NovelToon NovelToon
Secret Love

Secret Love

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / One Night Stand / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:283.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Nusantara Alam Lestari, seorang wanita yang tak percaya cinta sejati. Suatu ketika, ia tak sengaja bertemu dengan seorang pria bernama Langit di Kala Sore di sebuah pinggir pantai di pulau Dewata.

Mereka berkenalan dan terlibat obrolan seru. Namun siapa sangka alkohol yang menemani obrolan mereka, membuat mereka hilang kendali dan membuat mereka terlibat cinta satu malam.

Keesokan paginya mereka terbangun oleh ketukan kencang di kaca mobil Kala, para nelayan setempat memergoki mereka berduaan di mobil tanpa busana. Di tengah kepanikan karena penggerbegan itu, Tari berhasil melarikan diri dari amukan para nelayan. Ia bisa kembali ke hotelnya dengan selamat dan terbang ke Jakarta meninggalkan Kala yang harus menghadapi amukan masa seorang diri.


Selang lima tahun kemudian Kala bertemu dengan dua anak kembar yang begitu mirip dengan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Kala pulang dengan hati riang, belum pernah sebelumnya ia merasa segembira ini. Kejelasannya akan status dirinya akhirnya terbuka secara terang benderang. "Aku adalah seorang ayah," gumamnya. "Mereka berdua adalah anak-anakku."

Kala semakin tertantang untuk bisa memenangkan hati Tari agar ia bisa berkumpul bersama keluarga kecilnya yang utuh yang selama ini ia idam-idamkan. Senyum Kala seketika sirna ketika ia melihat sepatu Amber berada di rak sepatu, ia baru ingat jika wanita itu menginap disini.

"Selamat datang, Sayang." Amber melempar tubuhnya ke arah Kala, ia memeluk Kala dengan erat.

Sontak saja Kala langsung melepaskan tubuh Amber dan menjauh darinya. "Kau ini apa-apa Amber?"

"Harusnya aku yang tanya padamu, kenapa kau membohongiku? Katanya apartemenmu sedang dalam perbaikan, ternyata sama sekali tidak ada," protes Amber kesal.

"Itu tadi..." Kala mencoba mencari alasan untuk menutup kebohongannya.

"Sudahlah Kala, aku ingin menyampaikan informasi padamu kalau aku baru saja menghubungi WO untuk mengurus acara pertunangan kita," ia menarik Kala menuju sofa. "Aku juga sudah merancang undangan pertunangan kita, bagaimana menurutmu?" Amber memperlihatkan laptop berisi design undangan pertunangan mereka.

"Tunggu dulu Amber!" Kala menaruh kembali laptopnya di atas meja. "Kita tidak pernah merencanakan pertunangan, kenapa kamu tiba-tiba menghubungi WO tanpa seizinku?"

"Bukankah kau sudah berjanji pada Daddy, jika kau akan menjagaku? Jadi aku pikir untuk apa kita menunda-nunda hari baik kita?"

Kala menghembuskan napas kasar. "Amber, sepertinya kita salah paham," ia menatap amber lekat-lekat, Kala merasa ini sudah saatnya dia berterus terang mengenai perasaannya kepada gadis itu, ia akan menerima apa pun resikonya termasuk jika harus keluar dari perusahaan Uncle Tom.

"Aku memang memiliki janji dengan Daddymu untuk menjagamu," ucapnya dengan hati-hati. "Tapi bukan berarti kita harus menikah, aku bisa menjagamu seperti adikku sendiri, dan itu yang akan aku lakukan untuk memenuhi janjiku dan sebagai ucapan terima kasihku kepada Daddymu yang sudah memberiku kesempatan membangun The Great Ocean."

Amber membulatkan matanya,, ia hampir tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Kala benar-benar menolaknya. "Kau pria jahat, Kala!" Wanita itu meraih tasnya dan pergi meninggalkan kediaman Kala.

