NovelToon NovelToon
Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.3k
Nilai: 5
Nama Author: AYi

Cerita tentang seorang anak gadis cantik yang cerdas dan memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Gadis itu bernama Aryanti Wihardja, biasa disapa Ary.Dia memiliki seorang sahabat bernama Eno Mundarwati.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari Ary, mulai dari persahabatan hingga kisah cinta Ary. Ary selalu berdo'a agar tidak jatuh cinta terlebih dahulu sebelum menjadi seorang dokter. Dia tidak ingin sekolahnya terganggu dengan urusan cinta.

Akankah Ary jatuh cinta saat di bangku sekolah, kuliah atau setelah menjadi dokter? Yuk kita baca cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Kedekatan Membawa Hidayah

Hari berganti Minggu, Minggu pun berganti Bulan. Pertemanan antara Bayu dan Ary pun semakin dekat. Tidak hanya kegiatan pengkaderan OSIS, Bayu juga mengajak Ary untuk mengikuti pengajian Ahad pagi yang diadakan di Masjid Raya kota itu.

"Ary, Minggu pagi besok kamu ada acara nggak, atau ada kesibukan apa gitu?" tanya Bayu tiba-tiba.

Saat ini mereka sedang berjalan menuju parkiran sekolah, seusai latihan PBB untuk para penerus pengurus OSIS.

"Enggak ada, kak. Ada apa ya?" tanya Ary.

"Biasanya kalau Minggu pagi, aku cuma joging bentar lalu bantu-bantu Bunda bersih-bersih." imbuhnya.

"Ikut pengajian Ahad pagi di Masjid Raya, yuk!" ajak Bayu.

"Jam berapa dimulai acaranya, kak?" tanya Ary lagi."

"Terus selesai jam berapa?"(Ish, si Ary banyak tanya. Iyakan aja kenapa biar hati Bayu senang \=kata author 😀)

"Mulai acarnya jam setengah delapan, selesai sekitar jam sembilan-an." jawab Bayu.

"Tapi kak, jam sepuluh kan kita harus stay di GOR untuk latihan PS walet. Apa nanti keburu, waktunya kan mepet banget?"

"Biasanya jam sembilan sudah keluar dari Masjid, tausiyahnya nggak lama kok. Makanya, bawa baju ganti sekalian biar sekali jalan. Nggak pulang pergi cuma buat ganti baju." jelas Bayu.

"Buang-buang waktu itu namanya kalau seperti itu!" imbuh Bayu.

Minggu pagi akhirnya Ary juga ke pengajian Ahad pagi di Masjid Raya. Ary bersemangat untuk pergi menuju Masjid Raya. Tadi malam dia sudah minta ijin pada kedua orang tuanya. Ayah dan bundanya sangat mendukung Ary pergi ke pengajian.

Ary pergi ke Masjid Raya dengan menaiki sepedanya, dia bersenandung kecil di sepanjang perjalanan untuk mengusir sepi. Ary berangkat sendiri dari rumah, dia dan Bayu hanya janji ketemuan di Masjid Raya saja.

Acara dimulai tidak lama setelah Ary masuk ke dalam Masjid Raya tersebut. Acara demi acara Ary ikuti dengan hikmat. Tausiyah hari ini berisi tentang kewajiban seorang perempuan yang sudah baligh untuk berhijab. Kewajiban untuk menutup aurat dan perhiasannya dari laki-laki yang bukan mahramnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin. "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka."

Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Penyayang." (Q.s. Al Ahzab : 59)

Selain itu, ada lagi firman Allah SWT yang artinya :

"Katakanlah kepada wanita-wanita mulkarimah, " Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga ******** mereka serta tidak menampakkan perhiasan mereka, kecuali apa yang biasa tampak darinya.

Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua)..." (Q.s. An Nur : 31)

Tidak lama kemudian acara pun selesai. Ary keluar masjid dan menunggu Bayu di pintu gerbang Masjid Raya.

Ary dan Bayu pergi menuju GOR untuk melakukan latihan beladiri pencak silat walet putih. Sesampainya di GOR, mereka menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Kemudian bergabung dengan teman-temannya untuk latihan beladiri.

Satu setengah jam kemudian, latihan pun selesai. Ary dan Bayu beristirahat sebentar di luar gedung, mereka berdua duduk di tangga emperan gedung sambil bercerita.

"Ary, boleh enggak aku panggil kamu adik?" tanya Bayu tiba-tiba sambil duduk membawa dua gelas es kelapa muda. Kemudian menyodorkan segelas pada Ary.

"Hah?!" Ary kaget mendengar pertanyaan Bayu.

"Terima kasih, tau aja orang lagi haus" Ary mengalihkan pertanyaan dari Bayu.

"Sama-sama, Dik." jawab Bayu.

"Apa? Bilang apa tadi? Ulangi kak!" tanya Ary sambil menggoyangkan lengan Bayu.

"Adik, boleh kan?"

"Eit! Kita bukan mahram, jangan sentuh!" canda Bayu.

"Ini kan nggak sentuh kulit, pegang lengan baju juga!" jawab Ary dengan ketus sambil memeletkan lidahnya 😛.

"Nanti kalau kita sudah nikah baru boleh sentuh kulit." kata Bayu.

"Kakak ini apaan sih? Nggak lucu tau!" Ary semakin cemberut, memajukan bibirnya.

"Udah! Jangan cemberut gitu, jelek tau!" Bayu tertawa melihat tingkah Ary.

"Senyum dong! Biar tambah cantik." bujuk Bayu.

Ary tetap cemberut, dia membalikkan badannya membelakangi Bayu.

