“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.
Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!
Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 : Resep Hidup Hemat
“Ya ampun, sakitnya perutku! Tapi enggak apa-apa, sih. Mati-mati saja, keguguran, biar enggak jadi beban. Biar aku bisa fokus menjalani hidup dengan mas Ucup!” batin Rita diam-diam kesakitan.
Berbeda dengan Rita, ibu Mimi justru tak sengaja memegang perut Rita. Awalnya berniat mendorong, agar Rita enyah dan tak menindihnya lagi. Terlebih ditindih oleh Rita juga sampai membuatnya tidak bisa napas. Selain, tubuh ibu Mimi yang terasa remuk.
Namun, sadar perut Rita terasa keras melebihi perut kembung, ibu Mimi pun jadi meraba bagian sana. Hanya saja, Rita menyadari ulah ibu Mimi. Rita yang sudah terbiasa berbohong, dengan cepat kembali bisa berbohong.
“Aduh, lambungku sakit banget. Kira-kira, hubungan in.tim sama mas Ucup semalaman penuh, ngaruh enggak sih? Perutku jadi kaku gini. Makin besar juga mirip orang hamil. Yang enggak tahu pasti ngiranya aku lagi hamil deh!”
Tak tanggung-tanggung, Rita juga jadi merengek ketakutan. “Te, yang semalam enggak langsung jadi bikin aku hamil, kan? Aku beneran takut. Meski Sabtu besok, aku dan mas Ucup nikah, nanti kalau langsung isi pasti ketahuan kan. Kalau aku sama mas Ucup, udah kikuk-kikuk duluan?”
“Iya, kalau mereka ngira aku hamilnya sama mas Ucup. Lah, kalau aku sampai difitnah hamil duluan, dan anak ini dikira bukan anak mas Ucup?”
Sebagai orang tua Yusuf, ibu Mimi jadi merasa bersalah. Ibu Mimi merasa harus bertanggung jawab. Hingga pada akhirnya, ibu Mimi jadi tidak bisa marah. Ibu Mimi bahkan sengaja mengesampingkan rasa sakitnya. Setelah bisa duduk, ibu Mimi berangsur memeluk sekaligus menenangkan Rita.
“Asyiiik, je.bakan yang aku lakukan ke mas Ucup dan sampai bikin tante Mimi tahu, memang jadi senja.ta ampuh buat bikin mereka peduli bahkan mengalah kepadaku!” batin Rita benar-benar bahagia.
***
Hari-hari berlalu tanpa terasa. Alina yang terus menjaga jarak dari Yusuf. Yusuf yang memilih fokus pada persiapan pernikahannya dan Rita. Juga Dharen yang merasa hidupnya makin berwarna karena dirinya memiliki pengasuh seperti Alina.
Terlepas dari semuanya, jeba.kan yang Rita lakukan sungguh membuat Yusuf dan ibu Mimi serba mengalah kepada Rita. Sementara Alina, diam-diam merasa ada yang tidak beres dengan Yusuf.
“Kayaknya tuh orang sudah mau menikah deh. Atau malah sudah menikah, makanya tertekan banget!” batin Alina merasa ada yang aneh dengan Yusuf. Untuk pertama kalinya, Yusuf membuang pandangan ketika mereka berpapasan. Padahal, biasanya Yusuf akan sibuk mengawasinya diam-diam.
“Sus, kamu balik ke ruang kerja sendiri saja. Sambil siapin jadwalku untuk tiga hari ke depan. Aku mau ke kakek dulu,” ucap Dharen. Bukan saya lagi. Kini Dharen menyebut dirinya sebagai aku, jika mereka hanya sedang berdua layaknya sekarang. Hingga konteks sekaligus interaksi mereka jadi makin akrab.
“Baik, Bos!” santun Alina masih sangat menjaga sikap karena biar bagaimanapun, kini masih di tempat kerja.
Dharen sendiri tidak mempermasalahkan sikap formal Alina. Yang penting saat mereka hanya berdua, mereka kembali bisa layaknya teman gibah tanpa kenal aturan. Karena gara-gara kebersamaan mereka yang begitu juga, Dharen merasa bersemangat. Memiliki Alina sebagai pengasuhnya, benar-benar membuat Dharen seperti menemukan kembaran versi wanita.
“Sendiri?” tanya kakek Restu ketika akhirnya, Dharen masuk
Seperti biasa, Dharen masuk tanpa permisi.