Kala sengaja membiarkan wanita itu pergi, ia tak berusaha mengejar Amber sebab menurutnya percuma bicara dengan wanita yang sedang marah, ia akan kambali bicara dan menjelaskan semuanya setelah Amber lebih tenang.

...****************...

Keesokan paginya Kala tidak melihat tanda-tanda kehadiran Amber di kantor, ia mencoba menghubunginya tapi tidak aktif, bahkan asistennya pun tidak mengetahui keberadaan gadis itu.

Jika sampai sore atau setelah selesai meeting, Amber belum juga ada kabar, Kala berniat mencarinya, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan dia baik-baik saja sebagai upaya menjalankan amanat Uncle Tom.

Siang hari ketika Kala masuk ke ruang meeting, ia di kejutkan dengan keberadaan Amber di sana. Kala bernapas lega melihat Amber nampak baik-baik saja, wanita itu tengah mengobrol dengan salah satu staff accounting. "Hai Kala," sapa Amber dengan lembut.

Kala membalas sapaan Amber dan mempersilahkan wanita itu untuk memimpin meeting hari ini. Tak ada yang hal yang perlu Kala khawatirkan, Amber begitu bersemangat seperti biasanya, bahkan hingga meeting berakhir, wanita itu menutup meeting dengan pantun ceria hingga membuat seisi ruangan tertawa.

"Amber apa kau baik-baik saja?" tanya Kala ketika ruangan sudah sepi dan hanya menyisakan mereka berdua. "Maksudku kejadian semalam..."

Amber tersenyum manis sembari merapihkan berkas-berkasnya dan membawanya dalam dekapannya. "Harusnya aku yang minta maaf Kala," ucapnya. "Aku yang terlalu terburu-buru dan tak izin menghubungi WO. Padahal baru satu bulan kita kenal, jadi ya aku pikir kita memang perlu penjajakan terlebih dahulu sebelum menikah."

"Tapi Amber, bukan..."

"Aku akan menunggu sampai kau siap, Sayang." Amber mengedipkan sebelah matanya kemudian pergi meninggalkan ruang meeting.

Kala ingin mengejar Amber untuk menjelaskan maksudnya, tapi satu pesan masuk di handphonenya menghentikan langkahnya.

Elok:

Aku Elok, ibunya Tari. Jika kau benar-benar ingin bertanggung jawab atas apa kau perbuat kepada putri dan cucu-cucuku datanglah saat makan malam!

Tak sulit bagi Elok menemukan nomor kontak Kala, ia mendapatkannya dari pengasuh cucunya. Kala sempat memberinya kartu nama ketika merka jalan-jalan di The Great Ocean.

Tanpa pikir panjang Kala pun bergegas menuju kediaman Tari, sebelum dirinya terjebak macet dan terlambat untuk makan malam bersama.

Dengan hati riang Kala memencet bel kediaman Tari, ia menunggu dengan jantung berdegup kencang bak ABG yang akan ngapel ke rumah kekasihnya. Tak lama Tari keluar dengan wajah datar melihat kedatangan Kala. "Mau apa lagi kau datang kemari?" wanita itu mengendus kasar.

"Tentu saja bertemu denganmu dan juga anak-anak," ucap Kala tanpa beban sembari menyodorkan sebuket mawar merah kepada Tari.

Tari terlihat enggan menerima bunga pemberian Kala, hingga akhirnya Kala meraih tangan Tari dan memaksanya untuk menerimanya. "Ayolah, bunga cantik ini sangat cocok untuk wanita secantik dan setangguh dirimu."

Dari belakang tubuh Tari terdengar derap langkah kaki yang berlarian. "Mommy siapa itu?" mereka bersembunyi di rok ibunya sembari mengintip siapa yang datang.

"Uncle..." bisik Lingga pelan, kedua bocah itu menatap ibunya seolah meminta agar ibunya mempersilahkan Kala masuk.

Tari menghembuskan napasnya. "Masuklah!"

