aku ingin membicarakan sebuah hal, dan aku yakin bisa mempercayai mu untuk mengetahui tentang hal ini." ucap Tuan Alex.

"Saya selalu siap mendengarkan apa yang ingin anda sampaikan tuan Alex." sahut tuan Marco.

"Baiklah, mari ikut aku dan ajak juga istrimu" ucap tuan Alexander kemudian ia melangkah pergi ke sebuah ruangan khusus dipesta tersebut

Tuan Alexander dan juga Nyonya Eleanor duduk disebuah ruangan khusus dan diikuti dengan tuan Marco dan nyonya Diana.

Suasana yang penuh dengan canda tawa kini berubah menjadi sangat serius ketika tuan Alex memulai pembicaraan nya.

"Selama ini kau tahu bahwa aku menyembunyikan semua data dari anak anak dan cucuku tuan Marco, semua ini ku lakukan demi menjaga darah keturunan Arclight agar mereka tidak terancam dengan serangan-serangan musuhku" ucap Tuan Alex.

"Saya tahu itu tuan Alex, dan saya rasa menyembunyikan identitas dan jejak adalah hal yang paling tepat" sahut tuan Marco.

"Selama ini aku memiliki seorang putra tunggal yang bernama Lucien Kael Arclight yang sudah aku sembunyikan jejaknya bersama istri nya yang bernama Seraphina Nyx Arclight. Mereka sudah ku ubah identitas nya kemudian menetap disebuah negara terpencil didunia, aku terpaksa melakukan itu semua karena musuh musuh ku hanya mengincar bagian dari keturunan keturunan ku." ucap Tuan Alex.

Tuan Marco dan nyonya Diana tampak mendengarkan dengan serius, mereka tidak menyangka akan diberitahukan hal rahasia dalam keluarga Arclight.

"Dan... aku memiliki seorang cucu perempuan yang cantik seperti Seraphina, warna mata nya persis sekali dengan ku. Aku terpaksa memisahkannya dari Lucien dan Seraphina karena dia ku sembunyikan di negara yang berbeda dari kedua orang tua nya, selama ini dia di asuh dengan pengawal ku yang bernama Tio mahendra dan istrinya Lilis setiawati yang sudah ku ubah identitas nya menjadi orang tua kandung cucuku. Awalnya cucuku menolak ketika ia tahu akan hal itu, tapi setelah ku berikan penjelasan ia mau untuk diasuh dengan Tio dan istrinya, saat itu ia masih berumur 5tahun tetapi karena kecerdasan nya dia mampu memahami semua masalah ini. Hingga akhirnya hari demi hari aku mendapatkan kabar bahwa hubungan cucuku dengan Tio menjadi sangat akrab, bahkan seperti seorang anak dan juga orang tua kandung asli, Tio juga mengajari nya menjaga perlindungan diri serta caranya menggunakan pistol. Aku sangat rindu dengan cucuku itu sekarang umurnya tepat 17 tahun, aku yakin dia sudah menjadi seorang gadis yang sangat luar biasa...." ucap Tuan Alex haru.

"Saya yakin suatu saat ketika dia kembali lagi ke keluarga Arclight maka dia sudah berhasil untuk memusnahkan musuh musuh dari keluarga ini tuan Alex." sahut tuan Marco, sedangkan nyonya Diana hanya diam walaupun fakta-fakta yang baru saja ia dapatkan sangatlah luar biasa.

"Aku hanya ingin menyampaikan suatu pesan tuan Marco, jika suatu saat ketika kamu bertemu dengan seorang gadis yang menggunakan marga Arclight bisa jadi gadis itu adalah cucuku yang sebenarnya, karena dia satu satunya darah Arclight yang tidak mengubah nama nya ketika ku sembunyikan, aku ingin kalian menjaga dan menyayangi nya ketika kalian berhasil bertemu dengan nya. Sampai saat ini dia masih menggunakan nama dengan marga Arclight, aku sengaja tidak mengubah nama asli nya karena aku yakin dia memiliki kemampuan yang sangat amat luar biasa, bahkan sejak berumur 5tahun sebelum disembunyikan dia sudah sangat aktif dalam mempelajari ilmu ilmu kesehatan dan juga teknologi. Jadi aku yakin saat ini mungkin dia telah berprofesi sebagai seorang dokter ataupun seorang yang aktif dalam dunia bayangan yaitu hacker. Sebelum dia pergi aku pernah memberikan nya sebuah pesan yang dimana aku memerintahkan nya untuk mencari salah satu keluarga Vireaux, karena dengan keluarga kalian lah cucuku dapat berlindung dimana pun dia berada." ujar tuan Alexander menjelaskan maksud nya memberitahu mengenai rahasia keluarga Arclight.

Tuan Marco dan nyonya Diana saling pandang, mereka tidak menyangka akan mendapatkan tugas untuk menjaga dan menyayangi cucu keluarga Arclight yang sudah disembunyikan.

