"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.
"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.
Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.
Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.
Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"
Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
“Siapa yang mau mandi bersama denganmu?” Kalimat yang diucapkan wanita itu, sedikit-sedikit wajahnya sudah memerah. Chandra hanya dapat menertawakannya.
“Lagi pula apa yang dapat dilihat dari bentuk tubuhmu. Kamu terlalu kurus…” hinaan yang lagi-lagi keluar dari mulut Chandra.
“Terlalu kurus apanya, bentuk tubuhku ini ideal. Bagian depanku ukurannya menantang, bagian belakang juga pas. Kamu saja yang seleranya rendahan, dasar kurus. Si kurus yang seperti tiang listrik!” Wanita yang merungut mengalihkan pandangannya.
Chandra masih saja tertawa, baik akan meraih cinta dari wanita ini atau tidak. Tapi segalanya terasa begitu menyenangkan saat bertanya. Tapi di luar dugaan, Candra melepaskan jasnya, pemuda yang mulai melepaskan kancing kemejanya.
Suara air yang perlahan memenuhi bath tub masih terdengar. Dirinya perlahan menyentuh jemari tangan wanita itu. Mengarahkannya kepada, bagian otot-otot dada dan perutnya.
Stefanie membulatkan matanya, walaupun tidak dapat melihat, dari ekspresinya terlihat wanita ini paham. Menelan ludahnya berkali-kali, ketika menyentuh setiap inci, dari otot-otot dada dan perut pria ini.
“Kamu dapat merasakannya? Bukankah ini keras dan menonjol, Bagaimana tekstur bagaikan jalanan rusak, dapat kamu anggap seperti tekstur jalan tol. Sedikit menonjol seperti roti, tapi tidak selembut dan sekeras roti.” Pria yang menggerakkan jemari tangan Stefanie.
Diam-diam Chandra menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Jujur saja dirinya terbakar dalam permainannya sendiri. Seharusnya mengejek dan menggoda orang ini, tapi jemari tangan yang lentik itu, ketika digerakkan di tubuhnya, membuat jakunnya bergerak naik turun, membuat aliran darahnya terasa begitu cepat.
Dirinya sudah gila, tapi juga harus segera sadar, tapi begitu enggan untuk sadar diri. Bolehkah dirinya mencium bibir itu? Bolehkah dirinya mencium bibir Stefanie?
Stefanie segera menarik jemari tangan. Lagi lagi ekspresi wajah wanita itu terlihat begitu lugu, terlihat benar-benar menggemaskan.”Kamu benar-benar tidak tahu malu!”
“Aku tidak tahu malu? Kamu yang seenak jidatnya mengatakan Aku kurus seperti tiang listrik. Kamu pasti mengira bentuk tubuhku masih seperti dulu yang seperti jalan tol, lurus-lurus saja…tapi, Bukankah aku begitu bergelombang?” Lagi-lagi kalimat tidak tahu malu dari musuhnya.
“Iya aku akui itu!” Stefanie kembali terdengar gugup, menelan ludahnya dengan lantang berucap.”Aku akui bentuk tubuhmu memang bagus! Lalu kenapa? Tetap saja kamu sudah menghinaku tadi!”
“Maaf sudah menghinamu, bentuk tubuhmu memang bagus. Bahkan terlalu bagus, tapi sayangnya otakmu seukuran kacang kenari. Dengan bentuk tubuh dan wajah yang indah seperti ini, kamu dapat menjadi selebriti yang dipuja oleh jutaan pria. Tapi kamu malah menjadi budak dari seekor primata.” Pemuda yang menertawakannya, karena dengan mudah dapat tertipu oleh Danu.
“Aku memang tertipu olehnya, tapi itu hanya untuk sementara!” Wanita yang mengalihkan pandangannya. Walaupun tidak dapat melihat dengan jelas wajah orang ini, tapi dirinya benar-benar malu. Ini benar-benar memalukan ketika malah ditertawakan oleh makhluk ini.
Pemuda yang tiba-tiba mendekat, menarik tali jubah mandinya hingga terlepas. Bentuk tubuhnya terlihat, benar-benar terekspos. Wanita yang telagapan menutupi tubuhnya sendiri.
“Aku sudah melihat semuanya. Lagi pula kamu sudah mengatakan akan menganggapku sebagai dokter atau perawat. Jadi tidak ada hubungan antara pria dan wanita. Aku juga tidak bernafsu terhadap bentuk badanmu yang lumayan jelek itu.” Komat kamit pria itu mengomel.
Padahal di bawah sana ada yang tegak tapi bukan keadilan. Ada yang bulat tapi bukan tekad, Ada yang ingin memantul tapi bukan trampolin. Segalanya ditahan olehnya dengan kata-kata sinis.