Lingga dan Lintang bersorak senang, mereka menggandeng tangan Kala masuk ke kediaman mereka. "Uncle, kami sedang makan malam. Apa uncle sudah makan?"

Kala menggeleng. "Uncle baru ingat jika dari pagi tadi Uncle belum makan apa pun?"

"Benarkah? Kalau begitu mari kita makan bersama," tanpa meminta persetujuan Tari, kedua bocah kembar itu mengajak Kala menuju ruang makan.

Sementara Tari mengikuti mereka dari belakang, sembari membawa buket bunga pemberian Kala. Tari terkejut saat Kala tiba-tiba menoleh, ia terpergok tengah mencium bunga tersebut.

"Kau tidak keberatan aku begabung?"

"Terserah," jawabnya singkat, Tari yang salah tingkah mempercepat langkahnya menuju dapur, ia meminta asistennya untuk menaruh bunga tersebut di vas, barulah ia bergabung di ruang makan.

Suasana makan malam terasa hangat dan ceria, Lingga dan Lintang nampak bersemangat menceritakan kegiatannya di sekolah. Mereka berdua paling suka pelajaran olahraga, dan paling tidak suka dengan pelajaran bahasa Mandari karena menurut mereka itu pelajaran paling sulit.

"Apa besok ada pelajaran bahasa Mandarin?" tanya Kala. "Uncle bisa mengajari sedikit agar kalian besok terlihat jago ketika mengobrol dengan Lǎoshī."

"Besok kami tidak sekolah," ucap Lintang dengan nada sedih.

"Loh kenapa?" tanya Kala bingung dan penasaran, bukankah baru saja mereka bercerita tentang sekolah mereka dengan penuh semangat.

"Besok di sekolah ada perayaan hari Ayah. Kami tidak punya Ayah jadi kita tidak sekolah," terang Lingga, bocah itu menghembuskan napas beratnya.

Kala beralih menatap Tari. "Kalau Mommy kalian mengizinkan, Uncle tidak keberatan menemani kalian datang ke acara hari ayah di sekolah."

Lintang dan Lingga menatap Tari dengan penuh harap. "Boleh ya Mom..."

"Kali ini saja," bujuk Lintang, tanpa di sadari matanya mulai berkaca-kaca. "Kita kan tidak pernah ikut acara hari Ayah."

"Sudahlah, Tari. Izinkan saja, toh cuma sehari ini saja. Biarkan anak-anakmu memiliki pengalaman baru," sahut Elok.

Tari yang merasa tak memiliki pendukung terpaksa membolehkan Kala untuk menemani putranya mengikuti acara peringatan hari ayah di sekolah.

Riuh sorak sorai Kala dan kedua putranya. "Terima kasih Mommy," ucap Lingga dan Lintang sembari mencium kedua pipi ibunya.

1
Maryam Renhoran
Alhamdulillah...
Happy ending...😍😍
embun hujan
kala kala.. terlalu menye menye eh meragukan istrinya sendiri pula ckck cerai aja udah cerai
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Niar Zahniar
semangat berkarya
Rosnah Yusuf
sangat bagus, terima kasih
Fera Damayanti
Luar biasa
Dewi Hutabarat
Lumayan
Aqilla Aqilla
Ceritanya bagus.. tapi kok gk dilanjut endingnya gk puas 😁
Sativa Kyu
👍
aku_aja
Luar biasa
Fransiska Musilah
emang ya amber cs tipe tipe manusia culas
Fransiska Musilah
hm....
rumput cari kuda.
Srie Ciwis Ladahitam
hahaha...mimpi NU yee... nenek sihir..../Curse//Curse//Curse/
Mei Mei
Luar biasa
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍
Suzy Fahda
Luar biasa
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Nahhh kaannn.... ingin memperkaya diri dengan menghalalkan segala cara akhirnya yaaa begitu....
bunda DF 💞
good story
bunda DF 💞
kala sifatnya mirip bgt sm papanya jagat,, ga tegas sm perempuan
•§͜¢•🦢🍒
Luna posesif sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!