[Proses Revisi]
Empat orang gadis memiliki kemampuan yang semua orang tidak miliki, melihat mahluk halus? melihat masa depan? melihat masalalu? merasakan aura disekitar? Mengerikan bukan? Tentu saja. Siapa yang baik-baik saja ketika memiliki kemampuan tersebut.
Kadang melihat sesuatu yang mengerikan itu sangat melelahkan.
Tapi semua itu membaik ketika mereka bertemu dengan Kakak senior di sekolah barunya, memiliki aura yang notabenenya mereka butuhkan selama ini.
Bagaimana kisah cinta mereka dan kisah mereka dengan para mahluk tak kasat mata?
On IG: @ry_riuu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GILA
Mereka semua sudah sampai dirumah Echa. Setelah kejadian Aira yang merengek ingin menginap dirumah Echa.
"Kak Caca, Aira seneng banget." Ujar Aira girang.
"Emang Aira ga pernah nginep dirumah temen Aira?" tanya Echa sambil mengelus kepala Aira lembut.
"Kata Mamah, Aira diem dirumah! Mama gamau Aira keluyuran tengah malem!" Jawab Aira dengan menirukan gaya tante An yang sedang marah.
Echa, Hanin dan Ivy merasa iba melihat anak masih di bawah umur sudah bisa merasakan bahkan melihat hal-hal gaib yang seharusnya tidak pantas dilihat, Echa saja yang sudah besar merasa ketakutan melihat mahluk yang wujudnya hampir tak berbentuk dan hancur.
"Aira mau makan ga?" tanya Hanin
"Mauu!!!" jawab Aira antusia
"Ayo, kita turun kebawah." Ujar Ivy sambil menggendong Aira.
"Go!!!." Sahut Aira sambil merentangkan tangannya ala super hero.
Mereka semua turun kebawah untuk makan malam, karena sejak pulang sekolah Echa, Hanin dan Ivy belum mengisi perutnya itu dengan nutrisi.
Di meja makan semua memakan-makanannya masing-masing tanpa ada yang bersuara, tanpa ada percakapan apapun kecuali suara dentingan sendok.
Beberapa menit berlalu mereka sudah selesai makan malam, setelah berkutat di dapur dan membereskan piring kotor di meja makan, mereka langsung pergi ke kamar Echa.
"Kak, Aira pernah dibilang gila sama temen-temen." Ujar Aira sambil menatap mata Echa.
"kenapa?" tanya Echa.
FLASH BACK ON
Aira sedang duduk manis di kursinya dengan tenang dan damai, memeperhatikan apa yang sedang guru bicarakan di depan dam menulis ulang apa yang guru itu tulis di papan tulis.
KREEKK,..KREKKK,..TREKK,..
"Suara apa itu?" tanya Aira pada dirinya sendiri.
"Eh ra, denger ga?" tanya Aira pada Ara teman sebangkunya.
"Apaaan Aira?" tanya Ara pada Aira yang tak paham.
"Suara kaya leher yang mau patah gitu." jawab Aira.
"Masa si ra, ara ga denger." Ujar Ara sambil melihat kesana kemari.
"Ga ada apa-apa, Aira jangan gitu Ara takut." kata Ara.
"Mungkin diluar kali ya." sahut Aira, Ara menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuan
Aira dan Ara kembali memperhatikan guru yang sedang memperkenalkan buah dan sayuran.
"Airaaa.." bisik seseorang pada telinga Aira, terdengar lembut namun menusuk.
Aira langsung menoleh ke sumber suara itu, namun nihil, tidak ada apapun disekitar Aira, hanya ada teman-temannya yang sedang memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru. Aira kemudian memperhatikan kembali kepapan tulis.
"Airaaa.." suara bisikan itu terdengar lagi, Aira langsung menoleh ke arah suara itu.
"Aaaaaaaaa!!!" teriak Aira yang langsung menutup matanya.
Semua mata tertuju pada Aira terutama guru yang sedang mengajar, bagaimana tidak, Aira berteriak sangat kencang.
"Aira kenapa?" tanya guru itu pada Aira.
"ENGGAA!! PERGII!!" teriak Aira sambil berlari masuk kedalam loker, untuk bersembunyi.
"Aira sayang, kamu kenapa Nak?" tanya Guru itu sambil menghampiri Aira.
"Bu Guru, suruh pergi orang itu Aira takut bu." jawab Aira sambil menunjuk pada mahluk tak kasat mata itu.
"Ga ada apa-apa, Aira ayo keluar, jangan main-main." ujar bu Guru itu. Namun Aira masih menutup matanya dan masih tak bergeming dari tempat itu.
"Airaa" Panggil ibu guru itu dengan lembut, Aira kemudian mengangkat kepalanya sambil melihat kesana kemari tidak ada mahluk itu lagi.
