📌Season kedua dari THE QUEEN OF MAFIA
📌Disarankan membaca THE QUEEN OF MAFIA terlebih dahulu.
Mengisahkan tentang seorang gadis yang ditinggal oleh kekasih masa kecilnya, semenjak itu ia berubah menjadi datar dan dingin, ia juga mewarisi mafia yang didirikan oleh Momynya, ia biasa disebut sebagai Queen ke-dua.
Gadis tersebut adalah putri semata wayang dari Azkadina Anderson dan Arion Adhitama Robertson.
Ia melewati hari harinya selalu bersama dengan sepupu dan teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, hingga mereka memutuskan untuk tinggal dalam satu mansion, tanpa disangka mereka bertemu dengan orang yang selama ini mereka cari dan tunggu tunggu.
Apakah dia akan bertemu dengan pujaan hatinya?
Penasaran? Simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Dikamar Alena, Marvin merebahkan Alena dengan sangat hati hati agar Alena tidak terbangun dari tidurnya.
Setelah merebahkan Alena, ia melihat sekeliling kamar Alena yang dipenuhi dengan pistol, pisau lipat dan katanya yang menempel memenuhi dinding kamarnya
"Ini kamar atau tempat nyimpen senajata sih." Gumam Marvin takjub melihat senjata yang banyak berjajar dengan sangat rapi
Ia melihat depan almari Alena yang dimana tergantung jubah kebesarannya yang bertulis 'LEADER BLACK DEVIL'
Seketika mata Marvin langsung membulat sempurna, nampaknya ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat
"Ja..di Alena... mafia, bahkan leadernya." Kaget Marvin pelan memutup mulutnya dengan telapak tangannya
Ia langsung memandang Alena yang masih pulas tertidur
"Kalau dia leadernya kemungkinan Berlian dan Valen juga anak buahnya atau bahkan tangan kanannya." Gumam Marvin menduga duga
Mata Marvin tertuju pada nakas yang berada tepat disamping tempat tidur Alena, ia sangat terkejut karna melihat sebuah gelang yang sama dengan gelangnya yang berbentuk separuh hati
Ia mengambilnya dan mengamatinya dengan teliti, mata Marvin mulai berkaca kaca karna melihat bahwa gelang itu memang gelang pemberiannya
"Chubby." Ucap Marvin menatap gelang Alena yang dipegangnya
Saat itu juga Alena mengigau
"Buddy, jangan tinggalin Lena, Lena udah nunggu lama." Ucap Alena masih menutup matanya rapat rapat
Marvin yang mendengar menjadi snagat yakin bahwa Alena adalah orang yang selama ini ia cari cari, ia langsung memegang tangan Alena dan mengelus rambutnya dengan sayang
"Chubby, Buddy udah dateng kok, Buddy udah nepatin janji Buddy buat kembali lagi," ucap Marvin mengelus rambut Alena dengan sayang "gw sebenarnya juga udah naruh rasa sama lu Lena, sebelum gw tau kalau lu orang yang gw cari selama ini." Imbuh Marvin lagi
Alena yanh dielus oleh Marvin, merasa lebih nyaman hingga ia terlelap lebih pulas lagi
"Emmmm, lu belum sadar kalo gw orang yang lu tunggu selama ini, jadi nggak seru kalo gw bilang gw orang yang lu tunggu, dan waktu itu lu nyuruh gw buat jauhin lu, tapi sekarang gw bakal lebih deket lagi sama lu, sampai lu nyadar kalo gw orang yang lu tunggu." Ucap Marvin pelan, lalu mengecup kening Alena dan keluar dari kamar Alena
Marvin langsung kembali kemansionnya dengan senyum mengembang
Adrian dan Jovian yang melihat Marvin masuk dengan senyum mengembang merasa aneh dan bingung dengan tingkah Marvin
"Vin, lu kenapa senyum senyum gitu?" Tanya Adrian
"Iya, udah kayak orang nggak waras lu." Imbuh Jovian
"Atau jangan jangan lu abis ngapa ngapain Alena dikamarnya tadi." Duga Adrian dengan fikiran kotornya
"Otak lu tu disapu biar bersih," jawab Marvin "gw kekamar." Imbuh Marvin langsung pergi kekamarnya meinggalkan Adrian dan Jovian yang masih kebingungan dengan tingkah Marvin
"Tuh anak kesambet setan mana dah." Ucap Jovian
"Jangan jangan kesambet setan didepan tadi." Duga Adrian takut langsung berlari kekamarnya
"Woy tungguin!" Teriak Jovian mengejar Adrian hingga masuk kedalam kamarnya
Dikamar Marvin, ia rebahan dikasur empuknya memandangi gelangnya sambil tersenyum sendiri tak jelas
"Lena, meskipun lu leader mafia, gw bakal terima lu apa adanya, karna gw udah suka sama lu, lu juga orang yang gw cari selama ini, gw harap cinta gw nggak bertepuk sebelah tangan." Ucap Marvin membayangkan wajah cantuk Alena yang terus berterbangan didalam benaknya
"Gw bakal buat lu luluh." Tekad Marvin ingin membuat Alena luluh padanya, ia langsung tidur dengan tangan menggenggam gelangnya
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