"Eh, ngomong-ngomong kamu makin cantik lho pakai hijab. Jangan dilepas ya, istiqamah pakai hijab." kata Bayu sambil mengelus puncak kepala Ary yang tertutup jilbab.

Sebenarnya Ary ingin berbalik menghadap Bayu begitu mendengar kata-kata Bayu tadi. Tapi hal itu diurungkannya, dia ingin mendengar Bayu melanjutkan kata-katanya.

"Kalau kamu pakai hijab, kamu akan merasa aman. Karena hijab akan menjauhkan kamu dari orang yang berniat jahat padamu."

"Lain halnya, kalau kamu mengumbar aurat kamu. Sama saja kamu mengundang perhatian para lelaki untuk melecehkan kamu. Mengundang para lelaki untuk menjamah tubuh kamu."

"Aku mohon, kamu tetap istiqamah memakai hijab. Ayah dan Bunda juga akan terhindar dari api neraka jika kamu berhijab, karena sudah berhasil mendidik anak-anaknya untuk mematuhi ajaran Islam. Kamu sayang kan sama mereka?" tanya Bayu di akhir nasehatnya.

Ary yang mendengar kata-kata Bayu merasa terharu. Karena baru kali ini ada orang lain selain keluarganya, membujuk dia untuk berhijab.

Ary mulai menitikkan air mata, dia merasa sangat bahagia karena Bayu begitu perhatian padanya. Dengan perlahan dia membalikkan badannya sambil menghapus air matanya.

"Insha Allah kak. Do'akan Ary ya, kak. Semoga istiqamah memakai hijab. Ary masih tahap belajar." kata Ary dengan senyum manisnya.

"Aku meminta kamu berhijab, karena aku peduli sama kamu. Aku ingin menjadi wanita muslimah yang solehah, bisa menjadi kebanggaan orang tua." kata Bayu. Bayu tidak ingin Ary tahu alasan sebenarnya, kenapa Bayu meminta Ary untuk berhijab.

Sebenarnya Bayu tidak ingin Ary menjadi pusat perhatian kaum lelaki. Dia berharap suatu hari nanti Ary menjadi pendampingnya. Begitu besar cintanya pada Ary, Bayu ingin melindungi Ary tanpa Ary sadari.

"Pulang, yuk! Sudah habis dari tadi minumku." ajak Ary.

"Ayuklah! Aku balikin dulu gelasnya ya, kasihan mamang yang jualan es. Kehilangan dua gelas tidak jadi untung malah buntung." kelakar Bayu.

Selama berteman dengan Bayu, Ary merasa nyaman dan tersanjung. Bayu selalu memperlakukan Ary seperti tuan putri. Bayu selalu menjaga perasaan Ary. Tidak sekalipun Ary merasa sakit hati selama bersama Bayu beberapa bulan ini.

Setelah Bayu mengembalikan gelas dan membayar es tadi, mereka pulang ke rumah beriringan sepeda.

"Gimana, enakkan pakai hijab? Enggak panas kepalanya karena sengatan matahari?" tanya Bayu. Saat ini tengah hari, dimana sinar matahari tepat dia atas kepala.

"Iya, kak. Gerah sih sebenarnya, tapi nyaman. Rambut tidak berantakan, bersepeda pun tenang karena tidak bolak balik betulkan rambut yang berantakan tertiup angin." Ary tertawa kecil dengan cengiran khas lesung pipinya.

***MAAF YA, BARU BISA UP. SEMOGA SELANJUTNYA BISA UP LEBIH BANYAK DAN SERING.

MOHON TINGGALKAN JEJAK, LIKE DAN COMMENT 🙏🙏🙏

TERIMA KASIH SUDAH MAU SINGGAH KE NOVEL KU YANG PENUH DENGAN KEKURANGAN INI***.

1
Sulastri Abdi
sepupu itu bukan mahrom jadi nggak boleh bersentuhan kok malah minta peluk di bayu? sebenarnya boleh nikah kok dengan sepupu
Sulastri Abdi
apa authornya orang klaten nih kok pakai klaten sebagai lokasi novelnya. aku orang klaten juga nih
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: Klaten kota kelahiran saja, domisili di seberang Mbak 🤭
total 1 replies
Sulastri Abdi
emang lokasinya di klaten kok GOR Gelarsena?
ZaeV92
hadir kakak
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: terima kasih 🤗
total 1 replies
Lia Anisa
wah warung apungnya sudah d gusur sekarang.yang bikin novel orang mana nih
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα яσѕє🌹
semangat
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
hihii aku baru mampir ka Ayi...
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
uda baca " Menggapai Mimpi " keeereeen ceritanya thoor.....
Dinul
firts komen
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
congrats ya Bay....
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
keren Bayu masuk STAN (Sekolah Tinggi ilmu Akuntansi Negara) tanpa ada tes
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
bs2 ntar Bayu kege'eran tuh krn selalu bs ngobrol bareng kayak orng pacaran aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
utk saat ini berteman aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
Ary....Ary....jika Alex melihat kedekatanmu dengan Bayu pasti yg ada di pikirannya bahwa km memutuskan dirinya krn Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sabar ya Lex...
semoga kamu dan Ary kelak berjodoh deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
msh SMA jd mending putus aja , ntar klo uda kuliah gpp deeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok di ulang chapter 16 nya 🤔🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
ciiiieee Bayu....ikutan PDKT ke Ary yaaak....
nyaranin Ary ikut pengkaderan biar bs dekat ama Ary kaaaan ???
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
seharusnya tanda koma di letakkan setelah kalimat "kalau tidak"
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok walas mereka , seharusnya kan walas kalian gt ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!