“Sandal yang selalu sepasang saja, harus selalu maju dan berjuang sendiri ketika yang sebelah ada halangan!” jutek Dharen malas-malasan dalam menjawab pertanyaan sepele dari sang kakek.
Kakek Restu langsung mesem. Baginya, apa pun yang keluar dari mulut sang cucu, bukanlah hal yang harus ia jadikan beban. Daripada Dharen hanya diam, itu justru menjadi luka mendalam untuknya sekeluarga.
“Kamu dan Alina memang mirip sandal, sepatu.” Kakek Restu tersenyum hangat menatap cucunya yang memiliki wajah rupawan.
“Ya, kami memang kembar yang berbeda jenis kel.amin. Melihatnya, seperti melihat diri sendiri. Enggak apa-apalah, enggak pernah lihat paha mulus apalagi gunungan dad.a yang diobral tiap saat. Soalnya Alina beneran enggak mau begitu!” ucap Dharen kali ini memasang wajah frustrasi, tapi sang kakek malah menertawakannya.
“Dikasih begitu, tapi enggak bisa kerja, kamu ngam.uk. Kebanyakan kan gitu. Yang paket komplit ya cuma Sus Alina-mu,” ucap kakek Restu. “Apa mau ganti lagi? Ganti cowok saja?”
Mendengar pertanyaan terakhir sang kakek, Dharen langsung panik. “Enggak ... enggak usah. Sudah cocok yang ini, meski kadang, memang bikin makan hati. Soalnya Sus Alina galak banget kan. Heran, diajakin dugem, mintanya ke KUA mulu!”
Lagi-lagi kakek Restu tertawa gara-gara ulah Dharen.
Setelah Dharen duduk di tempat duduk depan kursi kerja sang kakek, kakek Restu pun berdeham. Kakek Restu membenarkan posisi duduknya. Dharen yakin, sang kakek akan menyampaikan maksudnya meminta Dharen ke sana.
“Sabtu sore, kamu wakili Kakek dan keluarga besar kita kondangan, ya?” ucap kakek Restu.
“Bukan acara suna.t lagi, kan? Aneh masa semaco dan setampan ini, suruh kondangan sun.at dan hiburannya kuda lumping lagi,” ucap Dharen benar-benar tanpa saring. Namun sekali lagi, kenyataan tersebut sangat membuat kakek Restu bahagia.
***
“Promaag, minuman sereal, kopi instan, indomi. Enggak usah beli minyak urut, urutnya pakai hand body saja. Paling dikasih minyak roll-on biar hangat dan badan lebih rileks. Beli tolak angin juga. Tapi, ... tolak angin makin mahal. Aku harus bisa tetap hemat. Soalnya kalau sekarang makan pakai daging, besoknya pasti cuma makan angin.” Alina menyusun kebutuhannya untuk dua minggu ke depan.
Uang kiriman dari sang mama memang akan Alina pakai untuk membeli ponsel. Ponsel kentang milik Alina sudah tidak bisa dikondisikan. Ditambah lagi, hampir satu minggu ini, Yusuf sama sekali tidak memberi Alina uang meski itu hanya satu perak.
Tanpa Alina sadari, Dharen yang jail dan bertingkah layaknya kera sakti, diam-diam menyelinap masuk. Dharen membaca apa yang Alina catat dan sampai membuat sekretaris sekaligus pengasuhnya itu melamun.
“Bentar deh,” ucap Dharen setelah berhasil membuat Alina terkejut. Ia berangsur mengambil buku catatan Alina.
“Bener sih, ... ini resep hidup hemat, kan? Iya, ... temen-temenku pas SMA apalagi kuliah, gini nih. Habis makan daging, besoknya pasti makan angin. Bahkan makan hati kayaknya! Hahaha! Tapi seru sih! Ah, jadi pengin ngerasain hidup di kos-kosan lagi!” Dharen jadi sangat heboh.
Makin lama, Dharen makin heboh. Pria yang selalu ingin menjadi yang terbaik itu sampai duduk di meja kerja Alina. Posisinya persis di hadapan Alina. Yang mana, Dharen tak segan menepuk-nepukan buku catatan Alina, ke kepala Alina. Bisa kalian bayangkan betapa tersiks.anya Alina memiliki Bos spek Dharen.
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
beautiful story'
mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan
ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi
ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
jadi outo ngakak...dasar Darren
tenang aja masih banyak yg menanti
othor paling keren lah..pokoke
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
anggep aja ujian mau naik kelas
mana bener lagi
aku selalu suka deh kata kaya dia