NovelToon NovelToon
Daddy Tampan

Daddy Tampan

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herti Bilkis

Menjadi kaki tangan mafia, tidak menyurutkan peran ganda Mark Robert kali ini.

Duda memiliki anak satu, cantik dan cerdas itu. Tiba-tiba mengejar cinta seorang sekretarisnya. Setelah kegagalan perasaan cintanya atau hanya sekedar tanggung jawab dulu. Apakah Mark akan benar-benar jatuh cinta dan di cintai? Mengingat latar belakang hitam dirinya bukan menyurutkan wanita tidak menyukainya, malah mereka berharap dapat di sentuh pria beranak satu itu.



Selamat membaca kisah tuan Mark Robert sahabatnya Rendi Anggara ya Kak.
Salam hangat dari Herti Bilkis😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herti Bilkis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Lalu

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak. Oh iya gabung group chat aku Kak ya, Emot senyum.

"Kenapa aku nurut aja sama dia yah? Di suruh duduk aku duduk, di minta makan aku makan! Aneh, tubuhku ini kenapa sih? Padahal hati aku gak setuju tapi kenapa diri akunya malah nurut aja sih?" gerutu Alea sembari memakan makanannya yang terasa pedas membuatnya berkeringat, namun ia tak mengalihkan pandangannya pada pintu kamar pribadi bosnya, dimana Mark berada saat ini.

Alea menghabiskan makanannya menikmati makanan yang memang kesukaannya adalah makanan pedas. Ia menikmati makananya sehingga dia melupakan seseorang yang saat ini berdiri tepat di sampingnya menatapnya dengan lekat.

"Karyawanku tidak ada yang makan seperti kelaparan begitu!" ucap Mark mengejutkan Alea hingga gadis itu tersedak.

Setelah itu, Mark dengan datarnya tidak menghiraukan Alea yang terbatuk, dia duduk di sofa berhadapan dengan Alea yang kini tengah menenggak air minumnya sangat banyak, hingga air mineral yang ia minum habis tak tersisa. Ketika Mark melihat sekertarisnya yang minum seperti itu, ia mengerutkan dahinya dan juga menggelengkan kepalanya memperhatikan sekretarisnya yang lain dari wanita biasa yang selalu menjaga imagenya.

"Tidak bisakah kamu minum seperti biasa?" cetus Mark.

"Minum seperti biasa? Apanya Tuan? Ini seperti biasa kok!" jawab Alea acuh.

Alea tampak berkeringat, mengingat ia makan makanan yang sangat pedas sekali. Namun ia tersenyum merasa puas ketika menikmati makanan kesukaannya.

"Tidak ada wanita yang makan sampai berkeringat seperti itu! Bahkan menghabiskan minuman satu botol sekaligus!" ucap Mark menatap dingin ke arah Alea.

Alea terdiam dia menyadari apa yang dilakukan oleh dia yang memang tidak bisa bersikap anggun sama sekali. Seperti kebanyakan wanita, namun ia hanya terbatuk lalu membenarkan posisi duduknya. Alea tampak acuh menanggapi Mark yang kini mengerutkan dahinya memperhatikan gadis itu yang mencoba untuk duduk dengan anggun.

"Tidak perlu memaksakan nya belajar perlahan. Aku tidak mau memiliki sekretaris yang berantakan seperti kamu!" tegas Mark.

"Berantakan! Aku? Astaga, pria dingin ini bilang aku berantakan? Apanya yang berantakan? Apa dia pria normal? Masa aku cantik begini di bilang berantakan!" gerutu batin Alea.

Alea menatap Mark dengan tanpa arti, melihat Mark yang dengan datarnya berbicara seperti itu pada seorang wanita.

Mark bangun dari duduknya lalu ia berjalan menghampiri mejanya dan mengambil handphonenya. Alea memperhatikan Mark dan membereskan makanannya.

"Anda tidak makan Tuan?" tanya Alea.