"Ayo, keluar kita belajar lagi." ujar Guru itu sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh tangan mungil milik Aira.
Aira kembali duduk dibangkunya, tanpa memperdulikan teman-temannya yang terus menatap dirinya.
"Apa mereka tidak lihat orang yang menyeramkan tadi?" tanya Aira pada dirinya sendiri.
ting..tong..ting..tong..waktunya pulang..
Semua sedang berkemas memasukkan buku dan pensil pada tasnya masing-masing untuk segera pulang kerumahnya. Terutama Aira sangat ingin pergi dari kelasnya itu, sesegera mungkin.
"Oke anak-anak sampai disini dulu ya, ibu ingatkan lagi jangan lupa PR nya dikerjakan ya." ujar bu Guru.
"Iya buu." jawab semua murid kompak.
Guru itu meninggalkan kelas, di ikuti teman-teman yang lainnya.
"Aira kamu gila ya?" tanya Miu teman sekelas Aira.
"Aira ga gila, Aira liat orang yang sangat menyeramkan, apa kalian tidak melihatnya?" tanya Aira pada teman-temannya.
"Kami ga liat apa-apa" ujar Mimi.
"Iya, Aira gila ya!" Kata Zia.
"Aira ga gilaa!!" bentak Aira.
"Aira gila! Aira gila! Aira gila!" olok teman-temannya sambil mengelilingi Aira, Aira hanya menutup telinganya mendengar olokan yang menyakitkan itu.
"Aira ga gilaa!!" teriak Aira sambil menangis.
"STOPP!!" Teriak seorang lelaki kecil yang sangat tampan, mata berwarna biru laut, hidung mancung dan bulu mata yang lentik.
Seketika suara olokan itu terhenti karena teriakan yang terdengar menggema memenuhi ruang kelas. Semua mata langsung tertuju pada Pria kecil itu.
FLASH BACK OFF
"Jahat banget ya temen Aira" Ujar Ivy.
"Aira ga kenapa-kenapakan?" tanya Hanin.
"Aira gapapa, tapi pas Aira ditolongin sama laki-laki itu Aira langsung pingsan, ga inget apa-apa lagi." jawab Aira.
"Aira kuat ya, kakak aja ga kuat kalau di gituin." kata Echa sambil tersenyum manis.
"eh, Aira laki-laki itu siapa?" tanya Ivy sambil menggoda Aira.
"Aira ga pernah lagi ketemu sama laki-laki itu di sekolah, Aira cari tapi ga ada." jawab Aira.
"Ciee Aira suka ya." Kata Hanin sambil mencolek pipi Aira.
"Engaa.. Aira cuman mau bilang makasih aja udah nolongin Aira waktu itu." Ujar Aira dengan wajah cemberut
"Ciee Aira, ciee" Ejek Ivy sambil mencolek pipi Aira yang sudah seperti kepiting rebus itu.
"iii apasi Aira malu, jangan gitu." Ujar Aira sambil menutup wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus itu.
"Eh Aira katanya Aira punya kakak ya? namanya siapa?" tanya Echa pada Aira
"Kak Bar.." belum sempat Aira melanjutkan ucapannya terdengar suara yang sangat keras dari arah jendela.
Semua langsung menatap satu persatu terutama Aira, dia langsung menggenggam tangan Echa dan Ivy sangat kuat.
"Kita liat sama-sama." ujar Hanin
Semua mata langsung tertuju pada jendela yang dimana asal suara itu muncul.
Semua langsung turun dari ranjang, Hanin memimpin Echa berada diantara Hanin dan Ivy, sedangkan Aira, dia menutup tubuhnya dengan selimut. Secara perlahan Hanin membuka jendela itu.
"Ya ampun Shilaaa!" bentak Hanin
Echa, Ivy dan Aira bernafas lega karena bukan mahluk yang mengerikan datang kepada mereka.
"Kalau mau masuk, tinggal masuk! gausah lempar yang aneh-aneh!" bentak Ivy yang sudah geram, jantungnya hampir saja copot.
"Hehehe.. Shila tadi cuman nyoba sekuat apa energi shila sekarang." ujar Shila
setelah 3 thun lalu aku baca 3 kali, tahun ini baca lagi yng ke empat saking bagusnya ni cerita 😍😍
di baca deh, di jamin bakalan nagih 🥳👍
saking suka buat nama panggilan jdi caca🤭
but thanx ya.....lanjut ghostvilla......bye²
Othorr TANGGUNG JAWAB!!!😭😭😭😭
di online pengen ad yg jual tp semua nihil
hbsnya greget sma lnjutnn si teror
ini ulng baca dr awal terus tp tenag gl bosan" kok