"Tapi apakah tugas itu sanggup kami jalani tuan Alex, sedangkan kami tidak tahu mengenai nama asli cucu anda" ucap Tuan Marco.

Tuan Alexander menghela nafas, ia tidak ingin memberi tahu nama cucunya sekarang. "Aku yakin kau bisa dengan mudah menemukan cucuku tuan Marco, dia sangat-sangat pintar dan memiliki banyak sekali prestasi. Terlebih lagi nama belakang dan juga warna mata nya yang sudah jelas dimiliki oleh keluarga Arclight. Tetapi selama ini tidak ada yang mengenali dirinya, karena para musuhku tidak mengetahui bahwa aku memiliki seorang cucu perempuan, maka dari itu aku ingin menitipkan nya kepadamu tuan Marco." ujar tuan Alex.

"Baiklah tuan Alex, aku akan berusaha menjaga nya jika sudah tahu akan keberadaan nya saat ini" balas tuan Marco, hubungan yang sudah lama terjalin antara keluarga Arclight dan keluarga Vireaux membuat kedua belah pihak saling percaya satu sama lain.

Flashback off

Mama Diana menceritakan kejadian tersebut pada Darren, ia juga mengatakan bahwa dua tahun lalu cucu keluarga Arclight berusia 17 tahun yang artinya sekarang sudah berusia 19 tahun sama seperti Hani.

Darren paham akan yang disampaikan oleh mama nya, ia semakin yakin juga bahwa Hani adalah cucu dari keluarga Arclight yang disembunyikan.

"Tapi kita tidak bisa langsung menyimpulkan akan hal itu ma, terlebih lagi tuan Alexander hanya memberi tahu marga Arclight tanpa memberi tahu nama depan nya" jawab Darren, ia seakan percaya tak percaya akan cerita mama Diana.

Mama Diana mengangguk setuju, dia juga tidak boleh terlalu gegabah dalam hal ini, terlebih lagi selama ini tuan Alexander hanya memberi sebuah pesan tersebut tanpa memerintahkan untuk mencari cucunya, jadi selama bertahun-tahun tuan Marco dan nyonya Diana tak pernah sekalipun mencari keberadaan cucu keluarga Arclight.

"Oh ya, mungkin besok mama dan papa akan kembali ke Amerika Serikat Darren, mengingat bahwa mama dan papa sudah tidak memiliki pekerjaan lagi diindonesia. Kamu juga harus cepat kembali ke Amerika dengan membawa calon menantu mama." ucap mama Diana.

"Hm baiklah ma" jawab Darren singkat.

 Drreett.... dreett

ponsel Darren berdering, ia segera mengangkat panggilan tersebut karena yang menghubungi nya adalah pengawal bayangan yang ditugaskan untuk menjaga Hani.

"Halo tuan, saya ingin memberikan sebuah informasi bahwa nyonya muda Hani diserang oleh beberapa orang bersenjata, tapi saat kami hendak terjun langsung orang-orang tersebut sudah habis di porak-porandakan oleh nyonya muda Hani, beliau tampak sangat lihai dalam menggunakan pistol. Kami ingin turun dan membantu tetapi kami takut akan kilat amarah dari sorot mata nyonya muda, tuan" ucap salah satu pengawal bayangan di seberang sana.

"Kirimkan lokasi nya sekarang, dan tetap pantau dia dari jauh, jangan biarkan dia menyakiti dirinya." balas Darren panik.

"Darren ada apa?" tanya mama Diana ketika melihat raut wajah Darren menjadi khawatir.

"Hani dihadang oleh beberapa orang ma, Jack ikut aku ke lokasi" ucap Darren. Mereka berdua sudah bangkit dari duduknya kemudian menuju ke arah pintu.

"Darren mama ingin ikut" ucap mama Diana dengan mengejar Darren yang sudah diambang pintu.

Darren menoleh ke arah mama nya, "Tidak ma ini terlalu berbahaya, dari laporan pengawal bayangan sepertinya Hani memiliki alter ego" ucap Darren menahan mama Diana agar tidak ikut bersama nya.

Mama Diana tersentak kaget, "Alter ego?" tanya nya ulang.

Darren hanya mengangguk sebagai jawaban. "Sebaiknya mama pulang ke mansion" ujar Darren. Mama Diana akhirnya menurut akan ucapan Darren, ia pergi kembali ke mansion sementara Darren dan Jack pergi ke lokasi tempat Hani berada.

Jack mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya selang beberapa menit mobil itu tiba dilokasi. Mereka berdua sedikit melongo dibuatnya, dapat dilihat di tengah tengah jalanan yang sepi itu Hani berdiri dengan memegang sebuah pistol ditangannya. Sedangkan disekeliling nya ada beberapa orang yang terkena tembakan, dan ada beberapa orang yang hanya terluka.

Darren turun tergesa-gesa dari dalam mobil, ia segera berjalan menuju ke arah Hani.