"Melihat kamu makan saja aku sudah kenyang!" balas Mark datar.

Alea mengerutkan dahinya ketika mendengar penuturan tuannya itu, namun saat Mark berjalan keluar dari ruangan itu. Alea terdiam, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh tuannya itu.

Saat Mark mendekati pintu keluar ia berhenti sejenak, lalu berbalik melihat ke arah Alea yang sedang terdiam bergelut dengan pikirannya sendiri

"Apa kau akan seperti itu terus atau kau betah tinggal di sini!" tegas Mark.

"Ya Tuan!" balas Alea

Alea bergegas untuk menghampiri Mark dan berjalan di belakang mark. Mereka berjalan dan memasuki lift khusus direktur, diikuti oleh Alea. Mark masih menatap lekat ke arah Alea dari atas sampai ke bawah, lalu dari bawah sampai ke atas, ia menggelengkan kepalanya ketika melihat penampilan Alea yang baginya berantakan.

Saat merasa dirinya diperhatikan oleh Mark Alea yang menjadi salah tingkah ia merasa ragu-ragu ketika Mark tidak bertanya kepada tuannya itu. Kenapa dia memperhatikannya dan memilih tidak berbicara sama sekali kepada Alea.

Begitupun dengan Alea, ia tidak mencoba untuk bertanya kepada tuanya itu. Namun saat keluar dari lift, keduanya kini berjalan keluar dari kantor dan sudah ada mobil yang terparkir di depan perusahaan. Dengan sopir yang menunggu di pintu mobil.

Pria berpakaian formal itu membukakan pintu mobil untuk Mark dan Alea. Keduanya kini duduk berada tepat di kursi penumpang dengan Mark yang masih dengan pandangan dinginya, tanpa memperhatikan lagi ke arah Alea yang kini merasa takut untuk berbicara kepada pria yang ada di sampingnya itu.

Mark tampak acuh datar bahkan dingin kepada siapapun, apalagi kepada seorang wanita. Namun lain kepada Alea yang memang Mark sendiri yang yang mengajukan bahwa gadis itu untuk bekerja di perusahaannya. Namun tidak terpikirkan olehnya jika ia meminta Alea untuk menjadi sekretaris pribadinya hingga membuatnya berada dekat terus dengan wanita.

Saat memikirkan tentang dirinya yang tidak masuk akal itu, Mark terdiam ia mengingat tentang janjinya kepada istrinya yang membuatnya tidak pernah ingin dekat dengan wanita manapun. Saat mengingat tentang mendiang istrinya, Mark masih mempertanyakan tentang dirinya, apakah dia benar-benar mencintai istrinya sepenuh hati atau karena ia memang merasa bersalah kepada almarhum istrinya, yang tak lain adalah Ibu dari putrinya Naura.

Namun Mark tidak ingin mempersulit cara pikirnya dengan teringat kembali kepada istrinya, ia terdiam sepanjang perjalanan. Alea merasa ada hal yang berbeda dari tuannya itu yang sedari tadi hanya berdiam diri saja, tanpa memerintahnya ataupun berbicara ketus dan dingin kepadanya. Namun saat kendaraan itu berhenti tepat di sebuah pusat perbelanjaan. Membuat Alea terdiam, ia tidak mempercayai dengan apa yang ia lihat ketika sebuah tokoh yang sangat besar kini ia berada.

"Turun!" tegas Mark.

Alea mengangguk dan ia membuka pintu mobil dan keluar berdiri tepat menghadap toko yang sangat besar itu. Mark masuk tanpa mengajak Alea namun seperti sebuah magnet Alea secara otomatis, ia mengikuti tuannya itu berjalan dari arah belakang meski Mark sangat dingin dan acuh, namun Alea sangat menuruti apapun yang diucapkan oleh tuannya itu.

"Kenapa kalian itu selalu malah melangkah mengikuti nya? Padahal dia tidak meminta kamu mengikutinya loh!" gerutu Alea.

