Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pesta hari kedua
Lomba adu kemampuan akan di mulai sebentar lagi, para nona bangsawan yang memiliki kemampuan di anjurkan untuk mendaftarkan nama mereka di sebuah kertas yang telah di sediakan. Huang Mei melangkah kan kakinya menuju tempat pendaftaran, kasim merasa kasihan dengan Huang Mei, ia mengira kalau Huang Mei akan mempermalukan dirinya sendiri.
Berita mengenai Ji Wei yang menantang Huang Mei sudah terdengar hingga ke telinga kaisar dan para masyarakat. Mereka menatap Huang Mei dengan iba namun ada juga yang senang karena Huang Mei dapat di permalukan oleh Ji Wei satu tontonan yang menarik.
Kaisar dan permaisuri telah duduk di singgasana nya, bunyi gong membuat semuanya berkumpul di arena lomba. Huang Mei berdiri di dampingi Huang Dao dan Huang Feng, Huang Feng tidak berhenti berdoa dari awal Huang Mei mendaftarkan dirinya.
"Pertarungan akan segera di mulai para calon peserta di harapkan untuk hadir di lapangan ! " teriak kasim.
Kasim mengenalkan Tetua Hong , Tetua Hong merupakan seseorang yang di segani dan di hormati di kerajaan api. Kemampuan dan kekuatan nya sangat luar biasa, ia merupakan salah satu pembimbing di akademi. Tetua Hong di pinta untuk menjadi juri di acara perlombaan kali ini.
"Perlombaan pertama adalah memanah, kalian harus bisa mencetak nilai terbaik dari papan panah tersebut, anak panah akan di berikan sebanyak lima buah saja. Perlombaan selanjutnya adalah bertarung, kalian bisa menggunakan kekuatan elemen, pedang bahkan binatang spirit sekali pun ! " teriak kasim membuat mereka mengangguk.
Huang Mei berdiri di barisan nya, bunyi gong terdengar sebanyak tiga kali dan kasim sudah berteriak memanggil nama mereka satu persatu. Huang Mei berdiri paling belakang dan itu membuat Ji Wei kembali mengolok - olok dirinya.
"Sudahlah lebih baik kau menyerah saja , sampah seperti kau tidak akan bisa menang " ejek Ji Wei yang dapat di dengar oleh semua orang.
Huang Mei menjadi bahan tertawaan mereka termasuk Huang Wen,jenderal Huang dan Huang Dao hanya diam tidak terpancing dengan hinaan yang mereka dapat. Putri Wang Yi melesatkan anak panah pertamanya ia mendapatkan nilai 10 untuk anak panah pertama.
"Putri Wang Yi berhasil mendapatkan nilai 10, 10, 9, 9 dan 8. sebuah nilai yang sangat bagus untuk awal pertandingan " teriak sang kasim.
Pertandingan berlanjut hingga nama Ji Wei di sebutkan, Ji Wei berdiri dengan angkuh ia mengangkat busur panah nya dan melesatkan anak panah milik nya.
"Wah nilai yang cukup bagus nona Ji, nona Ji berhasil mendapatkan angka 10, 10, 10, 9, 9. Selanjutnya nona muda Huang silahkan maju kedepan " ucap sang kasim.
"Lebih baik kau menyerah saja sampah seperti kau tidak layak berada di pertandingan ini " teriak salah satu penonton hingga membuat penonton lain ikut menyoraki Huang Mei.
Huang Mei tetap diam, ia mengambil busur panah dan mengangkat nya , Huang Mei mengambil lima anak panah sekaligus membuat semua orang semakin penasaran. Dalam hitungan ketiga Huang Mei melesatkan anak panah miliknya dan anak panah tersebut berhasil mengenai nilai sepuluh semuanya.
"Luar biasa "ucap tetua Hong.
Mereka menatap Huang Mei dengan tidak percaya, bahkan kasim terdiam di tempat menyaksikan sesuatu yang tidak biasa.
"Hebat ! sangat hebat ! nilai sempurna ! " ucap Tetua Hong membuat kaisar Wang tepuk tangan dan berdiri dari tempat duduk nya.
Huang Mei berjalan mendekati Ji Wei.
"Kau melupakan sesuatu nona Ji Wei , bahkan sampah sekali pun jika di daur ulang akan menjadi barang yang bagus. Kau menganggap ku sebagai sampah tapi kau lupa aku juga bisa berkembang seiring berjalan nya waktu. Jadi, sekarang siapa yang terlihat seperti sampah nona..... " ejek Huang Mei dengan menepuk pundak Ji Wei.
Huang Mei keluar dari arena memanah dan mendatangi ayah dan kakak nya, jenderal Huang memeluk Huang Mei dengan erat menyalurkan kebahagiaan mereka.