Hani menoleh kebelakang ketika ia mendengar suara langkah kaki, saat alter ego berhasil menaklukkan dirinya, insting nya menjadi sangat amat kuat. Ia melihat Darren yang berjalan kearah nya dengan tatapan datar namun tajam.

Darren berdiri tepat didepan Hani, ia dapat melihat mata hazel milik Hani yang penuh dengan amarah.

Sedangkan Hani mendadak merasakan kepala nya yang berdenyut ketika menatap mata Darren, ia menjadi tersadar bahwa alter ego telah mengamil alih dirinya, perlahan pandangan nya menjadi buram, dan...

grep

Darren menangkap tubuh Hani yang akan terhuyung kebelakang, Hani mendadak tak sadarkan diri. Darren langsung menggendong tubuh kecil Hani ala bridal style menuju ke dalam mobil nya, ia sangat takut terjadi sesuatu pada Hani.

Darren duduk dibelakang kursi kemudia sembari memangku Hani. "Kita akan kemana tuan?" tanya Jack.

"Mansion keluarga" jawab Darren, Jack segera mengendarai mobil nya ke arah mansion keluarga Vireaux, sementara orang-orang yang sudah tidak sadarkan diri telah diurus oleh para pengawal bayangan Darren.

Darren segera menghubungi mama Diana saat sedang diperjalanan, ia memerintahkan untuk memanggil dokter pribadi keluarga Vireaux.

Tepat 10 menit perjalanan, mobil Darren tiba di mansion dan telah di sambut dengan mama Diana yang berdiri diambang pintu dengan keadaan khawatir.

Mansion keluarga Vireaux yang berada di negara Indonesia.

Darren segera menggendong Hani untuk menuju kamar nya yang berada di lantai atas.

Ia merebahkan Hani secara perlahan dikamar pribadinya, kamudian dokter pribadi segera memeriksa keadaan Hani, yang tampak sedikit lebih pucat.

Malam hari pun tiba tapi belum ada tanda-tanda dari Hani yang tersadar dari pingsan nya. Keluarga Vireaux sudah berada di ruangan keluarga yang membicarakan mengenai Hani.

Nyonya Diana tampak antusias dalam menceritakan semua tentang Hani yang ia ketahui kepada tuan Marco, sedangkan Darren diam memperhatikan pistol yang tadi Hani genggam.

Tatapan tuan Marco beralih pada Darren yang sibuk memperhatikan sebuah pistol di genggaman nya. "Sejak kapan kau memproduksi senjata keluaran terbaru?" tanya Tuan Marco.

Darren menghembuskan nafas. "Ini pistol milik gadisku" jawabnya.

Kening tuan Marco menyerit, sedangkan mama Diana tersentak kaget. "Siapa dia sebenarnya? " tanya tuan Marco serius.

"Aku tidak tahu informasi tentangnya" jawab Darren.

Tuan Marco menyambar pistol dalam tangan Darren lalu memperhatikan nya dengan seksama, terdapat inisial HR pada pistol itu. "Ini sebuah pistol rancangan khusus, tapi yang jelas bukan hasil produksi keluarga Vireaux" ucap tuan Marco.

Darren mengangguk mengerti akan hal itu, "Hani Ravenna Arclight apa papa mengenalnya? " tanya Darren.

Tuan Marco tampak berfikir sejenak "Marga Arclight? apakah dia keturunan dari tuan Al-"

"Siapapun itu kasih aku makanan, aku sangat lapar" ucap Hani menyela perkataan tuan Marco, dia berdiri didepan tangga tak jauh dari ruang keluarga.

Tuan Marco, Nyonya Diana dan juga Darren sontak menoleh ke arah sumber suara, tampak Hani yang berdiri lemas sembari memegangi perut nya.

Mama Diana sedikit terkejut akan kehadiran Hani, ia menghampiri Hani kemudian menuntunnya untuk duduk di sofa. "Kamu tunggu disini ya sayang, biar para pelayan siapkan makanan untukmu" ucap Mama Diana.

Hani hanya mengangguk kecil, kepalanya masih terasa sedikit pusing tetapi hal itu sudah biasa Hani alami ketika sadar dari alter ego nya. "Jangan terlalu lama tante, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada mansion ini beserta para penghuni nya jika makanan nya terlalu lama dihidangkan, mungkin saja Raven akan meledakkan mansion milik tante ini" ucap Hani santai.

Mama Diana hanya mengangguk kan kepala nya, kemudian pergi berlalu ke dapur untuk memerintah kan para pelayan. Sedangkan Darren dan Tuan Marco menatap heran pada Hani.

"Siapa Raven? " tanya Darren.

Hani menatap ke arah Darren sekilas "Bagian diriku yang lain" ucapnya tanpa sadar.

"Eh maksudku itu raven temen kuliah diluar negeri" ralat Hani, sembari merutuki tindakan otak dan mulut nya yang tidak solid.

Tuan Marco dan Darren saling pandang, mereka paham jika Hani sedang menutupi sesuatu. "Ini pistol mu? " tanya tuan Marco sembari memputar putar pistol ditangan nya.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!