Alea bergelut dengan pikirannya sendiri, hingga ia tidak menyadari bahwa pria yang berjalan di hadapannya tengah berhenti tepat di depan pintu masuk. Membuat Alea menabrak punggung Mark dengan kasar Alea mengaduh ketika mendapati hidungnya membentur tubuh Mark dengan sangat keras. Membuatnya merasa sakit di Pangkal hidungnya.

"Berjalan saja kamu tidak bisa? Bagaimana kamu bisa menjadi sekretaris ku!" acuh Mark.

Alea tertegun ketika mendengar ucapan bosnya itu. Ia berulang kali meminta maaf namun sesekali menyentuh pangkal hidungnya yang masih terasa panas ketika membentur tubuh tuannya itu.

"Ya ampun! Pantas saja dia sangat dingin, datar bagaikan kutub utara, hidung aku aja sampai terasa panas membentur punggungnya terasa keras banget seperti yang aku duga," gerutu batin Alea.

Alea berjalan kembali mengikuti Mark yang sedang berjalan kembali memasuki toko itu. Meski Alea tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Mark, datang ke pusat perbelanjaan yang Alea tahu bukankah Bosnya itu mengajaknya untuk pergi ke cabang perusahaan, untuk pengecekan. Namun Alea hanya mengikuti apapun yang yang Mark perintahkan, begitupun tuannya itu pergi kemanapun.

Alea tertegun dan mengagumi ketika melihat luasnya pusat perbelanjaan itu, tampak sangat luas dan besar membuatnya tidak memahami dengan apa saja yang ada di toko itu. Namun saat Mark berjalan memasuki toko pakaian yang sangat elegan membuatnya semakin terdiam mengagumi kecantikan dan desain-desain pakaian yang terpajang di toko itu, sangat berkualitas dan bahkan membuat Alea merasa mengagumi mahakarya para desainer yang menyimpan desain di toko itu.

"Waah, ini benar-benar tempat orang elit," ucap Alea tertegun memperhatikan setiap pakaian dan juga barang-barang yang ada di toko itu.

1
Katherina Ajawaila
keren , selamat Alea dan Mark. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
Alea, polos, jadi mark seneng dan ngk matre, hanya doyan makan.
Katherina Ajawaila
Bram, paman y thour, kan adiknya PP nua Mark kan
Katherina Ajawaila
Mark, seru juga bisa blng sayang pada hal mafia berdarah dingin🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
Alea di bawa k Jerman nih🤫🤫🤫
Katherina Ajawaila
Alea ampun lemot amat pentium satu
Katherina Ajawaila
dasar si pentiym satu lemot amat. jadi di peralat deh sm somplak boos bocor 🤪🤪🤪🤪
Katherina Ajawaila
Alea jgn gedong donk nanti beneran di pakaian baru kapok
Katherina Ajawaila
Alea pakai perut karet kali ya
Katherina Ajawaila
Alea ampun, org lagi ramai dia malah sibuk mkn
Katherina Ajawaila
akhir nya keluar juga dr mulut boos somplak
Katherina Ajawaila
kena kqn Mark sihir nya Alea. 🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
lucu Alea. lemot banget jadi org
Katherina Ajawaila
seru aja bacanya thour, liat Alea di kerjakan Mark
Katherina Ajawaila
Naura ngk boleh judes sm Alea, dady aja seneng masa Naura ngk 🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
lucu thour ceritanya tapi mesra. semangat thour
Katherina Ajawaila
boos somplak sekretaris lemot🤫🤫🤫🤫
Bilkis😉: love banyak2 buat kk😍
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Alea pin2 bo
Katherina Ajawaila
Alea lemot banget sih thour kasian amat pada hal pendidikan tinggi🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
mark boos somplak, kaya nya bucin ya thour sm Alea. semoga ngk di manfaatin, kasihan Alea poltak banget kata pentium 1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!