Bagi sebagian orang hal pertama yang terpikirkan saat mendengar kata ‘ibu tiri dan saudara tiri’ pastinya tergambar ibu tiri dan saudara tiri yang galak dan jahat sama seperti cerita- cerita dongeng yang sering di tonton dalam film kartun waktu anak- anak. Dan mungkin itulah yang ditakutkan Elisabeth.
***
“ Elisa, kenalkan ini Berta dan anaknya Ezra.”ucap George suatu hari.
“ siapa mereka, Dad?” heran Elisa.
“ ini adalah kekasih ayah dan anaknya, aku harap kalian berteman akrab, dia lebih tua darimu 3 tahun, jadi nantinya ia akan jadi kakak darimu dan Adrian.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Dady Ezra
“ Ezra.” panggil Elisa masih di balik kamar yang ada di rak buku.
“ hem?” ucap Ezra masih membaringkan tubuhnya di kasur ukuran king size- nya.
“ aku tidak menyangka jika ada kamar di balik rak buku ini.” ucap Elisa, penasaran.
“ tentu saja, aku membutuhkannya ketika kepalaku pening dengan berbagai urusan, akan memakan waktu dalam perjalanan pulang hanya untuk istirahat, padahal masih banyak yang harus dikerjakan. Itu sebabnya aku membuat kamar rahasia ini.”
“ bukan untuk tidur dengan wanita?” tanya Elisa penasaran.
“ kau cemburu?” ucap Ezra gemas.
“ Ezra.” ucap Elisa tampak ragu.
“ iya.”
“ boleh aku tanya.”
“ tanya saja. Aku tidak akan memarahimu, kenapa kau terlihat takut begitu?”
“ ini kali pertama aku melihat sifatmu yang dingin, dan itu membuatku sedikit takut.” ucap Elisa ragu.
“ Elisa. Ini hanya caraku mendisiplinkan pegawai. Apa pernah aku memperlakukanmu seperti aku memperlakukan karyawanku?” Elisa menggeleng.
“ nah, ayo ceritakan. Atau aku akan memaksamu cerita.” ucap Ezra dengan smirk smile- nya membuat Elisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Melihat kelakuan Elisa membuat Ezra tertawa.
“ Ezra.”
“ hem?”
“ sebelum daddy dan mommy- mu bercerai, sebenarnya apa bisnis yang kau ceritakan?” ucap Elisa setelah menimbang.
“ kenapa kau bertanya soal tua bangka itu?” geram Ezra kesal.
“ aku bertanya soal bisnis yang kau ceritakan Ezra, bukan soal daddy- mu.” ucap Elisa panik mendengar Ezra meninggikan nada bicaranya.
“ hah~” Ezra menarik nafas kasar.
“ kau tahu SW Garment?”
“ ehem? Perusahaan pabrik kain dan pakaian?”
“ dulu itu adalah bisnis yang dirintis oleh ayah dan ibuku. Ayahku yang mengelolanya dari hasil modal ibuku yang dulunya adalah perawat.”
” mom Berta perawat?”
“ ya, dia lulusan keperawatan. Awalnya pabrik itu hanya memiliki sedikit pekerja, namun dengan ketelatenan mom dan dad sebagai pengembang ide dalam berbagai jenis baju. Desain baju yang orisinil membuatnya cepat berkembang hingga menjadi besar seperti sekarang.” ucap Ezra duduk di kasurnya.
“ namun munculnya seketaris baru membuat pernikahan mereka yang awalnya bahagia menjadi hancur berantakan. Dad dengan gampang terpengaruh dengan omongan seketaris- nya dan membuatnya jatuh kedalam lingkaran gelap perempuan. Mom mengetahuinya dan menasehati dad namun dad berdalih jika keberhasilan mereka karena ide dari dad. Pertengkaran- pun tak terelakkan mom dihadapkan pada pilihan aku atau perusahaan yang dibangun bersama.”
“ dan mommy- mu memilih kamu?” Ezra mengangguk.
“ ya. Selama setahun kita hidup serba kekurangan, keluarga seolah menendang kita dan teman- pun seolah hilang bak ditelan bumi. Dengan meminta uang yang pernah ia pinjamkan, mom merintis karir- nya dulu, kembali ke jalan kesehatan sesuai yang pernah di pelajarinya. Dengan cepat hidup kami merangkak naik. Insting ibuku dalam memperkirakan laju saham membuat kami memiliki modal yang cukup untuk memulai karir kami dan aku menggunakannya dengan mengambil sekolah animasi di lanjutkan dengan bisnis management.”
“ jadi itu yang membuat pribadimu menjadi keras dan tidak gampang percaya dengan orang seperti sekarang?”
“ yah.” ucap Ezra mengambil nafas kasar.
“ berarti daddy- mu adalah Bernard Ashton?” heran Elisa karena nama keluarga mereka berbeda.
“ bukan, setelah perceraian itu kehidupan Daddy juga tidak berjalan baik. Tiba- tiba saja di pertengahan musim panas lalu pabrik dad mengalami konsleting listrik yang menyebabkan kebakaran pabrik hampir setengahnya tandas. Daddy- ku kembali mendekati mom saat tahu mom kembali merangkak naik.”
“ lalu?”
“ tentu saja di tolak, saat itu mom telah dekat dengan daddy- mu yang merupakan teman di club pecinta alam.” Elisa sendiri baru tahu awal perjumpaan daddy- nya dengan mom Berta.
“ akhirnya perusahaannya di jual oleh dad dan di beli oleh pemiliknya sekarang.” ucap Ezra mengakhiri ceritanya.
“ lalu daddy- mu?”
“ entahlah? Aku sendiri tidak ingin tahu, mengingat daddy- ku pernah berlaku kasar kepada mom- ku.”
“ Ezra.” ucap Elisa mengelus punggung Ezra.
“ biar bagaimana- pun ia tetap daddy- mu. Kau tidak boleh dendam padanya. Tidak ada salahnya kita berkunjung kerumah orang tua.” ucap Elisa meyakinkan Ezra.
“ tapi…” ucap Ezra sedikit merenung.
“ ada yang namanya mantan pacar, mantan suami atau mantan istri namun tidak ada yang namanya mantan anak atau mantan orang tua, Ezra.” ucap Elisa tersenyum mencoba meyakinkan Ezra. Ezra menatap Elisa dan tersenyum lembut.
“ itulah salah point- mu yang tidak ada di wanita lain, Elisa.” ucap Ezra mencium Elisa. Jika tidak diyakinkan Elisa mungkin sampai sekarang ia tak memiliki pikiran mencari kabar ayahnya. Setelah dirasa Elisa telah tertidur pulas. Ezra membetulkan selimut yang digunakan Elisa sebelum akhirnya meraih ponselnya dan mengetikkan beberapa pesan sebelum akhirnya mengirimkannya.
karakter Elisa yang murah senyum.
karakter Helena cocok ga para Reader?
>_< kaya yang udah banyak pembacanya ajh pake profil Thor
harusnya yang jadi Elisa itu song hye Kyo
Helena lebih cocok yg jadi Elisa karena pelakor heheheh
song hye kyo lagii...
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
aku mampir nih thorr
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
Aku datang membawa 10 like untukmu,
mampir juga yuk ke karyaku yg berjudul "Before you go"
Mari kita saling mendukung kak^^