“Sekarang saatnya kamu mandi, airnya sudah penuh. Aku akan membimbingmu masuk, ingat! Ini bukan karena aku tertarik atau baik hati padamu. Ini karena aku menginginkan 35% asetmu, sebagai bayarannya!” Pemuda yang menekankan kata-katanya.
Pada akhirnya Stefanie tidak ragu lagi. Bersedia bekerja sama ketika pemuda ini melepaskan jubah mandinya. Kemudian membimbingnya untuk masuk ke dalam Bathtub.
Sebenarnya walaupun materialistis, jika dipikirkan kembali oleh Stefanie pemuda ini tidak buruk juga. Lebih tepatnya hanya pemuda ini yang ada bersamanya. Walaupun tidak sepenuhnya dapat dipercayai olehnya. Tapi masih lebih baik dibandingkan keluarga dan tunangannya yang sudah pasti berkhianat.
“Ini showernya dan ini shamponya…kamu bisa mencuci rambutmu sendiri bukan?” Pemuda yang meletakkan semuanya di dekat Stefanie. Wanita itu menelan ludah, kemudian mengangguk. Jujur saja dirinya mengira pemuda ini akan memandikannya.
“Kamu mau ke mana?” Tanyanya tidak ingin terpeleset lagi, jika keluar dari Bathtub seorang diri usai mandi.
“Aku mandi di ruangan shower. Kenapa? Mau mandi bersama dalam Bathtub?” Pertanyaan dan menggoda dari pria itu. Tapi dengan cepat Stefanie menggeleng.
“Siapa yang mau mandi denganmu!” Teriaknya.
“Aku juga tidak sudi mandi denganmu, nanti aromamu tertular padaku. Aromamu kan busuk.” Chandra mengangkat sebelah alisnya, pemuda yang perlahan menggeleng, menatap wajah wanita itu yang terlihat kesal.
Pada akhirnya inilah malam pertamanya, harus membersihkan diri. Dan harus mengeluarkan semuanya.”Nak…maafkan ayah. Calon ibu kalian belum merestui untuk kalian lahir ke dunia ini.” Gumam Chandra pelan mengeluh, pemuda yang masih berdiri di bawah derasnya air shower.
Sedangkan Stefanie hanya dapat menghela nafas. Tangannya menekan shower, hingga perlahan mencuci rambutnya sendiri. Menuangkan shampo ke tangannya, kemudian menggunakannya. Air matanya mengalir namun wajahnya terlihat tersenyum.
Pada akhirnya ada satu orang yang bersedia mengurusnya. Walaupun itu hanya karena uang, tapi lebih baik memiliki satu orang yang setia karena uang. Daripada memiliki banyak orang yang berpura-pura baik, Tapi aslinya ingin membunuhnya karena uang.
Wanita yang meraba, bagian bawah matanya sendiri. Dirinya terdiam sejenak, memikirkan hal lain.”Lebih baik mati di meja operasi. Mempertaruhkan segalanya, untuk mempertahankan harga diri. Jika aku berhasil selamat, jika aku bisa melihat…”
Wanita itu diam dan tertunduk. Mungkin memang benar, keputusan yang terbaik adalah mengatur operasi. Operasi yang membuat nyawanya kemungkinan ada dalam bahaya.
Dirinya buta bukan karena kerusakan kornea. Lebih tepatnya dirinya buta karena kerusakan saraf di otaknya. Mungkin operasi otak adalah jalan satu-satunya.
Setelah menghadapi keluarganya, Chandra juga akan pergi meninggalkannya. Dirinya juga tidak bisa selalu bergantung dan mempercayai orang lain. Karena pengalaman dikhianati oleh keluarga sendiri dan tunangannya.
Wanita yang membersihkan diri, membiarkan seluruh tubuhnya dibasuh menggunakan sabun. Membiarkan air mengalir di setiap lekuk tubuhnya.
“Chandra aku sudah selesai…” ucap Stefanie dari dalam bathtub.
“Aku belum…sssh…” kalimat yang diucapkan oleh Chandra dengan nada suara yang berat.
“Chandra kamu tidak apa-apa?” teriak Stefanie cemas.
“Aku tidak akan apa-apa Jika kamu menutup mulutmu!” Chandra yang masih berada di ruangan shower malah berteriak membentaknya.
“Ada apa dengannya?” Gumam Stephanie tidak mengerti sama sekali. Tidak mengerti bahwa entah berapa banyak, calon anak yang dibuang oleh pemuda ini.
siap2 diterkam kau
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
siap" ya
🤣🤣🤣
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
😍
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